Tersendiri


wajahmu sayu menghujamkan qalbu
peluh diwajahmu mengerenyutkan dahi
ghirahmu menggetarkan kobaran nyala
suaramu menggempakan jiwa

satu kesan abadi tercipta denganmu
kesan yang bagai mahligai seribu mimpi
tak mampu hilang senyap dimakan sejarah
selalu terhayati hingga kemimpi
dan tak ingin menjadi mimpi yang hilang

pergimu menyisakan satu tanda
untukku tetap berjalan tegak
kembali berjuang walau terbang dengan satu sayap
tertatih terbang kelangit bahagia

jalan terang luas membentang menantiku
jelas terang menerangi pandangan
terpancar satu cahaya menjelasi segalanya
dalam sudut ini kutersenyum sepuasnya…

itulah rahasia hangat tersendiri
itulah iringan irama merdu tersendiri…

Aldo Al Fakhr

Blogger Pencari Spirit yang Hilang

Iklan

4 thoughts on “Tersendiri

  1. Aldo Al Fakhr berkata:

    eh iya…:D
    puisinya emang bergenre semangat..
    cerita puisinya:
    seseorang yang mendapat cipratan semangat dari sahabatnya yang telah tiada..yang sahabatnya itu adalah orang yang luar biasa ghirahnya..

  2. Aldo Al Fakhr berkata:

    sebenarnya sih fiksi..
    tapi kalau dikaitkan dgn kehidupan nyata bertaburan kisah seperti ini..

    seperti para sahabat yg ditinggal Rasul, mereka mampu tegak walau tertatih, mereka tetap semangat karena ada cahaya terang benderang disana, yaitu syurga..

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s