Kala Demokrasi Salah diAplikasikan

Kala Demokrasi Salah Diaplikasikan

” Tulisan ini hanyalah sebuah pendapat seorang blogger pencari spirit yang hilang”

Dinegeri ini pemerintahan yang diktatoris belum lama pergi meninggalkan kita, terhitung 9 tahun sudah. Namun, sisa-sisa darinya masih tetap saja ditemukan disekitar kita. Ada ungkapan yang menyatakan diktator pergi diktator baru datang, koruptor lama pergi, koruptor baru datang. ini sebuah ungkapan realiti yang terjadi dinegara ini. Walaupun sudah berganti namun masih saja melekat. Hal inilah yang sering terjadi juga bagi negara-negara demokrasi — masa-masa transisi –. Sebetulnya, sungguh kita belum berada didemokrasi sesungguhnya, namun masih berada dimasa transisi, karena demokrasinya masih tercampur dengan sistem diktatoris yg lama.
Dalam sejarahnya, demokrasi selalu menyisakan atau menyebabkan akibat, yaitu kebebasan dan upaya penertiban.

Kebebasan merupakan penawaran baik yang diberikan oleh demokrasi kepada para “penganutnya”. kebebasan dalam berpendapat, beragama, berpolitik, berkehidupan yang layak, dan ber-ber yang lainnya. Dan upaya penertiban yang dilakukan pemerintah untuk mengunci gerak yang berlebihan dari aksi kebebasan tersebut.
Fakta inilah yang mengungkapkan alasan pemerintah untuk dicurigai, saat mereka menjalankan agenda “pemberantasan terorisme di Indonesia”. Hal ini dilakukan sebagai upaya penertiban dari kebebasan yang terlalu terbuka dan menganga dari demokrasi. Lagi-lagi yang disalahkan adalah demokrasi. Tentu, hal ini akan mengakibatkan ruang hidup masyarakat menjadi sempit dan sesak dipenuhi dengan ketakutan dan kewaspadaan yang tinggi . tentu saja, karena masyarakat merasa dihantui, kemana-mana selalu dikontrol dan diperiksa oleh pihak keamanan dengan pendekatan keamanan yang rigid oleh perangkat-perangkat intelijen yang bertujuan meningkatkan kontrol, namun yang terjadi justru adalah meneror masyarakat itu sendiri….

Dalam hal ini, para penguasa juga mengalami paranoid. Segala upaya penertiban dan penegakan hukum dilakukan sebagai kendaraan politik yang tentu saja menggerakkan kredibilitas potitiknya, bahkan -mungkin- ia juga akan mendiskreditkan golongan tertentu untuk kepentingan politik semata. Hal ini saya tidak tahu apakah terjadi atau tidak dinegara ini –mudah-mudahan tidak– saya tidak mau berspekulasi. saya hanya ingin memaparkan dari kesalahan dalam menjalankan demokrasi…

Berhati-hati
Oleh karenanya, umat islam yang sering dikambinghitamkan sebagai agama teroris. Haruslah bijak dan arif dalam memilah -milah kebijakan yang akan diagendakan oleh para penguasa. . sesungguhnya akar kerusakan yang menimpa umat islam adalah kezhaliman, yang lahir dari kursi para penguasa diktator. Ditakutkan adanya cap “islam=teroris” menyebabkan ruang gerak dakwah islam semakin sempit. itulah yang sedang terjadi dinegeri ini. Aparat keamanan dan intelijen sibuk menanyakan materi apa yang akan disampaikan pada kajian islam, tastqif, majelis ilmu, dan lain-lain. Apakah itu yang dinamakan demokrasi dalam beragama? ditakutkan adanya sekulerisasi kembali negeri ini — mudah-mudahn sih ngga’lah —

Aku hanya berdo’a, semoga umat islam selalu terlindungi dari fitnah terorisme..

Seharusnya kita menikmati demokrasi ini dengan penuh tanggung jawab dan sesungguhnya.

