Tirai Malam

tirai malam menyelimuti sunyi
gemerlap bintang menyemangati malam
berkilau bertahta berseri
nafas rindu berhembus halus
merana resah gelisah dibuatnya
memacu api gelora dalam jiwa
dingin malam kian hilang ditelan kehangatan
terlena akan menghangatnya jiwa
bagaikan mentari menghangatkan pagi yang kabut
jari jemari tergelitik menggoreskan pena
terbiarkan kata-kata yang mengalir
beriring-iringan dengan nafas cinta, rindu, dan kasih
Keluargaku
tak terbatas ingatanku kepada kalian
*Puisi ini untuk papa, mama, bang aldi, dek tia, dan dek’si cina’ jeni
Aldo Al Fakhr
Blogger Pencari Spirit yang Hilang
Sampan Kecil
lagi senengnya buat puisi.. silahkan bagi yang mau berbalas puisi.. tinggal komeng aj.. ntar saya bales puisinya..
Sampan Kecil

redup senja dikaki malam
yang telah menghilangkan bayang ilalang
menghirup aroma senja yang perlahan menghilang
malam mulai menginjak senja dari pandangan
kesunyian berbayang-bayang
syahdunya malam berlalu sunyi
mengiringi tuk mewarnai taman hati yang sepi
terantai terkalungi rindu dalam bilik hati
terasa bagai tertusuk sembilu bisa
menyesak keluar tak tertahankan
menjelma menjadi butiran-butiran jernih dikelopak mata
butiran-butiran itu jatuh semakin deras
datanglah.. kuajak tuk mengayuh sampan kehidupan
mengarungi samudera walau sampan itu kecil
menggapai salju dikhatulistiwa
melihat pelangi diujung samudera
Aldo Al Fakhr
Blogger Pencari Spirit yang Hilang
aku rindu papa
kemarin, tiba-tiba perasaan yang sering muncul kembali membuncah, ntah kenapa kok ini rasanya beda banget dari biasanya.
duhai insan betapa sensitifnya perasaanmu
membuat relung hati ini kadang sakit dan kadang riang
ya..kemarin aku melihat sesosok manusia yang membuat air mata ini mengeluarkan gelombang embun bening yang mengalir dengan lembut melalui sudut mata yang sayu. aku melihat sosok yang dapat dikatakan hampir mirip dengan papa, sewaktu aku sholat maghrib di masjid Al-mukhlisin di Gg. PGA, aku sangat sering shalat disana, dan sesosok bapak itupun sesekali pernah kulihat, tapi perasaan itu amat beda dengan perasaanku sebelumnya. mungkin efek dari ga pulang kali ya..
ku pandangi lekat wajah bapak itu, tapi mulutnya berkomat-kamit melafazkan tasbih kepada Allah, ia tidak sadar bahwa aku sedang memandangi wajahnya. tenang banget rasanya nih hati, betapa sulit tuk di lukiskan bahkan oleh Leonardo Da Vinci sekali pun. melihat wajah itu aku semakin bergelora semangat di dada ini, tuk selalu memberikan yang terbaik untuk kedua orang tuaku, yang susah-susah merawat dan membiayai pendidikanku yang bisa dikatakan amat-amat mahal. walaupun menetes juga embun cinta itu. aku ikhlas dengan keluarnya air mata cinta itu.
air mata cinta
tetaplah engkau mengalir dengan tenang
berikan kesejukan di airmu
agar memberikan kedamaian dihati manusia
Aldo Al Fakhr
Duhai calon pendampingku
Duhai calon pendampingku
Duhai calon pendampingku, aku tak tahu engkau ada dimana. Aku amat merindukanmu dan aku yakin engkau pun merinduiku.
Duhai calon tambatan hatiku, perbanyaklah amal-amal mu dan jadilah seorang Mujahidah yang dirindukan surga, dan aku pun juga begitu.
Duhai calon kekasihku, aku amat sering mendo’akanmu, aku tak tahu apakah engkau pun seperti itu terhadapku
Duhai calon penghiburku, kuatkanlah azzam mu dalam mengarungi jalan dakwah ini, janganlah engkau menjadi lemah.
Duhai calon penyejuk hatiku, sabarlah menanti diriku, yang mungkin tidak seperti yang engkau harapkan, aku tahu engkau pasti mengharapkan suami seperti Rasulullah, yang tabah seperti Abu bakar, yang tegas seperti umar, yang kaya seperti usman, yang cerdas seperti ali, yang tampan seperti nabi Yusuf. Maafkanlah, jikalau yang dating kepadamu nanti adalah orang yang sangat jauh dari yang engkau harapkan.
Duhai calon peneduh amarahku, hendaklah kita sama-sama memperbaiki kualitas kita sebagai seorang muslim. Bukankah laki-laki yang baik hanya untuk wanita-wanita yang baik pula.
Duhai calon koki ku, janganlah gengsi untuk mempelajari ilmu-ilmu tentang pernikahan, dan janganlah malu untuk dating ke seminar0seminar pernikahan, ilmu yang engkau dapatkan akan sangat mempengaruhi perjalanan rumah tangga kita nanti. Dan akupun juga begitu.
Duhai calon orang yang tidur disampingku, dirimu selalu kunanti untuk bersama-sama kita menjelajahi perjalanan menuju ridho-Nya
I LOVE U
Aldo Al Fakhr





Komentator Coretan Bijaksana