Disintegrasi Teori dan Praktik

Dakam kehidupan sehari-hari, seringkali kita bertindak sebagai orang lain pada waktu yang berbeda. secara teorikal kita sangat idealis dalam bertindak dan berkata. namun secara praktikal dilapangan tak terasa dan tak diduga idealisme itu perlahan terkikis dengan seiringan waktu yang berjalan. hal itu disebabkan oleh adanya keterkaitan/ hubungan sosial kita kepada lingkungan sekitar. dan kita tidak mampu membendung “tsunami idelais”tersebut. itu masalahnya….

orang-orang yang seperti ini biasanya orang yang tidak jujur dengan dirinya sendiri, ia membelok pada jati dirinya, lupa akan basis identitasnya, dan irinisnya berat untuk kembali kepada kata “lurus”. ia tampil bukan sebagai dirinya, dia menjadi orang lain dengan cara mentransformasikan elemen-elemen sosial kedalam dirinya. dari akibat ini pun akan berdampak secara psikologis untuk dirinya dan lingkungan sosialnya.

Untuk dirinya, ia akan merasa sebagai seorang munafik, karena hati berbeda dengan ucapan dan perbuatan. ia akan malu pada dirinya sendiri karena ia tidak mampu mengintegrasikan kedua hal tersebut secara padu didalam dirinya. dan tentu saja hidup yang dijalaninya adalah hidup yang penuh kekhawatiran, kecemasan, ketakutan, kecapekan, dan lain-lain. Untuk lingkungan sosialnya, apabila lingkungan sosial tersebut mengetahui apa yang sebenarnya terjadi pada dirinya, maka dengan sedirinya akan membuat, lingkungan sosial tersebut tidak akan percaya lagi padanya. dan malangnya, untuk menyembuhkan kepercayaan lingkungan sosial membutuhkan waktu yang sangat lama, bahkan bertahun-tahun lamanya, mungkin juga tidak pernah kesampaian, karena sudah keburu meninggal dunia. naudzubillah…..

Sebetulnya, disintegrasi antara teori dan praktek terjadi karena tidak adanya kemandirian yang terasah tajam pada dirinya, ia tidak percaya akan dirinya sendiri, dan ia pun menjadikan orang lain sebagai “alter-egonya” . Alhamdulillah, jika yang ditiru adalah orang-orang yang shaleh atau orang-orang baik, tapi jikalau ditirunya adalah orang-orang yang tidak shalih atau tidak baik yang hanya memikirkan materi semata, maka tunggulah kehancuran pada dirinya.

Oleh karena itu fren… proses pengkreatifan diri sedini mungkin terus digalangkan secara konsisten dan penuh kerja keras serta keikhlasan, agar apa yang kita fikirkan, perbuatkan dan ucapkan dapat bersinergi dan berintegrasi positif sehingga akan menimbulkan efek yang luar biasa bagi dirimu dan bagi lingkungan sosialmu…

bukanlah orang yang baik adalah orang yang bermanfaat bagi lingkungannya!!!…

Duri, 29 Agustus 2009

Aldo Al Fakhr

Blogger Pencari Spirit yang Hilang

Dur

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s