Apakah Kita Seperti Ini?

Apakah Kita Seperti Ini?

Assalamu’alaykum.. salam sejahtera untuk antum… yang mungkin lagi denger nasyidnya epicentrum…semoga nggak kena kesentrum…

Nggak nyambung ya…!

Sebelum masuk ke tulisannya…

Ane minta do’a ke antum yang sedang membaca, agar ane diberikan kemudahan dalam kefahaman terhadap ilmu yang bermanfaat, diberikan rejeki dari arah yang tak disangka-sangka, diberikan kemudahan dalam menulis kata-kata yang menggugah dan menginspirasi, diberikan kemudahan dalam mengaplikasikan apa-apa yang dibaca dan ditulis, dan diberikan kemudahan dalam merealisasikan target-target yang sudah ditulis dan dicanang-canangkan..

Insya Allah do’a ini kembali ke antum juga..

Back to our theme

Ada kisah hikmah yang patut kita renungi dan pahami, kisahnya begene..

suatu hari, seorang ulama ternama sedang rihlah (jalan-jalan) dengan para mutarabbinya, mereka berjalan begitu semangat dan penuh rasa ceria dan suka, siapa sih yang nggak suka jalan-jalan. Ditengah perjalanan mereka melintasi sekawanan anjing dipinggiran jalan mereka, mereka mengamati sekilas bahwa sekawanan anjing itu sedang bermain-main satu dengan yang lainnya, terlihat mereka sangat akrab, sang ulama berkata kepada para mutarabbinya, “ lihatlah anjing-anjing itu, mereka rukun satu sama lain.

Mereka melanjutkan perjalanan ketempat rihlah yang begitu menyenangkan dan menggembirakan, sepulangnya dari rihlah, mereka melintasi sekawanan anjing tadi, dan mereka melihat kondisi yang sangat berbeda 180 derajat, sekawanan anjing itu merebutkan tulang.

Sang ulama mengatakan, “lihatlah anjing-anjing itu, mereka berkelahi merebutkan tulang. Pada saat tak ada makanan mereka begitu rukun dan akrab. Dan pada saat ada makanan, mereka ribut dan saling berebut satu sama lainnya. Demikianlah juga manusia..!

Dari cerita hikmah tersebut, dapat kita lihat bahwasanya terkadang kita terlalu ribut dengan yang namanya dunia, harta, jabatan, dan wanita. Kita berlomba-lomba untuk mendapatkannya, bahkan saling membunuh, memfitnah, membuat rekayasa kasus, dan lain sebagainya yang intinya menghalalkan segala cara untuk memenangkan kompetisi dalam meraih dunia.

Coba kita tengok,nggak usah jauh-jauh, pada saat shalat berjama’ah dan lebih dapat gambar yang terang ketika shalat jum’at saja. Nah kita dapat lihat, bahwa banyak orang yang tidak berebut untuk shaf yang paling depan, mereka lebih nyantei dibelakang dengan alas an bisa untuk nyenderin badan, kan capek dah kerja setengah harian, ngantuk euy, dll. Padahal pengurus masjid sudah sering mengatakan, “shaf didepan yang kosong moga diisi terlebih dahulu, shaf pertama itu lebih baik dari pada shaf kedua, shaf kedua lebih baik dari shaf ketiga, dan seterusnya..” dasar nggak bisa denger kupingnye atau hatinye yah begini nih, nggak ngerti-ngerti. Saya jujur aja terkadang kesel dan sering saya menegur bapak-bapak untuk mengisi shaf didepan, tapi sering ditolak. Ya udahlah semoga Allah memberikan kefahaman kepada bapak tersebut. Mungkin antum pernah mengalaminya juga kan? Atau termasuk salah satu yang nggak mau ngejar shaf depan!

Begitulah, keironisan yang terjadi secara nyata didepan kita.

Dalam ayat pertama surat al-Anfal, Allah menegur umat muslim pada perang Badr yang sibuk mengurusi harta rampasan perang. Yas aluunaka ‘anil anfaal.. mereka bertanya tentang harta rampasan peran.. seorang mujahid perang badr pernah mengatakan, “kami lemah pada saat itu!”

Yah.. kita lemah pabila dunia sudah benar-benar berada didepan kita, mungkin ketika masih jauh dari pandangan kita kuat menahannya, karena dorongan nafsu yang tak terkendali kita menjadi buta, buta kepada orientasi. Sehingga orientasi yang awalnya suci kelama-lamaan ternodai karena bercak-bercak dunia. Na’udzubillah.

Sebenarnya banyak fakta-fakta yang terkuak dari kecintaan kepada dunia mengalahkan kecintaan kita kepada akhirat.. dalam bidang ekonomi, politik yang lagi panas-panasnya, pendidikan, dan lain-lain..

Apakah kita seperti ini? Seperti anjing yang diceritakan tadi, yang ketika tidak ada makanan aman-aman saja, tapi ketika ada makanan berubah 100% menjadi berebut satu sama lainnya? Pabila kita seperti ini, maka pertanyaan yang kemudian muncul, apa bedanya kita dengan binatang?

Jakarta, 2 Juni 2010

Aldo Al Fakhr

Blogger Pencari Spirit yang Hilang

Iklan

6 thoughts on “Apakah Kita Seperti Ini?

  1. Linda J Kusumawardani berkata:

    Pertama…ana aminkan doanya…(InsyaAlloh akan kembali lagi doanya)

    Kedua….Naudzubillah, semoga kita tdk termasuk seperti org2 yang akhi ceritakan…

    Memang banyak fakta saat ini yang banyak bila ingin dikaitkan dg cerita anjing diatas. hal yg sdrhana saja jg sering terjd, ketika dibis bnyak sering ana temukan org2 yg masih memikirkan dirinya sendri, org yg sdh tua dibiarkn berdri, ibu hamil ataupun yg sdg mbwa anak kecil…pdhl bl dilihat ada kaum laki2 yg memang masih muda dan kuat untuk berdiri…

    Melihat ada kalimat…bidang ekonomi, politik yang lagi panas-panasnya, pendidikan, dan lain-lain..
    Jd Ingin bertanya sesuatu, klo menurut akhi org seperti apa yang saat ini sdg Indonesia butuhkan?

  2. Aldo Al Fakhr berkata:

    sebenarnya, ada ditulisan ane yang dulu-dulu.. ubek-ubek aje nih blog.. he..he..

    akan ane jawab, Umar bin abdul aziz pernah mengatakan, “Kalau pemimpinya kurus, maka rakyatnya gemuk, sebaliknya kalau pemimpinnya gemuk maka rakyatnya kurus”

    dari kata-kata umar bin abdul aziz diatas, kita lihat dalam perspektif luas.

    kalau ditanya orang seperti apa yang cocok utk memimpin Indonesia bahkan dunia adalah ia harus siap “kurus”
    kurus dari orientasi hina, kurus dari harta yang megudang, dalam artian hidup secara sederhana, dan kurus dalam hal energi karena energinya sepenuhnya dipergunakan utk rakyatnya..

    dan banyak lagi..
    kita sama2 berdo’a saja ukh..

  3. Aldo Al Fakhr berkata:

    kalau ga salah dikategori Murabbi.. secara eksplisit ataupun implisit.. reka sendiri maknanya.. he..

    yoi..

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s