Ibadah nggak Butuh Momentum

Ibadah Nggak Butuh Momentum

Teringat diskusi waktu pekanan minggu lalu, ada sebuah kata yang terucap dari MR, “Ibadah itu nggak butuh momentum” lebih kurang gitu lah..

Emang bener, terkadang kita sebagai manusia sering mencari-cari momentum untuk berubah, saking sibuk mencari-cari momentum, perbaikan pun tak tersentuh sedikitpun. Banyak diantara kita yang menunggu momentum seperti tahun baru, ramadhan, ulang tahun, lulus kuliah, kalau dah tua, kalau dah kerja, dan lain sebagainya.

“ah.. ntarlah ngafal qur’an, kalau dah selesai kuliah”

“ah.. ntarlah dakwah, kalau dah banyak ilmunye”

“ah.. ntarlah pake jilbab, kalau dah nikah”

“ah.. ntarlah nikah, kalau dah banyak duit” #nyinggungdirisendiri

dan ah..ah.. yang lain, begitu banyak terkadang bosen juga dengernya..:mad

Saya pun teringat dengan aktivitas menulis saya diblog ini, bukankah menulis merupakan ibadah juga? Kenapa saya sering menunda-nunda.. sebenernye pengen kasih alasan-alasan :D, tapi nggak usah deh..takut jadi pembenaran nantinya 😀

Yang terpenting.. yeah.. here I am..menulis lagi walau acak kadut kayak begene. Nice to see all of you again..:D

Momentum

Momentum terkadang juga tidak salah, sering kali ia menjadi pemacu lebih, menjadi batu loncatan untuk meloncat lebih tinggi, target dalam suatu hal.

Sama-sama kita ketahui rumus momentum sewaktu belajar fisika di SMA ataupun dikuliah ialah

I = m x v

m adalah massa, dalam konteks ini adalah ibadah yang kita lakukan

v adalah kecepatan, dalam konteks ini adalah sebuah upaya atau effort yang menyebabkan sebuah akselerasi perubahan…

Nah.. hubungannya apa nih? Hubungannya adalah semakin banyak ibadah-ibadah yang kita lakukan dan semakin cepat kita melakukan akselerasi, maka secara tak kita sadari, sesungguhnya kitalah yang menciptakan momentum itu sendiri, seiring dengan effort kita tadi…

perbanyaklah kuantitasnya, iringi dengan mempercepat akselerasi..

dan perlu diperhatikan bahwasanya rumus momentum bukanlah massa ditambah dengan kecepatan melainkan dikalikan. Ini artinya semakin banyak kerja/ibadah kita dikalikan dengan kecepatan kita menyelesaikannya, betapa sungguh banyak yang telah kita selesaikan.. bukankah begitu?

Terpenting adalah tugas untuk memanagemen yang baik rencana-rencana dengan tidak memanjakan diri dalam berubah kearah yang lebih baik…

Semoga kita menjadi insan yang tak henti-hentinya menjadikan setiap saat sebagai momentum untuk berubah kearah yang lebih baik..

“Barang siapa yang keadaan amalnya hari ini lebih jelek dari hari kemarin, maka ia terlaknat. Barang siapa yang hari ini sama dengan hari kemarin, maka ia termasuk orang yang merugi. Dan barang siapa yang hari ini lebih baik dari hari kemarin, maka ia termasuk orang yang beruntung.” (HR. Bukhari)

“Apapun yang dapatkan hari ini adalah akibat dari apa-apa yg telah kita lakukan di hari-hari yg lalu. Dan apapun yang kita lakukan hari ini akan berdampak besar di kemudian hari.”

“Hari ini adalah milikmu, bukan kemaren atau besok”

“besok adalah kenangan, hari esok adalah harapan dan hari ini adalah kenyataan”

Jakarta, 27 Desember 2010

Aldo Al Fakhr

Blogger Pencari Spirit yang Hilang

 

*untuk yang selalu nanyain 😀 ke-update-an blog ini, “mana tulisannya hayo??” nih… dah an update :p

Iklan

13 thoughts on “Ibadah nggak Butuh Momentum

  1. yucanaza berkata:

    halah dasarrr nih bang aldo…wkwkwk….wes ana komen plus nambahin…
    bahasan momentum itu ada dimajalah tarbawi edisi bulan lalu ( *tak berniat promosi :D)..momentum itu ada bukan untuk ditunggu tapi kita menjemput, malah bisa jadi menciptakan sendiri momentumnya begitulah penambahannya…

  2. yucanaza berkata:

    oph …ana ga mau janji takut kaya dulu ampe di desktop ada tulisan saya ampe 5 pada sepotong semua,,ga jadi jadi…eh salah belum jadi…cerpen kah ..to puisi kah to yang non fiksi…pada setengah jalan…kehapbisan amunisi ide…jadi nantikan saja tanggalnya.. *nah lo

  3. dewi berkata:

    Setiap orng ingin menjdi orng yg lebih baik lagi dri sebelumnya.Tpi qt hrus memiliki azzam yg kuat u/ memperbaiki diri dan berada dalam lingkungan yg kondusif so klo qt salah paling tdk ada yg mengingatkan qt…Berubah u/ menjadi lebih baik butuh proses so do it now

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s