Ramadhan yang Berbeda

Ramadhan yang Berbeda


Assalamu’alaykum para netizen,

wuiih udah lama pisan ternyata diriku nggak nulis lagi, udah kaku euy..

seperti yang pernah saya tuliskan bahwasanya menulis itu seperti nafas dalam kehidupan, kadang tersengal kadang lancar. Itu biasa #pembenaran 🙂

lagi dengerin Richard Marx – Now and Forever

Ramadhan tahun ini memang sungguh berbeda buat saya, nggak seperti ramadhan-ramadhan sebelumnya yang kerja hanya dikantoran, kali ini harus kerja dilapangan, lapangan minyak lagi, terus di Minas (riau) lagi.. (katanya tempat terpanas di Chevron field).

Baca lebih lanjut

ABG – Anak Bangsa Galau

ABG – Anak Bangsa Galau


Langit jakarta sore ini cukup gelap dari biasanya, mungkin sebentar lagi atau nanti malam akan turun hujan. Semilir angin yang cukup kencang turut menjadi tanda bagi para pedagang kaki lima ditrotoar mengemasi barang dagangannya.

Kemacetan sudah sangat terasa menjelang jam pulang kantor, bunyi klakson yang tak henti-hentinya dari kendaraan mewarnai sore ini, Serta wajah-wajah pias, lesu, marah, tertawa juga turut serta menghiasi ke’unik’an ibu kota negara tercinta kita ini. Baca lebih lanjut

Komen ke-1000

alhamdulillah, segala puja-puji hanya untuk Allah, komentar di blog ini sudah berjumlah 1000 buah, dan juga komentatornya yang ke-1000 ntu adalah diriku sendiri he..he..he..

lengkap juga site stats sudah nyampe angka > 40.000 hits

 

walau blog ini kadang semangat kadang males-malesan, namun blog ini adalah oase tersendiri bagi diriku.

kerena menulis adalah seperti nafas dalam kehidupan, terkadang nafas itu lancar, terkadang juga tersengal.

so, dimaklumin aja sekarang-sekarang ini nafas menulis saya sedang tersengal, do’akan saja lancar kembali ya 🙂

 

Jakarta, 17 januari 2012

Aldo Wilman

@aldowilman

[Lagu] Sayang Itu Masih Ada

Sayang itu Masih Ada

Dah sekitar tiga minggu tak melakukan aktivitas menulis, ternyata banyak juga yang komplen ke saya.. ha…ha…. yo mangap lah ya..!

Soalnya ada suatu hal yang harus saya fokusin terlebih dahulu, yang berdampak juga pada lanjutan cerbung “Dua Kuas” yang sebenarnya ditargetkan bulan januari selesai. Tapi tak apalah, sepertinya bakal ngaret selesainya.

Selama hampir tiga minggu kebelakang, saya lagi ngubek-ngubek nada-nada yang pas mantab di gitar saya untuk my wedding song (he..he.. nikahnya aja ga tau kapan, sing penting lagunya dulu lah..). terdengar galau memang, tapi ya..it’s not about galau guys, but it’s about “something” which you don’t know at all :). Baca lebih lanjut

Tempat Terakhir

Tempat Terakhir

 padi

Bagiku pribadi, ada yang menarik dan keliru dari lagu PADI yang berjudul Tempat Terakhir

Berikut liriknya:

Meskipun aku di surga
Mungkin aku tak bahagia
Bahagiaku tak sempurna bila itu tanpamu

Lama sudah kau menemani langkah kaki
Di sepanjang perjalanan hidup penuh cerita
Kau adalah bagian hidupku
Dan akupun menjadi bagian dalam hidupmu
Yang tak terpisah

Kau bagaikan angin di bawah sayapku
Sendiri aku tak bisa seimbang
Apa jadinya bila kau tak di sisi

Meskipun aku di surga
Mungkin aku tak bahagia
Bahagiaku tak sempurna bila itu tanpamu
Aku ingin kau menjadi bidadariku di sana
Tempat terakhir melabuhkan hidup di keabadian

Bila nanti aku kehilangan, mungkin itu hanya sesaat
Karena kuyakin kita kan bertemu lagi Baca lebih lanjut

