Pernyataan Seorang Ikhwah yg Kusuka

Assalamu’alaikum,,
Masalah pernyataan yang dituliskan oleh pak Tifatul Sembiring seharusnya mungkin tidak perlu di bahas sejauh ini. (sampai ke masalah KTP,SIM, pajak dll)
Mungkin ana perlu perjelas lagi pernyataan beliau yang meny…ebabkan pembahasan panjang ini:
” Memang saatnya indonesia di bangun tanpa sekat ideologis atau agama dgn memupuk sgl percaya dan hati yg lega.warisi semua pendahulu bangsa”.

Ana secara PRIBADI tidak melihat ada suatu yang begitu keliru dari pernyataan ini, tapi Wallahu’alam.. mungkin karena Ilmu agama ana yang masih lemah atau sudut pandang ana yang BERBEDA dalam memandangnya. Pun kalau teman2 yang lain melihat ada kekeliruan kenapa harus dibahas sejauh ini ya.. yang jadi pertanyaan ana: “SIAPA SIH TIFATUL SEMBIRING? Rasa ana beliau juga bukan khalifah atau ulama terkenal. “hanya” mantan presiden dari Partai Keadilan Sejahtera. Yang saat ini menjadi Menteri di salah satu Kabinet pemerintahan SBY. Jika seandainya ikhwah fillah yang mengatakan bahwa pernyataan di atas adalah salah, maka ana tanyakan lagi: tak boleh salahkah yang namanya Tifatul Sembiring ini? Mungkin yang harus di lakukan adalah Tabayyun kepada pak Tifatul tentang pernyataan ini (bagi yang melihat pernyataan ini adalah sesuatu yang sangat keliru). Bukankah menasehati itu lebih baik daripada memvonis?? Wallahu’alam..

Walaupun ikhwah fillah semua yang tercantum di facebook ini bukan ulama (termasuk ana juga bukan), marilah kita melihat sejenak perilaku imam Adz Dzahabi (salah satu Murid Ibnu Taimiyah), walaupun mungkin sulit untuk mencontohnya, ya paling tidak kita bisa berusaha untuk menjalankannya. Amin.. berikut ini adalah sikap Imam Adz Dzahabi terhadap Ulama hadits, Salah seorang Imam Jarh wa Ta’dil, yakni Imam Yahya bin Ma’in. beliau adalah kawan dari Imam Ahmad bin Hambal. Dikutip dari Al Hushain bin Fahm, bahwa Yahya bin Ma’in pernah berkata: “Dulu aku pernah berada di Mesir, lalu aku lihat seorang budak wanita dijual dengan harga seribu dinar. “Aku belum pernah melihat wanita secantik dia, semoga Allah memberinya keselamatan.” Lalu aku (Al Hushain ) berkata: “Wahai Abu Zakaria, orang sepertimu berbicara seperti itu? Beliau berkata: “Ya, semoga Allah memberinya keselamatan dan juga pada setiap orang yang cantik.” (di sadur dari kitab Siyar A’lamin Nubala karya Imam Adz Dzahabi)

Ikhwah Fillah…. Apa komentar Imam Adz Dzahabi? Ia berkata, “Cerita ini dapat diterima sebagai sebuah lelucon (gurauan) belaka dari Abu Zakaria (Yahya bin Ma’in).” Demikianlah, menurut Imam Adz Dzahabi itu hanyalah leluconnya Imam Yahya bin Ma’in. ia tidak benar-benar bermaksud mengatakan demikian terhadap wanita dalam keadaan serius. Jika bukan Adz dzahabi yang mengomentari, mungkin Imam Yahya bin Ma’in akan dituduh fasiq. Koq, ulama memuji-muji kecantikan wanita.

Bagaimana seandainya kita melihat pernyataan pak Tifatul Sembiring di atas dalam kaca mata Adz Dzahabi?? Mungkin kita akan
berkata,

”Ah..mungkin ini hanya strategi politik”
Atau, “Oh….mungkin pernyataan ini muncul ketika ditanya oleh orang2 sekuler yang berkuasa.”

Dan masih banyak Husnudzon (prasangka baik) yang mesti lebih dikedepankan terhadap saudara kita yang masih mengucapkan Syahadat, daripada ucapan2 yang “mungkin” akan sangat berat kelak dipertanggungjawabkan.. Wallahu’alam..

Setahu ana, yang dilakukan PKS hanyalah salah satu usaha untuk menegakkan syariat Islam secara kaffah.ana yakin kader dari didikan PKS yang sudah paham juga tahu bahwa syariat Islam tidak bisa ditegakkan melalui demokrasi. Asas utama dari partisipasi politik ini adalah dalam rangka tahshilul maslahah wa taqlilul mafasid (Menghasilkan maslahat dan mengurangi mafsadat).