Aldo Al Fakhr

Blogger Pencari Sprit yang Hilang

Berkonstribusi atau Mati Sajalah…

Saya pribadi sangat suka dengan puisinya Ust. Anis Matta yang berjudul “Keluarlah Saudaraku”

Keluarlah Saudaraku

Saudaraku, kau tahu bencana datang lagi
Porak lagi negeri ini
Hilang sudah selera orang-orang untuk mengharap
Sementara jiwa-jiwa nelangsa itu
Sudah berbaris-baris memanggil-manggil

Keluarlah keluarlah saudaraku
Dari kenyamanan mihrabmu
Dari kekhusu’an i’tikafmu
Dari keakraban sahabat-sahabatmu
Keluarlah, keluarlah saudaraku
Dari keheningan masjidmu
Bawalah roh sajadahmu ke jalan-jalan
Ke pasar-pasar ke majelis dewan yang terhormat
Ke kantor-kantor pemerintah dan pusat-pusat pengambilan keputusan

Keluarlah-keluarlah saudaraku
Dari nikmat kesendirianmu
Satukan kembali hati-hati yang berserakan ini
Kumpulkanlah kembali tenaga-tenaga yang tersisa
Pimpinlah dengan cahayamu kafilah nurani yang terlatih
Di tengah badai gurun kehidupan

Keluarlah keluarlah saudaraku
Berdirilah tegap di ujung jalan itu
Sebentar lagi sejarah kan lewat
Mencari aktor baru untuk drama kebenarannya
Sambut saja dia
Engkaulah yang ia cari

Puisi diatas sangat mengandung sarat makna yang dalam. Bagi sebagian orang, puisi ini adalah sindiran bagi dia yang selalu sibuk akan dirinya sendiri dan tidak peduli akan orang lain atau yang lebih dikenal dengan sifat pragmatis. dan puisi ini juga dapat menyinggung dia yang sedikit berkontribusi untuk islam dan negaranya. ia terlalu zuhud sehingga melupakan dunia.

Kontribusi

Sebagai manusia kita dituntut dan diwajibkan untuk berdakwah atau  menyeru kepada jalan Allah, menyampaikan kebenaran walau satu ayat atau sedikit. sekali lagi walaupun itu sedikit. banyak sekali orang/ manusia yang saya ketemui malu dan belum siap untuk berkontribusi -alasannya-  “ilmu dan kapasitas saya masih dangkal”. ia menganggap dirinya adalah orang biasa. bisa ditebak ia tidak mau menjadi orang yang luar biasa. sedang-sedang aja lah…..itulah masalahnya….

sebenarnya hal ini akan dapat tereduksi jika saja terpenuhi dua syarat. syarat yang pertama adalah pada dirinya sendiri harus siap diribah dan pula harus siap mengubah, karena orang yang mau berubah tapi tidak mau mengubah , ia dicap sebagai orang yang sombong, oleh karena itu fren… bangun sikap mau diubah dan mengubah. tentunya sekali lagi dengan keikhlasan hati buka untuk materi dunia belaka, karena jika suatu perbuatan tidak didasari dengan niat yang ikhlas semata-mata untuk Allah SWT, maka dapat dipastikan hanyalah akan menjadi “sampah”di hadapan Allah SWT. Sia-sia.

syarat yang kedua adalah adanya dukungan yang penuh dari lingkungannya. dampak ini sangat berarti bagi seseorang yang ingin berkontribusi. caranya bagaimana? caranya adalah dengan melibatkannya kesuatu aktivitas dakwah atau sosial. tapi, tidak/jangan langsung memberinya porsi yang berlebihan karena secara tidak langsung akan menganggu psikologisnya dikemudian . “belum apa-apa sudah jadi ketua/ koordinator.” Dan jika dalam suatu diskusi , tanyakan kepadanya berupa pendapat, saran, tanggapan, dan lain-lain. agar ia terpacu untuk bersikap PD / percaya diri/ self confidence. dan insya Allah, jika PD sudah menjadi alter dalam kehidupannya dilingkungan sosial, maka tunggulah saat ia akan berkontribusi. sebentar lagi……….

