Dalam Detik
Puisi Ukhuwah
Dalam Detik
Sejenak kisah itu hadir tercipta
Hadir dalam bayangan
Hadir tanpa diundang dibenak
Merengkuh jiwa yang sepi
Meramai benak yang kosong
Mengusik kerutinan pagi
Memberikan aliran deras di alam fikir
Dalam detik penuh bahagia
Telah kucoba tuk merenungkan
satu, dua, tiga, dan seterusnya
yg terbaik tuk dirimu kini
dalam detik penuh kesedihan
Telah kucoba tuk merenungkan
satu, dua, tiga, dan seterusnya
yg terbaik tuk dirimu kini
Sebuah kisah cerita telah kita rajut
Terpahat dan terukir tuk kita jaga
Didalam suci jiwa
Yang telah kita cipta bersama
Semoga tercerita hingga ke syurga
Pesan: jaga saudara antum, ingat-ingat pemberiannya dan kelebihannya, lupakan kesalahan dan kekhilafannya. Jaga perasaannya dan berikan yang terbaik untuknya. Insya Allah ukhuwah kekal hingga ke syurga.
Bandung, 19 nov 2009
Aldo Al Fakhr
Blogger Pencari Spirit yang Hilang
Kala Sedih
Sebuah Puisi dari Hati yang sedikit tergores
Kala Sedih
kala ku mengingat tentang hal tadi
hati ini menjadi sendu kelabu
kubiarkan tinta mata bercucuran
menuaikan hasrat dihati
Aku tak sampai fikir
mengapa ia bisa begitu
perlahan menyusup sakit dihatiku
yang memang sepi akan bahagia
tak ada manusia yang sempurna
jangan kau menuntut lebih dari diri yang lesu
yg selalu menyibak dosa dipelupuk kasih-Nya
Tapi kini
aku telah memaafkanmu
kulupakan semua kesalahanmu
yang jujur saja menyakiti salah satu ruang di relung hatiku
kini kubuang semua itu
hingga tak lagi menyatu
kuharap ukhuwah ini tak layaknya batu
yang keras dan menyakitkan
semoga ikhlas menjalani
menggapai cinta Illahi.
Aldo Al Fakhr
Ukhuwah yang Kurang
Ukhuwah yang kurang, ah… itu mah biasa.. ga asing lagi telinga ini mendengarnya. Banyak dari ikhwah-ikhwah disekitar aq yg mengatakan seperti itu. terkadang geram juga dengernye.
sepertinya masalah ini sering dijadikan kambing hitam atas proker-proker yang tidak jalan. ngeles… yang bagus. cukup bisa menipu dan membalikkan keadaan. licik.
“kenapa sih proker kita kok ga jalan?
mungkin karena tidak adanya koordinasi yang baik atau dengan kata lain ukhuwah yg lemah.”
kate siape!!!
selayaknya masalah ini tidak perlu lagi di perhitungkan dlm sebuah wajihah atau organisasi. Mulailah dari kitanya sendiri, tanyakan pada diri kita sendiri.
1> sejauh mana kedekatan kita dengan sahabat kita, misal: nama orang tuanya, anak keberapa, hobinya, tanggal lahirnya, kebiasaan-kebiasaannya, dll
2> seberapa cinta kita terhadap saudara kita sendiri, disaat ia lagi futur, apakah kita bisa menasehatinya agar imannya menjadi meningkat kembali
3> Seberapa sering interaksi kita dengan wajihah atau organisasi kita, seperti sering datang syuro’, pleno, rakor, atau apapun lah namanya.
4> sesehat apakah liqo’ kita, ini merupakan hal yg sangat penting bagi seorang kader dakwah agar senantiasa terjaga.
5> sebanyak apa bacaan kita, keikutsertaan seminar-seminar, tastqif, dll mengenai ukhuwah dan dakwah itu sendiri. kata kawan aq, tarbiyah itu tidak cukup hanya ikut liqo’ doang. tapi ditambahkan dengan membaca buku, ikut tastqif, seminar2, dll
nah, kelima hal diatas cobalah dijawab dan cobalah dievaluasi dengan serius. insya Allah ukhuwah tidak akan lemah. tentunya ajak lah teman kita untuk menjawab dan mengevaluasi pertanyaan-pertanyaan diatas tersebut.
oke… selamat merajut ukhuwah akhi….





Komentator Coretan Bijaksana