Setahu ana, yang di ajarkan di halaqah2 PKS terhadap politik dan demokrasi saat ini, salah satunya adalah Maa laa Yudraku kulluh laa yutraku kulluh (Apa-apa yang tidak bisa diraih semua, maka janganlah ditinggalkan semua). Jadi yang dilakukan PKS salah satunya adalah menghasilkan mashlahat yang sebesar2nya dalam sistem yang sebagian ikhwah fillah menyebutnya sebagai Sistem kufur, dll, serta juga meminimalkan Mudharat bagi Umat Islam. Yang dilakukan PKS memang belum seberapa, oleh karena itu mereka tetap berada disana untuk terus menghasilkan Mashlahat yang sebesar2nya dan Mudharat yang sekecil2nya (walaupun mungkin sebagian besar dari antum belum atau tidak merasakannya). Tapi bukan berarti apapun yang dilakukan PKS adalah benar ataupun salah. Perlu pertimbangan yang sangat mendalam untuk menilai itu. Dan sampai saat ini, ana belum pernah mendengar tentang pengharaman terjun ke sistem yang non Islami. (mungkin bisa di tunjukkan kalau ada, maklum saja soalnya ana kurang mengikuti info, hehe..).

Peran ikhwah fillah semua dalam menasehati tetap diperlukan. Mungkin hanya cara penyampaiannya saja yang harus diperhatikan. Tidak di pungkiri ada kader PKS yang tergelincir, berbalik, bahkan balik melawan PKS itu sendiri. Tetapi seperti kata pepatah, PERJUANGAN bUTUH PENGORBANAN. Dan Setahu ana sangat banyak yang dikorbankan PKS dalam melawan Demokrasi ini.

Hm… terkait demokrasi, semua orang rakyat Indonesia pasti sudah sadar bahwa demokrasi bukanlah solusi yang baik dalam menyelesaikan masalah kemiskinan, korupsi, dll massalah yang masih banyak di negeri kita ini. Tetapi adakah sistem saat ini yang bisa di pakai untuk diterapkan di negeri ini?? Ana tahu sebagian besar dari antum akan menjawab, HUKUM ISLAM atau HUKUM ALLAH. Maka ana tanyakan lagi, bagaimana caranya menerapkan Hukum ALLAH ini di hadapan sekitar 230 juta manusia yang sebagian besar jumlah individunya Sholatnya masih belang2, Judi jadi kebiasaan, Khamr jadi minuman, dan pornografi jadi tontonan?? Apakah besok kita telepon pak SBY lalu mengatakan ,”Pak mulai hari ini ganti hukum Allah ya..!!” Alhamdulillah kalau bisa semudah itu.
Ana pribadi menjawab bahwa ini tugas yang berat. Pilihan hanya ada dua: ikut demokrasi dengan niat merubahnya, atau Revolusi alias pemberontakan dengan biaya dan tenaga yang sangat besar. Setahu ana, PKS melakukan ijtihad dengan melakukan opsi yang pertama. Demokrasi pun sebenarnya sudah sangat bergeser dan bias dari segi makna yang dijelaskan oleh Candra Achmad Al-Blora.
Seandainya demokrasi di tangan rakyat, tentu ana sudah makmur, sejahtera dan tenteram. Begitu juga ikhwah fillah semua, tidak perlu ada lagi kemiskinana. Memangnya ada rakyat yang mau miskin..Tapi kenyataannya ngga’ juga tuh.. ini bukti bahwa demokrasi bukan lagi di tangan rakyat, tapi di tangan “sekelompok” rakyat. Seperti yang kita ketahui, Demokrasi Amerika sangat jauh berbeda dengan demokrasi yang ada di Indonesia, begitu juga dengan Demokrasi di Negara2 Afrika dan Eropa dan seluruh dunia yang menjalankan sistem ini. Intinya Tidak ada lagi yang menjalankan Sistem Demokrasi seperti yang di buat oleh tokoh Yunani ini.
Bagaimana seandainya demokrasi yang sesuai dengan “sekelompok rakyat ini di pegang oleh orang yang teguh dalam memahami dan menjalankan agama? Tentu akan sanagat besar dampakanya. Jadi saat ini mungkin PKS memanfaatkan momen itu untuk memberikan pemahaman, mewarnai, dan merubah apa2 yang ada disana (parlemen dan sistem demokrasi) ke arah yang lebih baik. Demokrasi bukanlah sistem yang terbaik, tetapi mungkin untuk menciptakan sistem terbaik salah satunya adalah lewat Demokrasi.. Wallahu’alam.. 🙂

pernyataan ini terkait tentang status dari qiyadah kita, Ust Tifatul Sembiring. saya dapat pernyataan ini dari salah foto FB seseorang yang sebetulnya (wallahu’alam) mengajak untuk diskusi tentang demokrasi..

