Sadarlah Akhi…

Sadarlah Akhi…

Sebelum membaca tulisan ini, alangkah baiknya kalau saya bertanya satu hal yang insya Allah akan ada erat kaitannya dengan tulisan yang akan dibaca dibawah ini.

  1. Sadar itu apa sih?
  2. Siapa yang menulis buku “Bagaimana Menyentuh Hati”?

Jawab aja dengan hatimu…

Untuk jawaban nomor satu tolong ditulis di form komentar dibawah, ayo bagi ilmu dengan temannya yang lain.

Nah.. untuk yang nomor 2, yang menulis Bagaimana Menyentuh Hati adalah Abbas As Sisi. Ada cerita menari mengenai beliau.

Suatu pagi Hasan al Banna datang menemui sohibnya Abbas as Sisi, dan ternyata mata Abbas sembab dikarenakan sepanjang malam terus menangis. Dan sekita itu juga ditanyalah oleh Hasan al Banna, “ya Akhi, kenapa matamu sembab seperti itu?” Abbas as Sisi pun menjawab, “Aku menangis semalaman karena ada tanah kaum muslimin yang dirampas oleh para komunis.” Dan seketika dijawab oleh Hasan al Banna, “Berarti kamu sudah mulai menapaki jalan dakwah ini.”

Subhanallah. Kesadaran Abbas as Sisi tentang ada tanah kaum muslimin yang dirampas komunis saja barulah dikatakan mulai menapaki jalan dakwah ini. Bagaimana dengan kita ya akhi? Sadarlah! Karena kita sering terleha-leha dalam mengemban amanah dakwah. pabila mau dibandingkan. Wuih… jauh banget kita dengan pendahulu-pendahulu dakwah ini. Kita sekarang sudah enak dan sudah terfasilitasi dengan lengkap apalagi dengan adanya legalitas dalam berdakwah seharusnya semakin kenceng juga dakwahnya. namun yang terjadi tak seindah yang diharapkan. Betullah apa yang dikatakan Hasan al Banna pada Majmu’atur Rasail bahwa,

“Ada di antara pemuda yang tumbuh dalam situasi bangsa yang dingin dan tenang, di mana kekuasaan pemerintah telah tertanam kuat dan kemakmuran telah dirasakan oleh warganya. Sehingga pemuda yang tumbuh dalam suasana ini aktifitasnya lebih banyak tertuju kepada dirinya sendiri daripada untuk umatnya. Dia pun kemudian cendrung main-main dan berhura-hura karena meresa tenang jiwanya dan lega hatinya.”

Mungkin itu yang terjadi pada kita sekarang disaat semua sudah serba enak dalam berdakwah justru berhura-hura, merasa santai, tenang tanpa beban, dia berfikir bahwa akan banyak yang akan mengurusi dakwah ini sehingga ia hanya focus kepada dirinya sendiri, itulah tadi karena jumlah aktivis dakwah yang sudah banyak pada zaman ini. Yang diharapkan sebenarnya adalah semakin banyak aktivis dakwah maka seharusnya dapat me ngisi ruang-ruang yang masih kosong dan harus segera diisi seperti dunia akting, dunia perbankan yang masih sedikit dan belum kuat, dan dunia-dunia yang lain. Masa’ harus kembali ke awal lagi, mulai dari nol lagi, tentulah akan menghabiskan energi dan waktu saja.

Sadarlah Akhi..

Dari kesenangan yang melenakan

Keluarlah dari mihrabmu

Mulailah memikirkan umat

Mulailah berkontribusi nyata untuk dakwah

Janganlah hanya sebagai pengembira dan pengkritik saja

Ambillah posisi terdepan dalam perjuangan

Ambillah penamu lalu goreskan perubahan

Jadikan Islam sebagi soko guru

Tentu dengan adanya andil mu disana

Sehingga kau menjadi orang yang dinanti

Dinanti digerbang peradaban yang gilang-gemilang

Wallahu’alam

Bandung, 11 Januari 2010

Aldo Al Fakhr

Blogger Pencari Spirit yang Hilang

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s