Coretan-Coretan yang Tergores Ditubuh Sejarah

Posts tagged “dakwah

Kembali Ke NOL lagi..

Kembali ke NOL lagi..


Bismillahirrahmanirrahim

Seorang ikhwah yang telah lepas dari kampus dalam artian sudah lulus, sejatinya kembali ke NOL lagi. apa sebab? Sebabnya adalah lingkungan dan pergaulan yang baru akan lama-lama kelamaan akan menggoresi kepribadian kita, seperti yang sering saya katakan bahwasanya tiap orang itu berpotensi untuk berkarakter apa pun.

Ketika dikampus yang sebenarnya kita adalah KADER INSTAN, bagaimana tidak instan. Lembaga tarbiyah ada, tastqif ada, Murabbi difasilitasi, mutarabbi dikasih, tartil materi ada, semua serba enak. Apa tidak instan tuh? Namun masih banyak saja dari kita yang males-malesan dan banyak termakan media. Istilahnya gini: terkecoh media karena ilmu yang masih sangat dangkal. Dah difasilitasi begitu masih aja ada yang males-malesan datang pekanan, datang ngisi pekanan, datang tartil, dll. Pantas saja banyak yang termakan media-media berbau busuk, ilmu tuk menelaah berita pun tak ada. Akhirnya banyak yang kecewa dengan jama’ah lah, kecewa dengan dakwah lah (hebat banget nih anak kecewa dengan dakwah :mad), kecewa dengan system lah (* saya tantang antum yang kecewa untuk buat system yang bagus berdasarkan interpretasi antum.. saya mau lihat), dan lain-lain. Biasanya para kecewa-kecewaers itu punya tabiat:

  1. Ngajak yang lain untuk kecewa juga. Perhatiin aja…!
  2. Udah males dakwah dalam artian individual dalam ibadah.
  3. Budaya tabayun dah nggak ada lagi tuh. Semua info ntah fitnah atau bukan dimakan (kasarnya ditelan, kalau dimakan mah masih ada yang dikunyah) bulat-bulat. (lagi…)

QS. Al-Fath

QS. Al-Fath

Kali ini saya tidak mentafsirkan QS Al-Fath… tapi ingin membahas yang banyak disuka dikalangan aktivis dakwah

Sering kali kumendengar, kumelihat, dan kurasa.. wew.. lebay kata-katanye.. para akhwat meminta mahar yang salah satunya adalah QS. Al-Fath kepada si ikhwan selain yang lain-lain dan lainnya ( :peace: )… dan akan ditasmi’kan ketika akad nikah dihadapan akhwat tersebut tentunya dihadapan para tamu-tamu undangan dan tak kalah juga antusias para mupeng-mupengers (mupeng=muka pengen) termasuk ane.. wkwkwk (lagi…)


Ketika Aktivis Dakwah Ngeblog

Ketika Aktivis Dakwah Ngeblog…

Ikatlah ilmu dengan menuliskannya – imam ‘Ali Ibn Abi Thalib

Memasuki zaman global seperti saat sekarang ini, pola dakwah bit at-Tadwin (dakwah melalui tulisan) baik dengan menerbitkan kitab-kitab, buku, majalah, internet, koran, dan tulisan-tulisan di blog yang mengandung pesan dakwah sangat penting dan efektif. Karena tidak terbatas akan jarak dan waktu.

Keuntungan lain dari dakwah model ini tidak menjadi musnah meskipun sang dai, atau penulisnya sudah wafat. Menyangkut dakwah bit-Tadwim ini Rasulullah saw bersabda,

“Sesungguhnya tinta para ulama adalah lebih baik dari darahnya para syuhada”.

Apalagi dengan perkembangan teknologi yang berkembang dengan pesatnya, membuat para penggila teknologi memanfaatkan dan bahkan sekedar membelinya untuk gaya-gaya-an. Begitu pula dengan perkembangan dunia internet yang kian hari kian digemari oleh khalayak orang banyak  perkembangan ini ditandai dengan semakin menjamurnya warnet (warung internet) dimana-mana dan instruktur yang sudah merambah ke seluruh Indonesia.

Beragam layanan dan bacaan pun disuguhkan di dunia internet. Layanan dan bacaan itu ada yang baik untuk “dikonsumsi” dan ada juga yang seharusnya tak layak “dikonsumsi”. Yang tidak layak dikonsumsi seperti, situs porno, situs yang menguak fitnah, dan situs yang tidak di isi oleh pemiliknya.

Untuk itulah, kita sebagai aktivis dakwah atau calon aktivis dakwah, seharusnya bisa melihat peluang kebaikan yang tiada habisnya disana. Kita harus jeli dalam berdakwah, wasilah (sarana) apa yang harus digunakan didalam berdakwah secara modern ini. Menurut saya, sarana efektif untuk berdakwah didunia maya adalah dengan menjadi seorang aktivis dakwah blog dan tentunya harus sudah memiliki blog dakwah. Karena aktivis dakwah blog adalah orang yang memiliki blog dakwah!

Blog dakwah pada intinya sama dengan blog yang pada umumnya, namun yang berbeda hanyalah pada tema yang diusung pada blog tersebut dan isinya. Dan ingat juga, blog dakwah tidak hanya berisikan tafsir yang njelimet dan sukar dipahami, blog yang isinya bahasa arab semua. Bukan! Tapi bisa berupa share kisah-kisah hikmah yang membawa kebaikan jika telah membacanya, puisi yang menyeru kepada shalat, puasa, zakat, tolong menolong, berdakwah, dan bahkan jihad, cerpen islami, tips dan trik bermuamalah, dan lain-lain sesuai dengan kapabilitas ilmumu.

