[Cerbung] Dua Kuas Episode 5 Part 1

sambungan dari Episode 4

happy reading

Episode 5: Benci Part 1

Hujan sedikit deras kembali membasahi Bumi Sriwijaya.

Tidak seperti teman-teman sekelas, yang begitu semangat menyambut lonceng pulang sekolah. Aku dan kak Hasan sebaliknya, kami sangatlah tak bersemangat. Teman-teman yang lain asyik membereskan buku dimeja dan laci, memasukkannya kedalam tas, mengeluarkan payung berwarna-warni dari dalam tas, menyandang tas, kemudian meninggalkan kelas beramai-ramai menerobos hujan. Aku melangkah dengan gontai tak bersemangat menuju bangku kak Hasan.

“Kak, gimana kita pulang?”tanyaku.

“Paling bentar lagi reda, tungguin bae lah!”jawabnya acuh sembari dengan malas memasukkan buku-buku pelajaran kedalam tasnya.

“Sip lah…!”

“Oi, kalian nggak bawa payung, San, Sen?” tanya Lintang kepada kami.

Kami dengan kompak menggelengkan kepala. Lintang tersenyum melihat aku dan kak Hasan yang kompak menggelengkan kepala. Lintang selalu begitu, padahal dia sudah sangat sering melihat kami kompak berekspresi dan menjawab pertanyannya.

“Kalian memang-memang kembar. Duh..coba payungku besar, sayangnya Cuma cukup untuk aku sendirian.”

“nyantei aja lagi Ntang, kami nungguin hujannya reda aja.”

“Owh gitu, sip deh, semoga hujannya cepat reda dan kalian bisa pulang. Aku dulu ya!” pamit Lintang.

Kembali aku dan kak Hasan kompak menganggukkan kepala. Lintang pun kembali tersenyum. Sepertinya tuh anak senang banget nunjukkin senyum pipitnya ke semua orang.

Lintang pun sudah menerobos butiran-butiran hujan. Sepi. Benar-benar sepi. Semua penghuni sekolah sekejab sepi, tinggal aku dan kak Hasan saja.

Ritualku kalau hujan datang adalah menghirup bau hujan yang khas. Aku keluar dari kelas meninggalkan kak Hasan sendirian, menghirup udara sedalam-dalamnya, kemudian dihembuskan perlahan, ritual itu dilakukan sebanyak tiga kali. Ada kesan damai tersendiri setelah menghirup bau hujan. Aku pun kembali masuk kedalam kelas

“Sen?” pangil kak Hasan malas.

“Hah..?”jawabku malas.

“Kesel dak lu dengan si Rian dan si Agus?”tanya kak Hasan. Sepertinya aku tahu arah pembicaraan ini akan kemana. Sebenarnya sudah pengen dari tadi mau ngomong tentang ini.

“Oi..bukannyo kesel lagi kak, tapi lah naik tingkat!”

“Maksud lu?”

“Maksud gue, lah sampai ke tingkat benci! Lihat aja pas kito berdiri didepan kelas tadi, seneng banget mereka.”

“Iyo, betul nian tuh Sen!”

“mentang-mentang badan besar dan punya kedudukan dikelas, mereka dengan seenak udel membentak dan berlaku kasar kepada kita dan murid-murid lain. Ini nggak bisa didiemin kak!”

“Iyo, Sen! Gue sepakat dengan lu. Kita harus cari cara gimana caranya si Rian dan Agus nggak berbuat semena-mena lagi kekita dan teman-teman”

Obrolan pun berlanjut seputar kebencian dan rencana “balas dendam” kepada Agus dan Rian. Kebencian sepertinya sudah memasuki jiwa-jiwaku dan kak Hasan. Tak terasa, hujan telah lumayan reda, walau sedikit gerimis, kami putuskan untuk pulang saja, takut entar Ibu marah melihat kami pulang terlambat, aku yakin ibu pasti cemas lagian kami juga belum shalat zuhur.

Kami pun berlari-lari kecil membelah jutaan larik-larik air.

***

Bersambung…

-Insan Konayuki-

source gambar: https://menulisaja.files.wordpress.com/2011/12/i-hate-you-but-not-really.jpg?w=300

9 thoughts on “[Cerbung] Dua Kuas Episode 5 Part 1

  1. hijaudaun berkata:

    suka mencium bau hujan ya, bisa sih, tapi bau hujan yang pertama kali itu sangat berbahaya, karena karbon dioksidanya terhirup, dan bisa memtikan sel, karena sel butuh oksigen bukan karbon dioksida ( heheh…sori ceramah dulu)..
    ehmmm ya dirimu suka menghirup ya, kalau saya suka hujan hujannya, heheh..sampai saat ini….senang kalau air hujan jatuh ke muka..

    #bocah gaul, maenanya gue elo heuheu.. ( geleng geleng kepala,, ” dasar bocah zaman sekarang”

    • Aldo Al Fakhr berkata:

      di artikel lain, saya pernah baca, nggak ngaruh apa-apa ke tubuh.. CMIIW🙂

      FYI, cerita ini kejadiannya sekitar tahun 98-99..dan “gue dan lu” memang sudah jadi kebiasaaan dari sejak kecil :p

  2. natiqahdr berkata:

    wah jadi inget tetangga yang juga kembar.. kompak
    *kata orang dulu (ndak tau kapan dulunya).. yang paling suka ngirup bau tanah pas ujan, itu ibu-ibu hamil..😀

  3. natiqahdr berkata:

    ibu2 hamil *terutama yang morning sickness, suka bau tanah yg tersiram hujan krna menurut mereka segar, itu mengurangi rasa mualnya… (*itu bukan data valid. he he).. di salah satu tulisan ; manusia suka bau tanah yang timbul saat hujan krn mengenali baunya sendiri (*manusia berasal dr tanah) jadi semua orang harusnya suka…
    ditunggu kelanjutan kisah dua kuas

    @hijaudaun
    waaa baru denger, terjadi peningkatan karbon dioksida berapa persen saat hujan turun? bisa buat penelitian.
    wah bisa jadi ada pasien di IRD dengan intoksikasi CO2 hujan… biasanya kan di sumur tua, atau gudang bawah tanah yang memang ruangannya tertutup atau semi, kalo ruang terbuka mungkin tidak begitu berbahaya, kecuali daerah industri dan banyak kendaraan bermotor yang mungkin kadar CO2 pada udara bebas meningkat.. Intoksikasi karena Oksigen bisa juga terjadi, semua tergantung kadar yang terserap tubuh (Imbalance). CO2 dan O2 sama2 dibutuhkan dengan kadar yang tepat.

  4. hijaudaun berkata:

    @natiqdhr : iya saat hujan awal pertama jatuh kebumi merembes mengeluarkan CO2 kata guru saya, nanti saya teliti dah kalau sempat…
    @aldo : hahah ibu ibu hamil nyo😀

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s