Bila Tak Dihargai, Ya Sudahlah…

Bila Tak Dihargai, Ya Sudahlah…


Jangan bersedih bila kebaikan Anda tak dihargai orang, sebab yang Anda cari adalah pahala dari Allah.” – Dr. Aidh Al-Qarni –

Ya sudahlah.. tak perlu kau risaukan pabila hasil kerja kerasmu tak bernilai apa-apa didunia, yakinlah Allah telah melihat keringat yang menetes dalam peluhmu, telah melihat darah yang menetes dari tubuhmu, dan telah melihat perbuatanmu. Azzamkan dalam sanubarimu, bahwa segala yang kulakukan diatas dunia ini diniatkan semata-mat hanyalah untuk Allah, sehingga tak ada lagi kata, tulisan, dan ekspresi yang keluar dari mulut, pena, dan tubuhmu “keluh kesah” dalam menjalani hari-hari yang sebetulnya indah namun mendadak menjadi tak menyenangkan karena dirimu sendiri.

ikhlas menjalani

walau tertatih menjalani

walau terluka dalam mendaki

walau keringat dan darah membanjiri

kulakukan demi ridho Illahi Baca lebih lanjut

Tema Baru Semangat Baru

Assalamu’alaykum Warahmatullahi Wabarakatuhu…


tak terasa hampir dua tahun blog ini eksis didunia maya, ntah diterima kehadirannya atau tidak, tidak menjadi masalah yang berarti apa-apa buatku..

pun ku tak perduli dengan statistik blog yang terkadang naek tajam, rekor pernah 320 hits dalam satu hari, dan pernah juga hanya belasan hits perhari, lagi-lagi itu bukan masalah berarti buatku..

seperti yang sudah kuazamkan sebelumnya, bahwa diriku ingin bermanfaat untuk umat, setidaknya inilah salah satu bentuk perjuanganku, dan insya Allah menjadi bukti dihadapan Allah kelak…

hampir selama dua tahun ini, aku sadar bahwa perjalananku masih panjang, ketar-ketir dalam menjalani, ares-aresan a.k.a males-malesan, semangat yang menyala pernah menghiasi. tak lepas pula sedih, marah, senang, rindu, cinta, ngalur-ngidur, dan lain-lain telah menghiasi ukiran-ukiran perjuangan dalam blog ini. Baca lebih lanjut

9 juni 2010

jujur… sebenarnya, aku malu untuk mempublish nih curhatan pada tanggal 9 Juni 2010.. tapi, insya Allah bisa diambil ibrahnya dari apa yang kurasa.. ente semua bisa pada belajar dari kehidupanku.. insya Allah

ceritanya agak panjang.. 9 halaman 2 spasi..jadi yg sabar ye mbacanye.. ^^

oh ya.. pada bingungkan kok ada gambar gitar.. nih gitarku.. nih die tersangkanye..

Cekiprot gan….

9 juni 2010

Bismillahirrahmanirrahim

Kakiku bergerak lincah hari ini, langkahnya melebar tak seperti biasanya, velocity-nya lebih cepat dari biasanya. Orang-orang yang melihatku berjalan keheran-heranan melihat polah tingkah berjalanku yang aneh. Betapa riangnya hari ini, semangat memuncak, bibirku tak henti-hentinya tersenyum kepada semua ciptaan-Nya,  hatiku tak lelah tuk melafadzkan hamdalah, dan raga yang jujur saja sakit 2-3 hari kemarin menyurut tertelan keriangan jiwa yang bahagia.

Baca lebih lanjut

Pernyataan Seorang Ikhwah yg Kusuka

Assalamu’alaikum,,
Masalah pernyataan yang dituliskan oleh pak Tifatul Sembiring seharusnya mungkin tidak perlu di bahas sejauh ini. (sampai ke masalah KTP,SIM, pajak dll)
Mungkin ana perlu perjelas lagi pernyataan beliau yang meny…ebabkan pembahasan panjang ini:
” Memang saatnya indonesia di bangun tanpa sekat ideologis atau agama dgn memupuk sgl percaya dan hati yg lega.warisi semua pendahulu bangsa”.

