kita adalah perantau

berlabuh kita adalah seorang perantau pren! banyak dari kita termasuk aku pun belum menyadari hakikat ini. kita terlalu sibuk untuk mengurusi hal-hal lain yg lebih penting dibandingkan hal ini.

coba bayangkan deh pren! jika kita dalam perjalanan menuju kampung halaman kita naik kapal laut. kemudian, kapal melewati sebuah pulau kecil, dan seketika itu juga, si nakhoda nyuruh kita tuk turun dan menyiapkan bekal selama 7 hari di pulau tersebut dikarenakan perjalanan akan sangat membutuhkan bekal yang cukup untuk sampai di kampung halaman. si Nakhoda memerintahkan agar, masing-masing membawa bekal sendiri, dan tidak dpt diwakilkan. semua penghuni kapal turun dari kapal menuju pulau tersebut.

pertanyaan yg ingin saya sampaikan kpd kamu, apa yg akan kamu siapkan untuk bekal kamu? pertanyaan ini sudah pasti terjawab dengan mudah oleh kamu kan! bahwasanya kamu akan menjawab:” aku akan mencari buah-buahan segar untuk dimakan dan air tawar yg segar untuk diminum, karena tidak mungkin minum air laut, kebayang ga kalau lg aus  minum air laut, bisa-bisa kamu muntah. ga percaya! buktiin aja ndiri! tau ga’ bahwa tidak semua penghuni kapal itu, tau ap yg akan mereka siapkan. mereka malah membuat rumah yg mewah disana, peternakan, dan bersenang-senang disana hingga mereka lupa bahwa tujuan mereka ke pulau itu apa. mereka lupa membawa bekal untuk perjalanan jauh setelah ini.

7 hari kemudian

sang Nakhoda mengumumkan kepd mereka untuk segera naik ke kapal karena dah waktunya tuk berangkat. diantara mereka, ada yang membawa bekal yg cukup, ada yang membawa bekal yg sedikit, dan bahkan ada yang lupa untuk pulang karena bersenang-senangnya mereka di pulau itu, ya udah ditinggal aj tuh penumpang. di perjalanan orang yg membawa bekal yg cukup akan sampai dikampung halaman dengan selamat dan sehat, karena bekal cukup yang dibawanya. orang yg membawa bekal yg sedikit, mungkin akan sampai, tapi dengan kondisi yg sakit. sedangkan orang yg ketinggalan tadi tidak akan pernah nyampe ke kampung halamannya. ya iyalah… wong dia ga ikut naik ke kapal. dan telah dpt kabar bahwa pulau tersebut diterjang oleh tsunami, dan menenggelamkan pulau itu.

nah…. apa ibroh yg kita dpt dr cerita diatas! sejatinya kita adalah perantau, dan kita hanya singgah sebentar saja di dunia ini, dan kita akan pulang ke kampung halaman kita, yaitu surga. karena Nabi Adam tinggal di surga pertama kali. sudah jelaslah bahwa sejatinya surgalah kampung halaman kita. kalau kita tidak dpt menuju halaman kita, maka kita diibaratkan seperti orang yg bersenang-senang dipulau itu yang mati juga akhirnya, jadi ia tidak dpt ke kampung halamannya yaitu surga.

so, prepare ur self well, okay!

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s