Mati Sajalah…

Ungkapan yang sangat kasardan menyakitkan bila ditumpahkan kedalam lubuk hati seseorang, ” mati sajalah kau…!!!” sungguh akan membekas pekat dihatinya tertancap amat dalam dan sulit untuk dicabut kembali. memang seperti itulah fakta dilapangan yang berbicara.

orang yang tidak mau berkontribusi atau tidak pernah berkontribusi maka ia akan dianggap “tidak ada”. Karena ia ada namun tak bergerak, ia bergerak manum tak berpengaruh. untuk apa lagi ia hidup, orang lain disekitarnya tidak menganggap dirinya. ia menderita kesunyian dan kesempitan dalam kehidupan. ironisnya lagi, ia merasa senang dan tenang dalam kesengsaraannya itu. Ia terpasung lesu di mihrabnya, dikenikmatan mihrabnya tanpa memperdulikan keadaan sekitar. menjadi zuhud itu boleh, namun jangan lupa akan dunia…
Rasulullah SAW bersabda, “Bekerjalah untuk duniamu seolah-olah kamu akan hidup selama-lamanya, dan bekerjalah untuk akhiratmu seolah-olah kamu akan mati esok hari.”
Rasulullah pun orang yang sangat zuhud, tapi ia masih mengurusi negara, politik, ekonomi, bersosialisasi dengan para sahabat dan masyarakatnya, berperang, dan lain-lain….

Kalau kau tak mau berkontribusi, mati sajalah….!


Duri, 29 agustus 2009

Aldo Al Fakhr

Bermimpilah

Bermimpilah

Bermimpilah dan ubahlah angan itu menjadi kenyataan.

Semua orang didunia ini tak terkecuali diriku pasti punya yang namanya cita-cita atau impian, namun sayang seribu sayang tak semua dari kita dapat mewujudkannya menjadi kenyataan yang berarti. Hal tsb terjadi mungkin karena mimpinya yang terlalu setinggi langit yang sejatinya susah tuk diraih, atau mungkin karena sifat males yang menggerogoti semangatnya sehingga secara perlahan mengikis mimpi menjadi kenyataan, dan atau mungkin juga tidak berani tuk merealisasikannya, menurutnya cobaan dah terpaan masalah akan banyak dan sering akan dihadapinya ketika akan mewujudkan mimpi tersebut, sehingga menjadikin diri sebagai pecundang.

Perlu digaris bawahi mimpi yang aku sampaikan disini bukanlah mimpi dikala kita tertidur. Akan tetapi mimpi disini adalah cita-cita atau angan-angan yang berarti.

Setiap individu pastilah memiliki mimpi ditiap periode hidupnya, dan setiap manusia memiliki mimpi yang berbeda-beda, maka bisa dibayangkan bermilyar-milyar mimpi yang tersebar. Dan sayangnya lagi hanya berapa persen saja yang terwujud.

“lakukanlah perubahan itu walaupun kecil pengaruhnya”

Sebagai seorang muslim, kita harus mempunyai semangat perubahan. Perubahan tuk menjadi dien ini cemerlang kembali, dan kita buktikan bahwa islam itu adalah rahmat untuk mereka dan alam semesta. Semangat perubahan disini harus kita awali dengan mimpi yang berarti, nah untuk memulai perubahan maka hal yang harus dipersiapkan adalah

  • Memiliki iman yang mendalam. Tak mungkin seorang muslim bisa merubah keadaan jika ia tidak memiliki iman yang mendalam.  Ia harus percaya dan mengimani bahwa islam akan kem bali jaya dan ia bertekad untuk mengembalikan izzah islam kembali.
  • Memiliki kemauan yang kuat. Kemauan yang kuat ini didasari dengan jiwa yang menggelora yang selalu up-date dimotivasi.
  • Orientasi hanya Allah. Ini berkaitan dengan keikhlasan. Mintalah kepada Allah agar dijauhi dari syirik kecil yaitu riya’

