Ikhwan Sejati..

Ikhwan Sejati..


Senyum dulu ah.. ^_^

He..😀 menarik nih untuk ditulis.. insy Allah

Hari sabtu yang lalu ada parade nasyid dan konser amal di kampus tercinta – IT Telkom- untuk berempati dengan para korban merapi, mentawai dan washior. Dihadiri oleh munsyid papan atas Indonesia seperti Snada, Tashiru, Edcoustic, Nahawan, dan yang paling seru tentunya Shoutul Harokah…he..he.. jadi teringat waktu kampanye dulu, sewaktu Gigi Band tampil, kami para ikhwan berada dibelakang dan “tidak” terlalu respect dengan nyanyian-nyanyian mereka.. nah pada saat Shouhar yang nampil setelah gigi.. beuh.. pada ngacir kedepan, membentuk ular-ularan padahal kondisi pada saat itu hujan sangat-sangat lebat duh.. duh.. masa muda..😀, dan pada konser kali inipun si saya berada digaris depan😀 (pertama: Indonesia Memanggil, kedua: Bingkai Kehidupan, dan terakhir Bangkitlah Negeriku).. yah.. begitulah ternyata ruh suatu lagu atau nasheed sangat berpengaruh bukan pada aransemen, walau aransemen juga berperan penting dalam menentukan bagus tidaknya lagu…

Dan tak kalah hebohnya, ini memang heboh menurutku, tentunya dikalangan ikhwan :D… apa sebab? Sebabnya adalah Okki Setiana Dewi a.k.a Anna Althafunnisa pemeran Ketika Cinta Bertasbih (*lengkap banget..) akan menjadi moderator untuk taujih yang akan dibawakan oleh ust. Subkhi Al-bughuri sore itu…

Okki akan tampil ba’da ashar setelah parade nasyid dari munsyid yang saya sebutkan tadi…

Seorang ikhwah angkatan muda menegurku dari belakang yang akan hendak ke mesjid kampus..

“akh aldo..!” sambil nepuk bahuku, keras banget nepuknye bang…😀

“naon?”  jawabku..

“akh, dah siapin proposal lum?” tanyanya

“proposal naon?” bingung nih ceritanya..

“itu tuh.. proposal itu tuh… ntar kan Okki nampil, biselah titip proposalnya!” dengan ekspresi yang agak melas dan sedikit mencuil lengan bajuku.. (*ade-ade aje nih bocah..)

“astaghfirullah akhi..! ane nggak semurah itu akh..!” sergahku. Walau aku tahu ia hanya bercanda,, biasalah.. masalah-masalah seperti ini hanya berujung pada satu kesimpulan yaitu “becanda”

“becanda doank akh..he..he..”

Bener kan tebakan gw.. :D…

Saya jadi terpancing untuk sedikit memberikan nasehat kepada nih bocah tentunya kepada diri sendiri dink..😀

“akhi… Jadikan diri antum sebagai hamba (ikhwan) sejati, agar Allah mentautkan hati antum kepada hamba yang sejati pula dalam tautan yg penuh berkah dan dakwah”

Kulanjutkan

“akhi… ikhwan sejati itu telah menempatkan satu bilik kosong untuk yang halal. Ia tidak mau memasukkan rasa dibilik itu sebelum adanya ikatan. Kalau perasaan ‘kagum’ itu mah biasa namun jangan ampe masuk kedalam bilik kosong itu. Karena kita sama-sama ingin cinta itu indah pada waktunya, bersemi indah menyejukkan mata seluas mata memandang, berbunga berwarna cerah secerah matahari terbit, ia bagaikan setangkai bunga syurga. Bukankah itu yang kita inginkan?”

“Jazakallah akh nasehatnya..” jawabnya

Tak terasa obrolan singkat itu menghantarkan kami pada suatu hikmah tentang ikhwan sejati. Dan bersama-sama bercita-cita menjadi ikhwan sejati yang merindukan ehmm… akhwat sejati pula…

Dalam kondisi berdiri di Bus Primjas (Garut-Lebak Bulus)

Dihari yang sama, sabtu yang lalu, aku dan sahabatku pulang ba’da maghrib ke Jakarta. Dengan keadaan berdiri, kami berdua pun berbincang banyak hal, curhat, dakwah, tarbiyah, dan cinta. Dan yang relate dengan tulisan kali ini tuh bincangan kami berikut ini *kurang lebih

“Akh, menurut ane tak selayaknya kita bereferensi pada kisah cinta Ali dan Fathimah!” kataku dengan intonasi yang agak berat, mungkin karena kondisi bus yang melaju kencang.