“Baliighu annii walau ayyah..!” yang artinya “sampaikanlah walau satu ayat”.

Berdakwah di dunia maya adalah salah satu media efektif. Karena sifat dari internet adalah tidak terbatas akan waktu dan jarak. Walaupun kita berada di Bandung, kita tetap bisa berdakwah lewat blog kita. Walaupun kita telah meninggal dunia, tulisan kita masih bisa menjadi amal jariyah bagi kita. Karena salah satu amal jariyah adalah ilmu yang bermanfaat. Oleh karena itu jangan ragu…

Namun, hambatan-hambatan selalu saja menghantui para blogger, yaitu takut tulisannya tidak dibaca orang lain, jadi blognya atau tulisan-tulisannya menjadi sia-sia. Sebenarnya ada cara untuk mengantisipasi agar bisa dibaca orang dan kalau boleh bermimpi bisa menjadi “seleb blog” yaitu blog yang terkenal dan selalu dibaca oleh para penggemarnya. Caranya adalah:

Untuk yang sudah terkenal, maka akan sangat mudah menjadi seorang blogger terkenal, hanya yang diperlukan adalah promosi kepada para penggemar yang digencarkan. Untuk yang tidak terkenal, Anda harus menjadi seorang blogger terlebih dahulu, setelah itu baru deh menjadi blogger terkenal, caranya gimana? Caranya dalah:

  • Selalu Posting (menulis di blog)

“Posting adalah segalanya”…dengan posting yang bermanfaat dan menarik, pengunjung akan selalu ingin datang lagi ke blog kita untuk mendapatkan informasi yang lebih. Bahkan ia akan mempromosikan blog kita kepada teman-temannya. dengan begitu blog kita akan lebih dikenal oleh pengunjung.

  • Jangan vacum terlalu lama.

Percuma jika posting blog kita menarik namun tidak terupdate bukan? Pengunjung yang datang lagi pun bisa-bisa akan kecewa jika setiap ia membuka blog kita, ia tidak menemukan sesuatu yang baru di blog kita. dan yang lebih parah lagi..bisa-bisa ia menghapus alamat kita dari blog favoritnya. Jika suatu saat kita sibuk dan tidak sempat berposting…minimal kita menjawab setiap komentar yang ada, sehingga blog kita tidak menjadi blog yang mati.

  • Berikan sesuatu yang langka dan baru

Emas begitu mahal karena kelangkaannya. Apapun tema dan topik blog anda, jika materinya unik dan menarik, apalagi jika tidak hasil copaz dari blog lain..blog anda akan menjadi salah satu blog yang paling diminati oleh pengunjung. Keuikan…itu penting sekali.

Dan dapat terlihat bahwa, blog dakwah adalah blog yang langka di kancah maya, oleh karena itu, ini merupakan peluang besar bagi kita semua untuk mengambil peluang disana, apalagi ini adalah peluang kebaikan. So.. jangan ditunda-tunda. Ntar nyesel lo..

  • Jadilah diri sendiri.

Posting kita mencerminkan karakter kita. Beberapa blogger mungkin menyajikan postingannya secara humoris, ada pula yang berbahasa resmi, bahasa gaul, penuh candaan dsb. Kita boleh saja meniru gaya penulisan mereka, namun jika hal itu tidak sesuai dengan diri kita..maka postingan kita akan nampak seperti dibuat2. Dan yang jelas..pembaca menjadi tidak mengenal karakter anda yang sesungguhnya.

  • Beri nama anda disetiap hasil tulisan atau komentar anda.

Anda akan lebih mudah dikenal jika menuliskan “diposting oleh Aldo Al Fakhr, Blogger Pencari Spirit yang Hilang” daripada “diposting oleh admin”. Dengan begitu, setiap pembaca akan tahu, siapa nama anda.

  • Promosikan blog anda dengan giat

Kenalkan blog anda secara giat mealui iklan-iklan gratis ataupun search engine yang ada. Bahkan promosi lewat facebookpun dapat membuat blog dan anda  menjadi lebih mudah dikenal oleh banyak orang.

Atau juga bisa membuat selebaran-selebaran dan difotocopy sebanyak-banyaknya dan dibagikan ke masyarakat dan teman-teman. Solusi ini merupakan solusi efektif namun membutuhkan dana dalam mengaplikasikannya.  Tapi juga diingat, bahwa blognya harus sering diupdate, karena percuma saja, banyak yang mengunjungi namun yang dibaca itu itu aja, tidak ada yang baru.

Cara yang lain, yang juga efektif dan efisien adalah dengan membuat tempelan alamat blog kamu, dan ditempel dibelakang mobil ataupun motor. Coba deh dibuktiin. Oke!!

Bagaimana saudaraku, sudah siapkah engkau menjadi aktivis dakwah blog? Simple aja tidak usah banyak mikir, justru kalau banyak mikir keburu maut menjemput sedangkan kita belum membagi ilmu yang kita punya walau sedikit kepada orang lain. Oke.