Seperti Sayyidina Ali, yang pada suatu kesempatan berkumpul dengan sahabat-sahabat yang lain. Ketika itu Ali mengatkan “Bermimpilah…” dan ia mengatkan kepada sahabatnya, “wahai sahabatku, bermimpilah, apa mimpi mu..?” dan sahabat itu menjawab “aku ingin mempunyai harta yang banyak, dan akan ku sedekahkan semua harta itu.” sahabat yang lain juga tak mau ketinggalan “ aku ingin orang sepeti engkau (baca: sayyidina Ali), abu bakar, usman, dan umar banyak didunia ini.” Dan impian2 lain yang diutarakan oleh para sahabat pada saat itu.

Tak mudah memang, tapi tak menutup kemungkinan bisa dilakukan, asalkan punya iman insya Allah akan diberikan jalan.

Butuh pengorbanan dan kerelaan diri dari dirisendiri. Nothing is free, yah tidak ada yang gratis, pasti ada harga yang dibayar untuk hal ini. Oleh karena itu, jangan pernah berharap bahwa mimpi itu akan terealisasi jika hanya terpaku diam tak melakukan apa-apa atau hanya mengharap durian runtuh.

Terwujudnya mimpi tergantung dari sebesar apa kita memimpikan mimpi kita, sejauh mana kita mengkehendaki mimpi itu akan terwujud, dan sejauh mana langkah kita tuk meraih mimpi tersebut.

Nah, pertanyaannya sanggupkah tuk melepaskan diri dari rutinan shari-hari yang mungkin nyaman dan tanpa tantangan! Keluar menjadi pemberani dan siap mengambil resiko.

Jadi, anda harus berani berakit-rakit ke hulu, berenang-renang ke tepian atau bersakit-sakit dahulu, bersenang-senang kemudian

Setelah kita melakukan action yang diperlukan tuk mewujudkan mimpi tersebut dengan cucuran keringat dan bahkan darah sekalipun, maka sejatinya kembalikanlah semua itu kepada Allah, mintalah kepadanya tuk dipermudah. Ikhtiar tanpa do’a menyebabkan diri sombong, do’a tanpa ikhtiar hanyalah omong kosong. Kembalikan kepada Allah, karena baik menurut kamu belum tentu baik bagi Allah.

Oke… bermimpilah…….

Aldo Al Fakhr

Blogger pencari spirit yang hilang

Permasalahan Umat Islam Saat Ini

Permasalahan Umat Islam Saat Ini

  1. Latar Belakang.

Kondisi  umat islam saat ini jauh berbeda dengan kondisi  umat islam terdahulu. Kondisi umat islam saat ini diperparah dengan adanya fenomena jauhnya umat islam dengan Al-Qur’an dan As-Sunnah yang seharusnya menjadi pedoman hidup mereka. Banyak para ulama mengatakan bahwa salah satu faktor jauhnya umat islam terhadap Al-qur’an adalah mewabahnya penyakit “Al-Wahn”, yaitu suatu penyakit yang cinta dunia dan takut mati.

Hal ini dapat kita lihat dari berbagai permasalahan-permasalahan yang melanda baik di Indonesia sendiri maupun diluar Indonesia. Factor jauhnya umat islam dengan Al-Qur’an adalah besarnya pengaruh dari media dan teknologiyang secara tak langsung telah memecah umat islam dalam berbagai aspek kehidupan. Seperti contoh, film dokumenter “FITNA” yang telah menjadi kontrofersi.

Selain permasalahan jauhnya dari Al-qur’an, ada juga permasalahan-permasalahn lainnya. Yaitu, masalah dalam berda’wah, masalah dalam menghadapi permurtadan saat ini, dan masalah dalam kepedulian terhadap sesama muslim yang sangat kurang atau dengan kata lainnya ukhuwah islamiyah yang belum terikat satu sama lainnya.

Sebenarnya masalah yang mendasar dalam permasalah umat islam saat ini adalah jauhnya umat islam terhadap Al-qur’an, maka di artikel ini kami hanya membahas permasalahan tersebut.