“ane setuju dengan antum akh!” jawab temenku

“karena managemen porsi cinta mereka sangat-sangat jauh diatas kita, mereka saling mencintai namun kecintaan mereka pada Allah sangatlah begitu besar.. sehingga cinta mereka itu karena Allah telah mentautkan benang-benang cinta kepada mereka masing-masing.. lah sedangkan kita.. nggak enak ngomongnya, ketika kita ‘kagum’ dengan seorang akhwat terkadang teringat ketika shalat, ketika tilawah, ketika kuliah, mikir-mikirin yang engga-enggak. Walaupun porsinya kecil namun tetap ada.. itulah alasan menurut ane kita tak selayaknya bereferensi kepada kisah cinta Ali dan Fathimah..ane lihat sekarang ini banyak sekali fenomena seorang ikhwah yg menjadikan kisah itu sebagai referensi, dalil kuat dalam perjalanan cintanya… ah gitulah.. kalau ane sih akh.. ngambil aman aja, nggak berani yang begitu-begituan..he..he..”

Kami tertawa…

“ane juga ngambil aman akh..” sambil tertawa…

Tak terasa bus primjas dah nyampe di Pasar Rebo..

Robbana habblana min azwa jinna qurotaa’yun waj’alna lil muttaqiina imamaa…

Jakarta, 18 November 2010

Aldo Al Fakhr

Blogger Pencari Spirit yang Hilang

34 thoughts on “Ikhwan Sejati..

  1. Sin4GreaterGood berkata:

    Terkadang kalau menjadi pemain figuran memang susah untuk dihargai. Pemain figuran cuma tahu bagiannya doang, gak tahu isi cerita keseluruhan, kadang sutradaranya siapa pun dia gak tau. Cuma bermain sesuai suruhan aja tanpa tanya lebih jauh. Makanya pemain figuran gampang dimanfaatkan.

    Mungkin kalau lebih mau dihargai, kita harus menjadi lebih profesional. Pemain yg sadar betul kalau iblis bermuka dua ada dimana-mana, terkadang bahkan menyusup sebagai teman.

    rei_ayanami@yahoo.com

  2. akhi miftah berkata:

    Salam kenal akh…

    ane sepakat sama pendapat antum mengenai pmahaman ikhwan sejati.wlpun ndak hnya dr sisi itu aja penilaiannya…

    Ane mau nambahin akh, konsep ikhwan sejati dari sisi penjagaan hati juga harus dibarengi sm penjagaan diri.percuma aja kita jaga hati tp gak jaga diri. krn, ikhwan sejati yg mnjg diri berati juga berupaya menjaga hati akhwat sejati…

  3. Nina berkata:

    Wah bahas yang gini-ginian emang ribet juga yah. Tapi Ibnu Qayyim udah ngebahas kok dalam kitabnya yang Judulnya Raudhatul Muhibbin wa Nuhzatul Musytaqin. Highly recommended buat tambahan referensi.🙂

  4. aidien berkata:

    syukron atas tulisannya,, peri peri bermanfaat akh,,,
    sungguh sulit memang menjaga hati,, sulit sekali saling berinteraksi secara wajar dan membedakan keperluan dakwah dan keperluan naluri. Allahul ghofur

  5. bentengnusantara berkata:

    assalamu’alaikum…

    ana suka dengan kata2 ini :
    “Karena kita sama-sama ingin cinta itu indah pada waktunya, bersemi indah menyejukkan mata seluas mata memandang, berbunga berwarna cerah secerah matahari terbit, ia bagaikan setangkai bunga syurga. Bukankah itu yang kita inginkan?”

    ana gak bisa membayangkannya, tapi sepertinya akan sangat INDAH jika sudah merasakannya…

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s