Ketika Lelah Dijadikan Alasan

^^ adeknya lucu dan cantik yah^^

Ketika Lelah Dijadikan Alasan

Aku ingin seperti dulu

Namun tertambat pada sebuah lubang

Kelelahan membuat lubang di padang ghirah

Semakin dalam menyentuh perut bumi

Yah benar… aku ingin seperti dulu, dulu ketika masih kuliah, berkumpul-kumpul yang intens dengan para sahabat pecinta qur’an, dakwah dan mesjid, duduk bersama sehabis isya’  dan shubuh bersama-sama memejam memelekkan mata melihat qur’an untuk dihafal, membaca berulang-ulang secara tartil, menghafal-hafal sedikit-sedikit, menerka-nerka ayat selanjutnya, bersaing dalam kebaikan, “dah berapa halaman yang antum hafal?” Tanya seorang sahabat… yah.. HTQ, halaqah tahfidzul qur’an.. dirimu kini menjadi kenangan yang terdalam buatku…

Aku rindu saat itu, saat hafalan belum tergoreskan difikiran dan dihati, sekonyong-konyongnya disetorkan, terlihat sebuah garis perjuangan disana walau hanya sederhana, yah.. aku menikmatinya

Ketika kita bercerita tentang cita, cinta, dan harapan, terkadang terselip guyonan-guyonan khas para ikhwan (yah.. u know what I mean lah..) itu menjadi kesan tersendiri..

Disana ukhuwah pernah berbunga, harum dan berbunga indah

Disana langit terang benderang, cahanya menerangi jalanku

Disana aku berdaya, mengikut berbicara tentang sebuah cita, cinta, dan harapan

Namun kini, itu hanya menjadi mimpi diatas mimpi. Atas sebuah nama yaitu kelelahan, ia menjelma menjadi alasan yang menguras ghirah yang dulu membara kini padam tak bernyawa. Aktivitas rutin tiap hari yang dijalani, pergi pagi pulang sore, sering menguras fikiran, yah.. kutahu sekarang alasan kenapa dunia ini begitu melenakan…

***

Sempat dulu ingin kembali menghafal, tapi lagi-lagi dan lagi lelah menjadi batu sandungan. Pernah juga dulu membuat targetan semester satu tahun 2010 ini dah harus hafal sekian juz, tapi kini hanya menjadi bahan ratapan, renungan, dan obat tangis. Makanya aku pernah membuat status tentang hal ini (mungkin ada yang ingat..), yah.. hal inilah salah satu aku menangisi karena melihat targetan yang tak banyak tercapai. Orang bilang, “ibadah itu jangan dipaksakan” tapi aku setuju dengan apa yang pernah disampaikan KH Zainuddin MZ terlepas dari kasus yang dideritanya benar atau nggak akhir-akhir ini, ia pernah mengatakan, “Paksakeun ya Allah, Paksakeun!!” disini terlihat proses bergerak maju, tidak statis, melainkan dinamis kedepan.

“Jikalau orang lemah tak dipaksakan mana mungkin ia akan menjelma menjadi orang yang kuat”

Ketika lelah dijadikan alasan untuk tak berbuat, sungguh betapa kerdilnya diri ini. Segitu aja dah capek, tak pernah belajar dari sejarah. para sahabat yang masih bisa menghafal qur’an walau aktivitas keduniaan yang dilakukan tak kalah dengan aku dan jangan pula dibandingkan dengan aktivitas ruhiyah mereka. Para prajurit-prajurit Al Qassam palestina yang masih bisa menghafal Al qur’an ketika sedang perang melawan zionis la’natullah…

***

Seperti dalam hadits yang diriwayatkan oleh Ibnu Abbas secara marfu`: “Orang yang tidak mempunyai hapalan Al Quran sedikitpun adalah seperti rumah kumuh yang mau runtuh “. [HR. At Tirmizi]

Bisa diinterpretasikan bahwa seseorang yang mempunyai hafalannya sedikit sekali, mungkin ia diibaratkan seperti rumah yang kumuh, kotor namun kokok, bisa dibayangkan semakin banyak ayat yang kita hafal, semakin bagus pula rumah kita, bangunannya sangat kokoh, kuat, dan tahan gempa. Dan tidak kumuh, bersih, tertata rapi, sejuk dipandang, tentram ketika ditempati. Yah.. seperti itulah..

Oleh karena itu kawan, bila kesibukan belum menyapamu kini, manfaatkanlah ia. Jangan engkau sia-siakan menjadi percuma. Ia akan menjadi bekal pada saat nanti kesibukan menyapamu. Jangan lagi kelelahan menjadi alasan untuk tidak menghafal Al-Qur’an…seperti sahabatmu yang menulis tulisan ini..

mari kita saling mendo’akan, engkau dan aku termasuk hamba-hamba-Nya yang menjaga ayat-ayat-Nya.

Dari Abi Hurairah r.a. bahwa Rasulullah SAW bersabda: “Penghapal Al Quran akan datang pada hari kiamat, kemudian Al Quran akan berkata: Wahai Tuhanku, bebaskanlah dia, kemudian orang itu dipakaikan mahkota karamah (kehormatan), Al Quran kembali meminta: Wahai Tuhanku tambahkanlah, maka orang itu dipakaikan jubah karamah. Kemudian Al Quran memohon lagi: Wahai Tuhanku, ridhailah dia, maka Allah SWT meridhainya. Dan diperintahkan kepada orang itu: bacalah dan teruslah naiki (derajat-derajat surga), dan Allah SWT menambahkan dari setiap ayat yang dibacanya tambahan ni`mat dan kebaikan “. [HR. At Tirmizi]

*pengen curcol euy.. :D, seperti biasa “Melankolis dalam Kesendirian”

Jakarta, 19 Oktober 2010

Aldo Al Fakhr

Blogger Pencari Spirit yang Hilang

Iklan

7 thoughts on “Ketika Lelah Dijadikan Alasan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s