Jakarta, 17 Mei 2010

Aldo Al Fakhr

Blogger Pencari Spirit yang Hilang


Orang Manja tak Berhak Memikul Dakwah

tulisanku satu ini sebenarnya dah lama bersarang di hardisk-ku.. baru ada kesempatan tuk postingnya… semoga tercerahkan.. insya Allah.. saya juga masih belajar tuk tidak menjadi orang-orang manja…

Orang Manja Tak Berhak Memikul Dakwah


Wahai Saudaraku yang kucintai dan yang Allah cintai

Jalan dakwah yang ana dan antum lalui ini bukanlah jalan yang dipenuhi dengan kesilauan permata yang membuat mata mengagumi dan mendekatinya, bukanlah jalan yang dipenuhi keindahan pemandangan yang ketika melihatnya membuat takjud dan seketika berujar “Subhanallah”, bukanlah jalan yang ditaburi dengan kesturi yang wanginya sungguh membuat fikiran melayang kepayang, bukanlah jalan yang langitnya dipenuhi pemandangan indah dimalam hari yang mana firework bertumpah ruah dilangit-Nya dan ketika itu kita bisa berlama-lama melihatnya karena warna-warninya kembang api tersebut, dan bukanlah pula jalan yang disuguhi kesenangan yang pasti digerumuni manusia yang berebut akannya.

(lagi…)


Cek Motivasi Dulu Yuks…

Cek Motivasi Dulu Yuks…


Sebenarnya tema materi seperti ini sudah sering aku tuliskan, tapi ga pa pa lah, semoga semakin banyak semakin banyak juga yang diambil faedahnya. Dan juga mampu mengingatkan kembali dan meluruskan kembali motivasi berbuat yang terkadang nyeleneh dari kewarasannya….

Let’s start…

Cerita dibawah ini mungkin sering kita dengar dan mungkin juga sering kita baca dan bahkan dituliskan untuk dibagi kepada ikhwah/saudara yang lain…

Ceritenye begene….:::

Seseorang datang kepada Nabi. Seorang badui dari dusun. Ia menghadap Rasulullah, lalu beriman kepada beliau, berhijrah, berjihad dan mengikuti berbagai aktivitas bersama Rasulullah. Setelah perang Khaibar, terjadi pembagian ghanimah atau harta rampasan perang, dia pun mendapat bagian. “Apa-apaan ini?”tanyanya. “Ini bagianmu dari Nabi, “ jawab para sahabat. “Bukan untuk ini aku mengikutimu,” ia menyatakan komitmennya kepada Nabi. “ Aku mengikutimu agar dipanah disini (sambil menunjukkan  bagian tenggorokannya) sehingga aku mati dan masuk syurga.” Rasulullah bersabda, “ Kalau engkau benar-benar jujur kepada Allah, Dia akan benar-benar mewujudkan maksudmu.

Tak selah berapa lama ia kembali berjihad. Tiba-tiba orang dusun tadi telah diusung dan dibawa menghadap Rasulullah. Dia terkena panah pada leher yang telah ditunjukkanya tadi kepada Nabi. “Inikah orang tadi?” “Benar,” Jawab para sahabat. “Dia sungguh telah berjihad dijalan Allah, maka Allah pun sungguh-sungguh mewujudkan  apa yang diinginkannya,” kata Nabi. Nabi pun mengafaninya dengan jubah beliau, mendekati dan menshalatkan jenazahnya. Rasulullah berdo’a untuknya, “ Ya Allah, inilah hamba-Mu yang keluar untuk berjihad, telah mati syahid. Aku menjadi saksi baginya.”

Sungguh luar biasa niat itu, apalagi kalau niat itu didasari atas keikhlasan dan kesucian karena Allah, serta ‘iradah yang kuat dalam mengimplementasikannya menjadi sebuah keniscayaan dalam artian kesunguh-sungguhan. Maka apa yang diniatkan akan menjadi realita dan bukan sebuah utopia belaka, yang terkadang hanya menggayut dibenak sahaja, dan Alhamdulillah menjadi kenyataan. , “ Kalau engkau benar-benar jujur kepada Allah, Dia akan benar-benar mewujudkan maksudmu.” Sabda Rasulullah.

Begitu halus iblis mewarnai hati kita dengan pekatnya dosa dihati kita, sungguh halus, dan terkadang tanpa disadari oleh kita, iblis memfatamorganakan ujub menjadi eksistensi diri. Dan kita sering terjebak dalam hal ini. Begitu pula dengan hal ijtihad (pembaharuan) terkadang kita terlena dengan kemudahan. Atas dasar ijtihad katanya, padahal ilmu kearah disana pun tak ada. Sungguh terjebak dan halus kita dimainkan oleh iblis. Astaghfirullah…

Begitu pula dalam berdakwah, menjadi da’I, dan menjadi Murabbi… iblis akan semalam suntuk mencari cara bagemane caranya nih aktivis dakwah tersungkur daya juangnya, kebersihan niatnya.. mulailah si iblis masuk ke lingkup koordinasi antara ikhwan dan akhwat… menyelusupkan didalam hati kedua ikhwah ini rasa simpati dan empati..

Si ikhwan: “Ukh, jangan lupa besok kita syuro’, jangan lupa qiyamul lail ya… biar syuro’ kita dimudahkan..”

Eh.. si akhwat dibisiki si iblis utk membalas sms si ikhwan, si akhwat terpengaruh, mungkin karena jarang tilawah kali si akhwat ini…

Si akhwat: “Ya akh.. syukran dah dingetkan, akhi juga ya… shalat subuhnya berjama’ah di masjid ya…!”

Karena merasa diperhatiin oleh si akhwat, si ikhwan berbunga-bunga nih hatinya, mulai deh.. menduga-duga. Jangan-jangan si akhwat s*ka lagi dengan ana…. Dan akhirnya saudara-saudara si ikhwan mengirimkan sms “nakal” ke si akhwat

Si ikhwan: O.. ya ukh, Nantikan ana dibatas waktu.. eits.. salah nantikan ana dibelakang hijab besok…he..he… ^_^v”

Dan dibelahan bumi lainnya, si akhwat hanya tersungging-sungging tersenyum, hatinya ikut berbunga-bunga, fikiran jauh melayang membayangkan hal yang nggak-nggak dengan si ikhwan. Padahal seharusnya jam segitu dah jadwalnya halaqah… alhasil si akhwat terlambat 1 jam datang halaqah karena sibuk membayangkan dan tertidur lalu kebawa kemimpi. Segitunya ..