Ana secara PRIBADI tidak melihat ada suatu yang begitu keliru dari pernyataan ini, tapi Wallahu’alam.. mungkin karena Ilmu agama ana yang masih lemah atau sudut pandang ana yang BERBEDA dalam memandangnya. Pun kalau teman2 yang lain melihat ada kekeliruan kenapa harus dibahas sejauh ini ya.. yang jadi pertanyaan ana: “SIAPA SIH TIFATUL SEMBIRING? Rasa ana beliau juga bukan khalifah atau ulama terkenal. “hanya” mantan presiden dari Partai Keadilan Sejahtera. Yang saat ini menjadi Menteri di salah satu Kabinet pemerintahan SBY. Jika seandainya ikhwah fillah yang mengatakan bahwa pernyataan di atas adalah salah, maka ana tanyakan lagi: tak boleh salahkah yang namanya Tifatul Sembiring ini? Mungkin yang harus di lakukan adalah Tabayyun kepada pak Tifatul tentang pernyataan ini (bagi yang melihat pernyataan ini adalah sesuatu yang sangat keliru). Bukankah menasehati itu lebih baik daripada memvonis?? Wallahu’alam..

Walaupun ikhwah fillah semua yang tercantum di facebook ini bukan ulama (termasuk ana juga bukan), marilah kita melihat sejenak perilaku imam Adz Dzahabi (salah satu Murid Ibnu Taimiyah), walaupun mungkin sulit untuk mencontohnya, ya paling tidak kita bisa berusaha untuk menjalankannya. Amin.. berikut ini adalah sikap Imam Adz Dzahabi terhadap Ulama hadits, Salah seorang Imam Jarh wa Ta’dil, yakni Imam Yahya bin Ma’in. beliau adalah kawan dari Imam Ahmad bin Hambal. Dikutip dari Al Hushain bin Fahm, bahwa Yahya bin Ma’in pernah berkata: “Dulu aku pernah berada di Mesir, lalu aku lihat seorang budak wanita dijual dengan harga seribu dinar. “Aku belum pernah melihat wanita secantik dia, semoga Allah memberinya keselamatan.” Lalu aku (Al Hushain ) berkata: “Wahai Abu Zakaria, orang sepertimu berbicara seperti itu? Beliau berkata: “Ya, semoga Allah memberinya keselamatan dan juga pada setiap orang yang cantik.” (di sadur dari kitab Siyar A’lamin Nubala karya Imam Adz Dzahabi)

Ikhwah Fillah…. Apa komentar Imam Adz Dzahabi? Ia berkata, “Cerita ini dapat diterima sebagai sebuah lelucon (gurauan) belaka dari Abu Zakaria (Yahya bin Ma’in).” Demikianlah, menurut Imam Adz Dzahabi itu hanyalah leluconnya Imam Yahya bin Ma’in. ia tidak benar-benar bermaksud mengatakan demikian terhadap wanita dalam keadaan serius. Jika bukan Adz dzahabi yang mengomentari, mungkin Imam Yahya bin Ma’in akan dituduh fasiq. Koq, ulama memuji-muji kecantikan wanita.

Bagaimana seandainya kita melihat pernyataan pak Tifatul Sembiring di atas dalam kaca mata Adz Dzahabi?? Mungkin kita akan
berkata,

”Ah..mungkin ini hanya strategi politik”
Atau, “Oh….mungkin pernyataan ini muncul ketika ditanya oleh orang2 sekuler yang berkuasa.”

Dan masih banyak Husnudzon (prasangka baik) yang mesti lebih dikedepankan terhadap saudara kita yang masih mengucapkan Syahadat, daripada ucapan2 yang “mungkin” akan sangat berat kelak dipertanggungjawabkan.. Wallahu’alam..

Setahu ana, yang dilakukan PKS hanyalah salah satu usaha untuk menegakkan syariat Islam secara kaffah.ana yakin kader dari didikan PKS yang sudah paham juga tahu bahwa syariat Islam tidak bisa ditegakkan melalui demokrasi. Asas utama dari partisipasi politik ini adalah dalam rangka tahshilul maslahah wa taqlilul mafasid (Menghasilkan maslahat dan mengurangi mafsadat).

