Isu Primordial tak lagi Berpengaruh

capres dan cawapres

Isu Primordial tak lagi berpengaruh dalam kancah politik dewasa ini. isu primordial yang dimaksud seperti agama(jilbab), ras (jawa or non jawa), dan lain sebagainya.

baru-baru ini Lembaga Survei Indonesia (LSI) kembali meluncurkan survei terbaru tentang elektabilitas tiga pasang calon presiden-wakil presiden yang bertarung pada pemilu 8 Juli 2009. Survei yang dilakukan tanggal 25-30 Mei 2009 dengan 3000 responden itu, menempatkan pasangan Susilo Bambang Yudhoyono-Boediono pada urutan pertama dengan meraih suara sebesar 70 persen responden. Diikuti pasangan Megawati-Prabowo dengan 17 persen responden, dan Jusuf Kalla-Wiranto mendapatkan 7 persen suara.

Seberapa besar sih pengaruh isu primordial agama semisal jilbab.

dari survei itu dapat dilihat bahwasanya politisasi agama tak lagi berpengaruh pada pemilih yang akan memilih, dan semakin menguatkan semakin tak laku lagi isu seperti itu, dan bahkan ironisnya, banyak warga yang menilai isu seperti hanyalah isu sampah.

menurut pendapat saya, yang terjadi pada kubu JK-Win yang menjual politik jilbab, tidak sesuai dengan aspirasi yang berkembang di tengah-tengah masyarakat pemilih, bahkan pemilih muslim sekalipun.intinya, masyarakat kita sekarang semakin rasional dalam menentukan pilihannya, dan itu bukanlah isu utama. yang menjadi sorotan publik sekarang adalah isu ekonomi, sehingga isu jilbab menjadi kurang seksi untuk elektabilitas bagi kubu JK-Win.

Justru menjadi Bumerang

Isu jilbab tersebut menurut beberapa pengamat politik menjadi bumerang bagi kubu JK-Win. Betapa tidak, disini dapat terlihat adanya politisasi agama dalam kancah politik yang mungkin tujuannya hanyalah tuk jangka pendek.

saya sangat sepakat dengan yang dikatakan Tiffatul Sembiring- presiden PKS- bahwa “jilbab hanyalah selembar kain yang  apakah kalau istrinya berjilbab masalah ekonomi selesai? apa pendidikan, kesehatan jadi lebih baik?”

sebenarnya jilbab dengan tidak jilbab adalah pilihan pribadi yang seharusnya tidak diletakkan dalam rangka mengkapitalisasi dukungan elektoral.

jika JK-Win menggunakan jilbab sebagai isu primordial, maka jawabannya tak berpengaruh. karena tlah jelas di LSI, SBY-Boediono mendapat 71 % dari pemilih muslim dan sedangkan Jk-Win hanya 7 %.

sekarang kita lihat yang pemilih non muslim

Dari hasil survei LSI itu menunjukkan bahwa titik lemah SBY-Boedino ada di pemilih nonmuslim. SBY-Boediono didukung oleh mayoritas muslim secara proporsional, tapi under representative dari pemilih nonmuslim, di bawah 70 persen, bahkan di bawah 50 persen. Jadi, separoh dari elektabilitas SBY sebesar 70 persen. Sebaliknya, nonmuslim over representative untuk Megawati-Prabowo yang mencapai sekitar 40 persen.

Pemilih muslim tidak lagi melihat agama sbg faktor determinan. ini harapan bagi munculnya demokrasi yang lebih mendalam berkualitas.

Makanya, lewat tulisan yang amburadul di blog ini. saya berharap di kampanyenya, didebatnya ketiga calon tidak mengangakat isu primordial. dan seharusnya mengangkat isu yang lebih rasional yang mementingkan keadilan lagi kesejahteraan rakyat banyak…. itulah yang sering absen di kampanye dan didebat mereka. mereka lebih konsentrasi kepada jargon mereka… Pro Rakyat, Lanjutkan, dan Lebih Cepat Lebih Baik.

tapi teteup… nomor 2 pilihanku…………….

Bandung, 02 Juli 2009

Aldo Al Fakhr

Blogger Pencari Spirit yang Hilang

Iklan

4 thoughts on “Isu Primordial tak lagi Berpengaruh

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s