Wah..wah.. kedubrak ,,, sok pengertian banget nih si ikhwan dan si akhwat.. dah kayak apa aja.. dah itu pake acara nantikan ku dibatas waktu lagi… duh—duh–duh

Lagi-lagi atas nama koordinasi, interaksi kurang dijaga… sungguh banyak cerita-cerita yang kek beginian, chatingan, sms-smsan ngasih tausiyah, telepon-teleponan, dan banyak lagi cara si iblis menusuk secara halus dihati para juru dakwah.. dan tahukah kita, si iblis tertawa melihat si korbannya…

Si iblis: “Ha..ha..ha… senengnye aku… bisa menggelincirkan juru dakwah. wah kayaknya bulan ini aku bakal dapat bonus nih dari bos…”

Semoga kita terlindungi.. a ‘uzubillahi minasyaithanirrajim- Aku berlindung pada-Mu ya Allah dari syetan yang terkutuk…

Rasulullah Saw bersabda:

“ Sesungguhnya diterimanya amal itu tergantung niatnya. Dan sesungguhnya setiap orang akan mendapatkan apa yang diniatkannya.” (H.R. Bukhari-Muslim)

Selayaknya bagi kita yang motivasi/niatnya dalam berdakwah khususnya harus senantiasa mengeceknya, jangan-jangan ada yang salah, ada yang bengkok, ada yang mewarnai hitam diputihnya niat itu, coba cek-cek lagi, perbaiki niat ditiap periode waktu hidup. Agar niat tak terhiasi motivasi yang penuh ujub diri…

“Ya Allah kumohon pada-Mu agar diberikan kelurusan niat dalam beramal, keteguhan dalam mengenggam kelurusan niat itu hingga syahid menjemput kami…”

Seperti biasa ingin memberikan nasyid diakhir tulisan, kali ini mencuplik akhir lirik nasyidnya Ar-Royan dengan judul ayo menikah.. (nih lagi saya putar di laptop saya…he..3x ketika tulisan ini dibuat )

Jalan hidup tergantung niatmu

Bila kau yakin kau akan mampu

Ingat lah Allah selalu menyertaimu

Jakarta, 19 April 2010

Aldo Al Fakhr

MM SKI IT Telkom 2010

Blogger Pencari Spirit yang Hilang


Persiapan Bekal Bagi Aktivis Dakwah

hanya ingin berbagi apa yang saya punya… insy Allah bisa berguna bagi saya pribadi dan anda para pembaca…

Persiapan Bekal Bagi Aktivis Dakwah



Menyeru kepada Allah swt. merupakan kewajiban bagi tiap diri muslim dan muslimat disetiap masa. Dan apa lagi dijaman sekarang ini, ia bahkan menjadi lebih wajib untuk ditunaikan karena umat islam sekarang sedang terjajah dan “ditelanjangi” oleh para musuh-musuh islam yang pastinya berusaha untuk menenggelamkan islam dari muka bumi.

Berdakwah bagi aktifis dakwah adalah suatu kemuliaan yang sangat besar, Allah swt berfirman:

“Siapakah yang lebih baik perkataannya daripada orang yang menyeru kepada Allah, mengerjakan amal yang saleh, dan berkata: “Sesungguhnya aku termasuk orang-orang yang menyerah diri?” (QS. Fushilat: 33)

Dan Rasulullah saw bersabda:

“jika Allah swt memberikan hidayah kepada seorang lelaki lantaran anda, itu lebih baik bagimu ketimbang apa yang disinari matahari.” (HR. At Tabrani)

Menyeru kepada agama Allah merupakan keuntungan yang besar bagi setiap insan yang mengerjakannya. Pahala yang besar telah menanti, syahid telah menunggu didepan mata, syurga seakan terbuka dan mempersilahkan masuk, dan Allah pun akan merahmati tiap langkah kita dengan mantab.

Jum’ah Amin Abdul Aziz berkata, “Sesungguhnya dakwah merupakan urusan besar dan agung, karena ia selalu mengawasi manusia, hidup dan matinya, bahagia dan celaka, serta pahala dan siksanya. Yang menjadi masalah, apakah risalah ini telah disampaikan kepada manusia untuk kemudian diterima dan diikuti, sehingga mereka berbahagia di dunia dan di akhirat; atau risalah itu tidak disampaikan, sehingga menjadi alasan bagi manusia dihadapan Rabbnya, dan menjadi penyebab kecelakaannya di dunia. Mereka beralasan bahwa kesesatannya tergantung pada pundak yang diberi amanah untuk menyampaikan risalah, tetapi ia tidak menyampaikannya. Adapun para Rasul Allah, maka sungguh mereka telah menunaikan amanah dan telah menyampaikan risalah, dan mereka terus berjalan menuju Rabbnya dengan tulus ikhlas. Bahkan mereka tidak hanya menyampaikan risalah dengan lisan semata, tetapi juga dengan keteladanan yang tergambar dalam perbuatan dan jihad yang tak kenal henti, siang dan malam. Mereka melakukan itu untuk menghilangkan hambatan dan kendala-kendala, baik berupa syubhat atau berbagai tuduhan yang dilemparkan, atau berbagai penyesatan yang dihiasi, atau berupa kekuatan zalim yang menghalang-halangi manusia dari dakwah dan fitnah orang-orang yang menfitnah mereka. Ini sebagaimana dilakukan oleh Rasulullah saw penutup para nabi, meskipun beliau seorang penyampai risalah yang terakhir dan risalahnya jufa merupakan risalah terakhir. Beliau merasa tidak cukup dengan menghilangkan hambatan itu dengan lisannya, tetapi juga dengan kekuatan, Allah Swt berfirman,

