Pemuda Berafiliasi Terhadap Dakwah Islamiyah

Pemuda Berafiliasi Terhadap Dakwah Islamiyah

Pabila bicara tentang seorang pemuda, maka yang tergambar begitu banyak rasa dan warna yang tercipta. Ada yang manis, asin, asem, kelet, merah, putih, hitam, hijau, biru, dan lain sebagainya. Dan tiap-tiap orang memiliki argument sendiri-sendiri terhadap opininya mengenai pemuda. Yah begitulah, sungguh masa istimewa dan produktif seorang insan adalah ketika ia berpenampilan dan berjiwa muda.

Dalam Al-Hadist, dikatakan bahwa “pergunakanlah masa mudamu sebelum masa tuamu” ini mengisyaratkan sebuah makna yang dalam bahwa masa muda tidak akan berulang kembali dan harus dimaksimalkan dengan searif dan semaksimal mungkin. Jangan sampai menyesal ketika telah tua. “Kenapa ya sewaktu muda dulu saya tidak begini begitu dan ber-ber lainnya?” pastilah penyesalan itu datang diakhir. Dan ironis lagi ketika penyesalan itu datang ketika sudah berada diperadilan Maha agung. “Ya Allah ku mohon dengan sangat, lindungi kami dari kesia-siaan usia!”

Bahkan ada seorang ustadz yang pernah mengatakan bahwa seorang pemuda itu tidak akan sakit kalau tidak tidur beberapa hari. Yang ada hanyalah kelelahan yang sesaat dan keesokan harinya siap mengemban amanah dengan sebaik-baiknya lagi. Luar biasa.

Allah Swt berfirman dalam QS. Al-Kahfi:13 mengenai pemuda:

“…Sesungguhnya mereka adalah pemuda-pemuda yang beriman kepada Tuhan mereka, dan Kami tambah pula untuk mereka petunjuk.”

Hasan al Banna menuliskan di majmu’atur rasail (Kumpulan risalah) dalam bab Ila asy Syabab (Kepada Para Pemuda)

“Wahai pemuda!

Sesungguhnya, sebuah pemikiran itu akan berhasil diwujudkan manakala kuat rasa keyakinan kepadanya, ikhlas dalam berjuang di jalannya, semakin bersemangat dalam merealisasikannya, dan kesiapan untuk beramal dan berkorban dalam mewujudkannya. Sepertinya keempat rukun ini, yakni iman, ikhlas, semangat, danaamal merupakan karekter yang melekat pada diri pemuda, karena sesungguhnya dasar keimanan itu adalah nurani yang menyala, dasar keikhlasan adalah hati yang bertaqwa, dasar semangat adalah perasaan yang menggelora, dan dasar amal adalah kemauan yang

kuat. Itu semua tidak terdapat kecuali pada diri para pemuda.”

Oleh karena itu, potensi dan karakteristik pemuda harus diarahkan kearah yang baik. Pabila ia dapat membawanya kedunia sekolah, kampus, profesi, masyarakat, siyasi, dan sebagainya maka kegemilangan islam akan menjadi suatu keniscayaan yang pasti. Karena motor penggeraknya ditopang oleh para pemuda tangguh dengan muwashofat yang luar biasa.

Hasan al Banna juga mengatakan:

“Beranjak dari sini, sesungguhnya banyak kewajiban kalian, besar tanggung jawab kalian, semakin berlipat hak-hak umat yang harus kalian tunaikan, dan semakin berat amanat yang terpikul di pundak kalian. Kalian harus berpikir panjang, banyak beramal, bijak dalam menentukan sikap, maju untuk menjadi penyelamat, dan hendaklah kalian mampu menunaikan hak-hak umat ini dengan sempurna.”

Dakwah Kampus

Dalam tulisan ini, hanya akan disinggung tentang dakwah didunia kampus. Karena penulis merupakan seorang mahasiswa. Dan tentu saja mahasiswa adalah juga seorang pemuda yang biasanya memiliki alur pemikiran dan idealisme yang lebih ketimbang pemuda-pemuda lainnya. Ia cepat tanggap terhadap isu-isu disekitarnya, lebih memiliki jiwa perubahan dan pembaharu didalam dirinya ketimbang pemuda-pemuda lainnya!

