Dan Siapkanlah…

Dan Siapkanlah

Taujih Rabbani

“Dan siapkanlah untuk menghadapi mereka kekuatan apa saja yang kamu sanggupi dan dari kuda-kuda yang ditambat untuk berperang (yang dengan persiapan itu) kamu menggentarkan musuh Allah dan musuhmu dan orang orang selain mereka yang kamu tidak mengetahuinya; sedang Allah mengetahuinya. Apa saja yang kamu nafkahkan pada jalan Allah niscaya akan dibalasi dengan cukup kepadamu dan kamu tidak akan dianiaya (dirugikan).” (QS. Al-Anfal: 60)

Hai orang-orang yang beriman, bersiap siagalah kamu, dan majulah (ke medan pertempuran) berkelompok-kelompok, atau majulah bersama-sama! (QS. An Nisaa: 71)

Hai orang-orang yang beriman, bertakwalah kepada Allah dan hendaklah setiap diri memperhatikan apa yang telah diperbuatnya untuk hari esok (akhirat); dan bertakwalah kepada Allah, sesungguhnya Allah Maha Mengetahui apa yang kamu kerjakan.

Ketiga ayat diatas mengindikasi sebuah kata persiapan. Dan menyuruh kita untuk bersiap-siap  terhadap apa yang akan kita kerjakan. Sungguh jikalau persiapan itu matang maka akan ada menang. Itulah yang terjadi. Perintah untuk bersiap ini seharusnya bukan jadi bacaan saja, tapi harus dilaksanakan. Dalam berorganisasi misalnya, kita harus mempersiapkan apa-apa aja perangkat organisasinya, bagaimana AD/ART nya, dan siapa ketua, sekjend, bendahara, kepala bidang, dan lain sebagainya. Ataupun juga ketika kita ingin berbisnis, maka perlu ada persiapan. Persiapan yang sering dijadikan acuan ketika akan berbisnis adalah persiapan mental, kata-kata dedengkot bisnis tuh jangan mikirin modal, modal yang utama adalah kemauan yang kuat, karena dengan kemauan yang kuat modal-modal yang lain akan datang dengan sendirinya tentu saja dengan ikhitiar dan ibadah. Begitulah saudaraku, aku pun yakin engkau pasti ngeh dengan hal ini. Yang menjadi masalah adalah kita jarang mengaplikasikannya dan merealisasikannya dalam amal-amal kita. Itulah inti masalahnya.

Sekarang ini bahkan sudah kemaren-kemaren, para musuh islam sedang berkonsolidasi dengan artian bersiap-siap untuk menghancurkan umat islam dan bahkan dari persiapan mereka tersebut sudah ada yang menjadi kenyataan. Misalnya seperti pacaran, budaya hedon, dan lain sebagainya yang kamu pun pasti sudah mengenal tanda-tandanya. Itulah hasil dari persiapan mereka, dan tunggu saja kejutan dari hasil persiapan mereka.

Sabda Rasulullah Saw:

“Kejahatan yang terorganisir akan mampu mengalahkan kebaikan yang tidak terorganisir.”

Sedangkan kita –umat islam- sibuk dengan mengurusi dan mempermasalahi hal-hal yang tidak prinsip atau mutaghairat. Kita seakan-akan terkotak-kotakkan, memang berbeda madzab itu tidak dilarang oleh Agama, tapi jangan permasalahan yang nggak prinsiplah. Umat ini sibuk mengurusi permasalahan tahlilan, ziarah kubur, qunut, menundukkan wajah ketika salam kepada orang yang lebih tua, dan sebagainya. Seharusnya kita berujuk kepada perkataan seorang Hasan al Banna

“Lupakanlah yang mutghairat dan marilah sinergiskan yang tsawabit (tetap)”

Kata-kata ini seharusnya layak diberikan tinta emas, karena dengan sinergisnya umat islam seluruhnya maka kekhilafahan pun akan menjadi suatu keniscayaan. Inilah perlunya kita untuk berkonsolidasi dalam rangka mempersiapkan agenda-agenda kedepannya menjadikan islam sebagai soko guru peradaban dunia.

Semakin semangat lagi dalam mempersiapkan agenda-agendanya, buat catatan persiapan untuk 1 minggu kedepan, sebulan kedepan, setahun kedepan, sepuluh tahun kedepan, dan seterusnya. Dokumentasikan dan buatlah dengan seideal mungkin sesuai dengan kemampuanmu. Harus realistis dan teliti dalam membuat persiapan. Karena orang bijak mengatakan bahwa,

“Gagal dalam mempersiapkan berarti sama saja siap-siap untuk gagal”

Janganlah menjadi pribadi yang gagal dalam mempersiapkan aktivitas karena kemalangan dan penyesalanlah yang terjadi pada saat itu. Sungguh kita ingin menghindari itu bukan!

Sip..

Kami adalah tentara Allah, Siap menuju kemedan juang

Walau tertatih kaki ini berjalan, Jiwa perindu syahid takkan tergoyahkan

Wahai tentara Allah bertahanlah, Jangan menangis walau jasadmu terluka

Sebelum engkau bergelar syuhada, tetaplah bertahan dan bersiap siagalah

(Korsad, IZZIS)

Rasulullah Saw bersabda:

“ Barang siapa yang jelek diawalnya, maka tunggulah kejelekan pada kesudahannya.”

“Setiap waktu adalah momentum, dan sepenggal masa adalah kesempatan.” Kata Ust Ahmad Zairofi dalam bukunya Hidup tak kenal siaran tunda. Ini mengindikasikan bahwa setiap waktu itu harus dimanfaatkan dengan baik, momentum yang baik akan terjadi jika saja kita berani untuk membuatnya baik dan ketika kesempatan itu datang, ambillah dan genggam dengan erat, lalu pergunakan dengan semaksimal mungkin. Berikan persiapan yang matang terhadap semua kesempatan yang diberikan Allah kepada kita.

Wallahu’alam

Bandung, 12 Januari 2010

Aldo Al Fakhr

Blogger Pencari Spirit yang Hilang

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s