“Dan perangilah mereka itu, sehingga tidak ada fitnah lagi dan (sehingga) ketaatan itu hanya semata-mata untuk Allah. Jika mereka berhenti (dari memusuhi kamu), maka tidak ada permusuhan (lagi), kecuali terhadap orang-orang yang zalim.” (QS. Al-Baqarah: 193)

“maka kewajiban berat ini akhirnya, dibebankan kepada generasi setelahnya, yaitu orang-orang yang berimanm dari generasi ke generasi yang datang secara estafet. Tidak satu pun  yang terlepas dari kewajiban berat ini. Itulah kewajiban iqamat hujatillah (menegakkan hokum Allah) kepada manusia, dan kewajiban untuk menyelamatkan manusia dari azab akhirat dan kebinasaan di dunia. Kewajiban ini ditunaikan dengan menyampaikan risalah dan melaksanakannya sesuai manhaj yang dibawa oleh Rasulullah.”

Oleh karena itu, untuk mendapatkan keuntungan, kemuliaan, dan ganjaran yang besar  tersebut diperlukannya sebuah persiapan yang matang dan memadai untuk mengarunginya. Tidaklah boleh bermain-main ataupun setengah-setengah. Karena jalan ini begitu panjang, melelahkan, dan tak terkira kesulitan, kepayahan, hambatan yang akan merintanginya. Karena mustahil orang yang akan berpergian tidak membawa bekal yang memadai, jangan sampai mati konyol ditengah jalan.

“Hai orang-orang yang beriman, bersiap siagalah kamu, dan majulah (ke medan pertempuran) berkelompok-kelompok, atau majulah bersama-sama!” (QS. An-Nisa: 71)

Secara de facto, banyak dari aktifis dakwah yang kurang memiliki bekal diawalnya harus menahan pil pahit, ia merasa kelelahan, kecapaian, kejenuhan, kebosanan, hingga menepi alias tidak mau melanjutkan perjalanannya lagi. Sungguh ironis melihat realita yang terjadi dilapangan. Mungkin itu sunnatullah. Memang akan ada orang-orang munafik yang tidak mau berperang. Seperti halnya pada saat perang Tabuk, perang yang berlangsung ketika masa yang sedang paceklik, udara panas, jalan ke medan pertempuran yang dilalui jauh, dan matahari yang menyengat dan membakar kulit. Terlihat banyak para sahabat yang tidak ikut berperang dan setibanya Rasul dari perang, mereka sibuk dengan mencari alasan-alasan logis yang bisa diterima oleh akal Rasul, padahal bukankah mereka tahu Tuhannya Rasul tidak bisa “diakali”. Yah.. seperti itulah realitanya, dan pabila kita korelasikan dengan jaman sekarang, para aktifis dakwah pun banyak yang mangkir dari amanahnya. Mereka menggunakan alasan-alasan, “afwan akh, hari hujan!”, afwan akh, ana ketiduran”, “afwan akh, ana lagi pusing karena banyak tugas kuliah dan deadlinennya hari ini”, dan banyak alasan-alasan lainnya, mereka seperti menjadi “ generasi afwan akh”, yang ada hanya afwan akh.. afwan akh… dan afwan akh terus. Jarang sekali keluar dari kerongkongannya kata “siap akh!”, “akan ana kerjakan akh!”. Sangat jarang sekali. Oleh karena itu saudaraku persiapan mutlak untuk kita lakukan dan akan menjadi bekalan kita dalam mengarungi samudera kehidupan dakwah ini, sehingga kita menjadi The Real Da’I atau aktifis dakwah sejati.

Mengarungi samudera kehidupan

Kita ibarat para pengembara

Hidup ini adalah perjuangan

Tiada masa tuk berpangku tangan

(Samudera Kehidupan, Shoutul Harokah)

Aldo Al Fakhr Wilman

MM SKI IT Telkom

Blogger Pencari Spirit yang Hilang

Keep Writing till syahid


Asy Syaja’ah

Asy Syaja’ah ada yang tau artinya..! artinya itu berani… tulisan ini terinspirasi dari bukunya Ust Anis Matta Mencari Pahlawan Indonesia…

siapa yang tak kenal dengan gambar ini… saya rasa semua pernah melihatnya bahkan mengambil ibrah dari gambar ini. seorang anak palestina yang berani melawan tank yang terbuat dari baja hanya dengan 3 modal yaitu: Allah, Batu, dan Keberanian..

this moment, we will talk about asy syaja’ah…

Berani

Pekerjaan-pekerjaan besar hanya bisa dilakukan oleh orang-orang yang berani. Ia berani menjawab tantangan. “ Jika gunung nan tinggi menghalangi langkahku maka akan kudaki, jika samudera nan luas menghalangi gerakku maka akan ku selami.” Seperti itulah gambaran orang yang berani. Dalam persejarahan manusia, tantangan-tantangan besar selalu membutuhkan kadar yang sama mungkin lebih dari keberanian didalam dada. Karena tantangan yang besar juga memiliki resiko yang besar. Dan tidak ada keberanian tanpa resiko.

