Mengambil pelajaran dari Peta yg salah

lha, kok bisa ngambil pelajaran dari peta? bisa donk

kehidupan disekolah hanyalah sebuah peta realitas yang digambarkan oleh seseorang. ketika kita belajar geografi, tentu kita belajar mengenai peta kan! tau ga, bahwa peta realitas itu bukanlah realitas itu sendiri, misal peta indonesia bukanlah wilayah indonesia itu sendiri, peta bandung bukanlah bandung sesungguhnya, peta palembang (narsis banget aq) bukanlah Palembang sesungguhnya. karena peta hanya penggambaran tehadap sesuatu wilayah dengan skala tertentu untuk keperluan tertentu. Bisa dikatakan bahwa peta yang sering kita pakai adalah mendekati salah. betul kan! Peta itu kan dibuat oleh seseorang dengan asumsi-asumsi tertentu dan keadan tertentu, sedangkan manusia tempatnya salah dan lupa. Berarti peta yang kita gunakan adalah mendekati keliru, dan sayangnya kita tidak menyadari hal tersebut, sehingga keputusan yang kita ambil akan keliru pula.

Bingung!!!

ha..ha… kayak pinter aj gw!

contoh, ada seseorang berdarah batak, tentu logatnya pun logat batak, datang ke jakarta untuk berkunjung ke keluarganya di jakarta. sesampainya ia di jakarta, ia menanyakan lokasi saudaranya di jakarta dengan seseorang.

“bang, kau tau grogol dimana?” dengan logat bataknya.

“tau, mau ngapa kau disana,mau  nyopet ya?”

untuk orang batak jangan marah dulu ya, karena bagi sebagian seorang telah membuat sebuah peta realitas di otaknya, bahwa orang batak=pencopet. peta tersebut tidak muncul begitu saja, hal itu dikarenakan banyak dulunya orang batak yang tertangkap mencopet, sehingga orang berfikiran demikian. tentu saja peta realitas tersebut tidak sepenuhnya benar, karena tidak semua orang batak adalah pencopet.

siapa yang bisa melarang orang yang memetakan dalam fikirannya bahwa orang solo adalah orang yang lamban, cewek sunda dan manado yang suka dandan, orang chinese yang ulet, orang padang yang suka berdagang dan merantau, dll. hal ini tidak lah muncul begitu saja. tapi hal ini terjadi karena pengalaman, dan tradisi yang mengakar, cerita yang disahkan oleh mind-nya. dibarengi dengan ilmu pengetahuan atau wawasan yg ia miliki.

Begitu!!!!

dalam mengarungi kehidupan sehari-hari, masalah begitu banyak yang kemudian muncul, jangan sembarangan mematakan sesuatu yang belum tentu kebenarannya, cobalah di tabayun(koreksi) sehingga kita tidak bersikap salah dlm menentukan suatu masalah. oke.

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s