Coba Bertanya Pada Kesunyian

Coba bertanya pada kesunyian

wuih…. apa lagi ini. ada-ada aja.

emang bisa bertanya pada kesunyian? jelasin oi….

oke.. tenang-tenang.

pertanyaan yang tak kalah penting adalah, dari mana jawaban dari kesunyian itu muncul.

Kesunyian disini adalah bukan ketika 1/3 malam terakhir yang sebagian besar manusia masih terlelap dengan mengarungi alam impi yang indah bahkan pula ‘asem’. bukanlah pula ketika berada dipuncak gunung yang menjulang tinggi yang tiada seorang pun disana, dan wajah terhadap ke langit-Nya yang agung, penuh ke exotikan memberikan warna didalam hati yang tak tentu warnanya. bukanlah pula ketika berada di sebuah kamar yang tertutup rapat, gelap tiada kebisingan bahkan denyut jantung sang nyamuk pun tak terdengar, penuh kegelapan mata tak bisa menerawang ke semua sudut kamar yang ada hanyalah kebutaan mata sesaat. dan bukanlah pula ketika semua manusia tidak melakukan aktfitas-aktifitasnya.

kesunyian yang ku maksudkan disini adlah kesunyian atau ketenangan fikiran yang jauh dan bahkan sangat jauh dari hingar bingar persoalan.

nah… disinilah kita bisa menelusuri dan menjelajahi serta mengevaluasi terhadap apa-apa yang telah kita lakukan selama periode waktu tertentu. dengan fikiran yang sunyi membuat kita lebih mudah tuk menyelami kesalahan-kesalahan dan kebaikan-kebaikan apa saja yang sudah kita lakukan pada masa lampau, baik itu 1 hari, 2 hari, 3 hari , dan seterusnya.

dengan fikiran yang sunyi menyebabkan kita dapat bertanya pada diri sendiri dengan penuh takzim sehingga rileks dalam menyelam.

Seperti halnya Rasulullah, ketika ia berada di gua hira, Ia menenangkan fikirannya tuk mengevaluasi kehidupan jahiliyah yang dianut oleh bangsa Quraisy dan Beliau juga memikirkan akan Ayat-ayat kauniah yang tersebar diseluruh kehidupannya.

sangat luar biasa pabila kita gunakan metode ini tuk menjadikan diri kita menjadi lebih baik lagi tiap detiknya, tiap jamnya, tiap harinya, dan seterusnya. dan kita pun akan menjadi orang yang beruntung, seperti yang telah di sabdakan oleh Rasulullah, “pabila hari ini lebih baik dari pada hari kemarin, maka kamu termasuk orang yang beruntung.”

pabila telah mengevaluasi, temukan jawaban yang solutif, apa yang harus saya lakukan setelah ini? oh ini…ini.. yg seharusnya yang akan aku lakukan.  segera mungkin kita aplikasikan. dengan fikiran yang tenang maka akan mudah mendapatkan jawaban.

marilah sama-sama kita mengevaluasi diri kita dan jangan pernah lelah tuk menjadi orang yang beruntung dihadapan Allah dan Rasul-Nya.

Semangka!!! (Semangat Kawan)

note:

“bila sesungguhnya kita mengerti cara bertanya pada kesunyian, maka akan didapatkan jawaban yang luar biasa.”

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s