Dan kepada orang-orang Romawi yang berlindung dibalik benteng Kinasrin, Khalid berkata, “Andaikata kalian bersembunyi di langit, niscaya kuda-kuda kami akan memanjat langit untuk membunuh kalian.” Roh keberanian itu pun memadai untuk mematikan semangat perlawanan orang-orang Romawi. Mereka takluk.

Keberanian dapat muncul karena dua hal. Pertama, karena fitrahnya yang sudah memiliki jiwa pemberani. Dan kedua, karena sering dilatih dan dipupuk dalam diri sehingga nantinya akan tumbuh melalui tindakan, perkataan, dan tulisan yang berani. Kedua-duanya baik berasal dari fitrah maupun latihan sama-sama memiliki sandaran yang kuat, pijakan yang kokoh untuk menegakkan kebenaran dan keadilan agar tercipta kesejahteraan. Sejahtera dalam keadilan.

Kondisi fisik tidak bisa dijadikan parameter seseorang apakah ia berani atau tidak. Seperti halnya Abu Bakar dan Ibnu Mas’ud yang postur bandannya tidak sebesar dan segagah Umar, Ali, dan Khalid bin Walid. Kita juga bisa melihat kepemimpinan dan keberanian seorang Jenderal Soedirman dalam melawan penjajah. Saya akan mengajakmu mengenal lebih dekat dengan jenderal Soedirman.

“Jenderal Sudirman merupakan salah satu tokoh besar di antara sedikit orang lainnya yang pernah dilahirkan oleh suatu revolusi. Saat usianya masih 31 tahun ia sudah menjadi seorang jenderal. Meski menderita sakit paru-paru yang parah, ia tetap bergerilya melawan Belanda. Ia berlatarbelakang seorang guru HIS Muhammadiyah di Cilacap dan giat di kepanduan Hizbul Wathan.

Ketika pendudukan Jepang, ia masuk tentara Pembela Tanah Air (Peta) di Bogor yang begitu tamat pendidikan, langsung menjadi Komandan Batalyon di Kroya. Menjadi Panglima Divisi V/Banyumas sesudah TKR terbentuk, dan akhirnya terpilih menjadi Panglima Angkatan Perang Republik Indonesia (Panglima TNI). Ia merupakan Pahlawan Pembela Kemerdekaan yang tidak perduli pada keadaan dirinya sendiri demi mempertahankan Republik Indonesia yang dicintainya. Ia tercatat sebagai Panglima sekaligus Jenderal pertama dan termuda Republik ini.

Sudirman merupakan salah satu pejuang dan pemimpin teladan bangsa ini. Pribadinya teguh pada prinsip dan keyakinan, selalu mengedepankan kepentingan masyarakat banyak dan bangsa di atas kepentingan pribadinya. Ia selalu konsisten dan konsekuen dalam membela kepentingan tanah air, bangsa, dan negara. Hal ini boleh dilihat ketika Agresi Militer II Belanda. Ia yang dalam keadaan lemah karena sakit tetap bertekad ikut terjun bergerilya walaupun harus ditandu. Dalam keadaan sakit, ia memimpin dan memberi semangat pada prajuritnya untuk melakukan perlawanan terhadap Belanda. Itulah sebabnya kenapa ia disebutkan merupakan salah satu tokoh besar yang dilahirkan oleh revolusi negeri ini.

Setelah Indonesia merdeka, dalam suatu pertempuran dengan pasukan Jepang, ia berhasil merebut senjata pasukan Jepang di Banyumas. Itulah jasa pertamanya sebagai tentara pasca kemerdekaan Indonesia. Sesudah Tentara Keamanan Rakyat (TKR) terbentuk, ia kemudian diangkat menjadi Panglima Divisi V/Banyumas dengan pangkat Kolonel. Dan melalui Konferensi TKR tanggal 2 Nopember 1945, ia terpilih menjadi Panglima Besar TKR/Panglima Angkatan Perang Republik Indonesia. Selanjutnya pada tanggal 18 Desember 1945,  pangkat Jenderal diberikan padanya lewat pelantikan Presiden. Jadi ia memperoleh pangkat Jenderal tidak melalui Akademi Militer atau pendidikan tinggi lainnya sebagaimana lazimnya, tapi karena prestasinya.

Ketika pasukan sekutu datang ke Indonesia dengan alasan untuk melucuti tentara Jepang, ternyata tentara Belanda ikut dibonceng. Karenanya, TKR akhirnya terlibat pertempuran dengan tentara sekutu. Demikianlah pada Desember 1945, pasukan TKR yang dipimpin oleh Sudirman terlibat pertempuran melawan tentara Inggris di Ambarawa. Dan pada tanggal 12 Desember tahun yang sama, dilancarkanlah serangan serentak terhadap semua kedudukan Inggris. Pertempuran yang berkobar selama lima hari itu akhirnya memaksa pasukan Inggris mengundurkan diri ke Semarang.

Pada saat pasukan Belanda kembali melakukan agresinya atau yang lebih dikenal dengan Agresi Militer II Belanda, Ibukota Negara RI berada di Yogyakarta sebab Kota Jakarta sebelumnya sudah dikuasai. Jenderal Sudirman yang saat itu berada di Yogyakarta sedang sakit. Keadaannya sangat lemah akibat paru-parunya yang hanya tingggal satu yang berfungsi.

Dalam Agresi Militer II Belanda itu, Yogyakarta pun kemudian berhasil dikuasai Belanda. Bung Karno dan Bung Hatta serta beberapa anggota kabinet juga sudah ditawan. Melihat keadaan itu, walaupun Presiden Soekarno sebelumnya telah menganjurkannya untuk tetap tinggal dalam kota untuk melakukan perawatan. Namun anjuran itu tidak bisa dipenuhinya karena dorongan hatinya untuk melakukan perlawanan pada Belanda serta mengingat akan tanggungjawabnya sebagai pemimpin tentara.

