jadi saksi…

alhamdulillah 2 hari yang lalu, aku menjadi saksi pemilu dari salah satu partai yang bersih, peduli, dan profesional. pastinya … hi…hi… senengnye aku bisa membantu sedikit untuk kemenangan partai tersebut.

jam 04.00 aku sudah bangun dan segera ke kamar mandi tuk ngambil wudhu, dan sholat malam. salah satu isi dalam do’aku adalah agar pemilu kali ini berjalan lancar dan bersih dari kecurangan.

adzan berkumandang… kusiapkan diri ke masjid.

jam 05.30 aku bersiap-siap pergi ke TPS masing2 bareng2 temen2 juga. aku kebagian di TPS 18 lengkong, di daerah ciganitri. alhamdulillah ga terlalu jauh dari kosan ku.

rencananya sih, aku ditugaskan sebagai pendamping saksi partai tersebut, bukan menjadi saksi. hanya sekedar memantau. sok.. banget ya….

sesampainya disana, ku dekatkan diri dengan warga disana. menanyai hal-hak yang penting dan yg ga penting sama sekali… banyaklah yang diobrolin tentang cuaca, politik, ekonomi, budaya, kerajinan bandung, dll yang banyak menggugah untuk diobrolin… pokoknya enak deh ngobrol dengan mereka,,,

jam 07.00 acara pemilu yang dinanti akhirnya tiba. karena saksi dari partai bersih peduli dan profesional ada agenda lain, aku ditunjuk sebagai menjadi penggantinya. bagiku ga masalah, karena aku dah cukup ngerti seluk-beluk menjadi saksi….

pengucapan sumpah panitia kpps dan seterusnya….

jadi saksi ternyata banyak banget yang dicatet dan diteliti kebenarannya. yah ga pa pa lah…

jam 12.00 akhirnya pemungutan suara dihentikan dan istirahat sampai jam12.30

perhitungan suara dimulai dengan deg-deg-an didlam hati ini… sok puitis banget… tapi tulah keadaan sebenarnya.

satu persatu surat suara dihitung… hingga selesai perhitungan suara jam 22.00 WIB.

masih ada lagi kerja saksi, yaitu mengisi C-1 yaitu form-form yang berguna bagi partai masing-masing. nah… nulisnya itu yang lama banget… harus inilah…harus minta tada tangan para saksi dr partai lain, dan harus minta tanda tangan para panitia kpps. jrt..jrt… waktu menunjukkan jam 00.15. alhamdulillah akhirnya selesai juga… pulang…pulang… nunggu saudara dulu… di madrasah deket TPS 11.

sampai dikosan jam 01.00 pm.

tidur….

Menelusuri arti sebuah kemenangan

tahukah pren! kemenangan yg selama ini kita telaah dan kita tanam dlm benak kita adlah bukan sebenarnya arti dari kemenangan itu sendiri. kita sering menganggap kemenangan pada saat mendapatkan juara satu, menjabat sebagai direktur utama, mempunyai uang yg berlimpah, dan lain-lain. Kemenangan itu juga bukanlah hanya ketika sebuah klub bola, misal aj liverpool FC, ketahuan banget ya, liverpudliannya. ha…ha…, kembali lg. klub sepakbola itu menang terhadap lawannya, atau dengan kata lain kita mendapatkan apa yang kita inginkan di dunia ini. tapi sejatinya bukan itulah arti kemenangan sesungguhnya.
arti kemengan sesungguhnya adalah disaat kita melawan rasa malas yg menghalangi kita tuk sukses, disaat kita berani dan lantang menghadapi kegagalan yg kita alami, disaat kita dapat bangkit dari keterpurukan kita, disaat kita bersemangat memperbaiki kesalahan-kesalahan yg terdahulu, disaat kita menyadari bahwa betapa sayangnya Allah kepada kita dikala kita menang, ucapan sykur pun mesti kita lakukan. disaat kita mampu membalikkan keadaan yg buruk menjadi keadaan yg baik, dan lain-lain.

semoga Allah memberikan kita kemenangan kepada kita ditahun 2009, wah… kayak pemilu aj. yah… pokoknya dalam segala aspek, apakah itu ibadah, kuliah, bisnis kalau ad, rumah tangga kalau dh berkeluarga, organisasi, dan partai.

SUKSES DAN MENANG DI 2009. Amin

Allahu Akbar

golput, kok gitu sih?

golput, kok gitu sih?

yah, kata-kata saya diatas itu mungkin bagi sebagian orang menjawab dengan berbagai alasan, misalnya seperti

“terserah gw donk”

“ngapain milih, mending gw tidur aj dirumah”

“kualifikasinya ga ada yang sempurna menurut gw”

dan lain-lain

saya ingin menyentil jawaban yang ketiga

“mas, kalau mau sempurna orangnya dah meninggal,”

dijawab tuh sama no. 3

“kok gitu!”

“ya iyalah, orang yang paling mulia dan sempurna adalah Rasulullah SAW, ga ada yang sesempurna beliau.”

sentum-senyum aneh aja tuh no. 3

belakangan ini banyak para golputers(sebutan untuk pe golput), karena akan adanya fatwa larangan golput dari MUI, kalau begini, misalnya kita golput sama halnya kita minum khamar dan berzina, apa ga berat tuh dosanya!

saya sangat menyambut dengan positif fatwa ini, karena apa jadinya sebuah negara yang mana semua penduduknya golput, coba bayangin deh? roda pemerintahan pun takkan berjalan dengan semestinya.apa lagi sebentar lagi akan pemilu, untuk menyukseskan pemilu tersebut alangkah baiknya kita gunakan tuh hak pilih kita dengan sebak-baiknya. katanya cinta tanah air, kok mau-maunya golput, berarti kamu ga cinta tanah air donk. saya sih khusnuzhon aj kepada golputers, mungkin sedemikian cintanya ia dengan negaranya, ia ga mau negara ini disakiti oleh pemimpin yang ga adil. dramatis banget ya. untuk itulah pilihlah pemimpin yang baik menurut kamu, saya tidak akan menjelaskan pemimpin baik itu seperti apa. tapi standarnya pemimpin baik itu adalah adalah pemimpin yang sederhana, adil, tanggung jawab, mementingkan rakyat dibandingkan dirinya, dll.

kalau bagi kamu ga ada yang demikian, paling tidak mendekati hal itu.

no golput!!!!

Ust. Hidayat Nur Wahid mengatakan “kalau partisipasi masyarakat dalam pemilu tinggi, hal itu juga menjadi indikator kedewasaan berdemokrasi bangsa yang semakin meningkat.”

oke yah

Aldo Al Fakhr