Mimpi Waktu Itu

Mimpi Waktu Itu


Pernah nggak sih berada dalam posisi kebingungan dalam mencerna mimpi? bingung apakah mimpi itu buruk atau baik menurut kita.

iseng-iseng ngubek-ngubek folder diary yang -dulunya- sering diisi setiap hari, akhirnya sampai pada judul “Mystery – Hari Kamis, tanggal 9 desember 2010 “, yah.. untuk tanggal tersebut, gw (pake gw ajalah, biar nggak terlalu formal 🙂 ) membuat judul Mystery, hal yang menjadi misteri pada saat itu bagi gw.

dan misteri itu adalah tentang sebuah mimpi, berikut isi tulisan di tanggal tersebut:

O ya,,, gw mau ngelapor ‘bout something .. habis subuh gw tidur lagi [kecapekkan], dan sekitar jam enam pagi gw kebangun.. dengan mata panas sangat sembari mengalirkan bulir-buliran bening air mata.. apa sebab kawan? Sebabnya adalah gw mimpi nenek gw dari pihak ibu yang udah meninggal [semoga Allah merahmatinya dan  meletakkannya disisi yang terbaik] kangen banget gw dengan nenek gw.

Ceritanya [dalam mimpi gw], gw lagi maen volley dengan teman kantor disebuah lapangan yang gak terlalu gede. Lagi asik-asiknya, tuh bola terlempar terlalu tinggi oleh kawan kantor gw itu, alhasil tuh bola mendarat ke sebuah rumah yang gw nggak kenal sama sekali tuh rumah, apalagi tuh rumah punya siapa…rumahnya sih nggak terlalu gede, kayak rumah desa gitu. Dengan perasaan kalut dan takut [dimarahin maksudnya], gw berani-beraniin aja tuk ngambil tuh bola, terkejutnya gw ternyata tuh bola mengenai seorang nenek-nenek..dan lebih terkejutnya lagi gw, bahwa tuh nenek adalah nenek gw.. dan lagi-lagi gw terkejut ternyata tuh rumah rame banget.. ada orang tua gw dan sanak keluarga yang lain.. [makin aneh aja…]

Ibu gw bilang: “Do,  nih.. ada nenek, tadi bolanya kena kepala nenek”

Gw: “iya bu..” gw pandangi wajah nenek gw [nggak tahan gw cuy..] nenek gw tersenyum ngelihat gw yang ngelihatin pola tingkah dan mimic muka gw yang dengan gelagat aneh nggak kayak biasanya…

Nenek gw: “ Oh.. nggak pa pa kok Do… denger cucu nenek teriak-teriak maen voli, rasa sakitnya kena bola nggak ada apa-apanya, nenek mau nikmatin suara cucu nenek mungkin untuk yang terakhir kalinya. Karena waktunya udah dekat…”

Gw terbangun dari mimpi dengan keadaan menangis, gw nggak tahu arti mimpi ini, tapi buat gw, gw kanget dengan nenek gw. Gw seka air mata gw berkali-kali, namun air mata ini nggak bisa diajak kompromi, dia egois, tetap saja mengalir nggak berhenti.. [cengeng yah gw…:D] gw pergi ke kamar mandi, basuh muka, kembali ke kamar, dan tidur lagi dengan harapan gw bisa ketemu nenek gw lagi…

sekarang ku tak ambil pusing apakah itu pertanda baik atau buruk, mimpi baik atau buruk, dan lain sebagainya. sekarang adalah waktunya untuk mengambil ibrah terhadap apapun yang telah dan sedang terjadi, bagiku mimpi waktu itu mengingatkanku akan satu kata, yaitu Kematian.

mengingat kematian adalah sebuah tindakan cerdas, dan itu adalah tindakan orang-orang cerdas menurut Rasul.

SUATU hari sahabat Umar bin Khattab duduk bersama Rasulullah SAW. Kemudian datanglah seorang sahabat Anshar. Seraya memberi salam ia berkata: “Wahai Rasulullah, mukmin yang seperti apa yang paling utama?”. Beliau menjawab:”Yang paling baik akhlaknya”.

Sahabat itu bertanya lagi: “Mukmin seperti apakah yang paling cerdas?” Beliau menjawab: “Muslim yang paling cerdas adalah yang paling banyak mengingat kematian dan yang paling baik mempersiapkan diri untuk sesudah kematian itu, mereka itulah orang-orang yang cerdas”(diriwayatkan oleh Imam al-Qurtubi dalam al-Tadzkirah fi Ahwal al-Mauta wa Umuri al-Akhirah).

Akhirnya -alhamdulillah-, misteri atas mimpi waktu itu yang aku pertanyakan apa maksudnya dulu, kini sudah terjawab sudah.

kemudian mari kawan-kawan, kita berubah menjadi orang cerdas, cerdas yang tidak hanya mampu menghafal semua isi buku, mampu menganalisa terhadap sesuatu dengan tepat, mampu bertindak dengan cakap, melainkan cerdas karena kita selalu mengingat akan kematian yang sejatinya bakal kita temui dan itu pasti.

semoga bermanfaat dan mengambil ibrah….

wallahu’alam

Jakarta, 14 September 2011

Aldo Al Fakhr

Blogger Pencari Spirit yang Hilang

Iklan

5 thoughts on “Mimpi Waktu Itu

  1. well being berkata:

    *tambahan yang tertinggal

    Anggaplah dirimu di dunia ini sebagai seorang asing atau musafir lalu, dan anggaplah dirimu sebagai seorang diantara penghuni kubur”. (HR Bukhari)

    mengingat mati bak membawa pancang pengingat dalam sulur rentang kehidupan kita. waspada dan sellau terjaga akan hakikat kita sebenarnya.

    *moga yang komen ini bisa menerapkannya aamiin

    • Aldo Al Fakhr berkata:

      pastinyo kawan…

      Katakanlah : “ Sesungguhnya kematian yang kamu lari daripadanya, maka sesungguhnya kematian itu akan menemui kamu, kemudian kamu akan dikembalikan kepada (Allah), yang mengetahui yang gaib dan yang nyata, lalu Dia beritakan kepadamu apa yang telah kamu kerjakan ”.
      (QS al-Jumu’ah, 62:8)

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s