Dalam buku RMDK (Risalah Managemen Dakwah Kampus) pada bab pendahuluan dituliskan bahwa:

Dakwah kampus merupakan sebuah tahapan dakwah terpenting dalam dakwah pelajar. Dakwah kampus memiliki kekhas-an tersendiri dalam pergerakannya dan memiliki kesempatan untuk berkontribusi lebih terhadap masa depan suatu bangsa,karena mahasiswa merupakan cadangan masa depan. Ketika dakwah kampus bisa memasok alumni yang berafiliasi terhadap Islam, maka perbaikan umat di masa datang menjadi sebuah niscaya.

Adalah sebuah kemestian dalam beramal harus memiliki ilmu dan pemahaman yang komprehensif terhadap yang tsawabit dan mampu berijtihad (mempebarui) berlandaskan al Qur’an dan as Sunnah. Sungguh kekosongan yang terjadi pabila seorang berfikir tanpa ilmu, berkata tanpa ilmu, beramal tanpa ilmu. Oleh karena itu, dahulukan ilmu atas amal. Itulah pesan yang sering kita dengar dari ulama-ulama dan para ustadz-ustadz dalam kajian-kajiannya. Yakinlah, semangat dan kemauan akan kuat terasa jika pemahaman telah kuat dalam diri, teguh dalam menjalankannya, dan berani untuk memberikannya kepada yang belum mengetahui. Oleh karena itu bagi seorang Aktivis Dakwah Kampus atau sering disingkat ADK memahami karakteristik dakwah itu sendiri pada umumnya dan karakteristik dakwah kampus itu sendiri secara khususnya. Dan harus berpegangan pada pedoman dan aholah yang ada.

Makna Dakwah (Singkat saja)

“Jadilah di antara kamu sebaik-sebaik umat yang mengajak kepada kebaikan,menyeru kepada yang ma’ruf dan mencegah dari yang mungkar. Mereka itulah orang-orang yang beruntung.” (QS. Ali-Imran : 104)

Dakwah secara etimologis (bahasa) berarti jeritan, seruan, atau permohonan. Ketika seseorang mengatakan da’autu fulaanan, itu berarti berteriak atau memanggilnya. Adapun menurut syara’ (istilah), dakwah memiliki

beberapa definisi. Di sini akan disebutkan sebagian dari definisi tersebut.

Menurut Syaikhul Islam Ibnu Taimiyah, dakwah adalah mengajak seseorang agar beriman kepada Allah dan kepada apa yang dibawa Rasul-Nya dengan membenarkan apa yang mereka beritakan dan mengikuti apa yang mereka perintahkan.

Sementara itu, Fathi Yakan mengatakan, “Dakwah adalah penghancuran jahiliyah dengan segala bentuknya, baik jahiliyah pola pikir, moral, maupun jahiliyah perundang-undangan dan hukum. Setelah itu pembinaan masyaraka Islam dengan landasan pijak keislaman, baik dalam wujud kandungannya, dalam bentuk dan isinya, dalam perundang-undangan dan cara hidup, maupun dalam segi persepsi keyakinan terhadap alam, manusia dan kehidupan.

Sungguh banyak referensi yang dapat kamu baca untuk mengenal karakteristik dakwah dan dakwah kampus. Seperti RMDK salah satunya yang konsen terhadap pembahasan dakwah kampus.

Begitulah.. pabila seorang pemuda telah berafiliasi terhadap dakwah islamiyah maka tunggulah beberapa saat lagi  izzatul islam akan bersemi kembali dan menduduki singgasananya yang telah lama vakum (Demisioner – Masa-masa kekosongan kekuasaan)

Allahu Akbar

Wallahu’alam

Bandung, 06 January 2010

Aldo Al Fakhr

Blogger Pencari Spirit yang Hilang

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s