Setahu ana, yang di ajarkan di halaqah2 PKS terhadap politik dan demokrasi saat ini, salah satunya adalah Maa laa Yudraku kulluh laa yutraku kulluh (Apa-apa yang tidak bisa diraih semua, maka janganlah ditinggalkan semua). Jadi yang dilakukan PKS salah satunya adalah menghasilkan mashlahat yang sebesar2nya dalam sistem yang sebagian ikhwah fillah menyebutnya sebagai Sistem kufur, dll, serta juga meminimalkan Mudharat bagi Umat Islam. Yang dilakukan PKS memang belum seberapa, oleh karena itu mereka tetap berada disana untuk terus menghasilkan Mashlahat yang sebesar2nya dan Mudharat yang sekecil2nya (walaupun mungkin sebagian besar dari antum belum atau tidak merasakannya). Tapi bukan berarti apapun yang dilakukan PKS adalah benar ataupun salah. Perlu pertimbangan yang sangat mendalam untuk menilai itu. Dan sampai saat ini, ana belum pernah mendengar tentang pengharaman terjun ke sistem yang non Islami. (mungkin bisa di tunjukkan kalau ada, maklum saja soalnya ana kurang mengikuti info, hehe..).

Peran ikhwah fillah semua dalam menasehati tetap diperlukan. Mungkin hanya cara penyampaiannya saja yang harus diperhatikan. Tidak di pungkiri ada kader PKS yang tergelincir, berbalik, bahkan balik melawan PKS itu sendiri. Tetapi seperti kata pepatah, PERJUANGAN bUTUH PENGORBANAN. Dan Setahu ana sangat banyak yang dikorbankan PKS dalam melawan Demokrasi ini.

Hm… terkait demokrasi, semua orang rakyat Indonesia pasti sudah sadar bahwa demokrasi bukanlah solusi yang baik dalam menyelesaikan masalah kemiskinan, korupsi, dll massalah yang masih banyak di negeri kita ini. Tetapi adakah sistem saat ini yang bisa di pakai untuk diterapkan di negeri ini?? Ana tahu sebagian besar dari antum akan menjawab, HUKUM ISLAM atau HUKUM ALLAH. Maka ana tanyakan lagi, bagaimana caranya menerapkan Hukum ALLAH ini di hadapan sekitar 230 juta manusia yang sebagian besar jumlah individunya Sholatnya masih belang2, Judi jadi kebiasaan, Khamr jadi minuman, dan pornografi jadi tontonan?? Apakah besok kita telepon pak SBY lalu mengatakan ,”Pak mulai hari ini ganti hukum Allah ya..!!” Alhamdulillah kalau bisa semudah itu.
Ana pribadi menjawab bahwa ini tugas yang berat. Pilihan hanya ada dua: ikut demokrasi dengan niat merubahnya, atau Revolusi alias pemberontakan dengan biaya dan tenaga yang sangat besar. Setahu ana, PKS melakukan ijtihad dengan melakukan opsi yang pertama. Demokrasi pun sebenarnya sudah sangat bergeser dan bias dari segi makna yang dijelaskan oleh Candra Achmad Al-Blora.
Seandainya demokrasi di tangan rakyat, tentu ana sudah makmur, sejahtera dan tenteram. Begitu juga ikhwah fillah semua, tidak perlu ada lagi kemiskinana. Memangnya ada rakyat yang mau miskin..Tapi kenyataannya ngga’ juga tuh.. ini bukti bahwa demokrasi bukan lagi di tangan rakyat, tapi di tangan “sekelompok” rakyat. Seperti yang kita ketahui, Demokrasi Amerika sangat jauh berbeda dengan demokrasi yang ada di Indonesia, begitu juga dengan Demokrasi di Negara2 Afrika dan Eropa dan seluruh dunia yang menjalankan sistem ini. Intinya Tidak ada lagi yang menjalankan Sistem Demokrasi seperti yang di buat oleh tokoh Yunani ini.
Bagaimana seandainya demokrasi yang sesuai dengan “sekelompok rakyat ini di pegang oleh orang yang teguh dalam memahami dan menjalankan agama? Tentu akan sanagat besar dampakanya. Jadi saat ini mungkin PKS memanfaatkan momen itu untuk memberikan pemahaman, mewarnai, dan merubah apa2 yang ada disana (parlemen dan sistem demokrasi) ke arah yang lebih baik. Demokrasi bukanlah sistem yang terbaik, tetapi mungkin untuk menciptakan sistem terbaik salah satunya adalah lewat Demokrasi.. Wallahu’alam.. 🙂