  1. Identifikasi permasalahan.
    1. Siapa yang menyebabkan permasalahan ini?
    2. Kapan terjadinya permasalahan ini?
    3. Mengapa terjadi permasalah ini?
    4. Bagaimana kaitannya permasalah ini dengan media dan teknologi?
    5. Bagaimana solusi dari permasalahan ini?
  1. Pembahasan Permasalan
    1. Siapa yang menyebabkan permasalahan ini?

Menurut kelompok kami, yang menyebabkan itu semua adalah diri kita sendiri dan adanya peran dari islamophobia. Karena secara tak lansung diri kitalah yang menyebabkan kita jauh akan Al-qur’an. Kita terlalu senang dengan kehidupan dunia sehingga membuat kita lupa akan kehidupan akhirat yang kekal nan abadi. Islamhopobia Islamophobia adalah sikap takut berlebihan dalam melihat Islam dan umat Islam sehingga cenderung mengunakan kacamata negatif. Islam dipandang sebagai kelompok monolitik yang statis dan antiperubahan. Islam dilihat sebagai kelompok lain di dunia ini yang tidak mempunyai nilai bersama yang bisa di-share dengan kelompok lain. Islam dilihat sebagai agama yang mengajarkan barbarisme, irasional, primitif, agresif, prokekerasan dan terorisme. Ajaran Islam juga dianggap telah menjelma menjadi ideologi politik yang bertujuan untuk membangun kekuatan politik dan militer anti-Barat. Islamophobia tersebut telah melahirkan sikap memusuhi Islam di kalangan masyarakat non-Muslim.

  1. Kapan terjadinya permasalah ini?

Permasalah ini terjadi berawal dari perang salib. Karena perang salib sendiri berlangsung selama 200 tahun, bayangkan betapa lamanya dan bayangkan betapa semangatnya kebencian umat nasrani.

Sekilas tentang perang salib

Nggak salah emang kalo Perang Salib memegang rekor peperangan terlama di dunia. Bayangin aja, dari tahun 1096 M sampai 1254 M api peperangan ini nggak pernah padam. Se-abadi permusuhan Coyote dan Road Runner. Disebut Perang Salib karena peperangan ini melibatkan bangsa-bangsa Salib (gabungan berbagai negeri di Eropa; Perancis, Jerman, Inggris, dan negara Byzantium). Para prajurit Kristen yang terlibat dalam peperangan itu mengenakan kalung bergantung salib dan pakaian mereka berterakan salib. Ada dua pendorong terjadinya perang salib. Pertama, ajakan dan seruan Kaisar Alexius Comenent dari Konstantinopel kepada Paus (Paus Urbanus II) dan para raja di Eropa agar segera menyerang negeri-negeri Islam secara serentak terhadap kekuasaan Turki Saljuk (orang-orang Turki yang sudah memeluk Islam), yang mengancam kerajaan Byzantium di Konstantinopel. Kedua, permintaan Peter Amiens, seorang pendeta bangsa Perancis, kepada Paus di Roma agar mau membantu orang-orang Kristen yang mau berziarah ke Baitul Maqdis (Palestina) yang saati itu dikuasai Negara Islam. Dua dorongan tersebut di atas, menyebabkan Paus Urbanus II memerintahkan Peter Amiens untuk menghasut dan mengobarkan perang kepada rakyat Eropa untuk memerangi kaum muslim guna merebut Baitul Maqdis. Hasilnya, rakyat jelata, biarawan-biarawati, hingga para perampok berbondong-bondong mendaftarkan diri untuk bergabung sebagai pasukan salib. Dan genderang Perang Salib ditabuh pada 15 Agustus 1096 M, Paus Urbanus memberangkatkan pasukan Salib Pionir yang berjumlah 300 ribu prajurit dengan semboyan أ¢â‚¬إ“Begitulah kehendak Tuhanأ¢â‚¬آ‌. Dalam catatan sejarah, terdapat tujuh gelombangan serangan dalam perjalanan Perang Salib. Serangan I (1096),أ‚آ  Serangan II (1147-1149), serangan III (1189-1192), serangan IV (1202-1204), serangan V (1218-1221), serang-an VI (1228-1229), dan seranganأ‚آ  ke VII (1248-1254). Wuih semangat banget ya? Dari rangkaian seranganأ‚آ  itu, kaum Kris-ten lebih banyak menelan kekalahan. Salah satu kekalahan telak yang dialami pasukan Salib adalah ketika Shalahuddin al-Ayubi berhasil membebaskan kembali Baitul Maqdis di Palestina pada hari Jumأ¢â‚¬â„¢at 27 Rajab 583 H/1187 M dari kekuasaan kaum Kristen.( http://www.gaulislam.com/semangat-kebencian-perang-salib/)