Maka dengan ditandu, ia berangkat memimpin pasukan untuk melakukan perang gerilya. Kurang lebih selama tujuh bulan ia berpindah-pindah dari hutan yang satu ke hutan yang lain, dari gunung ke gunung dalam keadaan sakit dan lemah sekali sementara obat juga hampir-hampir tidak ada. Tapi kepada pasukannya ia selalu memberi semangat dan petunjuk seakan dia sendiri tidak merasakan penyakitnya. Namun akhirnya ia harus pulang dari medan gerilya, ia tidak bisa lagi memimpin Angkatan Perang secara langsung, tapi pemikirannya selalu dibutuhkan.

Sudirman yang pada masa pendudukan Jepang menjadi anggota Badan Pengurus Makanan Rakyat dan anggota Dewan Perwakilan Rakyat Keresidenan Banyumas, ini pernah mendirikan koperasi untuk menolong rakyat dari bahaya kelaparan. Jenderal yang mempunyai jiwa sosial yang tinggi, ini akhirnya harus meninggal pada usia yang masih relatif muda, 34 tahun.

Pada tangal 29 Januari 1950, Panglima Besar ini meninggal dunia di Magelang dan dimakamkan di Taman Makam Pahlawan Semaki, Yogyakarta. Ia dinobatkan sebagai Pahlawan Pembela Kemerdekaan.”

Begitulah seorang berani yang tak peduli dengan kondisi tubuhnya, baginya hidup didunia sebagai insane mulia, dan mati membawa gelar syuhada dipudaknya. Semoga kita bisa mengambil ibrah (manfaat) dari kisah-kisah keberanian para pahlawan.

Bandung, 9 Maret 2010

Aldo Al Fakhr Wilman

Blogger Pencari Spirit yang Hilang


di Jalan Dakwah Kuteguhkan Langkah


Tsabat bermakna teguh pendirian dan tegar dalam menghadapi ujian serta cobaan di jalan kebenaran. Dan tsabat bagai benteng bagi seorang aktivis. Ia sebagai daya tahan dan pantang menyerah. Ketahanan diri atas berbagai hal yang merintanginya. Hingga ia mendapatkan cita-citanya atau mati dalam keadaan mulia karena tetap konsisten di jalan-Nya. Dalam Majmu’atur Rasail, Imam Hasan Al Banna menjelaskan bahwa yang dimaksud dengan tsabat adalah orang yang senantiasa bekerja dan berjuang di jalan dakwah yang amat panjang sampai ia kembali kepada Allah SWT. dengan kemenangan, baik kemenangan di dunia ataupun mati syahid.

“Di antara orang-orang mukmin itu ada orang-orang yang menepati apa yang telah mereka janjikan kepada Allah SWT. maka di antara mereka ada yang gugur. Dan di antara mereka ada pula yang menunggu-nunggu dan mereka sedikit pun tidak merubah janjinya”. (Al Ahzab: 23).

Sesungguhnya jalan hidup yang kita lalui ini adalah jalan yang tidak sederhana. Jauh, panjang dan penuh liku apalagi jalan dakwah yang kita tempuh saat ini. Ia jalan yang panjang dan ditaburi dengan halangan dan rintangan, rayuan dan godaan. Karena itu dakwah ini sangat memerlukan orang-orang yang memiliki muwashafat ‘ailiyah, yakni orang-orang yang berkarakter berjiwa ikhlas, itqan dalam bekerja, berjuang dan beramal serta orang-orang yang tahan akan berbagai tekanan. Dengan modal itu mereka sampai pada harapan dan cita-citanya.
(lagi…)


Sadarlah Akhi…

Sadarlah Akhi…

Sebelum membaca tulisan ini, alangkah baiknya kalau saya bertanya satu hal yang insya Allah akan ada erat kaitannya dengan tulisan yang akan dibaca dibawah ini.

  1. Sadar itu apa sih?
  2. Siapa yang menulis buku “Bagaimana Menyentuh Hati”?

Jawab aja dengan hatimu…

Untuk jawaban nomor satu tolong ditulis di form komentar dibawah, ayo bagi ilmu dengan temannya yang lain.

Nah.. untuk yang nomor 2, yang menulis Bagaimana Menyentuh Hati adalah Abbas As Sisi. Ada cerita menari mengenai beliau.

Suatu pagi Hasan al Banna datang menemui sohibnya Abbas as Sisi, dan ternyata mata Abbas sembab dikarenakan sepanjang malam terus menangis. Dan sekita itu juga ditanyalah oleh Hasan al Banna, “ya Akhi, kenapa matamu sembab seperti itu?” Abbas as Sisi pun menjawab, “Aku menangis semalaman karena ada tanah kaum muslimin yang dirampas oleh para komunis.” Dan seketika dijawab oleh Hasan al Banna, “Berarti kamu sudah mulai menapaki jalan dakwah ini.”

