makan nasi uduk didepan MSU

tadi pagi, setelah tartil materi dari Ust. Erwin mengenai Ahwalul Muslimin di MSU, aku sangat lapar, maklum aj karena malamnya aku belum sama sekali makan, maksain banget.

Setelah beres-beres perlengkapan tartil, seperti Hijab, meja, mic, dll. Adit ngajak aq tuk makan.

” kak…. makan yuk!!”

“a”’ makan, oke… ana tadi malem belum makan dan sekarang lapar banget”

Eh… ternyata yg mau makan ternyata banyak, si fajar, ulik, Fitra bayu, dan ilham. ya udah… kami sepakat tuk makan bareng.

baru berjalan beberapa langkah.. si anwar ngomong

“akh… cepetan makannya, jam setengah 10 tartil tahsin.”

“oke…”

kami bareng-bareng keluar MSU. bingung setelah di depan MSU.

“woi… mau makan dimana?”

“di warung ini aja.”

“okelah…”

aq lupa, ternyata aq cuma bawa duit Rp 3.000. mana cukup….

langsung aj aq omongin ke akh ulik.

“lik… ntar tambahin ya.. aq cuma bawa 3000 doank.”

“sip… tenang aja akhi….”

“alhamdulillah.”

-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-==-=-=-=

temen2 dah pada selesai, tinggal aq doank yang lum selesai. alasan mengapa aq lum selesai makan adalah makanannya ga sesuai dengan lidah sumateraku. mau ap lg…

‘ ayo do…, cepetan makanannya!”

“ya..ya.. bentar”

“napa lambat banget antum makan do!!!”

“makanannya ga sesuai dengan lidah ana.”

temen2 pada ngomong, duh…. gimana kalau kamu ditakdirkan mempunyai istri orang jawa??

tenang aj akhi.. ntar ana suruh dia kursus masak dengan mama ana. ha….ha…

oo. iya semuanya jadi 5.500. so, aq utang dengan ulik 2.500. tenang aj lik, langsung aku bayak kok!!!

akhirnya semua pada kenyang. siap tuk nerima tartil tahsin dari Ust. Dadan.

aq ga makan siang lagi, karena dah kenyang banget. hi… lumayan bisa ngirit.

Dasar Mahasiswa!!!

ba’da maghrib di MSU

di MSU, ada rombongan jama’ah tabligh dari Australia, kalau ga khilaf sekitar ada 4 orang. kedatangan  mereka ke MSU bukanlah yang pertama kali, pada bulan agustus mereka juga pernah datang. yah, biasalah kebiasaan baik dari Jama’ah tabligh yaitu “keluar”, keluar itu maksudnya, keluar rumah selama beberapa hari untuk berdakwah, biasanya 3 hari, 1 minggu, 40 hari. afwan kalau khilaf.

o iya, pada belum tau ya MSU tuh apa, MSU adalah singkatan dari Masjid Syamsul Ulum. Masjid yang terletak di dalam lingkungan kampus IT Telkom, yang sering pada rame di penuhi oleh ADK untuk rapat. dah tau kan, MSU tuh apaan.

Ba’da maghrib tadi, saya tidak langsung pulang, karena ada kajian dari salah satu jama’ah tabligh dari Australia itu, tentunya ia pake bahasa inggris, dan ada penerjemahnya dari Jama’ah tabligh lokal.

z…………….zzzzzzzzzzz………………z

intinya ia mengajak untuk umat muslim agar menjadi seorang yang muslih, maksudnya, ngajak orang tuk kebaikan, mis: sholat, berbuat baik kepada orang tua, pokoknya tau kewajiban dia sebagai muslimlah.

setelah itu, diganti dengan pemicara kedua, tentunya dari JT australia, saya kaget, wah… ternyata ia bisa berbahasa Indonesia, ia berperawakan barat, dan sudah agak tua, kira2 60 tahun, jenggotnya panjang euy…

si bapak ini, ia banyak bercerita aja, tentang aktivitas umat muslm di Australia. Ia bercerita bahwa, ada seorang muslim asal timur tengah, yang merantau ke australia, ia pergi ke kota keci di australia,  dan kata bapak itu ia terkena gaya hidupnya orang barat, yaitu hidup dalam satu atap antara laki2 dan wanita tetapi belum nikah. akhirnya datang tuh Rombongan bapak itu ke sana, ternyata mereka disambut baik oleh orang timur tengah itu. rombongan ntu beri pemahaman ke orang timur tengah itu dan teman hidupnya. akhirnya, alhamdulillah, si wanita itu masuk Islam. Alhamdulilah.  mereka menikah, dan menjalani kehidupan dengan cahaya islam.

inti dari cerita itu, adalah, perlunya kita bersilaturahim ke saudara-saudara kita semuslim, biar, saudara2 kita yang lagi FUTUR (lemah) imannya, dapat kita perkuat, yah dengan menasehatinya, berikan pemahaman kepada kita

Rasulullah SAW bersabda, “Apabila ads seseorang yang mendapatkan hidayah melalui dirimu, maka itu lebih baik dari pada onta merah.”

pada zaman Rasul dulu dan di pedalaman arab sampai sekarang , onta merah adalah harta yang amat paling berharga yang dimiliki oleh seseorang.

Ayo… sobat jadikan kata-kata berikut sebagai jargonnya dirimu.

bareng-bareng kita lantangkan suara kita

“NAHNU ANSHORULLAH”

artinya pada tau kan, kalau ga tau, cari ndiri yahh, yah kalau males nih saya kasih tau, artinya adlah : ” kami adalah penolong agama Allah”