Harus Berjanji

Harus Berjanji

Seseorang menghadap Nabi. Ia ingin memeluk islam, namun ia masih ingin melakukan kebiasaan jahiliyah. Usai mengikrarkan syahadatain (dua kalimat syahadat), ia berkata, “Ya Rasulullah, sebenarnya saya sering berbuat dosa dan susah sekali untuk meninggalkannya.” Rasulullah menjawab, “Maukah engkau berjanji satu saja? Sanggupkah engkau meninggalkan perkataan bohong?”

“Ya, saya berjanji!” jawab lelaki itu. Singkat. Ia pun bergegas cepat. Menurut riwayat sebelum ia masuk islam ia adalah penjahat ngetop atau populer. Hobinya mencuri, berjudi, dan menenggak minuan keras atau khamar. Setelah memeluk agama islam, berbagai upaya dilakukannya untuk meninggalkan perbuatan maksiat, ia merasa kesulitan. Karena itulah ia meminta nasehat kepada Rasulullah. Dalam perjalanan pulang, lelaki itu bertanya didalam hatinya, “berat juga ternyata kalau aku harus meninggalkan apa yang dikehendaki oleh Rasulullah itu.”

Setiap kali hatinya terdorong untuk berbuat maksiat, sekejab saja hatinya mengejek dirinya, “Berani engkau berbuat jahat?apakah jawabnmu nanti apabila ditanya oleh Rasulullah? Sanggupkah engkau berbuat bohong kepadanya?” bisik hati kecilnya. Setiap kali ia berniat jahat,nasihat Nabi selalu teringat.” Kalau aku berbohong kepada Rasulullah berarti aku telah mengkhianati janjiku padanya. Sebaliknya jika aku mengatakan yang sebenarnya maka aku akan menerima hukuman sebagai orang islam. Ya Allah, sesungguhnya dalam nasihat Rasulullah tersebut terkandung hikmah yang sangat berharga.”

Dari kisah diatas dapatlah kita menarik suatu kesimpulan bahwa kalau kita mau berubah dan ingin menjadi pribadi yang unggul atau lebih baik lagi dari sebelumnya maka kita harus berjanji.  Berjanji untuk takut kepada Allah karena Allah selalu mengawasi kita dimanapun kita berada walaupun kita berada di kamar yang gelap gulita dan kita berpakaian hitam, dan ups!.. juga berkulit hitam, niscaya Allah masih dapat menemui kita dan mengetahui gerak-gerik kita bahkan mengetahui lintasan-lintasan yang berkecamuk didalam hati kita, berjanji untuk menjadi pribadi yang lebih baik tentu dengan cara mengevaluasi diri, cari potensi diri, setelah didapati, ubah menjadi prestasi, siap unjuk gigi, dan akhirnya menjadi pribadi yang lebih baik lagi ditiap periode kehidupan kita didunia ini.

Terkadang kita malas untuk berjanji dengan berbagai alasan salah satunya adalah takut untuk berjanji karena akan ada akibat yang ditanggung jikalau berjanji.

Jangan takut untuk berjanji

Inilah yang sering terjadi dikalangan umat manusia, ketakutan berjanji menghantui dirinya. Baginya janji adalah momok yang menakutkan. Monster yang siap menerkam. Yah.. gampangannya kalau tidak mau berjanji maka proses untuk menjadi pribadi lebih baik lagi akan lama waktunya mungkin dah keburu ajal menjemput. Tidak berani mengambil janji maka termasuk orang yang pengecut, tidak berani mengambil tantangan. Padahal tantangan itulah yang akan mendewasakan. Tantangan itu harus dihadapi bukan melangkah mundur karena tak ada keberanian atau dengan kata lain nyalinya ciut.

Dan ingat juga, kalau sudah berjanji perkataan yang sudah dijanjikan itu tak selayaknya untuk ditarik lagi kemulut. Ada perkataan bijak dari seorang bijak tentunya mengatakan bahwa, “ Pekataan seorang laki-laki haram untuk ditarik lagi” sebenarnya saya tidak sepenuhnya setuju dengan kalimat itu karena kalau perkataannya memang salah, masa’ nggak boleh diperbaiki, itu namanya penyesatan. Tapi ambil positifnya aja, ketika kita sudah berujar dan berjanji terhadap sesuatu dan itu baik untuk kita pribadi terlebih-lebih bagi orang lain juga, maka itulah yang jadi haram untuk ditarik kembali. Pabila ditarik kembali sama saja menelan ludah yang sudah dikeluarkan dari mulut. Ih.. jijik… pasti kita akan merasa jijik bukan. Nah.. seperti itulah pengibaratannya.

