Aktifis Produktif

Aktifis Produktif

Menjadi seorang aktifis produktif pasti membutuhkan kemampuan yang tidak main-main, apalagi bagi seorang Aktifis Dakwah Kampus atau sering dikenal dengan kata ADK. Terkadang antara agenda tarbiyah, agenda dakwah, dan agenda akademik acap kali berbenturan. nah disinilah diperlukan kedewasaan kita dalam mengambil tindakan.

Telah 2 kali, aku menjadi pengisi acara yang temanya tuh sama, yaitu tawazun (seimbang). Seimbang disini maksudnya adalah antara kuliah dan dakwah. Yang pertama di Kajumpa (kajian jum’at pagi) dan yang kedu di acara Sigma3. Jujur aku merasa senang, kerana bisa memberikan kontribusi kepada dakwah, mengajarkan kepada mereka dan sejujurnya aku juga sedang belajar untuk bisa tawazun antara kedua hal itu.

Buku yang ingin aku rekomendasikan kepada kamu sekalian adalah Fiqh Prioritas (Fiqh Aulawiyat) karyanya Yusuf Al Qaradawy. Bagi yang udah pernah baca, coba di baca lagi. Apa kamu yakin dengan sekali membaca bisa langsung paham.

Aku pernah menyampaikan, bahwa Sebagai seorang mahasiswa, ada 3 zona yang harus diambil perannya. Apa itu? yaitu: zona Dakwah, zona Siasi, dan Zona akademis.

Zona dakwah ini peran kita sebagai seorang muslim. Yang diwajibkan untuk berdakwah. Seperti yang dikatakan oleh Al-Qur’an didalam QS. Al-Fussilat:33. “Wa man Ahsana Qaulam mimman da’a ila Allah?” siapa yang lebih baik diantara kamu yang menyeru kepada(agama) Allah. Menurut tafsir Jailain, bahwa Qarinah (indikasi) dari ayat ini menyebabkan diwajibkannya seorang muslim untuk berdakwah. Coba aja kamu search di google mengenai kewajiban dalam berdakwah. Pasti ada pembahasan yang lebih baik.

Zona Siasi. Nah.. ini adalah salah satu bagian dari tridharma perguruan tinggi. Yaitu megabdi kepada masyarakat. Maksudnya kita sebagai mahasiswa harus terlibat aktif di masyarakat sebagai bentuk konkret kita sebagai pengemban tridharma PT. apa aja yang bisa dilakukan? Banyak, sepeti memberikan kursus gratis menggunkan computer, mengenalkan internet, sembako murah, pengobatan murah bahkan bisa gratis, dan lain-lain.

Zona akademis. Nah.. ini udah pasti. Coba Baca QS. Al-Mujadilah:11, bahwa seorang muslim yang beriman yang memiliki ilmu akan ditinggikan derajatnya. Ini adalah tugas kita juga sebagai mahasiswa. Jangan dilupakan. Mentang-mentang dah sibuk di siasi dan dakwah, kuliahnya keteteran dan nilai jatuh. Ga ada cerita yang begitu-begitu an. Tidak bisa menjadi alas an. Intinya di manajemen waktu kamu. Kalau kamu sendirinya males, yah ga mungkin bisa IP mu bagus.

Nah sebagai seorang mahasiswa kudu nih melakoni peran di ketiga zona tersebut. Bagi yang belum melakoni peran. Ayo masih ada kesempatan bagi kamu tuk menjadi aktifis produktif.

Aku juga pernah menyampaikan bahwa sejatinya aktifis itu kurang peduli akan waktu istirahatnya (bukannya ga peduli ya….) dan sangat amat peduli akan waktu militansinya.

Oke my Friends, bersiaplah menjadi aktifis produktif.