Mulai saat itulah gencarnya aksi untuk menjauhkan umat islam dari Al-qur’an yang telah mereka ketahui bahwa kitab Al-qur’an adalah pedoman hidup dari umat islam.

  1. Mengapa terjadi permasalahan ini?

Coba kita lihat dalam QS: Al-Baqoroh ayat 120, yaitu:

“Orang-orang Yahudi dan Nasrani tidak akan senang kepada kamu hingga kamu mengikuti agama mereka. Katakanlah: “Sesungguhnya petunjuk Allah itulah petunjuk (yang benar)”. Dan sesungguhnya jika kamu mengikuti kemauan mereka setelah pengetahuan datang kepadamu, maka Allah tidak lagi menjadi pelindung dan penolong bagimu”

Dari ayat diatas kita dapat mengambil kesimpulan, bahwa mereka(yahudi dan nasrani)

tidak akan senang kepada kita(umat islam) sampai kita mengikuti agama mereka. Dengan cara apapun akan ditempuh mereka untuk mengikuti agama mereka minimal mengikuti gaya hidup mereka.

  1. Bagaimana kaitannya permasalah ini dengan media dan teknologi?

Media dan teknologi sangatlah erat hubungannya dengan permasalahan jauhnya umat islam terhadap Al-qur’an. Karena dengan adanya media, maka umat islam akan disibukkan dengan misalnya tayangan-tayangan yang menghibur seperti sinetron, olahraga, infotainment, dan lain-lain.

  1. Bagaimana solusi dari permasalahan ini?

Solusi dari permasalahan ini adalah merutinkan membaca Al-Qur’an sehingga bias lebih dekat dengan Al-Qur’an, sering-sering mendengarkan lantunan ayat-ayat qur’an, mentadaburi Al-qur’an, dan mengimplementasikannya dalam kehidupan.

kamu yang butuh dakwah kawanku!!!

kamu yang butuh dakwah kawanku!!!

apa!!!

kami yang butuh dakwah, apa ga salah!! bukannya kebalik tuh. kan katanya orang yang ada didalamnya sedikit, jadi sebenarnya dakwahlah yang butuh kami, bukan sebaliknya.

Aku berkata dalam hati,” ih… nih anak ga tau hakikat dakwah kali ya!!!” . KESEL.

Coba deh kamu bayangin ada tidaknya kamu dalam dakwah ini, islam akan Berjaya kembali. Permasalhannya, kamu mau ikut ga’ dalam menyusun batu bata kejayaan agar izzahnya islam kembali muncul didalam tatanan kehidupan dunia.

Memang jalan ini amatlah berat untuk ditapaki, tapi apakah berat itu yang menjadi hambatanmu kawan! Jika itu yang menjadi hambatanmu, mk sesungguhnya engkau tlah merugi.

Memang!! ketidakikutsertaan kamu di jalan ini, tidak menjamin engkau akan futur. Maksudnya, tidak ada jaminan ikutnya kamu membuat imanmu terus meningkat. Tapi, mana jiwa sosialmu, mana habluminannas mu. Masa’ kamu tega melihat temanmu masuk neraka, sedangkan engkau bersantai-santai menikmati teduhnya dirindang kasih Allah, tegakah kamu kawanku?

Temen saya di Palembang pernah mengatakan, “jadilah kamu seorang muslih?”