Jujur, saya adalah kader PKS, dan saya ditarbiyah (dibina) oleh kader PKS juga..selama saya mengikuti berbagai macam wasilah dalam lingkup tarbiyah, dakwah, hizb, dll saya merasa seperti .. terlibat dalam perbaikan diri, terlibat dalam perbaikan masyarakat, terlibat dalam pembenahan sistem kenegaraan kita, ada kontribusi yang nyata dan tidak hanya mengkritisi tapi tanpa gerak dan solusi…

Akhi.. bukankah orang diluar sana merebut kekuasaan untuk kepentingannya pribadi dan golongannya dan mungkin ada tujuan terselubung dalam pemenangan kekuasaan itu… akankah kita biarkan itu begitu saja? tentu tidak..pabila dibiarkan, apalah yang akan terjadi pada negeri ini, antum pasti bisa membayangkannya (ketika sistem dikuasai oleh orang betul2 kafir).. oleh karena itu kita perlu merebut kekuasaan, merebut dari golongan atau partai yg memiliki misi terselubung yang tidak baik…

sekali lagi PKS tidak menjadikan demokrasi sebagai ideologi, maksudnya percaya bahwa hanya dengan demokrasi islam akan berjaya.. tidak.. demokrasi hanya sebagai wasilah atau sarana saja.. wallhu’alam

sebenrnya banyak yg mau diutarakan.. dilain waktu saja..atau ada yg ingin berkomentar terlebih dahulu..

sudah bukan saatnya lagi mencaci tapi berkontribusi menjalankan solusi

Aldo Al Fakhr

Iklan

2 thoughts on “Pernyataan Seorang Ikhwah yg Kusuka

  1. Meera_alasykar berkata:

    Aslkm.af1 sblmx ana bkn orang yg kenal dgn antum,tapi ana d tag sebuah note tntg militansi dari saudariku seperjuangan yg notenya kopas dr antum,setelah ana baca,bnyk ilmu yg ana dpt,,stlh ana liat linkx dan bAcA tULIsan blog antUM,,SubhanalLah bnyk bgt ilmu yg ana dpt,,masukan dr org yg tdk kenal dgn antUM “terus menulis karena bAhasa tULisan antUm cukup mudah d cerna smg bs menjadi ladang tercetakny kadER alLah dan menjadi tULIsan yg bermanfaAT untUK orang bnyk”,,ingin memberikan komentar sepakat tntg tULIsan datas,,jujur setelah bAcA tULisan ini,semakin menguatkan ana d tengah kegelisahan perbedaan harokah d keluarga (tapi cuma beberapa),,yg sering dajak diskusi tentang demokrasi itu thogut,,kalo kt berada d dlmx berarti kt termasuk org yg menyembah thogut,,smpt takut,sampai mencari tafsir tntg thogut itu seperti ap?tapi blm begitU membuat hati yakin,,mgkn karena ana msh awam tentang islam,,nikmat yg luar biasa ana djerumuskan oleh taRBIyah ke dalam kebaikan,,benar kt tdk bs membiarkan negara ini terus” dalam keterpurukan kalo kt hny berdiam diri menungGU negara islam dtg tibA”,tanpa koNtribusi yg nyata”,,

    • Aldo Al Fakhr berkata:

      first.. salam kenal
      sebenarnya ini adalah ikhtilat klasik dikalangan para penggiat harokah..
      bagi ane.. nggak usah diambil pusing…yang penting aksi nyata kita ape?? untuk kembalinya izzah islam didunia khususnya indonesia…
      harokah “kita” tidak hanya berbicara dalam ruang politik saja.. itu yg harus diambil garis tebal dalam frame berpikir yg rasional..
      kita juga berekspansi dalam berbagai ruang, seperti budaya, pendidikan, kesehatan, dan lain-lain
      oleh karena itu, peran kita sbg “kader” sangat dibutuhkan utk mengisi peran-peran yg masih sangat kosong…
      Imam As-syahid Al Banna pernah mengatakan kurang lebih “mari kita satukan yang tsawabit (prinsip) dan luapakan yang mutaghairat(tidak prinsip))..
      kata ini mengajak kita (harokah-harokah) utk bersatu dalam memegang teguh yang prinsip seperti aqidah yang kini banyak tercabik dari berbagai arah..
      utk media/wasilah nggak usah terlalu dipusingkan…karena itu udah ada pahamnya masing-masing..

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s