Iklan

Madza Ya’ni Intimaa’I Lid-Dakwatuna

Madza Ya’ni Intimaa’I Lid-Dakwatuna, ada yg tau artinya??? Hi..hi…, artinya tuh Memperbarui Komitmen dakwah kita. Yah ini kata-kata yang sangat indah tapi sangat sulit tuk di realisasikan didlam kehidupan kita, apalagi dikala kita sedang futur, kata-kata komitmen tak tau mengapa ilang begitu aja di benak kita. Atau mungkin tau tapi tidak mau tau. Betapa kurang ajarnya kita kepada diri kita sendriri, karena kita tlah mendustai ikrar yg tlah kita ucapkan disaat menapaki kaki pertama kali dijalan dakwah ini.

Dengan kehidupan yang sangat dinamis ini, membutuhkan energi yang tidak sedikit untuk sukses. Pernyataan diatas memang benar adanya. Seseorang tidak akan sukses jika tidak berikhtiar atau berusaha terlebih dahulu. Inilah tantangannya, dimana kita harus bisa memadukan atau menjogresskan kalau bahasanya POKEMON antara aktifitas dakwah dan non-dakwah. Pertanyaannya apakah mungkin? Jawabannya man jadda wa jadda, kalau kita bersungguh-sungguh insya Allah akan dibantu oleh Allah, bukannya Allah berfirman pad surat Muhammad ayat 7

“wahai orang-orang beriman, jika kamu menolong (agama) Allah, niscaya Allah akan menolong kamu, dan menguhkan kedudukanmu”

Dari ayat diatas, dah sangat pasti janji Allah, karena janji Allah adalah pasti. Kalau kita menolong agama Allah yah.. dengan cara berdakwah menegakkan kalimat Illahi, tentunya dengan hati ikhlas ya… !!! maka Allah akan menolong segala permasalahan2 kita di aktifitas2 yang lain.

Sesungguhnya menapakai jalan yang sangat panjang ini, mengakibatkan banyak dari aktifis dakwah yg jatuh bergelimpangan karena kurangnya komitmennya terhadap dakwah ini sendiri. Jalan ini adlah sebuah pilihan dari sekian banyak pilihan yang terbentang di dalam kehidupan ini. Tinggal pilih aja!!

Masa muda usiaku kini

Warna hidup tinggal ku pilih

Namun aku telah putuskan

Hidup diatas kebenaran

Kata-kata diatas, mungkin sebagian dari kita dah pada tau kan.. yupz.. benar itu adalah penggalan lirik dari Edcoustic. Judulnya Masa Muda.

Nah kita masuk ke pembahasan serius nih…^_^

Nah… komitmen terhadap dakwah ini acap sekali berhadap-hadapan pandang dengan realitas yang terbentang sepanjang jalan ini. Realitas interaksi dengan temen2 aktifis, dengan realitas karakteristik dakwah itu sendiri, dengan objek dakwah, dan dengan musuh dakwah. Dah pada tau kan, musuh dakwah itu siapa!!

Emang bener, interaksi-interaksi yang disebutkan diatas sangat menguras energi si aktifis dakwah, baik itu energi berupa fisik maupun ruhiyah. Jika hal itu tidak diantisipasi dengan tarbiyah dzatiyah, kemungkinan besar si aktifis dakwah akan merasa saturasi (kayak belajar ELKA aja…) atau jenuh, nah ini yang bahaya. Akibatnya komitmen dakwahnya perlahan-lahan akan turun. Jika turun, ini akan berimbas ke yang lainnya. Seperti : jarang datang liqo’, enggan membina atau menjadi Murabbi/iah, tidak proaktif lagi didalam wajihahnya, dan enggan tuk terlibat dlm aktifitas-aktifitas dakwah. Ia lebih senang menyendiri, lebih senang main game, lebih senang jalan-jalan, lebih senang ngatain orang, dll ketimbang aktif. Sangat ironis sekali memang. Yah itulah jalan dakwah. Semoga kita tetap istiqomah hingga kita bergelar syuhada.

