Gengsi dan Ngeri

Gengsi dan Ngeri

 

Cinta masih bisa tersenyum, mesti hati terluka, juga walau tiada penawarnya..

Kata-kata diatas sebenarnya sih nggak ada hubungannya dengan nih tulisan, tuh kata Cuma iseng aja dan nggak ada sangkut pautnya juga dengan diriku he..he..

Gengsi dan Ngeri merupakan dua cerita yang saya alami satu minggu kebelakang.  Please, jangan ketawain diriku ya!

Sip, cerita pertama

#Gengsi

Hari rabu kemaren, teman-teman instrument dept yang ngerjain project South Mahakam 3 ngadai makan-makan. Kali ini, sistemnya agak beda dengan makan-makan di project sebelumnya yang mana semua departement disatuin, ya.. kali ini dipisah jadi per departement.

Dan diputuskan untuk makan di Penangdistro Oakwood Mega Kuningan. Meluncurlah kita bareng-bareng ke oakwood dengan jalan kaki, karena nggak terlalu jauh.

Sewaktu keluar kantor, mendung sudah mengisyaratkan mau hujan sebentar lagi, tapi –kami- dengan cuek bebek berjalan santai saja. Benar saja, didepan Graha XL, hujan deras disertai angin kencang datang juga, untung saja di depan Graha XL ada tempat berteduhnya, jadi kami putuskan untuk berteduh disana.

Cerita-cerita, kami pun menerobos hujan dengan estafet payung dan sampailah di Penangdistro dengan sedikit basah kuyup.

Restoran ini bisa kubilang lumayan mewah atau bahasa kerennya high-end, bagi “kuli” kayak kami mah nggak pantes didalam sini..ha..ha…

#Bro, Gengsinye dimane?

#Sabar, Sob!

Satu persatu makanan yang dipesan datang juga, ada satu makanan yang kayaknya bagus untuk jadi advertiser (makanan pembuka) yaitu semacam tahu yang digoreng dan dikasih saus sambal. Jujur aja, waktu itu lapar banget, jadi langsung tak ambil tuh tahu.

“wah dah nggak panas nih tahu-nya”

Karena nggak panas, langsung dah tuh tahu saya makan bulat-bulat. Dan ternyata  saudara-saudara, tuh tahu panasnya minta ampun, alhasil meringislah saya menahan sakit dilangit-langit mulut, mau dimuntahkan, eitss malu euy, restoran mewah dan rame pula. dengan waktu yang terasa panjang itu, saya berusaha untuk tidak menampakkannya kepada teman-teman yang lain dengan cara mengusap muka seperti habis selesai berdo’a, dengan cara itu pula saya bisa menyeka air mata yang keluar, bukan karena sakitnya tapi karena panasnya tuh tahu.  Perlahan-lahan akhirnya tuh tahu bisa saya telan juga, Huh..alhamdulillah ya Rabb

Alhasil, langit-langit mulut dekat gigi gerahan dikedua sisi -kanan dan kiri- terbakar, merah-merah gitu dan sampai sekarang masih sakit, akibatnya, beberapa hari kebelakang saya kepayahan untuk makan, jangankan makan, minum juga masih nyeri.

Tapi, saya coba untuk merenunginya, mungkin saja ini peringatan Allah ke saya untuk lebih bisa bersyukur. Nggak kebayang sebelumnya, hanya dengan seperti itu saja, makanan  yang senikmat apapun susah untuk disantap. Allahummaghfirli ya Rabb.

Dan semoga saja ini juga menggugurkan dosa-dosa yang sudah terlalu banyak bertumpuk. Semoga.

#Ngeri

Nah..sekarang, saya mau cerita dihari yang sama dengan insiden tahu diatas, waktunya sepulang dari kantor, sekitar jam 5 sore.

Lagi asik-asiknya jalan ke tempat parkiran, oh iya, saya biasa parkir dibelakang kantor, berjarak sekitar 300 meteran dari kantor, itu saya lakukan, biar bisa refresh nih fikiran yang selama 8 jam dikantor, kebetulan dibelakang kedutaan cina sedikit rimbun dan matahari sorenya sangat terlihat jelas.

Kembali lagi, lagi asik-asiknya jalan, didepan sekitar 5 meter, jalan seorang bapak-bapak, nih bapak kok aneh banget , dia memandangi saya, perlahan-lahan mendekati saya (wadaw..saya bakal diculik nih, #berlebihan), dan kemudian berjalan mendepani saya, saya pun terpojok, semakin saya ambil jalan agak samping, semakin samping juga tuh bapak-bapak. Sepersekian detik saya akhirnya berpapasan dengan tuh bapak yang sambil bilang:

“hai..berondong, kamu ganteng banget sih, maen yuk!”

Saya cuekin dan langsung cepetin langkah sembari beristighfar dan ngeri, takutnya dia ngejar saya dari belakang, kita kan nggah pernah tahu :). Bingung juga sih waktu itu, antara mau istighfar, ketawa dan –maaf- mau muntah  #seriusan.

Jadinya selama perjalanan pulang, ketiga hal tersebut (istighfar, ketawa dan  mau muntah) masih terus berlanjut.  NGERIII….(gayanya kayak orang mengigil 😀 )

Ya Allah, semoga bapak itu segera kembali ke fitrahnya sebelum engkau mengambil nyawanya. Aamin

SEKIAN.

Aldo Wilman

Jakarta, 03 Juni 2012

source gambar: http://www.all-creatures.org/works/images/w-cat-skid2.jpg

Iklan

17 thoughts on “Gengsi dan Ngeri

  1. Yayu berkata:

    #manyun,…aehh emang avatarmu kapan bagusnya sihhhh,,????jelek semua….,,udah ratusan kali saya protes..tak pernah akang dengar aspirasinya heuuu….

    nggak sanggup ngakak banget…wkwkwkw…aehh ih avatar aku itu jelek …-.-” yang punya avatarnya lebih lebih …heuuuu

    • Aldo Al Fakhr berkata:

      wueeekssss..!! kalo diinget kejadian itu mah, geleng-geleng kepalo ha..ha…

      waduh bahaya berarti nih, jangan-jangan ane dah ditandain dengan tuh maho, ntar ane diculik gimane? 😦
      kata temen ane sih, wajar aja ane jadi selera “mereka”, karena rambut ane lurus panjang, terus kulit putih bersih 😀

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s