Masalah itu Banyak Manfaatnya…

coba-coba lagi.. niruin cara nulis motivator..

belajar terus…


Masalah itu Banyak Manfaatnya…

Sobat punya masalah? Sama dengan saya. Saya juga punya masalah, begitu juga dengan bermilyar-milyar manusia di muka bumi ini. Masalah adalah bagian dari hidup seorang manusia tidak ada manusia yang memiliki masalah, sewaktu kita dilahirkan dibumi ini, kita sudah punya masalah, yaitu tidak bisa berbicara, berjalan, menulis, dan lain-lain. Kalau mau ngga’ ada masalah makanya kudu masuk surga. Beramal yang baik-baik dimuka bumi ‘ni.

Dalam sebuah buku yang berjudul Cracking The Millionaire Code, karangan Mark Victor Hansen (penulis Chicken Soup for the Shoul), dan Robert G. Allen (penulis Creating Wealth) dikatakan bahwa masalah Anda bernilai jutaan. Wow… fantastic bukan! Masalah itu bernilai jutaan, berarti masalah punya manfaat yang luar biasa terhadap diri kita. Jadi semakin banyak Sobat punya masalah maka semakin kaya saja Sobat. Tentu saja kekayaan ini akan mampu Sobat raih, jika mampu mengoptimalkannya.

Apa saja manfaat yang Sobat dapatkan ketika mempunyai masalah:

Sebagai penghapus dosa

Wow… ngga’ salah tuh! Kok bisa masalah bisa menghapus dosa.

Adanya masalah yang Sobat rasakan selama ini mungkin adanya langkah yang bengkok dalam berjalan di dunia ini. Maksudnya kita selalu berbuat salah ditiap periode waktu hidup kita. “ikutilah perbuatan buruk dengan perbuatan baikmu, maka akan menghapuskannya” begitulah pesan dari Nabi Muhammad SAW kepada kita. Luar biasa… ketika kita mempunyai masalah akan selalunya kita berbuat salah dalam hidup ini, berarti kita punya masalah dan teruslah berbuat baik agar menghapuskan perbuatan buruk kita.

Jadi lebih dewasa

Dengan masalah akan membuat kita menjadi lebih dewasa. Maksud dari kata dewasa dalam konteks ini adalah bukan dari segi umur dan dari segi tinggi badan namun, dewasa dalam bersikap, dewasa dalam mengambil keputusan, dewasa dalam berfikir, dewasa dalam bergaul atau berinteraksi, dewasa dalam berbisnis, dewasa dalam menulis, dewasa dalam hal apapun. Kenapa kita bisa jadi lebih dewasa? Jawabannya adalah kita dituntut untuk tidak terjerumus lagi ke lubang sebelumnya sehingga kita pun seharusnya mengambil tindakan untuk tidak terjerumus kembali. Sangat ironis banget, ketika seseorang jatuh di lubang yang sama dikedua kalinya bahkan berkali-kalinya.

Masalah itu nikmat

Masalah itu seperti garam bagi sayur, pupuk bagi tanaman, kecap bagi nasi goreng, keyboard dan monitor bagi computer. Artinya kehidupan pun tidak akan lengkap dan nikmat jikalau ngga’ ada masalah, karena kita merasa tertantang untuk menghadapinya, kalau kita berhasil mengalahkan tantangan itu, maka suatu kenikmatan bagi seseorang tersebut. Sebagai contoh seorang penerjun yang begitu menikmati ketika berhasil turun dan tepat digaris yang ditentukan, seperti penantang maut seperti pesulap Chris Angel yang begitu menikmati ketika ia berhasil keluar dari bahaya permainan sulapnya. Itulah masalah begitu nikmat ketika berhasil dihadapi. Oleh karena itu, setiap ada tantangan ada tiga cara untuk mengalahkannya yaitu: HADAPI, HADAPI, dan HADAPI. Insya Allah kenikmatan telah menanti didepanmu wahai para pejuang.

