Untuk Sebuah Cita-cita

Untuk Sebuah Cita-cita

Cita-cita adalah sebuah pengharapan yang ingin dicapai pada suatu periode waktu tertentu. Banyak sekali yang berujar kata cita-cita tersebut. Sewaktu kita masih kecil pun lebih tepatnya balita, kita sering ditanya oleh bapak, ibu, sanak kerabat, dan para tetangga yang “gemes” dengan tingkah laku kita. “Apa cita-cita mu Nak?” begitulah yang sering ditanyakan. Dan si anak tersebut spontan menjawab apa yang sudah didengar sebelumnya dari orang lain. Jikalau sebelum ditanya orang lain tersebut sudah ada yang memberikan statemen bahwa Nak, kamu harus jadi dokter atau pilot atau pun lainnya. Spontan saja si anak tersebut berujar demikian, “A..ku i..ngin me…njadi doktelll” dengan senangnya ia mengucapkannya. Sesungguhnya ia belum mengetahui apa itu profesi dokter dengan sebenarnya.

Beda dengan kita yang sudah dewasa hari ini, kita bukan anak kecil lagi yang dengan sekonyong-konyongya menyebutkan cita-citanya tanpa landasan. Kita harus bisa reaktif terhadap diri sendiri, kita harus bisa mengetahui potensi kita apa tentu saja dengan mengukur potensi tersebut. Tak dapat dipungkiri memang terkadang, cita-cita yang diujarkan jauh banget dari realita atau kata kasarnya “ tidak realistis”. Disinilah peran kita sebagai pribadi yang tentunya mengenal profil pribadi kita sendiri bisa memetakan potensi diri jangan sampai megaloman yang terjadi (apa itu megaloman, baca tulisan saya yang berjudul Megalomania, ada di blog ini juga, cari ya… biar makin mantep)

Untuk sebuah cita-cita yang telah diujarkan atau diazzamkan dalam diri, maka harus ada pencapaian yang harus dibuat, perharinya apa, perminggunya apa, permbulannya apa, dan selanjutnya. Setelah itu, buat catatan kenapa target ini harus hari ini, bulan ini, tahun ini. Jikalau dibuat seperti itu insya Allah cita-cita yang diharapkan cukan suatu hal yang sia-sia untuk diimpikan melainkan akan menjadi suatu keniscayaan, dan ketika telah mencapai bahkan melampaui target tersebut ucapkan rasa syukur yang mendalam kepada sang pemberi Kemudahan. Berhasil atau tidaknya kembalikan kepada Allah

Faidza azzamta, fatawakkal ‘allallah

Ketika kita sudah berazam maka bertawakallah kepada Allah. Itu merupakan cara pengabdian dan penyerahan diri kita kepada Allah.

Ngomong-ngomong masalah cita-cita, Alhamdulillah saya sudah memiliki cita-cita dan insya Allah realistis, saya ingin memiliki suatu perusahaan dan saya sebagai direkturnya, dan Alhamdulillah juga sudah dirumuskan targetan dan cara mendapatkan target tersebut. Do’akan ya fren! Aku bisa merealisasikannya menjadi kenyataan.

Optimis dan percaya diri itu perlu dalam pencapaian cita-cita. Karena dengan optimis maka segala tantangan akan mudah tuk hadapi, tidak terbesit pun dalam fikiran untuk mundur dari perang melawan tantangan tersebut.

“Apabila kamu bertemu dengan orang-orang kafir (di medan perang) maka pancunglah batang ‘leher mereka. Sehingga apabila kamu telah mengalahkan mereka maka tawanlah mereka dan sesudah itu kamu boleh membebaskan mereka atau menerima tebusan sampai perang berakhir. Demikianlah apabila Allah menghendaki niscaya Allah akan membinasakan mereka tetapi Allah hendak menguji sebahagian kamu dengan sebahagian yang lain. Dan orang-orang yang syahid pada jalan Allah, Allah tidak akan menyia-nyiakan amal mereka.” (QS. Muhammad: 4)

“Barangsiapa yang membelakangi mereka (mundur) di waktu itu, kecuali berbelok untuk (sisat) perang atau hendak menggabungkan diri dengan pasukan yang lain, maka sesungguhnya orang itu kembali dengan membawa kemurkaan dari Allah, dan tempatnya ialah neraka Jahannam. Dan amat buruklah tempat kembalinya.” (Al-Anfal: 16)

Oleh karena itu, jangan pernah mundur untuk menghadapi rintangan, hadapai dan tendang.

Ujarkan dalam diri, “Innallah Ma’anna” Allah bersamaku.

Wallahu’alam

Bandung, 10 Januari 2010

Aldo Al Fakhr

Blogger Pencari Spirit yang Hilang

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s