“Apa itu muslih” masih bodoh dulunya.

“muslih adalah seorang muslim yang memperhatikan dan mengajak saudaranya agar sama-sama berada dalam kebaikan dan bareng-bareng masuk syurga”

Oke my friends! Prepare ur self to be a mujahid and mujahidah!!!

ingat teman!! balasan bagi seorang mujahid dan mujahidah ialah syurga. tak inginkah engkau masuk ke sana. dimana disana  kita bersama akan bercerita ttg sejarah-sejarah indah yg pernah kita ukir bersama sambil tertawa dan makan makanan2 yg enak2 yg disediakan oleh Allah.

SEMANGKA!!! Semangat Kawan

ba’da maghrib di MSU

di MSU, ada rombongan jama’ah tabligh dari Australia, kalau ga khilaf sekitar ada 4 orang. kedatangan  mereka ke MSU bukanlah yang pertama kali, pada bulan agustus mereka juga pernah datang. yah, biasalah kebiasaan baik dari Jama’ah tabligh yaitu “keluar”, keluar itu maksudnya, keluar rumah selama beberapa hari untuk berdakwah, biasanya 3 hari, 1 minggu, 40 hari. afwan kalau khilaf.

o iya, pada belum tau ya MSU tuh apa, MSU adalah singkatan dari Masjid Syamsul Ulum. Masjid yang terletak di dalam lingkungan kampus IT Telkom, yang sering pada rame di penuhi oleh ADK untuk rapat. dah tau kan, MSU tuh apaan.

Ba’da maghrib tadi, saya tidak langsung pulang, karena ada kajian dari salah satu jama’ah tabligh dari Australia itu, tentunya ia pake bahasa inggris, dan ada penerjemahnya dari Jama’ah tabligh lokal.

z…………….zzzzzzzzzzz………………z

intinya ia mengajak untuk umat muslim agar menjadi seorang yang muslih, maksudnya, ngajak orang tuk kebaikan, mis: sholat, berbuat baik kepada orang tua, pokoknya tau kewajiban dia sebagai muslimlah.

setelah itu, diganti dengan pemicara kedua, tentunya dari JT australia, saya kaget, wah… ternyata ia bisa berbahasa Indonesia, ia berperawakan barat, dan sudah agak tua, kira2 60 tahun, jenggotnya panjang euy…

si bapak ini, ia banyak bercerita aja, tentang aktivitas umat muslm di Australia. Ia bercerita bahwa, ada seorang muslim asal timur tengah, yang merantau ke australia, ia pergi ke kota keci di australia,  dan kata bapak itu ia terkena gaya hidupnya orang barat, yaitu hidup dalam satu atap antara laki2 dan wanita tetapi belum nikah. akhirnya datang tuh Rombongan bapak itu ke sana, ternyata mereka disambut baik oleh orang timur tengah itu. rombongan ntu beri pemahaman ke orang timur tengah itu dan teman hidupnya. akhirnya, alhamdulillah, si wanita itu masuk Islam. Alhamdulilah.  mereka menikah, dan menjalani kehidupan dengan cahaya islam.

inti dari cerita itu, adalah, perlunya kita bersilaturahim ke saudara-saudara kita semuslim, biar, saudara2 kita yang lagi FUTUR (lemah) imannya, dapat kita perkuat, yah dengan menasehatinya, berikan pemahaman kepada kita

Rasulullah SAW bersabda, “Apabila ads seseorang yang mendapatkan hidayah melalui dirimu, maka itu lebih baik dari pada onta merah.”

pada zaman Rasul dulu dan di pedalaman arab sampai sekarang , onta merah adalah harta yang amat paling berharga yang dimiliki oleh seseorang.

Ayo… sobat jadikan kata-kata berikut sebagai jargonnya dirimu.

bareng-bareng kita lantangkan suara kita

“NAHNU ANSHORULLAH”

artinya pada tau kan, kalau ga tau, cari ndiri yahh, yah kalau males nih saya kasih tau, artinya adlah : ” kami adalah penolong agama Allah”

Alhamdulillah

Alhamdulillah

segala puji hanya untuk Mu ya Robbi

Betapa seringnya engkau memberikan keberkahan kepadaku, hamba yang hidupnya selalu di penuhi dengan dosa yang acap kali pada waktu aku melakukan dosa tersebut, aku lupa kepada-Mu.