kami adalah tentara Allah

Siap melangkah menuju ke medan juang

Walau tertatih kaki ini berjalan

Jiwa perindu syahid tak akan tergoyahkan

Wahai tentara Allah bertahanlah

Jangan menangis walau jasadmu terluka

Sebelum engkau bergelar syuhada

Tetaplah bertahan dan bersiap siagalah

Dah pada tau kan nih lirik, ni liriknya IZZIS , judulnya KORSAD, korsad tuh apa ya? (pura-pura ga tau, hi..hi…)

Apa sih I’dad atau persiapan yg harus dilakukan oleh kita semua, ana kasih 3 aja ya, sebenernya sih banyak, setidaknya 3 ini kita jalanin dulu dah!

1. Iman yang mendalam

Allahu ghoyatuna, artinya Allah tujuan kami. Ini amat sering kita dengar di nasyid2 kan, di nasyidnya SouHar, Bingkai Kehidupan. Dengan kata lain Robbaniyah(berorientasi kepada Allah). Robbaniyah merupakan sumber motivasi utama seorang aktifis dakwah, jika tidak ada orientasi ini di dalam tubuh dakwah, maka tidak akan ada nilainya dan tidak ada kebaikan didalamnya. Wuih… sangat mengerikan. Coba bayangin deh, kita dah capek-capek ngurusin ini itu tuk dakwah, tapi orientasi kita misalnya pingin dilihat akhwat atau ikhwan. Wah… ga akan diterima tuh amal kita. So… kudu diperhatikan nih niatnya kita. Marilah bersama-sama kita melafadzkan Istghfar akhi wa ukhti. Dilafdzkan ya… awas kalau ga!!! ^_^

Menurut sumber yang ana baca, bahwa keimanan berbanding lurus dengan produktifitas dan kemenangan dakwah. So… kalau mau menang atau berhasil dakwah kita, maka dari kitanya sendiri harus slalu mengupgrade keimanan dan ketaqwaan kita kepada Allah. Setuju!!!

2. Al-I’radhah (Kemauan) yang kuat

Kita jangan pernah berkhayal atau bermimpi, jika pada saat kita memegang panji jihad dan berperang di jalan Allah, Allah akan menyertai kita, para malaikat akan turun ke bumi untuk masuk ke pasukan kita dan ikut berperang bersama kita. Hal itu mungkin akan menjadi kenyataan, jika kita memiliki niat yg semata-mata untuk Allah dan kemauan yang kuat pada diri ini.

Kemenangan itu tidaklah murah, tapi tidak menutup kemungkinan kita bisa meraihnya. Dan bisa menjadi kenyataan.

3. Kesungguhan dan semangat yang tinggi

Kesungguhan itu lawan kata dari main-main. Apa jadinya jika dakwah dilakukan dengan main-main, apa yang terjadi jika kita membina adik-adik kita jika kita main-main dlm membina mereka, apa yang terjadi jika kita main-main di wajihah kita. Jawabannya pastilah sudah kita ketahui. Betul tidak? (mode aa’ gym on)

Selalulah bersemangat dalam menjalankan aktifitas dakwah ini. Memang bener, jalan ini sangat panjang dan melelahkan, tapi yakinlah akhi wa ukhti akan ada balasan dari Allah di akhirat kelak. Tak pa pa lah kita bercapek-capek di dunia ini yang penting kita santai bersama bidadari-bidadari di syurga. Ga pa pa lah kita kurang tidur didunia karena seringnya kita bermunajat kepada Allah di malam hari dan siang harinya kita jihad dlm dakwah, yang terpenting kita akan senang-senang di syurga Allah.

Oke… semoga setelah membaca tulisan diatas, membuat kita bermujahadah dan bersemangat dalam memperbarui Komitmen dakwah kita.

Takbir!!!!

Allahu Akbar… Allahu Akbar… Allahu Akbar

Wallahu alam.

Aldo Wilman

111061009

https://menulisaja.wordpress.com