Ukhuwah yang Kurang

Ukhuwah yang kurang, ah… itu mah biasa.. ga asing lagi telinga ini mendengarnya. Banyak dari ikhwah-ikhwah disekitar aq yg mengatakan seperti itu. terkadang geram juga dengernye.

sepertinya masalah ini sering dijadikan kambing hitam atas proker-proker yang tidak jalan. ngeles… yang bagus. cukup bisa menipu dan membalikkan keadaan. licik.

“kenapa sih proker kita kok ga jalan?
mungkin karena tidak adanya koordinasi yang baik atau dengan kata lain ukhuwah yg lemah.”

kate siape!!!

selayaknya masalah ini tidak perlu lagi di perhitungkan dlm sebuah wajihah atau organisasi. Mulailah dari kitanya sendiri, tanyakan pada diri kita sendiri.

1> sejauh mana kedekatan kita dengan sahabat kita, misal: nama orang tuanya, anak keberapa, hobinya, tanggal lahirnya, kebiasaan-kebiasaannya, dll

2> seberapa cinta kita terhadap saudara kita sendiri, disaat ia lagi futur, apakah kita bisa menasehatinya agar imannya menjadi meningkat kembali

3> Seberapa sering interaksi kita dengan wajihah atau organisasi kita, seperti sering datang syuro’, pleno, rakor, atau apapun lah namanya.

4> sesehat apakah liqo’ kita, ini merupakan hal yg sangat penting bagi seorang kader dakwah agar senantiasa terjaga.

5> sebanyak apa bacaan kita, keikutsertaan seminar-seminar, tastqif, dll mengenai ukhuwah dan dakwah itu sendiri. kata kawan aq, tarbiyah itu tidak cukup hanya ikut liqo’ doang. tapi ditambahkan dengan membaca buku, ikut tastqif, seminar2, dll

nah, kelima hal diatas cobalah dijawab dan cobalah dievaluasi dengan serius. insya Allah ukhuwah tidak akan lemah. tentunya ajak lah teman kita untuk menjawab dan mengevaluasi pertanyaan-pertanyaan diatas tersebut.

oke… selamat merajut ukhuwah akhi….

Iklan

pendidikan agama di kampus

pendidikan agama di kampus

saya tuh sangat ga bisa abis pikir, kok bisa pelajaran agama islam hanya 2 sks, padahal seharusnya 8 sks kalau perlu, kenapa demikian?

hancurnya moral bangsa ini, tawuran yang menurunkan intelektualitas para mahasisw, dan yang hanya mengedepankan emosi dibandingkan musyawarah banyak sekali dipengaruhi oleh kawula muda mudi, yang banyak sekali bersikap glamor. ironisnya ada muda / mudi yang lagaknya orang kaya, pingin ikut-ikutan teman yang kaya, padahal untuk makan aj orang tuanya susah. masih mending kalu orang tuanya kaya. sangat ironis sekali. tampaknya ini adalah masalah yang sangat serius, dikala para pemuda yang acuh tak acuh terhadap negara ini terlebih terhadap agamanya. pada waktu pelajaran agama aja, ada yang ngantuk, ada yang sms-an, ada yang ngobrol dengan teman sebelahnya. mau jadi apa negara ini, jikalau para mahasiswanya tidak taat terhadap agamanya. percaya deh dengan adanya tarbiyah, insyaAlloh negara ini akan menemui izzahnya kembali, dan tentunya agama islam pastinya.

bagi saya, solusi yang amat baik untuk mengantisipasi kurangnya sks di mata kuliah agama islam adalah dengan cara pembimbingan langsung dan kontinu, minimal 1 pekan 1 kali. yaitu dengan mentoring/liqo/halaqoh. itu sangat efektif sekali, soalnya didalam kelompok halaqoh tersebut hanya berisikan 5-12 orang, efektif kan! bayangin kalau dikelas, yang jumlahnya bisa 50-an orang keatas. komunikasi yang terjadi hanya 1 arah, atau istilah dalam komunikasi half-duplex. betul kan! palingan hanya 1-2 orang yang melakukan feedback terhadap pelajaran itu, sisanya!!! allahualam

ayo, bagi kamu yang belum mentoring, mentoring lah, kamu akan menjadi orang yang tertarbiyah, bersama-sama menuju ridho dan ma’rifat illahi.

ingat ucapan dari syeikh mustafa, bahwa tarbiyah bukanlah segala-galanya akan tetapi segala-galanya akan terwujud dari tarbiyah

percayalah, dengan tarbiyah kamu akan menemui perubahan menjadi pribadi yang lebih baik lagi. insya Alloh

seperti halnya diri saya pribadi yang sedikit demi sedikit menjadi lebih baik

Pokoknya ga gaul deh, kalau ga mentoring

Allahu Akbar