Fenomena Pacaran Membuat Aku Muak

Benar ini adanya… aku tidaklah mengada-ada bahwa dalam relung hati ini sangat muak dengan namanya pacaran. Ketika ada sepasang kekasih yang berjalan dengan mesranya didepanku, membuat mulut ini mengerutu sendiri, pernah suatu saat aku menegur mereka. Yah.. aku tak takut. Kenapa harus takut. Kalau matipun insya Alloh syurga dah didepan mata. Sebaliknya jika aku melihat sepasang suami istri jalan bareng. Wah… malah bikin aku pengen. He..he… apalagi kalau mereka sudah tua… salut kepada mereka yang konsisten dengan cinta yang dirajut dalam mahligai pernikahan waktu itu.

Kenapa harus pacaran sih? Tanyaku kepada seseorang.

Ia menjawab. Agar kami lebih bisa kenal dan bisa saling mencintai.

Wuuueeeekkkk…

Wahai kawan!

Maukah engkau menikahi wanita yang mana ia telah dicium bibirnya, dipeluk tubuhnya, bahkan (maaf) telah disetubuhi oleh pacaranya dulu?

Pasti kalian akan menjawab tidak mau. Aku yakin sekali.

Dan

Maukah engkau menjadikan seorang laki2 sebagai suamimu yang mana ia telah mencium bibir, memeluk tubuh, dan menyetubuhi pacarnya dulu?

Dan aku sekali lagi amat sangat yakin kaupun akan tidak mau.

So…. Apa yang kau cari dari pacaran sahabatku. Tak ada gunanya. Hanya menyisakan nelangsa keimanan dan kealpaan dalam mengingat Allah. Pikiranmu hanya menyelami pikiran2 jorok, pikiran2 si dia. Kerinduan yang sangat kepada dia, menyebabkanmu malas makan, males beraktifitas, dan males dalam beribadah. Jikapun kau melakukan hal2 tersebut, tentu pikiranmu tidak focus dan akan mempengaruhi kinerjamu.

Kau lupa bahwa Allah lebih mencintaimu, dari pada yang lainnya. Kau diberi udara tuk bernafas, kau diberi jaminan rizki, kau diberi kenikmatan hidup dibumi, dan lainnya. Tapi kau alpa sahabatku. Aku sangat peduli kepadamu. Bukankah sahabat baik adalah sahabat yang menasehati ketika sahabatnya salah.

Kau lupa bahwa wanita yang akan menjadi istrimu mengharapkan kedatanganmu. Disudut dunia lain ia mendo’akanmu penuh harap agar kau adalah orang terbaik yang diberikan oleh-Nya. Ia tidak akan pacaran, baginya ia hanya mau pacaran setelah menikah, karena lebih baik dan berpahala. Ia selalu setia menantimu dalam penantiannya. Ia rindu bibirnya dikecup olehmu, ia rindu tubuhnya dipeluk olehmu, dll. Maukah engkau mengecewakannya sahabatku. Oleh sebab itu perbaikilah agamamu, tingkatkan kualitas keimananmu. Bukankah laki-laki yang baik hanya untuk wanita yang baik pula. Seperti yang telah difirmankan oleh Allah SWT dalam QS. An-Nur: 26,

wanita-wanita yang keji adalah untuk laki-laki yang keji, dan laki-laki yang keji adalah buat wanita-wanita yang keji(pula), dan wanita-wanita yang baik adalah untuk laki-laki yang baik dan laki-laki yang baik adalah untuk wanita-wanita yang baik(pula)…”

Telah jelas lah didalam ayat diatas, apakah kau ragu…. Janganlah kau ragu sahabatku. Percayalah pada Allah.

“Kitab(Al-Qur’an) ini tidak ada keraguan padanya, petunjuk bagi mereka yang bertaqwa.” (QS. Al-Baqoroh:2)

Oke sahabatku. Semoga Allah senantiasa membimbingmu menjadi insan yang lebih baik dari pada kemarin.

Ya Allah

Hidup ini banyak kuisi dengan maksiat

Hidup ini banyak kuisi dengan kealpaan mengingat-MU

Bantu aku ya Allah

Menyelusuri jalan-Mu yang lurus

Agarku selamat…..

didunia dan akhirat

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s