Belakangan hari ini dan sampai hari inipun Engkau masih mengingatkan aku ketika aku futur.

Aku malu kepada Mu ya Rahman, betapa seringnya diriku ini memohon pintaan-pintaan yang berlebihan kepada Mu, padahal diriku sendiri sering berbuat zalim terhadap diriku sendiri, diri ang seharusnya aku cintai.

Duhai Alloh, tambahkan lagi cinta Mu kepadaku, jadikanlah diriku ini mencintai Mu lebih dari apapun, memang seharusnya begitu.

Dikala hati ini lapar akan kasih sayang, Engkau hujankan air kasih sayang kepadaku

Dikala mata ini buta akan kehidupan, Engkau terbelalakkan pandangan surga kepadku didalam Quran

Dikala badan ini kelelahan akan semua akktivitasku, Engkau basuh diriku dengan kelembutan

Dikala lidah ini sering mengucapkan ghibah, Engkau ingatkan aku dan akupun lalu berucap ‘Astaghfirullah’

terima kasih ya Alloh

terima kasih

hari yang melelahkan

3 hari telah berlalu dengan berat dan lelah, betapa tidak!

pergi pagi pulang malam, banyak tugas menumpuk, diantaranya tugas pendahuluan(TP), tugas dari lab, dari organisasi, dll

tapi kujalani dengan hati yang lapang insyaAlloh, tiada paksaan untuk melakukan itu semua, karena dibalik itu semua pasti telah ada maksus dan tujuan yang disampaikan oleh Alloh, mungkin salah satunya mengajarkan kepada saya bahwasanya hidup didunia ini harus penuh perjuangan dan kerja keras tuk mendapatkan ridho dan ma’rifat Illahi.

Ada kata-kata seperti ini

” Cetaklah harimu hari ini dengan sebaik-baiknya, karena ia akan menjadi sejarah dimasa yang akan datang”

ya benar, kita harus cetak sejarah dengan baik, baik dari segi kualitas pendidikan, akhlak, agama, dll. agar kita tak menjadi orang-orang yang merugi

Alloh SWT berfirman pada QS. Al- ‘Asr :1-3

“demi masa. sesungguhnya manusia itu berada dalam kerugian melainkan orang-orang beriman dan beramal sholeh, saling nasehat-menasehati dalam kebenaran dan nasehat menasehati dalam kesabaran.”

semoga kita menjadi Hamba-hamba Alloh yang tidak merugi di akhirat kelak.Amin

Seharusnya dalam menyikapi banyak tugas ini, balik-balik lagi ke masalah “managemen waktu”

manajemen waktu ini sangatlah penting sekali kita adakan dalam hidup kita, kenapa? karena dengan manajemen waktu yang baik dan terencana dengan bagus,maka hidup kita akan teratur dan kita dapat menikmati hidup ini. peercayalah, insyaAlloh bermanfaat

pesan saya, ayo mari kita bersama sama membuat manajemen waktu kita!

sebenarnya saya pun belum bisa memanfaatkan manajemen waktu ini dengan baik, tapi dengan proses tahap demi tahap (tadaruj) semoga kita menjadi manusia yang beruntung, tidak menjadi manusisa yang merugi.

ok

o, iya saudaraku

sayyidina Ali bin Abi Tholib pernah mengatakan seperti ini

” Pada waktu engkau dilahirkan

 engkau menangis

 dan orang-orang disekitar tertawa dan gembira

 maka berbuatlah sesuatu hari ini

 agar pada saat engkau meninggal

 engkau mati didalam keadaan gembira

 dan orang- orang disekitarmu menangisimu.”

Insya Alloh Bermanfaat saudaraku

Allohu Akbar

Aldo Al Fakhr