[Cerbung] Dua Kuas Episode 2 Part 1

mumpung nafsu nulis lagi menggila…:)

Episode ke-2 Cerbung Dua Kuas akhirnya dirilis, sebelumnya silahkan dibaca episode 1 part 1 dan episode 1 part 2

silahkan menikmati

Episode 2: Buya Part 1

Buya


Sore yang indah, anak-anak disekitaran rumahku sudah pada menghilang dari bermain dipanggil orang tua masing-masing menyuruh mereka mandi tuk bersiap-siap ke mushala, waktu sudah mendekati magrib, lantunan ayat suci al-qur’an yang mendayu indah, lembut, dan tentram seakan-akan menyuruh kami untuk pergi kemushala, bapak-bapak terlihat berjalan dengan mengenakan baju koko, sarung, dan tak terlupa tersampirkan sorban dibahu kanannya menuju mushala Al-Misbah. Kebetulan letak mushala Al-Misbah tepat dibelakang rumahku, mushala kecil hasil swadaya masyarakat, walaupun terlihat sederhana dan kecil namun begitu ramai ketika shalat fardhu dilaksanakan dan makmur dalam artian bapak-bapak mengadakan pengajian, ibu-ibu juga mengadakan pengajian, remaja-remaja pun juga mengadakan pengajian. Termasuk aku dan kakakku yang sering ikut pengajian itu.

Mushala ini begitu hidup. Ada seorang yang kami para jama’ah hormati dan segani disini, ia adalah Buya Zainal Abidin, kami hanya memanggilnya dengan panggilan BUYA saja, matanya teduh, berjanggut tebal, sedikit berkata-kata namun bijak dan tegas, serta sangat mencintai dan menyayangi anak-anak termasuk kami berdua. Pernah suatu hari buya menyebut-nyebut namaku dan kakakku disela-sela ceramahnya di mushala, tentu saja aku kaget bukan main, terlebih-lebih kakakku. Buya mengatakan, “Bapak-bapak dan Ibu-ibu si anak kembar Husein dan Hasan ini – sambil menunjukkan telunjuknya kearah kami yang duduk dipaling depan –  adalah contoh anak yang terbina akhlak dan keimanannya dengan baik walaupun mereka masih anak-anak, mereka selalu rajin pergi kemushala bahkan berjama’ah shalat subuh, kita sebagai orang yang sudah berumur dan “bau tanah” harusnya malu dan mencontoh mereka. Seharusnya kita tak usah malu atau bahkan minder belajar dari anak kecil, mungkin anak kecil itulah yang akan menghantarkan hidayah Allah kepada kita. Subhanallah. Ehmm… satu lagi, coba lihat bapak-ibu, mereka duduk paling depan –Buya menatap kami dan sedikit memberikan senyum bijaksananya- sedangkan bapak-bapak dibelakangnya, seharusnya kita malu Pak!.” Aku tidak tahu reaksi bapak-bapak yang ada dibelakangku, apakah kesal, apakah merasa tersindir, atau apakah merasa ghirah ruhiyah menjadi membuncah untuk melaksanakan ibadah lebih semangat lagi. wallahu’alam, hanya Allah dan diri mereka sendiri yang tahu. Yang jelas kini aku sedang melalang buana, tersungging malu dihadapan banyak orang, aku merasa aku berarti. Yah.. aku ada. Hidung kami mekar-mekar, jantung berdebar-debar, dan tentu muka yang memerah. Tersipu malu. Aku rasa kakakku juga begitu, kulihat ia selalu nunduk-nunduk ndak jelas. Aku lucu melihatnya.. wkwkwk. Kami berdualah anak komplek yang sangat disayangi oleh Buya. Sangat beda rasanya pabila dicintai oleh orang shaleh. Luar biasa. Itulah yang kurasa. “Din, Lis, kalian adalah orang tua yang beruntung, memiliki anak-anak yang shaleh, bersyukurlah kepada Allah!” Buya mengatakan itu ketika beliau silaturahim kerumah kami beberapa waktu yang lalu.

Buya adalah salah seorang ulama di Sumatera Selatan, ia adalah imam mushala ini. Usianya masih 55 tahun, memiliki empat anak, tiga cowok dan satu cewek. Dari keempat anaknya itu, hanya dua yang aku kenal kak Bayu dan kak Yusuf. Kak Bayu berusia 22 tahun dan kak Yusuf berusia 19 tahun. Mereka kukenal karena merekalah yang menghidupkan mushala Al-Misbah ini kepada para anak-anak dan remaja-remaja dilingkunganku ini. Semangat menghidupkan masjid mereka sangat luar biasa. Aku dan kakak merasakan semangat itu mengalir ke pori-pori jiwa-jiwa muda kami, maka kami pun makin semangat mengaji.

Kak bayu selalu berpenampilan necis, walaupun pakai baju koko, tapi sangat keren. Beda dengan adiknya kak yusuf, yang selalu hanya berpenampilan apa adanya dan selalu pakai jaket kemana-mana. Heran. Nih orang nggak panas nggak dingin selalu pakai jaket, kurasa ia selalu memakai jaket karena menutupi badannya yang kurus, biar nggak terlalu kelihatan kurusnya. Dan kami –anak-anak yang mengaji- pun memberikan gelar kak yusuf, SI MANUSIA JAKET. Ia cuma tersenyum ketika kami menggelari beliau dengan sebutan itu. Ia tidak marah dan nggak mungkin bisa marah.

Kak bayu adalah mahasiswa UNSRI jurusan teknik perminyakan dan kak yusuf mahasiswa UNSRI juga tapi beda jurusan dengan kak bayu, jurusannya arsitek. Kak yusuf suka ngegambar kartun, kartun apa saja bisa digambarkannya, biasanya selepas mengaji, kami sering meminta digambarkan Dragon Ball, Saint Saya, Power Rangers, kalau anak-anak cewek minta digambarin sailor moon. Dan ia dengan senang hati, menggambarkannya untuk kami. Dari keduanya, yang sangat dekat dengan kami adalah kak yusuf, bukan apa-apa, karena ia lebih memiliki jiwa ke-kakak-kan ketimbang kak bayu, sungguh menyenangkan pabila dekat dengan beliau. Terlebih, ia juga suka cerita, dari cerita lucu, cerita penuh hikmah, bahkan sampai cerita seram pernah diceritakannya. Cerita seram yang paling aku ingat adalah cerita seorang makmum shaf kedua dan seterusnya yang mengambil posisi paling samping akan mendengar suara serigala. Belakangan ini aku mengetahui bahwa, cerita itu hanyalah sebuah cara untuk mengajarkan kami agar ketika kami menjadi makmum di shaf kedua dan seterusnya, kami harus mengambil posisi yang paling tengah terlebih dahulu. Yah.. mereka berdua –kak Bayu dan kak Yusuf- sudah kujadikan seperti kakakku sendiri, tentunya orang yang disampingku sekarang –Kak Hasan-.

****

Bersambung….

-Insan Konayuki-

Iklan

2 thoughts on “[Cerbung] Dua Kuas Episode 2 Part 1

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s