Konsekuensi

Berbicara tentang konsekuensi, pastilah ada dalam setiap aktivitas kehidupan kita baik itu amal baik maupun itu amal buruk, kedua-duanya memiliki konsekuensinya masing-masing. Tergantung kita mau pilih yang mana.

Pun ketika kita berjanji terhadap sesuatu maka pastilah ada konsekuensi yang akan kita tanggung akibat dari tidak dijalankannya dengan baik janji yang telah diujarkan.

Tapi lihat postifnya kembali saudaraku…dapat dilihat disinilah integritasnya atau penambahnya. Luar biasa. Seperti ketika Nabi Muhammad Saw bertransaksi. Disepakati untuk melunasi utang pada suatu hari dan ditempat yang sudah dijanjikan. Janji beliau ditepati. Tapi orang yang ditunggu-tunggu Nabi tidak juga datang hingga 3 hari lamanya. Hingga akhirnya orang itu pun datang dan selesailah pula transaksi yang dilakukan. Luar biasa yang dilakukan oleh Rasul. Ia bersedia menanti hingga lamanya akibat dari konsekuensi dari janjinya. Selayaknyalah kita bertauladan dari Rasulullah. Itulah konsekuensi dan harus ditepati.

Dan sesungguhnya Kami jadikan untuk (isi neraka Jahannam) kebanyakan dari jin dan manusia, mereka mempunyai hati, tetapi tidak dipergunakannya untuk memahami (ayat-ayat Allah) dan mereka mempunyai mata (tetapi) tidak dipergunakannya untuk melihat (tanda-tanda kekuasaan Allah), dan mereka mempunyai telinga (tetapi) tidak dipergunakannya untuk mendengar (ayat-ayat Allah). Mereka itu sebagai binatang ternak, bahkan mereka lebih sesat lagi. Mereka itulah orang-orang yang lalai. (QS. Al-A’raf: 179)

Hai orang-orang yang beriman, janganlah kamu mengkhianati Allah dan Rasul (Muhammad) dan (juga) janganlah kamu mengkhianati amanat-amanat yang dipercayakan kepadamu, sedang kamu mengetahui. (QS. Al-Anfal: 27)

Janganlah bersikap lalai terhadap pemenuhan janji yang telah kita ujarkan. Dan jugalah ingat bahwa janji itu adalah amanah yang harus diselesaikan. Jangan sampai kita mengkhianatinya padahal kita mengetahuinya.

Orientasi

Perlu diingat pula orientasi kita berjanji untuk apa? Bersihkan niat kita hanya untuk Allah. Orientasi kita hanya untuk Allah saja tidak ke yang lain. Janganlah kita berjanji karena ingin dilihat oleh orang lain, pingin dilihat baik, soleh, berjiwa besar, dan lain sebagainya. Apalah artinya amal tanpa niat atau orientasi yang salah. Hanya berujung pada kesia-siaan dan tentunya penyesalan lah yang akan didapat dikemudian hari terlebih-lebih diakhirat kelak. Astaghfirullah. Banyak-banyaklah beristighfar agar hati kian bersih dari riya’.

Jadilah pribadi yang berani berjanji, agar menjadi obsesi untuk memperbaiki diri.

Wallahu’alam

Bandung, 12 Januari 2010

Aldo Al Fakhr

Blogger Pencari Spirit yang Hilang

Iklan

Konspirasi kepada Pemuda Muslim

sebelum saya memulai, izinkan diri ini mengucapkan rasa syukur dalam takzim diri  “Alhamdulillah” karena dah bisa ngeblog lagi….