Bertambahnya ilmu

Masalah juga akan mendatangkan bertambahnya ilmu kita. Kok bisa? Bisa donk.. karena masalah yang kita hadapi terkadang butuh ilmu untuk mengatasinya, sehingga kita pun harus mencari referensi untuk menghadapinya seperti buku-buku, artikel-artikel, ceramah-ceramah, nasehat dari teman, dan lain-lain. Dan pasti, kita pun akan mendapatkan ilmu baru dari referensi tersebut. Misal Sobat mempunyai masalah akan bagaimana cara memulai bisnis, maka carilah referensi yang berkaitan dengan masalah bagaimana cara memulai bisnis, coba Sobat search di mbah google, ketikkan “bagaimana cara memulai bisnis” dan disana akan tersedia ilmu-ilmu untuk dimasuki kedalam otak Sobat. Atau pergi ke toko buku terdekat dan cari buku yang bertemakan bagaimana cara memulai bisnis. Atau juga ikuti seminar-seminar entrepreneurship yang kian hari kian menjamur diseluruh Indonesia, ikuti dan pelajari. Seperti itulah… sehingga ilmu kita akan bertambah disebabkan adanya masalah yang kita hadapi.

Dapat duit

Loh.. kok bisa dapat duit? Maksudnya masalah itu akan mendatangkan keuntungan materi berupa duit, jika kita bisa memanfaatkannya, seperti halnya seorang penulis best sellerThe Way to Win” yaitu Solikhin Abu Izuddin yang juga penulis buku best sellerZero to Hero” . ia membuat buku “The Way to Win” karena ia melihat mengapa para peserta seminar motivasi yang hanya termotivasi ketika seminar itu saja. Bisa dilihat bahwa masalah bisa membawa keuntungan secara materi kepada kita, kalau kita pintar dan cerdas memanfaatkannya.

Sebenarnya banyak manfaat dari masalah. Tergantung bagaimana kita memposisikan masalah tersebut ke manfaat.

Bandung, 19 Des 09

Aldo Al Fakhr

Blogger Pencari Spirit yang Hilang

Bahagia dengan Masalah

Ah.. mau coba cara nulisnya motivator ah…

jangan diketawain kalau garing.. namanya juga lagi belajar

so.. please read it below

Bahagia dengan Masalah

Membaca judul di atas mungkin Sobat bertanya-tanya, apa tidak salah tulis? Sobat mungkin berkata: “Bukankah akan bahagia kalau kita sama sekali tidak punya masalah?” Kalau demikian, Sobat salah besar! Di mana ada kehidupan, di situ pasti ada permasalahan. Namun, tahukah Sobat bahwa di balik setiap masalah terkandung suatu peluang emas dan kesempatan yang besar untuk maju?

Bahagia dengan masalah bukanlah seperti dokter yang bahagia ketika banyak pasien yang sakit menuju berobat kepadanya, bukanlah seperti penggali kubur yang kebagian rejeki yang banyak ketika banyak manusia yang meninggal, bukanlah seperti konsultan yang bahagia ketika banyak orang yang mengalami permasalahan, dan bukanlah seperti pabrik obat maag yang bahagia ketika banyak manusia yang menderita maag, bukanlah seperti itu Sobat. Namun, bahagia dengan masalah itu adalah ketika kita berani bersyukur akan masalah tersebut dan sebagai ajang peningkatan derajat ketaqwaan. Bukankah seseorang yang tidak sekolah namun ia mendapatkan ijazah, orang yang tidak tahu diri. Seperti itulah gambarannya.

Ada kata-kata bijak dari Norman V.  Peale yang patut Sobat renungkan. Dalam bukunya You Can if You Think You Can, ia mengatakan, “Apabila Tuhan ingin menghadiahkan sesuatu yang berharga, bagaimanakah Ia memberikannya kepada Anda? Apakah Ia menyampaikan dalam bentuk suatu kiriman yang indah dalam nampan perak? Tidak! Sebaliknya Tuhan membungkusnya dalam suatu masalah yang pelik, lalu melihat dari jauh apakah Anda sanggup membuka bungkusan yang ruwet itu dan menemukan isinya yang sangat berharga, bagaikan sebutir mutiara yang mahal harganya tersembunyi dalam kulit kerang.”

Pernyatan di atas bukan sekedar kata-kata indah untuk menghibur Sobat yang sedang kalut menghadapi suatu masalah. Ini adalah perubahan paradigma berpikir. Keadaan apapun yang kita hadapi sebenarnya bersifat netral. Kitalah yang memberikan label positif atau negatif terhadapnya. Seperti yang dikatakan filsuf Cina, I Ching,”Peristiwanya sendiri tidak penting, tapi respons terhadap peristiwa itu adalah segala-galanya”.

