Please, Start and Finish this!

Please, Start and Finish this!

 

On playing -> Sigma – Istikharah Cinta

“If you don’t start, You’ll never finish then”

Sudah lama betul tak menulis, tak terasa hampir sebulan diri ini lesu akan kegiatan –yang dulunya- sering kali menjadi luahan rasa sebelum tidur. Dulu aku ingat betul, agenda rutin sebelum tidur: 15-30 menit baca buku, 5 menit berfikir dan merenungkan apa aja yang dah didapat dari yang dibaca, selanjutnya menuliskannya. Sangat ingat betul dulu, menyelesaikan tulisan hingga sampai jam satu pagi sangking bersemangatnya, karena dulu takut apa yang sedang difikirkan menjadi hilang.

Waktu ke waktu perlahan ia menggerus semangat itu, naluri semangat itu pun tak pernah berkata-kata lagi. Kebuntuan terus menghantui rasa, terikat melekat menjadi kebiasaan. Vitaminnya seorang penulis pun tak pernah lagi diminum olehku, kalah akan layang persegi empat, kayu kopong, dan perleha-lehaan kaum modern saat ini.

Kini yang ada hanyalah merasa rindu, yah.. rindu akan saat itu lagi, saat-saat dimana kecapekan dan kepenatan yang ada terbalas ketika melakukan agenda rutin tersebut. Banyak lintasan-lintasan dalam fikiran dan ingin sekali mengejewantahkannya dalam bentuk huruf-huruf. Tahukah apa yang terjadi? Yang terjadi hanyalah huruf-huruf itu hanya tergantung saja dibenak, terkukung lesu tak bermaya didalam mihrabnya.

“If you don’t start, You’ll never finish then”

Yups, betul nian kalimat diatas, jika engkau tidak memulai maka engkau tak akan pernah menyelesaikannya. Kalimat itu tiba-tiba menjadi trigger sendiri bagiku. To be honest, yang kulakukan setelah membaca kalimat itu dari status seorang teman adalah langsung memainkan lagu istikharah cinta-nya Sigma, terus membuka aplikasi microsoft word, dan mulai menulis. Aku tak peduli apa yang kutulis sekarang ini, yang kupedulikan adalah bahwa aku berhak untuk menyelesaikan tulisan ini. Tak peduli bagiku komentar-komentar apa yang ada ketika tulisan ini dipublishkan ke blog yang terpenting bagiku aku sudah memulai (lagi) dan menyelesaikannya.

Pabila nanti semangat itu kemudian tergerus kembali, aku meminta kepada Allah untuk mengingatkanku agar kalimat “If you don’t start, You’ll never finish then” kembali terngiang dibenakku agar menjadi trigger untuk kembali pada cita-cita semula yaitu be useful to others.

Kini,

Yang dulu tetaplah dahulu, sudah menjadi history, ia hanya bisa dikenang dan dijadikan bahan untuk bergerak dikemudian waktu.

Aku sempat berfikir sejenak atas hal ini dan teringat pada drama jepang yang judulnya 1 litre of tears. Begitu banyak hal yang aku dapatkan dalam film drama tersebut. Salah satu dan point utama dalam film tersebut adalah LIVE ON, LIVE FOREVER. Begitu luar biasanya seorang Kitou Aya berusaha untuk terus hidup walau penyakit yang dideritanya yaitu Spinocerebellar ataxia membuat ia secara perlahan lumpuh tak berdaya. Ia mempunyai cita-cita agar ia bisa bermanfaat bagi orang lain, dan she did! Ia membantu orang lain dengan tulisan, tulisan-tulisan diary yang dibuatnya setiap hari yang juga sebagai controlling oleh dokter yang menanganinya. Walau diawal-awal menulis dengan normal, namun diakhir ia menulis dengan sangat susah payah dan penuh akan perjuangan karena tangannya perlahan-lahan susah untuk digerakkan lagi untuk menulis. Suatu saat ibunya menegurnya untuk beristirahat menulis, ia menolaknya dan mengatakan (kurang lebih) “ Okaasan, aku takut bila besok aku bangun, apa-apa yang ada difikiranku tak bisa dituliskan karena aku tak bisa menulis lagi”.

Dari film “1 litre of tears” itu kaitan dengan tulisan ini adalah Aya berani memulai, tak peduli kesusahannya dalam menulis akibat dari penyakitnya, ia tak peduli, ia ingin menyelesaikan tulisannya sampai titik terakhir dimana ia tak bisa menulis lagi dan diakhir diary itu ia akhiri dengan Arigatou (terima kasih).

Recommended drama lah untuk temen-temen yang mau menggugah semangat, karena ini bukan fiksi melainkan kisah nyata, dan Kitou Aya benar-benar ada. Daripada tonton drama-drama cinta yang kelebayannya tingkat tinggi mending nonton 1 litre of tears.

Terakhir, ayo teman seorang Aya sudah memulai untuk bermanfaat bagi orang lain dengan kondisi yang sangat-sangat terbatas maka kita yang normal harusnya bisa berbuat lebih. Jika kita tidak memulainya sekarang, maka kita takkan pernah menyelesaikannya.

 

Wassalam

InsanKeadilan

Jakarta, 20 Oktober 2011

Source gambar: https://menulisaja.files.wordpress.com/2011/10/ds1startfinishline.jpg?w=300

12 thoughts on “Please, Start and Finish this!

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s