Sore di Halte Itu

Sore di Halte Itu
Cuaca belakangan ini sungguh panas dan panasnya itu pakai banget. Matahari masih menyinari dengan cuek sore hari ini, sepertinya belum mau pulang kayaknya dia.

Disudut bangku salah satu halte bis di Jakarta, aku duduk dengan termangu, memandangi para pejalan kaki yang lewat melintasi halte ini. Tujuanku ke halte ini tidak seperti orang yang lain yang menunggu kedatangan bis untuk menjemput mereka dan segera menghantarkan mereka ke daerah yang ingin mereka tuju, sedangkan aku, seorang yang dengan berkepribadian unik kata teman-temanku, datang ke halte hanya untuk memandangi para pejalan kaki yang melintasi halte ini dan mengajak bicara apa saja kepada orang yang kebetulan sedang menunggu bis.

Bagiku, halte ini adalah tempat menarik untuk belajar dibandingkan kelas tempatku kuliah, disini begitu banyak pelajaran dan hikmah yang bisa kuteguk untuk menghilangkan dahaga jiwa yang haus yang bahkan tak pernah kudapatkan dibangku kuliah sana. Ya..inilah kebiasaanku. Dan halte ini sepertinya nggak pernah bosan diduduki oleh diriku..he..he..

Sore ini, sama seperti sore-sore biasanya yang ramai dengan para pejalan kaki yang sekedar melintasi atau para calon penumpang bis. Semakin lama memandangi para pejalan kaki, aku semakin bisa memahami karakter mereka hanya dengan cara berjalan mereka walaupun ini subjektif penilaianku saja dan jangan dijadikan acuan ya…:D.

Seseorang yang ketika berjalan sering menengok kekanan dan kekiri, orang seperti ini sangat pandai menyimpan rahasia, kewaspadaanya terhadap sesuatulah yang menggerakkan kepalanya dengan spontan untuk menoleh kekanan dan kekiri.

Seseorang yang ketika berjalan dengan langkah yang konstan, sorot mata yang tajam terhadap satu arah, dan bahu yang tegap dan didorong kebelakang, orang seperti ini memiliki percaya diri yang tinggi, berani dan mentalnya sangat bagus, akan tetapi orang seperti ini berkarakter sedikit egois, kuat dengan prinsip yang diyakininya benar dan sepertinya sering berselisih pendapat dengan orang lain, serta kebanyakan orang seperti ini pilih-pilih teman.

Seseorang yang ketika berjalan kakinya diseret, kedua tangan dimasukkan kekantong celana, menoleh ke hal-hal yang remeh temeh, dan menendang-nendang sesuatu yang ada dijalan entah itu botol, batu ataukah bola :), orang seperti ini tipe orang sengsara, lemah, putus asa, tertekan dengan masalah yang berat.

Seseorang yang ketika berjalan dengan menunduk dan sedikit melipat bahunya, orang seperti ini sedang tertekan jiwanya, jiwanya sedang diguncang dengan setumpuk masalah yang kadang tidak berat-berat amat, dan biasanya orang seperti ini adalah orang yang suka berfikir dengan keras.

Seseorang yang ketika berjalan tidak tentu arah langkahnya mau ke kanan atau ke kiri, orang seperti ini adalah tipe orang yang suka galau, pemalu, dan kurang percaya diri. Dia malu untuk menampilkan dirinya yang apa adanya. Dan biasanya selalu menyesal diakhir, “duh..kenapa tadi nggak kesana ya.”

Seseorang yang ketika berjalan senyum-senyumdan ketawa-ketiwi nggak jelas, nah…ini orang gila 😀

Seseorang yang ketika berjalan megang kencrengan, sambil nyanyi, dandanan menor, pakai baju seksi, dan berjakun, orang seperti ini harus segera diwaspadai dan jangan sampai dia mencolek anda, anda akan merasakan tiga sensasi, yaitu: istighfar, ngeeriii, dan mau muntah..yaps.. itu waria/bencong

Seseorang yang ketika berjalan tidak menginjak tanah, tenang…mungkin itu hanya supertrap, mungkin juga…………….

Kebiasaan memandangi orang berjalan sungguh kebiasaan yang unik dan menarik, kalau ada yang mau nambahin sok mangga we atuh

kebiasaan selanjutnya yaitu mengajak ngobrol calon penumpang bis akan dilanjutkan nanti di Sore di Halte Itu 2….

 Jakarta, 11  September 2012

Aldo Wilman

I Believe in Allah, only Allah

source gambar:http://4.bp.blogspot.com/-X1X49ypaIKw/TsDK6znGgnI/AAAAAAAAAC4/Am3yBUe5yDk/s1600/Luxury-bus-stop-03.jpg

Iklan

6 thoughts on “Sore di Halte Itu

  1. purpler berkata:

    naooooonnnn sihhhhh..haha..aku yang kadang tegap, kadang terlipat , kadang ketawa ketiwi,, tapi tidak yang bernyaynyi, kadang kadang juga tengok kanan kriri, sesekali menunduk…hmmmm…

  2. natiqahdr berkata:

    subyektif 😀

    membaca wajah dan perilaku seseorang, selain melihat kepribadian juga melihat suasana hati seseorang, he he, kebiasaan unik. tapi jangan sampai menjudge dari luarannya aja…

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s