pernyataan ini terkait tentang status dari qiyadah kita, Ust Tifatul Sembiring. saya dapat pernyataan ini dari salah foto FB seseorang yang sebetulnya (wallahu’alam) mengajak untuk diskusi tentang demokrasi..

Jujur, saya adalah kader PKS, dan saya ditarbiyah (dibina) oleh kader PKS juga..selama saya mengikuti berbagai macam wasilah dalam lingkup tarbiyah, dakwah, hizb, dll saya merasa seperti .. terlibat dalam perbaikan diri, terlibat dalam perbaikan masyarakat, terlibat dalam pembenahan sistem kenegaraan kita, ada kontribusi yang nyata dan tidak hanya mengkritisi tapi tanpa gerak dan solusi…

Akhi.. bukankah orang diluar sana merebut kekuasaan untuk kepentingannya pribadi dan golongannya dan mungkin ada tujuan terselubung dalam pemenangan kekuasaan itu… akankah kita biarkan itu begitu saja? tentu tidak..pabila dibiarkan, apalah yang akan terjadi pada negeri ini, antum pasti bisa membayangkannya (ketika sistem dikuasai oleh orang betul2 kafir).. oleh karena itu kita perlu merebut kekuasaan, merebut dari golongan atau partai yg memiliki misi terselubung yang tidak baik…

sekali lagi PKS tidak menjadikan demokrasi sebagai ideologi, maksudnya percaya bahwa hanya dengan demokrasi islam akan berjaya.. tidak.. demokrasi hanya sebagai wasilah atau sarana saja.. wallhu’alam

sebenrnya banyak yg mau diutarakan.. dilain waktu saja..atau ada yg ingin berkomentar terlebih dahulu..

sudah bukan saatnya lagi mencaci tapi berkontribusi menjalankan solusi

Aldo Al Fakhr

Kulukiskan Rindu Dikanvas Langit

Kulukiskan Rindu Dikanvas Langit


Dimalam ini kutolehkan pandangan

Pada malam yang tak berbintang

Dikanvas langit kulukiskan rindu

Rindu tuk menggapai syahid

Aku iri pada mereka

Berjuang meninggalkan tanah air untuk sebuah cita-cita

Membebaskan al aqsa dari tangan yahudi la’natullah

Kuhanya bisa mendengar dan membaca berita

Perjuangan yang luar biasa

Ketika mereka ditembaki capung bermesin kudengar 2/3 orang syahid, dan 50 luka-luka

Tak puas sampai disitu, tentara zionis itu meranjak masuk ke kapal dan memaksa saudara-saudaraku aktivis freedom frotilla untuk kembali..

Wahai yahudi la’natullah, we will not go down, we’ll strive till syahid, u know!

Seorang akh mengatakan ketika ia disandera dan ia mengabarkan ke @sahabatalaqsa

“jangan menangisiku jikalau  terjadi apa-apa padaku”

Akhi.. betapa tak bisa diri ini menangis

Aku disini tidaklah terlalu menangisi kepergian antum

Yang ku tangisi adalah tak bisanya diriku tuk berdamping dengan mu mengejar syahid di jalan-Nya

Aku tak tahu apakah akan terjadi padamu selanjutnya

Yang bisa kulakukan hanyalah berdo’a agar engkau diberikan ketabahan dan ketsabatan dalam berjihad

Akhi.. ku menangis lagi karena hanya do’a yang bisa kulantunkan untuk antum

Sekali lagi ingin kulukiskan rindu dikanvas langit

Bahwa kurindu seperti dirimu