Konspirasi kepada Pemuda Muslim

Ibnu Abbas menceritakan kepada kita pada saat perang Badar, Nabi Muhammad SAW bersabda:

“Barangsiapa yang melakukan ini dan ini, dan berada di tempat ini dan ini maka ia akan mendapatkan ini dan ini, maka bersegeralah para pemuda menuju apa yang disebutkan, sementara para senior (orang tua) tetap berada menjaga bendera“…(Nasa’I dan Baihaqi)

Ibnu Abbas berkata: Tidaklah Allah memberikan kepada seorang hamba ilmu pengetahuan kecuali kepada para pemuda, karena banyak kelebihan dan kebaikan yang terdapat di dalamnya”, kemudian beliau membaca firman Allah:

“Mereka berkata: Kami dengar ada seorang pemuda yang mencela berhala-berhala ini yang bernama Ibrahim”. (Al-Anbiya:60)

dan firman Allah:

“Sesungguhnya mereka adalah pemuda-pemuda yang beriman kepada Tuhan mereka, dan Kami tambah pula untuk mereka petunjuk”. (Al-Kahfi:13)

dan firman Allah:

“Dan Kami berikan kepadanya hikmah pada usia masih kecil”. (Maryam:12)

sahabatku, betapa beruntungnya diri kita, yang sekarang berposisi sebagai seorang pemuda muslim.

Namun sayang seribu sayang sekarang disaat umat ini membutuhkan peran pemuda sebagai qudwah hasanah dalam berbagai aspek kehidupan dunia. yang terjadi sekarang, justru para pemuda terjebak dalam konspirasi besar dengan beragam jenis dan bidangnya, sarana dan bentuknya yang dilakukan oleh para penguasa didunia ini melalui pengendalian potensi umat, mimbar-mimbar tsaqafiyah, media, tarbiyah (pendidikan), dakwah-dakwah yang sesat, ajaran-ajaran tak sesuai binaan Rasul, tontonan yang berbau porngrafi dan pornoaksi, narkoba yang merusak masa depan, pergaulan bebas, perundangan-undangan yang dzalim, dan banyak lagi bentuk-bentuk konspirasi kepada pemuda muslim.

Konpirasi itu membuat sebagian pemuda islam terbuai dan terlena karenanya, tampilan yang menggugah dan tampak begitu indah membuat mata pemuda terbelalak nafsu melihatnya. sehingga ia meninggalkan karakteristik dan potensi yang besar didalam dirinya. sungguh sayang seribu sayang.

terkadang konspirasi itu membuat ia menjadi ragu akan agamanya dan manhaj-manhajnya, menghancurkan akalnya, menjauhkannya dari nilai-nilai islam yang suci nan agung, dan akibat yang sangat ironis adalah hubud dunya (cinta dunia) atau lebih terkenal dengan penyakit “al-wahn”.

Setelah itu, ia akan berobsesi menjadi seseorang diantara mereka, seperti mempunyai mobil mewah, harta berlimpah, rekening di bank Swiss, rumah megah, baju bermerek, handphone keluaran terbaru, makan direstoran elite, dan berbagai hal berbau dunia.

Insya Allah, kamu yg sedang membaca, tak terjebak dalam konspirasi melenakan itu.

menjadi pemuda yang siap mati demi islam, menjadi pemuda yang siap terjaga di 1/3 malem terakhir, menjadi pemuda yang  siap bercapai ria untuk berdakwah, menjadi pemuda yang siap ikhlas tatkala yang berharga hilang darinya, dan menjadi pemuda yang siap berjumpa dengan Allah.

Wahai para pemuda Muslim di segala penjuru

Kalian harus menjadi contoh yang memberikan pengaruh dalam kehidupan umat dan negeri kalian, kalian harus memiliki peran positif dalam melakukan perubahan terhadap kondisi yang memilukan ini; menuju realita yang lebih diridhai karena Allah, rasul-Nya dan orang-orang beriman, dan benarlah ungkapan di bawah ini:

يا معشر الشباب، اعملوا.. فإنما العمل في الشباب

“Wahai para pemuda, bekerjalah… karena sesungguhnya kerja itu ada dalam diri pemuda”.

Permasalahan Umat Islam Saat Ini

Permasalahan Umat Islam Saat Ini

  1. Latar Belakang.

Kondisi  umat islam saat ini jauh berbeda dengan kondisi  umat islam terdahulu. Kondisi umat islam saat ini diperparah dengan adanya fenomena jauhnya umat islam dengan Al-Qur’an dan As-Sunnah yang seharusnya menjadi pedoman hidup mereka. Banyak para ulama mengatakan bahwa salah satu faktor jauhnya umat islam terhadap Al-qur’an adalah mewabahnya penyakit “Al-Wahn”, yaitu suatu penyakit yang cinta dunia dan takut mati.

