Rindu Buat Ayah

Rindu Buah Ayah

Dimatamu masih tersimpan

Selaksa peristiwa

Benturan dan hempasan terpahat dikeningmu

Kau Nampak tua dan lelah keringat mengucur deras

Namun engkau tetap tabah

Meskipus nafasmu kadang tersengal

Memikul beban yang semakin sarat

Kau tetap bertahan

Engkau telah mengerti hitam dan merah jalan ini

Keriput  tulang pipimu gambaran perjuangan

Bahumu yang dulu kekar legam terbakar matahari

Kini kurus dan terbungkus

Namun semangat tak pernah pudar

Meski langkahmu kadang gemetar

Kau tetap setia

Ayah… dalam hening sepi ku rindu

Untuk menuai padi milik kita

Tapi kerinduan hanya tinggal kerinduan

Namun anakmu sekarang banyak menanggung beban

(Titip Rindu Buat Ayah, Ebiet G. Ade)

Syair yang sungguh menggugah. Minggu-minggu ini aku memang sering mendengarkan dan melantunkannya diiringi gitar. Sungguh mengena. Pun kondisiku sekarang berada jauh dari keluarga. Merantau mencari ilmu ditanah orang. Sungguh sedih. Karena aku masih mengandalkan duit orang tua dalam kehidupanku. Malu rasanya, rasa tidak pantas lagi untuk dibekali oleh orang tua. Alhamdulillah bulan februari nanti merupakan perjuangan terakhir ku dikampus, karena akan siding tugas akhir. Artinya aku akan menuju dunia kerja. Dan saatnya untuk mandiri dan member. Saatnya TDA (Tangan di Atas). Saatnya bisa berkontribusi bukan dibekali lagi.

Melihat perjuangan ayahku, sungguh luar biasa. Pekerja keras dan tak pantang menyerah. Sangat mempedulikan diri ini bahkan sering mengingatkan dan mendo’akan.

Sungguh dalam tangisku ada rindu

Sungguh dalam do’aku ada rindu

Sungguh dalam rinduku ada cinta

Sungguh dalam rinduku ada semangat untuk berjumpa

Sungguh dalam cintaku ada keinginan tuk berbuat yang terbaik

Sungguh dalam cintaku ada keinginan tuk membuatnya bangga didunia terlebih-lebih diakhirat.

Ya Allah kasihanilah dia sebagaimana ia mengasihaniku sewaktuku kecil

Robbighfirli waliwalidaiya warham huma kama rabbayani saghira..

Bandung, 13 Januari 2010

Aldo Al Fakhr

Blogger Pencari Spirit yang Hilang

One thought on “Rindu Buat Ayah

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s