Memperbarui Kesyukuran

Memperbarui Kesyukuran

Dari Ja’far bin Muhammad ash shadiq ra, Rasulullah SAW bersabda, “ Siapa yang ridho dengan apa yang diberikan Allah kepadanya, maka ia akan kaya. Dan siapa yang memalingkan pandangannya kepada yang dimiliki orang lain, dia akan mati dalam keadaan miskin.”

Alhamdulillah, segala puji hanya untuk-Mu ya Allah atas nikmat yang Kau berikan kepadaku yang bisa dibilang lebih dari cukup dalam menjalani hari-hari didunia ini hingga sekarang.

Sempat dan ada kalanya dalam hati terusik dengan rasa iri ketika melihat apa yang dimiliki oleh orang lain. Seketika itu kesyukuran yang semestinya ada menjadi tiada, melebur bersama emosi tak senang dan terdorong untuk seperti yang diimpikan berdasarkan pandangan yang dilihat dari orang lain tersebut.

Biasanya lagi-lagi harta, wanita, dan kedudukan menjadikan kita iri terhadap orang lain. Melihat orang lain memiliki harta yang banyak yang mana ia bisa membeli apapun yang ia mau (misal: ia bisa membeli HP merek terbaru), kemudian kita iri. Melihat orang lain memiliki pasangan atau istri yang cantik, kemudian kita iri (kenapa wajahku nggak ganteng, coba ganteng pastideh dapet yang kayak gitu, nah.. ini permulaan lunturnya kesyukuran, hati-hati). Melihat orang lain yang naik pangkat atau dapat promosi (padahal ia masih junior kita), kemudian kita iri. Sungguh banyak pintu-pintu syetan yang mungkin kita buka sendiri akibat kelalaian kita, tentu syetan dengan senang hati masuk melalui pintu tersebut.

Hadist Rasulullah SAW diatas sudah sangat jelas bahwasanya “ Siapa yang ridho dengan apa yang diberikan Allah kepadanya, maka ia akan kaya. Dan siapa yang memalingkan pandangannya kepada yang dimiliki orang lain, dia akan mati dalam keadaan miskin.”

Ya jikalau kita ridho dengan artian kesyukuran itu ada dalam diri kita, insy Allah kita akan diberikan lebih oleh Allah, dan jikalau kita melihat apa yang dimiliki oleh orang lain dengan kata lain tiadanya rasa syukur atas apa yang kita miliki, kita akan mati dalam keadaan miskin. Na’udzubillahimindzalik..

Kunci untuk menangkis hal diatas adalah dengan selalu memperbarui kesyukuran dalam tiap periode waktu. Ya, kesyukuran pun harus selalu diperbarui, agar selalu bersemi didalam diri, tidak layu dan kemudian mati dan membusuk.

Namun adakalanya kesyukuran itu luntur, kita tak menyadarinya. Ya memang sering seperti itu, seperti halnya seseorang yang melakukan maksiat, sejatinya ketika ia melakukan maksiat, keimanan tak ada dalam dirinya. Begitu juga dalam syukur, ketika rasa iri itu muncul, maka kesyukuran itu luntur tak terbekas.

Nah, terus gimana dong? Mungkin cara yang efektif untuk memperbarui kesyukuran adalah dengan memberikan slot waktu khusus untuk hal itu, misal pada waktu sebelum tidur, sebelum memejamkan mati, coba kita fikirkan, nikmat-nikmat apa saja yang diberikan oleh Allah hari ini. Keimanan, keislaman, kesempatan, nafas untuk menghirup, kemudahan dalam pergi ke kantor, masih bisa berjalan, masih bisa mengetik, masih bisa berfikir, masih bisa makan, masih bisa berbicara dan mendengar, dan sungguh banyaknya nikmat yang terkadang tak kita sadari bahwasanya nikmat itulah yang menjadikan kita sekarang.

Dan sungguh ketika kita menyadarinya, kita akan tahu bahwa kita lebih beruntung dari sebagian orang

Waktu untuk memperbarui kesyukuran alangkah lebih bijaknya dilakukan ketika saat rileks dan tenang, agar lebih konsentrasi dan tenang.

Yang terpenting adalah jangan hanya dibibir saja bahwa kita bersyukur, namun warnailah ia dalam setiap hari kita, semoga Allah menjadikan kita orang yang kaya (kaya hati, kaya empati, kaya harta, kaya ilmu, dan lain sebagainya)

Semoga kita dalam hidup ini menjadi insan bersyukur.

Aamin..

 

Taujih in English (QS. Ibrahim:7):

And [remember] when your Lord proclaimed, ‘If you are grateful, I will surely increase you [in favor]; but if you deny, indeed, My punishment is severe.’ “

 

Jakarta, 08 Juli 2011

Aldo Al Fakhr

Blogger Pencari Spirit yang Hilang

*akhirnya… setelah 2 bulan nggak nulis, bisa nulis lagi. Jujur, 10 menit awal menulis artikel ini, kertas ini kosong, alhamdulillah masih bisa diberikan kemudahan untuk menuliskan kata-kata.

 

source gambar: http://blogbisnisbackup.files.wordpress.com/2009/05/bersyukur.jpg

Iklan

10 thoughts on “Memperbarui Kesyukuran

    • Aldo Al Fakhr berkata:

      owh yang ini maksudnya:
      Ketika coretan bisa menyembuhkan luka
      Ijinkan aku pertama kali tuk menyembuhkannya
      Pabila tak ada yang tergerak
      Tak mengapa kusendiri walaupun kuterluka pula

      ambil aja… nggak bayar kok.. ^^

  1. rizqi maulana wayae berkata:

    bismillah hirohmanirohim
    Asalamu’alaikum
    alhamdulillah, saya ucapkan banyak2 terimaksih
    atas siraman rohaninya dan saya ucapkan sebagai sesama muslim
    anda telah mengigatkan kami tentang arti bersukur.
    disini aku cuman menambahi tentang tidak keadilan kita mambagi waktu kita.
    maha benar ALLAH dalam pirmanya dalam hadist qudsi kita disindir
    yang isinya “Begitu banyak allah berikan rahmatnya sehingga kita tdak dapat menghitungnya, tapi apa balasan kita, dunia yang kita utamakan/dahulukan ketimbang kepentingan agama ”
    distu sudah jelas begitu tidak adilnya kita sebagai hamba yang sudah diberikan pasilitas didunia tapi untuk kepentingan pribadi/dunia kita lupa akan nikmatnya yang begitu besar
    mudah2han kita diberikan hidayah sehingga kita tidak tergolong orang yang merugi,
    Aminnnnn…yarobal alaminnn….
    sebelumnya mohon maaf seandainya ada yang kurang/berlebihan dari catatan saya saya sebagai manusia biasa yang tak’luput dari salah dan lupa
    Skali Lagi mohon Maaf yang sebesar2nya
    Sya ahkiri ….. Wasalamu’alaiku

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s