Melankolis dalam Kesendirian

Melankolis dalam Kesendirian

Bismillahirrahmanirrahim

Actually, dah lama banget mau nulis tentang ini, berhubung ada sesuatu yang akan saya jelaskan mengapa oh mengapa 😀 diriku lama hanya untuk menuliskan tulisan yang sesingkatpadat ini..

Let’s go..! *emang mau kemane bang??

Kalau pembaca sejati nih blog (*emang ade yack..?? saya berkhusnudzhon saja ada), pasti tahu istilah “Melankolis dalam Kesendirian”nya diriku..yah, apalagi yaitu “berpuisi”. Kemelankolisan itu biasanya terjadi ketika berada dalam rasa rindu, sepi, marah, cinta, ukhuwah, kesal, taubat, mengingat dosa, dan lain sebagainya.

Banyak orang yang agak skeptis memandang seorang ikhwan/laki-laki yang kemelankolis-kolisan, oke saya jawab, kemelankolisan kami bukanlah berpengaruh kepada gaya yang mendayu (*itu namanya banci) dan bukan pula tak tegas alias pengecut..namun itu adalah bulir-bulir ekspresi jiwa yang terjewantahkan melalui tulisan-tulisan yang sarat akan kias-kias dan diksi-diksi yang tentunya memiliki makna yang dalam. Sejatinya begitu. Kalau saya sih gitu. Jadi, saya harap yang masih menganggap demikian, itu tidaklah benar dan mengada-ngada.

Dari sisi keras (ketegasan) yang saya punya tersimpan pula sisi lembut yang tentunya hanya sebatas syar’i. seperti Idola kedua saya, Khalifah Umar bin Khatab Ra. Ia biasa memposisikan ketegasan dan kelembutan dengan arif dan bijaksana. Menempatkan disaat yang tepat kala akan berbuat tegas kepada kaum kafir baik kepada para sahabatnya dan juga kepada para masyarakatnya ketika ia menjadi seorang pemimpin. Begitu juga kala akan berlemah lembut kepada sesama umat muslim dan kaum kafir yang tentunya pernah dicontohkan oleh Rasul….

Nah..akhir-akhir ini, Kemelankolisan dalam kesendirian saya sering berbelok ke media yang lain, yaitu Gitar saya. Jarang lagi terjewantahkan ke rangkaian-rangkaian kata. Kini, saya sering memainkan gitar saya, tentunya dengan syarat amalan yaumi rutinan tiap hari tidak ditinggalkan..

Apa yang dimainkan? Yah biasanya sih Cuma genjreng-genjreng nggak jelas doang, nyanyi yang kagak jelas juga, sama maenin fingerstyle (maksud fingerstyle itu adalah memainkan bass line dan melodi sesuai lagu, dan tidak dinyanyikan. Kalau tahu Sungha Jung, Kotaro Oshio, Tommy Emmanuel, yah.. something like that lah..). porsi fingerstyle ini yang sering mewarnai kemelankolisan dalam kesendirian saya. Karena hemat suara dan ga terlalu bising (*maklum bertetangge.. J)

Lagu yang sering dimainin (*karena yang bisa cuman ini doank )

–          Endless Love – OST. The Myth

–          Tears In Heaven – Eric Clapton (arranged by Masa Sumide)

–          My Love – Westlife (arranged by Sungha Jung)

–          Wind Song – Kotaro Oshio (lagu favorite)

–          Moonriver – ga tau yang nyanyiin (based on Sungha Jung’s Video) –In Progress-

–         Maafkan – Dygta

Yah ginilah, maklumin saja.. ntah sampai kapan melankolis dalam kesendirian ini akan lepas, dan diganti dengan melankolis dalam keberduaan (you know lah..) yang tentunya lebih indah dan sejuk untuk dinantikan..

Syukran dah baca tulisan mungkin ga penting kayak gini..

Semoga Allah tidak menjadikan kita termasuk golongan orang-orang yang lalai. Amin..

Jakarta, 31 Januari 2011

InsanKeadilan

Iklan

20 thoughts on “Melankolis dalam Kesendirian

  1. Reader berkata:

    akhirnya menulis juga.
    setiap orang punya carnya tersendiri mengurai rasa dalam hati.
    aku melankolis kolaris. tiap denger instrumen melow , pasti keluar melakolisnya….
    dan bisa buat puisi paling melow, kalau kata anak science ,puisi atau kata yang sya gunakan biasanya LEBAY.maklum kbnykn pake otak sadar.tapi buat aku mah yasudahlah..jika mereka tak paham tak mengpa.

    ^^…buat aku melnkolis dan puisi , bagian yang menggambarkan .ITULAH AKU.tak suka YASUDAHLAH

  2. Reader berkata:

    kadang tulian bisa jadi teman kala tak ada yang mendengar ya..meski tak ada yang memeberika solusi..

    pada DIa yang setia 24 jm ..betapa rindunya saya..Pada Dia yang tak pernah bosan mendengar qodoya saya..

    semoga allah senantiasa menjaga saya..aamiin

  3. chae berkata:

    Melankolis dalam kesendirian

    hal itu lumrah terjadi …
    ketika sendiri, sepi melanda, dan khayalan terbang ke negeri entah berantah, hehe ..

    yang adaa …
    jiwa jadi mendung seketika 🙂

    semoga dalam kesendirian,
    qta selalu menghsilkan karya yang bermanfaat.
    amin

    )*nice . . .

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s