Berikut ini contoh sederhana. “Sebagai seorang fasilitator yang memberikan pelatihan di berbagai perusahaan, saya pernah menghadapi penolakan dari klien semata-mata karena usia saya yang dianggap terlalu muda. Saya pernah menganggap ini masalah besar.Bagaimana tidak? Ini menyangkut kredibilitas saya. Saya kemudian memikirkannya berhari-hari. Kepercayaan diri saya mulai terganggu.

Lama-lama saya sadar bahwa penolakan semacam ini adalah hal biasa. Justru ini kesempatan untuk berkembang. Karena itu, saya segera menggali kebutuhan klien dan mencari pendekatan yang lebih dapat diterima. Saya terus meningkatkan kompetensi, sampai akhirnya saya dapat diterima oleh perusahaan tersebut. Kalau demikian, penolakan awal itu sama sekali bukan sebuah masalah, tetapi sebuah peluang yang sangat berharga.”

Semua kesulitan sesungguhnya merupakan kesempatan bagi jiwa kita untuk tumbuh. Sayang, lebih banyak orang yang menganggap masalah sebagai sesuatu yang harus dihindari. Mereka ngga’ mampu melihat betapa mahalnya mutiara yang terkandung dalam setiap masalah. Ibarat mendaki gunung, ada orang yang bertipe Quitters. Mereka mundur teratur dan menolak kesempatan yang diberikan gunung.

Ada orang yang bertipe Campers, yang mendaki sampai ketinggian tertentu kemudian mengakhiri pendakiannya dan mencari tempat yang datar dan nyaman untuk berkemah. Mereka hanya mencapai sedikit kesuksesan tapi sudah merasa puas dengan hal itu.

Tipe ketiga adalah Climbers, yaitu orang yang seumur hidupnya melakukan pendakian dan tidak pernah membiarkan apapun menghalangi pendakiannya. Orang seperti ini senantiasa melihat hidup ini sebagai ujian dan tantangan. Ia dapat mencapai puncak gunung karena memiliki mentalitas yang jauh lebih tinggi, mengalahkan tingginya gunung. Orang dengan tipe ini benar-benar meyakini apa yang dikatakan Dag Hammarskjold, “Jangan pernah mengukur tinggi sebuah gunung sebelum Anda mencapai puncaknya. Karena begitu ada di puncak, Anda akan melihat betapa rendahnya gunung itu.”

Dan seperti yang dikatakan oleh Hasan Al Banna, “ Jika jiwa itu besar, maka raga akan lelah mengikutinya.”

Semua masalah sebenarnya adalah rahmat terselubung bagi kita. Mereka “berjasa” karena dapat membuat kita lebih baik, lebih arif, lebih bijaksana dan lebih sabar. Sobat baru dapat disebut mas’ul (ketua) yang baik kalau Sobat mampu memimpin seorang bawahan atau staf yang sulit diatur. Sobat baru menjadi orang tua yang baik kalau Sobat dapat menangani anak yang bermasalah, ataupun menantu yang keras kepala, yang melakukan sesuatu melebihi batas kesabaran Sobat. Sobat baru disebut profesional kalau Sobat mampu menangani kecerewetan para pelanggan ditoko sobat.

Untuk mencapai kesuksesan, Sobat perlu memiliki adversity quotient, yaitu kecerdasan dan daya tahan yang tinggi untuk menghapi masalah. Kecerdasan tersebut dimulai dari mengubah pola pikir dan paradigma Sobat sendiri. Mulailah melihat semua masalah yang Sobat hadapi sebagai peluang, kesempatan dan rahmat. Sobat akan merasa tertantang, namun tetap mampu menjalani hidup dengan tenang dan damai.

Berbahagialah jika Sobat memiliki masalah. Itu artinya Sobat sedang hidup dan berkembang. Justru bila Sobat ngga’ punya masalah sama sekali, saya sarankan Sobat berdoa, “Ya Allah. Apakah Engkau tak percaya lagi padaku, sehingga tidak mempercayakan satu pun kesulitan hidup untuk saya atasi?” Dengan berdoa demikian Sobat tak perlu khawatir. Allah amat mengetahui kemampuan kita masing-masing. Ia tak akan pernah memberikan suatu beban yang kita tak sanggup memikulnya. (Arvan Pradiansyah, Republika).

