[Cerbung] Dua Kuas Episode 5 Part 2

Alhamdulillah, setelah sekian lama, cerbung ini kembali hidup :).

Sila menikmati walau sedikit hehehe…..

part ini sambungan dari Episode 5 part 1..

Episode 5: Benci part 2


Hujan tentu membuat baju kami basah kuyup, walaupun hujan tak terlalu deras lagi, tetapi jarak dari sekolah ke rumah yang lumayan agak jauh, butiran-butiran lembut hujan sedikit demi sedikit menyebabkan baju kami basah.

Hari sudah menjelang ashar, dan kami belum sholat dzuhur, kami percepat langkah, berlari-lari kecil, memecah larik hujan, dan dengan cekatan menghindari genangan-genangan hujan dijalanan.

“Alhamdulillah sampai rumah juga” gumamku dalam hati, kulihat kak hasan tampak ngos-ngosan, “oi..capek benar tampaknya abangku ini” sedikitku tersenyum melihat tingkahnya.

“Assalamu’alaykum” ujarku dan kak hasan berbarengan. Baca lebih lanjut

Iklan

[Cerbung] Dua Kuas Episode 5 Part 1

sambungan dari Episode 4

happy reading

Episode 5: Benci Part 1

Hujan sedikit deras kembali membasahi Bumi Sriwijaya.

Tidak seperti teman-teman sekelas, yang begitu semangat menyambut lonceng pulang sekolah. Aku dan kak Hasan sebaliknya, kami sangatlah tak bersemangat. Teman-teman yang lain asyik membereskan buku dimeja dan laci, memasukkannya kedalam tas, mengeluarkan payung berwarna-warni dari dalam tas, menyandang tas, kemudian meninggalkan kelas beramai-ramai menerobos hujan. Aku melangkah dengan gontai tak bersemangat menuju bangku kak Hasan.

“Kak, gimana kita pulang?”tanyaku.

“Paling bentar lagi reda, tungguin bae lah!”jawabnya acuh sembari dengan malas memasukkan buku-buku pelajaran kedalam tasnya.

“Sip lah…!” Baca lebih lanjut

[Cerbung] Dua Kuas Episode 4 Part 3

maaf kelamaan nyambung ceritanya…

sambungan dari Episode 4 Part 2

happy reading

Episode 4: Rumah Sekolah Part 3sekolah

Teng…Teng..Teng…

Alhamdulillah, lonceng yang sedari dua jam-an dinanti datang juga. Kulihat sedikit wajah kak Hasan, tampaknya ia baik-baik saja, ia pun melihatku dan memberikan senyum. Dari senyumnya tampak ia begitu senang mendengar lonceng pertanda istirahat barusan.

Akhirnya, hukuman ini berakhir juga, pegal di paha dan betis yang terasa sedari tadi perlahan-lahan sirna. Baca lebih lanjut

[Cerbung] Dua Kuas Episode 4 Part 2

sambungan dari Episode 4 Part 1

happy reading

Episode 4: Rumah Sekolah Part 2

sekolah

sekolah

 

Mobil ayahnya Lintang melaju dengan sedikit kencang, seirama dengan laju denyut jantungku yang ikut-ikutan kencang. Aku yakin sekali kak Hasan pun serupa denganku. Kulihat air mukanya begitu khawatir. Benar-benar telak, kami lupa mengerjakan PR bahasa indonesia. Mau menyalin teman dikelas nanti dipastikan nggak akan sempat, pelajaran Bahasa Indonesia adalah pelajaran pertama hari ini. Sedangkan PR tulisan tegak bersambung sungguh sangat menyita waktu untuk diselesaikan. Dari pribadiku pun cuma bisa pasrah saja. Baca lebih lanjut

[Cerbung] Dua Kuas Episode 4 Part 1

akhirnya bisa nulis lagi…

ini sambungan dari episode 3: Pekerjaan Rumah dan Ibu

happy reading…:)

Episode 4: Rumah Sekolah Part 1

sekolah
sekolah

Ttteeetttt… nnnneeettt……. tttteeetttt…….. nnnnneeettttt

“bunyi apaan sih ini? Nganggu tau!” kesal kak Hasan.

“ish dah.. budak sikok ini!” batinku. “Oi kak, bangun! Dah mau subuh nih!” teriakku kepada kak Hasan yang masih masih nyaman dengan ilerannya.

Aku dan kak Hasan memang sudah sepakat untuk menyetel alarm sekitar lima menit sebelum adzan subuh dengan tujuan agar bisa shalat subuh berjama’ah di mushalla. Tapi, sering juga -alarm hanya tinggal alarm- kami kebablasan dan ketinggalan shalat di mushalla. Baca lebih lanjut

