Sriwijaya Menang

Hore…..Hore….

senangnya aku

sriwijaya fc menang di pertandingan perdana di leg 2 ISL.

Sriwijaya FC menang atas Pelita Jaya FC. dengan skor 1-0. sebenarnya bisa lebih, wong banyak banget peluang kayamba cs.

gol terjadi dimenit-menit awal pertandingan, yang nyetak gol Ngon A Djam. golnya melalui sundulan kepalanya. bola enak itu ga datang begitu aja untuk Ngon, tapi obiora lah yang berjibaku mengumpan kpd Ngon. Umpan yang sangat manis.

Sebagai Suporter SFC, Aku puas banget dengan permainan dengan SFC, Apalagi permainan dari Zah Rahan makin lengket aja tuh bola dengan dia. Kelas dunia coy. Akselerasinya muantap, sodorannya keren.

Yang tak kalah keren adalah Tsimi, intersafe nya keren banget, kesulitan tuh si Lopez dan Gendut Doni, melewati dia. wong tubuhnya tinggi dan besar. ya susahlah. Aku bangga dengan adanya Tsimi di barisan belakang SFC.

Pada pertandingan ini, Budigol (julukan dari Budi Sudarsono) dimainkan pada menit ke 70. kayaknya budi masih bernafsu mainnya. keliatan dari permainannya. atau mungkin masih grogi dengan bergabungnya dia ke klub terhebat di Indonesia. Ha….ha… Piss Budi. tapi peluang yang dibuat budi udah keren kok.

POKOKnya AKU SENANG………

Hidup Sriwijaya FC……………….

Iklan

sriwijaya fc menang atas arema kan!!

Alhamdulillah SFC akhirnya menang melalui adu pinalti dengan skor total 5-3 untuk kemenangan SFC

Pertarungan sengit belum terjadi pada babak pertama, mungkin baru penyesuaian kondisi lapangan yang basah karena diguyur hujan.

SFC unggul lebih dulu pada menit ke-22(kalo ga salah) lewat sontekannya Toni Sucipto, dengan indahnya Toni Sucipto mengiring bola, akhirnya ia bisa melewati bek dari Arema malang, kata komentator, sigit budianto ada kontroversi di proses gol tersebut, ia menilai bahwa ngon ajam bergerak tuk mengambil bola, padahal ia hanya berjalan untuk menghindari offside (Hanya Alloh yang tau).

Setelah terjadinya gol tsb, permainan semakin terbuka dan berimbang, terlihat dari penyerangan yang silih berganti antara SFC dan Arema, hingga akhir babak pertama, kondisi masih 1-0.

Babak kedua, permainan sriwijaya agak menurun, sedangkan arema tetap dalam keadaan ON-FIRE, tetapi kecerdikan dan ketangkasan dari ambrizal dan Tsimi yang menjadi palang pertahanan SFC menyulitkan arema dalam mencetak gol, kelihatannya si nasuha dan slamet riyadi sudah kelelahan membantu penyerangan menyebabkan penyerangan arema selalu berawal dari permainan sayap. Klimaksnya adalah ketika nasuha menjatuhkan benson dikotak pinalti, ah………. teriakku dengan kakakku, kecewa melihat kelakuan nasuha. akhirnya sang wasit, yaitu Jimmy napitupulu, meniupkan peluit yang mengindikasikan pelanggaran,

tendangan pinalti di ambil oleh serge, dengan tenangnya ia menceploskan bola kekanan dede sulaiman, dede terkecoh karena ia tlah lebih dahulu bergerak ke kiri, akhirnya goolll

aku dan kakakku hanya terdiam saja, malas untuk berbicara, tapi dalam hati aku akin bahwa SFC akan menang, Menilai permainan nasuha dan slamet yang tidak fire lagi, maka rahmad darmawan mengganti mereka dengan warobai dan isnan ali, dengan masuknya mereka, permainan kembali berimbang, peluang-peluang terjadi di masing-masing klub, hal itu terjadi hingga wasit meniupkan peluit panjang yang bertanda permainan berakhir,

Pertandingan dilanjutkan dengan adu pinalti, sriwijaya menunjuk algojo pertama yaitu kayamba gumbs, kayamba berhasil menceploskan bola ke gawang M yatsir, setelah itu paul benson tidak berhasil memasukkan gawang karena terkena tiang gawang, ha….ha…..hahaha tawaku, zahrahan tidak berhasil menceploskan bola, setelah itu, fandi gagal juga karena di tepis oleh afrianto, setela itu ngon, charis, dan toni berhasil menceploskan bola, akhirnya SFC merebut kemenangan dari arema lewat adu pinalti, SFC menjadi juara diatas juara copa lewat pertandingan exhibition ini.

saya dan kakak sorak bersorak gembira,

hidup SFC