Ekonomi Kerakyatan

wuidih…. berat nih postingan…. ga kok nyantei aja…. kalau pusing tinggalin aj mbacanya… dari pada tambah pusing….

ekonomi kerakyatan

“Hai orang-orang yang beriman, Sesungguhnya orang-orang yang musyrik itu najis, maka janganlah mereka mendekati Masjidilharam sesudah tahun ini. Dan jika kamu khawatir menjadi miskin, maka Allah nanti akan memberimu kekayaan kepadamu dari karuniaNya, jika Dia menghendaki. Sesungguhnya Allah Maha Mengetahui lagi Maha Bijaksana.” [At Taubah:28]

“Hai orang-orang yang beriman, janganlah kamu mengambil orang-orang kafir menjadi wali] dengan meninggalkan orang-orang mukmin. Inginkah kamu mengadakan alasan yang nyata bagi Allah (untuk menyiksamu) ?” [An Nisaa’:144]

Ayat diatas mengtakan bahwa Allah SWT memerintahkan umat islam  melarang orang-orang kafir untuk masuk ke kota mekkah, sedangkan pada waktu itu perekonomian sangat bergantung ke pada orang2 kafir itu. namun sebagian umat muslim takut miskin, tapi Allah menegaskan bahwa jangan khawatir, Allahlah yang akan memberikan kekayaan dengan karunia-Nya.

Nah… pastinya bisa kita ambil ibroh (manfaat) nya kan bahwa kita harus mandiri – in bukan kampanye nya JK-Win ya…- bahwa kita harus bisakeluar dari kekangan orang-orang kafir yang sudah merampas dan semena-mena terhadap perekonomian kita.

berikut data dari blog saudara saya, http://syiarislam.wordpress.co

90% Migas Indonesia dikuasai oleh perusahaan-perusahaan asing. Akibatnya 6 dari 7 perusahaan Migas Asing yang beroperasi di Indonesia (dan juga negara-negara lain) masuk dalam daftar 10 perusahaan dengan pendapatan terbesar versi majalah Forbes 500 (misalnya pendapatan Exxon tahun 2007 US$ 452 Milyar / Rp 542 Trilyun) sementara mayoritas rakyat Indonesia hidup dalam kemiskinan. Paling tidak mereka menikmati 40% hasil Migas Indonesia. Ini jika angka produksi yang mereka laporkan benar. Karena menurut Amien Rais, sulit menghitung berapa banyak gas yang dihasilkan dari bumi Indonesia jika langsung dialirkan melalui pipa ke Singapura.

Kemudian untuk Pertambangan Emas, Perak, Tembaga, dsb lebih parah lagi. Perusahaan Asing mendapat bagian terbesar (85%) sementara 240 juta rakyat Indonesia harus puas dengan bagian kecil 15%.

ian kita.

sangat ironis banget kan.. ketika sumber daya alam kita banyak dimanfaatkan orang, namun yang kita dapatkan hanyalah beberapa persennya saja. makanya untuk itulah saya mengajak para teknokrat atau yang bercita-cita menjadi teknokrat muslim yang bermanfaat bagi orang lain agar untuk memiliki angan atau cita-cita, bermimpilah untuk menjadikan jadi diri bangsa lebih baik.

untuk itu ada beberapa hal agar ekonomi kerakyatan bisa terjalankan…..

  • Mengutamakan pasar rakyat. Keberadaan mal-mal yang marak beredar dittengah kehidupan hedonisme masyarakat sepatutnya diawasi, jangan sampai mematikan sektor pasar rakyat.
  • Harta harus beredar diseluruh masyarakat. intinya, harta tidak hanya beredar dikalangan orang-orang kaya saja, namun harus beredar di kalangan orang-orang miskin.
  • barang harus beredar dimasyarakat bukan ditumpuk dipasar komoditas.
  • Melarang ekonomi spekulatif/judi.(jujur masalah ginian aku masih bingung, antara haram dan halal -terserah kalian para pembaca-)
  • Menjalankan Ekonomi yang bebas riba (syari’ah)
  • Memberikan gaji yang sewajarnya tidak berlebihan…..

“Sesungguhnya zakat-zakat itu, hanyalah untuk orang-orang fakir, orang-orang miskin, pengurus-pengurus zakat, para mu’allaf yang dibujuk hatinya, untuk (memerdekakan) budak, orang-orang yang berhutang, untuk jalan Allah dan untuk mereka yuang sedang dalam perjalanan, sebagai suatu ketetapan yang diwajibkan Allah, dan Allah Maha Mengetahui lagi Maha Bijaksana” [At Taubah:60]

Wallahu’alam

Bandung, 02 Juli 2009

Aldo Al Fakhr

Blogger Pencari Spirit yang Hilang

Iklan

One thought on “Ekonomi Kerakyatan

  1. Willy Mardian berkata:

    gak segampang itu lah pada awalnya memang bermula dari konstitusi kita UUD 45 yang menekankan pengelolaan kekayaan alam olen negara tapi makin kesini makin berbau “kiri” atawa sosialis. terlihat dari visi dan misinya yang teralu banyak berfokus pada rakyat.

    Neoliberal itu sendiri baru ada ketiak Konsensus Washington yang membatalkan standar emas dan pada dasarnya lebih banyak mengaca pada Teori Ekonomi Klasik

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s