Sampan Kecil

lagi senengnya buat puisi.. silahkan bagi yang mau berbalas puisi.. tinggal komeng aj.. ntar saya bales puisinya..

Sampan Kecil

redup senja dikaki malam
yang telah menghilangkan bayang ilalang
menghirup aroma senja yang perlahan menghilang
malam mulai menginjak senja dari pandangan
kesunyian berbayang-bayang
syahdunya malam berlalu sunyi
mengiringi tuk mewarnai taman hati yang sepi
terantai terkalungi rindu dalam bilik hati
terasa bagai tertusuk sembilu bisa
menyesak keluar tak tertahankan
menjelma menjadi butiran-butiran jernih dikelopak mata
butiran-butiran itu jatuh semakin deras
datanglah.. kuajak tuk mengayuh sampan kehidupan
mengarungi samudera walau sampan itu kecil
menggapai salju dikhatulistiwa
melihat pelangi diujung samudera

 

Aldo Al Fakhr

Blogger Pencari Spirit yang Hilang

Iklan

Membuka Jalan Indah

Jalan Indah

ketika cinta itu menjelma menjadi sebuah bentuk
mengusik fikiran yang selalu bertanya
ia datang tak lama
cepat pergi dan cepat pulang
namun hati terlanjur terpaut
ingin menemaninya pulang
ikut bersama cinta ke mahligainya
mungkin saja… mungkin saja
ada kisah suka dan mengharu disana
yang bisa ku ukir dipapan sejarahku
menjadi saksi tautan hati dua insan

cobaan hidup pastilah ada
menerpa disetiap sisi yang lemah akan ruhiyah
kutakut..tak bisa menggapai asa
titik lemah ini begitu banyak
ia menusuk-nusuk hati
melambatkan perahu yang sedang mengarungi bahtera
takut ku pula tak bisa menapakinya dengan indah
kaki ini begitu lemah dan rapuh dalam melangkah
gampang sakit terinjak duri

Ya Allah
tolonglah hamba dalam membuka jalan indah itu..

Bandung,  28 Januari 2010

Aldo Al Fakhr

Blogger Pencari Spirit yang Hilang

Heningan Malam

Heningan Malam

Dalam heningan malam ku sampaikan derita

Derita hampa tanpa arah

Menyusup tak ketahuan disisi tidurku

Mengindahkan pandangan seorang pujangga

Apalah artinya sebuah pena

Jikalau tak dituliskan kata-kata

Yang mempunyai pengaruh kuat pada objek

Berhembus dikesunyian jiwa

Menggelayuti asa yang kosong akan ‘iradah

Bertumpuk membusuk tak berarti

Jauh jauh mengharapkannya

Memanjakan ruh yang foya

Tak tumbuh bersemi seperti bunga matahari

Siap siaga kearah matahari

Tak pernah lelah mengikuti

Iltizam ini berleha-leha melaksanakan duty

Seakan telah lupa pada ikrar

Mengembannya penuh payah

Tak pula ber mujahadah

Tiadakah jiwa ini memiliki muwashafat ‘ailiyah

Sungguh tak kenal siaran tunda waktu itu

Mengapa diri malu mengakui

Adukan saja…

Tidaklah mengapa wahai derita

Bandung, 23 desember 2009

Aldo Al Fakhr

Blogger Pencari Spirit yang Hilang

Kala Sedih

Sebuah Puisi dari Hati yang sedikit tergores

Kala Sedih

kala ku mengingat tentang hal tadi
hati ini menjadi sendu kelabu
kubiarkan tinta mata bercucuran
menuaikan hasrat dihati

Aku tak sampai fikir
mengapa ia bisa begitu
perlahan menyusup sakit dihatiku
yang memang sepi akan bahagia

tak ada manusia yang sempurna
jangan kau menuntut lebih dari diri yang lesu
yg selalu menyibak dosa dipelupuk kasih-Nya

Tapi kini
aku telah memaafkanmu
kulupakan semua kesalahanmu
yang jujur saja menyakiti salah satu ruang di relung hatiku
kini kubuang semua itu
hingga tak lagi menyatu
kuharap ukhuwah ini tak layaknya batu
yang keras dan menyakitkan
semoga ikhlas menjalani
menggapai cinta Illahi.

Aldo Al Fakhr

Hanya Sepi

sebuah puisi dari hati menanggapi jiwa yg lesu tak bermaya ini.

Hanya Sepi

Waktu terus kulalui

tak terasa telah jauh ku daki

raga tak lagi berseri

lelah kurasai

kuterus coba menyemangati

diri yang selalu iri

tapi

Mata terkeluhi

Sembab tak mati

Mencari jiwa berarti

Namun tak jua ditemui

Apa yg yerjadi

kucuba bertanya ke hati

Tapi ia menepi

Jauh tak bertepi

Kiniku sendiri

Tiada yang menemani

Hampa tak berbunyi

Sunyi yang mengiringi

Hanya sepi

Hanya sepi

Hanya sepi

Gimana…????