[Cerbung] Dua Kuas Episode 3 Part 3

akhirnya part 3 selesai juga

this episode, I proud to present this for my beloved mom…

ini lanjutan dari episode 3 part 2

Episode 3: Pekerjaan Rumah  dan Ibu Part 3

Ibu

Wajah ibu itu kebanyakan seperti wajahnya orang melayu, kasarnya pasarann (Ups! Maaf ya Ma!), kulitnya putih bersih, tingginya setelinga ayah, jadi nggak terlalu pendek untuk ukuran seorang wanita. Berbeda dengan kami semua, ibu sedikit agak berisi badannya, tapi waktu mudanya dulu ibu tuh kurus, mungkin karena dampak setelah melahirkan atau apa yang menjadikan ia agak berisi sedikit. Namun, aku dengan berani mengatakan bahwa ibu adalah wanita yang cantik, itu terlihat dari komentar teman-temanku disekolah ketika ibu datang ke sekolah karena masalah kak Hasan (akan kuceritakan nanti..^^). Apalagi teman-temanku yang cewek sedikit iri kepadaku karena aku memiliki ibu yang cantik. Mereka bilang, “Oi.. cantik nian ibu kau sen!” aku yang mendengarnya sangat senang bukan main, mereka pun pernah bilang kepadaku “kapan-kapan boleh kan main kerumah kau?” Baca lebih lanjut

[Cerbung] Dua Kuas Episode 3 Part 2

this episode, I proud to present this for my beloved mom…

ini lanjutan dari episode 3 part 1

Episode 3: Pekerjaan Rumah  dan Ibu Part 2

Ibu
Ibu

Seperti halnya Ayah, Ibu juga bukan asli palembang. Ibu lahir di Medan dan besar di Duri (Riau). Keluarga Ibu pindah ke Duri sewaktu Ibu masih sangat kecil karena kakek –ayahnya Ibu- dipindahtugaskan ke markas TNI di Duri. Kakek saat itu menjabat sebagai Sersan Mayor, bisa dibilang keluarga Ibu saat itu keluarga yang berada. Namun, maut tak tebang pilih, apakah muda ataukah tua, miskin ataukah kaya, beriman ataukah ingkar, maut pun menjemput kakek disaat usia Ibu masih kecil, dan itu tentu saja berdampak bagi kesejahteraan keluarga Ibu, perlahan-lahan keluarga ibu yang sebelumnya berada menjadi bisa dikategorikan susah. Baca lebih lanjut

[Cerbung] Dua Kuas Episode 3 Part 1

Alhamdulillah, in the midst of working, i can finish episode 3 part 1…

Happy reading!!

this episode, I proud to present this for my beloved mom…

ini lanjutan dari episode 2

Episode 3: Pekerjaan Rumah  dan Ibu Part 1

Ibu

Ibu


            “San, Sen, sepatu dah diangkat belum?” teriak ibu dari lantai atas, sepertinya ibu sedang nyetrika. Suara Ibu mengagetkanku dan kak Hasan yang sedang asyik nonton bersama ayah diruangan TV dilantai bawah. Aku melihat kak Hasan dan kak Hasan pun melihatku, kami saling pandang. “Sudah belum ya??”

“San, Sen, sepatuh dah diangkat belum?” teriak ibu lagi, kali ini makin keras dari sebelumnya.

“Sudah apo belum Kak?” tanyaku kepada kak Hasan.

“Mano gue tahu! Cubo lu jingok-lah” jawab kak Hasan. Kami dari kecil memang sudah terbiasa dengan ‘lu’ dan ‘gue’. Kami pun lupa karena apa kami menggunakan ‘lu’ dan ‘gue’. Baca lebih lanjut

[Cerbung] Dua Kuas Episode 2 Part 2

Sambungan dari Episode 2 part 2

Episode 2: Buya Part 2

Buya

Matahari sudah benar-benar hampir tenggelam, perlahan-lahan kembali keperaduannya, langit dihiasi warna merah marun yang sangat eksotis, burung-burung gereja lalu lalang terbang sesuka mereka menambah keramaian kami berangkat ke mushalla. Subhanallah, betapa luar biasa ciptaan-Mu ya Rabb.

Aku dan kak hasan bergegas ke mushala dengan stelan khas kami, baju koko, sarung, dan peci. kalau stelan seperti itu mah bukan khas tapi sudah umum. He..he.. Selesai menunaikan shalat magrib berjama’ah, buya tersenyum melihat kami, senyum yang sangat damai dan kami rindukan , dan kami pun langsung mendekatinya, menyalami sambil mencium tangannya dengan penuh takzim. Baca lebih lanjut

[Cerbung] Dua Kuas Episode 2 Part 1

mumpung nafsu nulis lagi menggila…:)

Episode ke-2 Cerbung Dua Kuas akhirnya dirilis, sebelumnya silahkan dibaca episode 1 part 1 dan episode 1 part 2

silahkan menikmati

Episode 2: Buya Part 1

Buya


Sore yang indah, anak-anak disekitaran rumahku sudah pada menghilang dari bermain dipanggil orang tua masing-masing menyuruh mereka mandi tuk bersiap-siap ke mushala, waktu sudah mendekati magrib, lantunan ayat suci al-qur’an yang mendayu indah, lembut, dan tentram seakan-akan menyuruh kami untuk pergi kemushala, bapak-bapak terlihat berjalan dengan mengenakan baju koko, sarung, dan tak terlupa tersampirkan sorban dibahu kanannya menuju mushala Al-Misbah. Kebetulan letak mushala Al-Misbah tepat dibelakang rumahku, mushala kecil hasil swadaya masyarakat, walaupun terlihat sederhana dan kecil namun begitu ramai ketika shalat fardhu dilaksanakan dan makmur dalam artian bapak-bapak mengadakan pengajian, ibu-ibu juga mengadakan pengajian, remaja-remaja pun juga mengadakan pengajian. Termasuk aku dan kakakku yang sering ikut pengajian itu. Baca lebih lanjut