Hal ini dapat kita lihat dari berbagai permasalahan-permasalahan yang melanda baik di Indonesia sendiri maupun diluar Indonesia. Factor jauhnya umat islam dengan Al-Qur’an adalah besarnya pengaruh dari media dan teknologiyang secara tak langsung telah memecah umat islam dalam berbagai aspek kehidupan. Seperti contoh, film dokumenter “FITNA” yang telah menjadi kontrofersi.

Selain permasalahan jauhnya dari Al-qur’an, ada juga permasalahan-permasalahn lainnya. Yaitu, masalah dalam berda’wah, masalah dalam menghadapi permurtadan saat ini, dan masalah dalam kepedulian terhadap sesama muslim yang sangat kurang atau dengan kata lainnya ukhuwah islamiyah yang belum terikat satu sama lainnya.

Sebenarnya masalah yang mendasar dalam permasalah umat islam saat ini adalah jauhnya umat islam terhadap Al-qur’an, maka di artikel ini kami hanya membahas permasalahan tersebut.

  1. Identifikasi permasalahan.
    1. Siapa yang menyebabkan permasalahan ini?
    2. Kapan terjadinya permasalahan ini?
    3. Mengapa terjadi permasalah ini?
    4. Bagaimana kaitannya permasalah ini dengan media dan teknologi?
    5. Bagaimana solusi dari permasalahan ini?
  1. Pembahasan Permasalan
    1. Siapa yang menyebabkan permasalahan ini?

Menurut kelompok kami, yang menyebabkan itu semua adalah diri kita sendiri dan adanya peran dari islamophobia. Karena secara tak lansung diri kitalah yang menyebabkan kita jauh akan Al-qur’an. Kita terlalu senang dengan kehidupan dunia sehingga membuat kita lupa akan kehidupan akhirat yang kekal nan abadi. Islamhopobia Islamophobia adalah sikap takut berlebihan dalam melihat Islam dan umat Islam sehingga cenderung mengunakan kacamata negatif. Islam dipandang sebagai kelompok monolitik yang statis dan antiperubahan. Islam dilihat sebagai kelompok lain di dunia ini yang tidak mempunyai nilai bersama yang bisa di-share dengan kelompok lain. Islam dilihat sebagai agama yang mengajarkan barbarisme, irasional, primitif, agresif, prokekerasan dan terorisme. Ajaran Islam juga dianggap telah menjelma menjadi ideologi politik yang bertujuan untuk membangun kekuatan politik dan militer anti-Barat. Islamophobia tersebut telah melahirkan sikap memusuhi Islam di kalangan masyarakat non-Muslim.

  1. Kapan terjadinya permasalah ini?

Permasalah ini terjadi berawal dari perang salib. Karena perang salib sendiri berlangsung selama 200 tahun, bayangkan betapa lamanya dan bayangkan betapa semangatnya kebencian umat nasrani.

Sekilas tentang perang salib

Nggak salah emang kalo Perang Salib memegang rekor peperangan terlama di dunia. Bayangin aja, dari tahun 1096 M sampai 1254 M api peperangan ini nggak pernah padam. Se-abadi permusuhan Coyote dan Road Runner. Disebut Perang Salib karena peperangan ini melibatkan bangsa-bangsa Salib (gabungan berbagai negeri di Eropa; Perancis, Jerman, Inggris, dan negara Byzantium). Para prajurit Kristen yang terlibat dalam peperangan itu mengenakan kalung bergantung salib dan pakaian mereka berterakan salib. Ada dua pendorong terjadinya perang salib. Pertama, ajakan dan seruan Kaisar Alexius Comenent dari Konstantinopel kepada Paus (Paus Urbanus II) dan para raja di Eropa agar segera menyerang negeri-negeri Islam secara serentak terhadap kekuasaan Turki Saljuk (orang-orang Turki yang sudah memeluk Islam), yang mengancam kerajaan Byzantium di Konstantinopel. Kedua, permintaan Peter Amiens, seorang pendeta bangsa Perancis, kepada Paus di Roma agar mau membantu orang-orang Kristen yang mau berziarah ke Baitul Maqdis (Palestina) yang saati itu dikuasai Negara Islam. Dua dorongan tersebut di atas, menyebabkan Paus Urbanus II memerintahkan Peter Amiens untuk menghasut dan mengobarkan perang kepada rakyat Eropa untuk memerangi kaum muslim guna merebut Baitul Maqdis. Hasilnya, rakyat jelata, biarawan-biarawati, hingga para perampok berbondong-bondong mendaftarkan diri untuk bergabung sebagai pasukan salib. Dan genderang Perang Salib ditabuh pada 15 Agustus 1096 M, Paus Urbanus memberangkatkan pasukan Salib Pionir yang berjumlah 300 ribu prajurit dengan semboyan أ¢â‚¬إ“Begitulah kehendak Tuhanأ¢â‚¬آ‌. Dalam catatan sejarah, terdapat tujuh gelombangan serangan dalam perjalanan Perang Salib. Serangan I (1096),أ‚آ  Serangan II (1147-1149), serangan III (1189-1192), serangan IV (1202-1204), serangan V (1218-1221), serang-an VI (1228-1229), dan seranganأ‚آ  ke VII (1248-1254). Wuih semangat banget ya? Dari rangkaian seranganأ‚آ  itu, kaum Kris-ten lebih banyak menelan kekalahan. Salah satu kekalahan telak yang dialami pasukan Salib adalah ketika Shalahuddin al-Ayubi berhasil membebaskan kembali Baitul Maqdis di Palestina pada hari Jumأ¢â‚¬â„¢at 27 Rajab 583 H/1187 M dari kekuasaan kaum Kristen.( http://www.gaulislam.com/semangat-kebencian-perang-salib/)