“ Allah tidak membebani seseorang melainkan sesuai dengan kesanggupannya “ (Q.S. Al-Baqarah:286)

Berbahagialah jika kita memiliki masalah. Itu artinya kita sedang hidup, tumbuh dan berkembang. Seperti pohon yang semakin tinggi menjulang semakin besar tiupan angin yang menggoyang, memaksa untuk tumbang. Ketika kita tidak mempunyai masalah, jangan-jangan Allah tidak mempercayai kita untuk memecahkannya.

Masalah merupakan lahan untuk meningkatkan kesyukuran. Karena masalah justru akan mendewasakan kita, mematangkan jiwa. Masalah merupakan peluang utnuk menang, kesempatan untuk lebih kuat dan rahmat untuk meraih bahagia dunia akherat.

“ Jadikanlah sabar dan shalat sebagai penolongmu. Dan sesungguhnya yang demikian itu sungguh berat, kecuali bagi orang-orang yang khusyu’. “ (Q.S. Al-Baqarah:45)

Bandung, 19 Des 09

Aldo Al Fakhr

Blogger Pencari Spirit yang Hilang

Masalah Itu… Tantangan buat Gue….

masalah
Setiap manusia yang hidup didunia ini pasti pernah menghadapi hal buruk yang menimpa dirinya, ngga’ menutup kemungkinan kamuyang sedang baca Tulisan ini dan tentunya Saya yang nulis nih Tulisan. Betul kan? Hal buruk sebenarnya adalah katalisator perubahan dalam hidup kita. Baik, buruk, berbeda, dan selalu ada rintangan yang menghambat laju kehidupan kita. Entah mengapa ya… setiap ada yang berkata “Saya lagi ada masalah nih…!” mereka hampir selalu mengacu ke peristiwa yang sulit dalam hidup mereka.  Hati tidak tenang, gundah gulana, khawatir, ngga’ enjoy, diselimuti perasaan takut, dan lain sebagainya. Kejadian  seperti kehilangan pekerjaan, kehilangan benda, perceraian, hubungan dengan sahabat yang memburuk, ngga’ enjoy dengan pilihan kuliahnya, dengan karirnya, merasa tidak berharga, dan banyak lagi macam masalahnya. Ingat bro.. itu semua tantangan buat kita. Kita ngga’ akan berubah kalau ngga’ ada tantangan. Kita hanya akan stagnan dikondisi dan diposisi tertentu yang lazimnya biasa-biasa aja. Sesungguhnya, tantangan itu seperti pintu. Pintu menarik perhatian kita untuk dibuka, dan kita harus memiliki kuncinya yang pas dan cocok. Pintu itu adalah tantangannya dan kuncinya adalah bagaimana kita menghadapi tantangan tersebut dengan pas dan cocok dengan permasalahannya.

Kalimat “ ada masalah!” biasanya digunakan saat kejadian buruk terjadi. Hal buruk bisa menghalangi, memperlamban, bahkan menghentikan usaha kita dalam meraih tujuan. Namun perlu digaris bawahi bahwa masalah adalah pupuk penyubur kehidupan. Jadi hadapi dan tantang masalah itu. “ woi masalah… gue tantang lu! Kalau berani kesini!”

Ada suatu ilustrasi sederhana tentang kehidupan. Salah satu alat permainan yang menyenangkan sewaktu kita kecil yang biasanya ada di taman bermain mungkin adalah putar dorong. Bentuknya seperti piring datar besar yang melingkat dengan pegangan yang memanjang dari bagian tengah. Permainan ini harus didorong oleh semua anak agar berputar; setelah itu, si anak-anak melompat keatasnya sampai permainan ini berhenti berputar. Begitu permainan ini berhenti maka si anak-anak mendorongnya lagi dan melompat naik keatasnya lagi. Permainan ini sangat menyenangkan , tetapi jika terjatuh selagi permainan ini berputar. Yo wiss, si anak yang terjatuh harus menunggu permainan itu berhenti, tidak ada kesempatan untuk menghentikan sementara permainan itu untuk membersihkan pasir di pakaian anak yang terjatuh tersebut, permainan harus sampai selesai. Intinya jika ada yang terjatuh, tunggu kesempatan berikutnya. Itulah tantangannya!

