Makan batagor

Makan batagor

Sungguh nikmatnya batagor, batagor adalah makanan khas ranah sunda yang rasanya enuak banget. Setahu saya batagor tu singkatan dari bakso tahu goring, saya ga tau bener atau ga artinya batagor, yang penting mah makan aja lah. Semenjak kuliah di bandung nil ah saya tau akan namanya batagor.

Pada waktu itu temen ngajak makan batogor di depan MSU, MSU tu singkatan dari masjid syamsul ulum. Kedai batagor itu terletak di dekat toko computer punyanya senior saya, namanya mas Heri.

“ak beli batagor!”

“berapa dek?” kata aak itu dengan logat sunda yang kental, tampak dari wajahnya ia adalh seorang asli sunda.

Saya bingung, biasanya berapa ya beli nih batagor. Lalu saya Tanya temen saya.

Saya tolehkan pandangan saya ke arah temen saya.

“oi, biasonyo berapo?” dengan logat dan bahasa Palembang

“ai terserah kaulah, nak seribu, duo ribu, tigo ribu, pacak nyo tu!”

“oo.. mak itu, okelah”

Saya torehkan lagi pandangan saya kea rah aak itu.

“dua ribu aja ak!”

“sip”

Tak lama kemudian, kira-kira dua menit dah selesai tuh batagor.

“o.. ini toh namanya batagor, baru tahu aku!” berucap sendiri

Ku ayunkan sendok yang telah membawa batagor kea rah mulutku, cccckklllllkkkk, masuk deh ke mulutku.

Kesan pertama makan batagor. Enak, manis, dan pedas. Ga ada yang special.

Setelah itu selama beberapa kali makan disana. Dan jadi doyan.

Pada waktu semester 4 aku pindah kos di Mabes (makam beside) di Gg. PGA, ternyata disamping kos ku tuh ada yang jualan batagor, ya udah sering deh beli disana. Tapi kurang enak dan pelayanannya yang kurang mantep (menurutku lho!)

Tapi tetep aja aku beli, karena dah jadi orang Bandung mungkin yah!

Pada saata ku buat tulisan ini pun, aku sedang makan batagor yang kubeli di samping kos ku itu.

Seenak-enaknya masakan, masih enak makanan mama ku, aku rindu sekali dengan rendang, teri, sambel, ikan, dll buatan mama ku.

Kalau aku telah punya istri, aku suruh istriku untuk kursus masak ke ortu

Kata seorang ustadz, salah satu yang membuat suami betah di rumah ada dua, yaitu di perut dan dibawah perut, maksud di perut adalah masakan-masakan yang enak dan disenangi oleh suaminya dan dibawah perut, ah.. ga usah dijelasin, belum saatnya.

Ya Alloh berkahilah tiap langkah orang tuaku

Berikanlah mereka hidayah tanpa henti

Maafkanlah dosaku ya Robbi, karena kurang bisa membuat mereka bahagia

Aku cinta kalian ya orang tuaku!

Do’akan aja biar aldo berhasil di dunia dan akhirat

Semoga ikatan hati kami akan tertaut dengan kuat.

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s