Mulai saat itulah gencarnya aksi untuk menjauhkan umat islam dari Al-qur’an yang telah mereka ketahui bahwa kitab Al-qur’an adalah pedoman hidup dari umat islam.

  1. Mengapa terjadi permasalahan ini?

Coba kita lihat dalam QS: Al-Baqoroh ayat 120, yaitu:

“Orang-orang Yahudi dan Nasrani tidak akan senang kepada kamu hingga kamu mengikuti agama mereka. Katakanlah: “Sesungguhnya petunjuk Allah itulah petunjuk (yang benar)”. Dan sesungguhnya jika kamu mengikuti kemauan mereka setelah pengetahuan datang kepadamu, maka Allah tidak lagi menjadi pelindung dan penolong bagimu”

Dari ayat diatas kita dapat mengambil kesimpulan, bahwa mereka(yahudi dan nasrani)

tidak akan senang kepada kita(umat islam) sampai kita mengikuti agama mereka. Dengan cara apapun akan ditempuh mereka untuk mengikuti agama mereka minimal mengikuti gaya hidup mereka.

  1. Bagaimana kaitannya permasalah ini dengan media dan teknologi?

Media dan teknologi sangatlah erat hubungannya dengan permasalahan jauhnya umat islam terhadap Al-qur’an. Karena dengan adanya media, maka umat islam akan disibukkan dengan misalnya tayangan-tayangan yang menghibur seperti sinetron, olahraga, infotainment, dan lain-lain.

  1. Bagaimana solusi dari permasalahan ini?

Solusi dari permasalahan ini adalah merutinkan membaca Al-Qur’an sehingga bias lebih dekat dengan Al-Qur’an, sering-sering mendengarkan lantunan ayat-ayat qur’an, mentadaburi Al-qur’an, dan mengimplementasikannya dalam kehidupan.

Alhamdulillah Obama menang

“Alhamdulillah Obama menang”

Mengapa saya bersyukur obama yang menang, padahal dua-dua tidak ada yang saya suka

alasan saya lebih condong ke Obama adalah karena kebijakan luar negeri yang akan dibuatnya, Mau tau nggak penyyebab krisis belakangan ini? jawabnnya karena kebijakan luar negeri yang dibuat oleh “adiknya Setan” yaitu BUSH, Bush banyak menghabiskan uang negaranya hanya untuk membunuh dan menghancurkan saudara-saudara kita di palestina, afghanistan, irak, dll. makanya kualat tu adiknya setan, dampaknya fatal kan!

I hate U, BUSH and friends!!!!!!!!!!!

teganya dikau, membunuh saudara2 ku di palestina, afghanistan, dll

samudera darah telah tercipta di tanah jihad

harum semerbaknya darahmu

kobarkan api semangatmu wahai mujahid mujahidah

Perjuangan engkau tidaklah sia-sia

Allahlah tempat kembalimu

surga menanti kedatanganmu

Alloh dan malaikat-malaikat akan menyambut kedatanganmu wahai engkau yang bergelar syuhada

Semoga Obama dapat menyelesaikan masalah masalah tersebut dengan adil dan bijaksana. Amin.

“Seorang belum dikatakan muslim jika ia belum mencintai saudaranya melebihi dirinya”