Begitulah kehidupan yang sebenarnya, seperti permainan putar dorong tersebut. Kehidupan tidak akan berhenti karena kita mengalami masalah. Kehidupan tidak mengenal masalah Cuy. Walaupun kita sakit, gagal masuk universitas idola, ngga’ dapat pekerjaan, kehilangan benda yang dicintai, dan lain-lain. Ingat hidup tak kenal siaran tunda. So, jika ada masalah katakan: “Masalah Itu… Tantangan buat Gue….”

Bandung, 27 Oktober 2009

Aldo Al Fakhr

Blogger Pencari Spirit yang Hilang

Sumber Gambar

Berani Punya Masalah

Aku sangat amat yakin takkan ada yang menolak jikalau ia dilahirkan tanpa masalah sedikitpun dalam hidupnya di dunia dan di akhirat!

But, apakah mungkin? jawabannya tidak mungkin.

“berani punya masalah”

Adalah kalimat yang menantang untuk kita, karena justru dengan adanya masalah membuat kita lebih dewasa dalam berfikir dan bertindak mengambil keputusan.

Yang terpenting adalah berani tuk maju berperang melawan masalah, walaupun perangnya lama, karena masalah yang dihadapi tidak main-main, akan tetapi itulah terapi mental kita menjadi lebih punya taste.

Banyak temanku yang mengeluhkan betapa banyak maslah yang ia hadapi di kampus, sungguh memang luar biasa nih orang. Emang betul sih… masalah yang ditanggungnya amatlah banyak yang dengan maslah itu terkadang membuatnya sakit. Aku salut pada dia. Namun, itu masih area kampus. Betapa tak bisa dipikirkan akan banyaknya masalah yang menanti didunia nyata setelah ia lulus dari kampus. Nah… disinilah perlunya sebuah pembelajaran yang kontinu utk berani punya masalah. Nggak bisa terpikirkan olehku, seseorang didunia kampus saja tidak punya masalah, apa yang akan dihadapinya nanti ya… didunia nyata, aku ragu mentalnya belum siap menghadapi itu semua. Beruntunglah bagi kalian yang selalu diselimuti dengan masalah.

Masalah adalah anak tangga menuju kekuatan yang lebih tinggi. Maka, hadapilah dan ubahlah menjadi kekuatan untuk sukses anda. Tanpa masalah, anda tak layak memasuki jalur keberhasilan. Bahkan hidup ini pun masalah, karena itu terimalah sebagai hadiah.

Betul banget, masalah itu adalah tangga menuju kekuatan yang lebih tinggi. So, jangan takut punya masalah, ambil masalah itu, genggam erat dan selesaikan dengan bijak. Insy Allah kamu menjadi generasi pembaharu tiap peride waktu tertentu.

Apa aja masalahnya? Banyak. Misal, ketidakseimbangannya antara kuliah dan dakwah, staf di organisasi/ kepanitiaan tidak punya komitmen, ketua yang hanya bisa menyuruh, teman yang berkhianat yang mana ia mengumbar-umbarkan kejelakan kita kepada orang lain, nial jeblok, mata kuliahnya sulit, dosennye killer,  dan lain-lain yang tiap kali kamu temui didunia kampus.

Seorang bijak berujar. “Bila busur anda patah dan anak panah penghabisan telah dilontarkan, tetaplah membidik. Bidiklah dengan seluruh hatimu.” Semua tindakan anda bagaikan bumerang yang akan kembali pada anda. Bila anda melempar dengan baik, ia akan kembali dalam tangkapan anda. Namun, bila anda ceroboh melemparkannya, ia akan datang untuk melukai anda. Renungkan bagaimana tindakan anda sekarang ini. Lakukan segala semuanya dengan tulus dan penuh kasih sayang. Tiada yang lebih manis daripada memetik buah atas kebaikan yang anda lakukan.

O.. iya jangan lupa berdo’alah, tapi jangan hanya berdoa’a tapi shalatlah dengan rajin, sahalat sunah juga jangan ditinggalkan, banyak-banyaklah bersedekah, banyak-banyak bersilaturahim, insy Allah akan memudahkan segala urusan kita. jika kita mengembalikan masalah kepada Allah sungguh itulah perbuatan yang bijak.

Di Q.s Al insyirah, telah Allah firmankan bahwa

“sesungguhnya bersama kesulitan ada kemudahan.”

Ayat ini diulang 2 kali disurat Al-Insyirah tersebut. Ini mengindikasikan penekanan terhadap masalah bahwa jangan takut punya masalah.

beranilah punya masalah

Wallahu’alam