Subhanallah. Kesadaran Abbas as Sisi tentang ada tanah kaum muslimin yang dirampas komunis saja barulah dikatakan mulai menapaki jalan dakwah ini. Bagaimana dengan kita ya akhi? Sadarlah! Karena kita sering terleha-leha dalam mengemban amanah dakwah. pabila mau dibandingkan. Wuih… jauh banget kita dengan pendahulu-pendahulu dakwah ini. Kita sekarang sudah enak dan sudah terfasilitasi dengan lengkap apalagi dengan adanya legalitas dalam berdakwah seharusnya semakin kenceng juga dakwahnya. namun yang terjadi tak seindah yang diharapkan. Betullah apa yang dikatakan Hasan al Banna pada Majmu’atur Rasail bahwa,

“Ada di antara pemuda yang tumbuh dalam situasi bangsa yang dingin dan tenang, di mana kekuasaan pemerintah telah tertanam kuat dan kemakmuran telah dirasakan oleh warganya. Sehingga pemuda yang tumbuh dalam suasana ini aktifitasnya lebih banyak tertuju kepada dirinya sendiri daripada untuk umatnya. Dia pun kemudian cendrung main-main dan berhura-hura karena meresa tenang jiwanya dan lega hatinya.”

Mungkin itu yang terjadi pada kita sekarang disaat semua sudah serba enak dalam berdakwah justru berhura-hura, merasa santai, tenang tanpa beban, dia berfikir bahwa akan banyak yang akan mengurusi dakwah ini sehingga ia hanya focus kepada dirinya sendiri, itulah tadi karena jumlah aktivis dakwah yang sudah banyak pada zaman ini. Yang diharapkan sebenarnya adalah semakin banyak aktivis dakwah maka seharusnya dapat me ngisi ruang-ruang yang masih kosong dan harus segera diisi seperti dunia akting, dunia perbankan yang masih sedikit dan belum kuat, dan dunia-dunia yang lain. Masa’ harus kembali ke awal lagi, mulai dari nol lagi, tentulah akan menghabiskan energi dan waktu saja.

Sadarlah Akhi..

Dari kesenangan yang melenakan

Keluarlah dari mihrabmu

Mulailah memikirkan umat

Mulailah berkontribusi nyata untuk dakwah

Janganlah hanya sebagai pengembira dan pengkritik saja

Ambillah posisi terdepan dalam perjuangan

Ambillah penamu lalu goreskan perubahan

Jadikan Islam sebagi soko guru

Tentu dengan adanya andil mu disana

Sehingga kau menjadi orang yang dinanti

Dinanti digerbang peradaban yang gilang-gemilang

Wallahu’alam

Bandung, 11 Januari 2010

Aldo Al Fakhr

Blogger Pencari Spirit yang Hilang


Pemuda Berafiliasi Terhadap Dakwah Islamiyah

Pemuda Berafiliasi Terhadap Dakwah Islamiyah

Pabila bicara tentang seorang pemuda, maka yang tergambar begitu banyak rasa dan warna yang tercipta. Ada yang manis, asin, asem, kelet, merah, putih, hitam, hijau, biru, dan lain sebagainya. Dan tiap-tiap orang memiliki argument sendiri-sendiri terhadap opininya mengenai pemuda. Yah begitulah, sungguh masa istimewa dan produktif seorang insan adalah ketika ia berpenampilan dan berjiwa muda.

Dalam Al-Hadist, dikatakan bahwa “pergunakanlah masa mudamu sebelum masa tuamu” ini mengisyaratkan sebuah makna yang dalam bahwa masa muda tidak akan berulang kembali dan harus dimaksimalkan dengan searif dan semaksimal mungkin. Jangan sampai menyesal ketika telah tua. “Kenapa ya sewaktu muda dulu saya tidak begini begitu dan ber-ber lainnya?” pastilah penyesalan itu datang diakhir. Dan ironis lagi ketika penyesalan itu datang ketika sudah berada diperadilan Maha agung. “Ya Allah ku mohon dengan sangat, lindungi kami dari kesia-siaan usia!”

Bahkan ada seorang ustadz yang pernah mengatakan bahwa seorang pemuda itu tidak akan sakit kalau tidak tidur beberapa hari. Yang ada hanyalah kelelahan yang sesaat dan keesokan harinya siap mengemban amanah dengan sebaik-baiknya lagi. Luar biasa.

Allah Swt berfirman dalam QS. Al-Kahfi:13 mengenai pemuda:

“…Sesungguhnya mereka adalah pemuda-pemuda yang beriman kepada Tuhan mereka, dan Kami tambah pula untuk mereka petunjuk.”

Hasan al Banna menuliskan di majmu’atur rasail (Kumpulan risalah) dalam bab Ila asy Syabab (Kepada Para Pemuda)

“Wahai pemuda!

Sesungguhnya, sebuah pemikiran itu akan berhasil diwujudkan manakala kuat rasa keyakinan kepadanya, ikhlas dalam berjuang di jalannya, semakin bersemangat dalam merealisasikannya, dan kesiapan untuk beramal dan berkorban dalam mewujudkannya. Sepertinya keempat rukun ini, yakni iman, ikhlas, semangat, danaamal merupakan karekter yang melekat pada diri pemuda, karena sesungguhnya dasar keimanan itu adalah nurani yang menyala, dasar keikhlasan adalah hati yang bertaqwa, dasar semangat adalah perasaan yang menggelora, dan dasar amal adalah kemauan yang

kuat. Itu semua tidak terdapat kecuali pada diri para pemuda.”

Oleh karena itu, potensi dan karakteristik pemuda harus diarahkan kearah yang baik. Pabila ia dapat membawanya kedunia sekolah, kampus, profesi, masyarakat, siyasi, dan sebagainya maka kegemilangan islam akan menjadi suatu keniscayaan yang pasti. Karena motor penggeraknya ditopang oleh para pemuda tangguh dengan muwashofat yang luar biasa.

Hasan al Banna juga mengatakan:

“Beranjak dari sini, sesungguhnya banyak kewajiban kalian, besar tanggung jawab kalian, semakin berlipat hak-hak umat yang harus kalian tunaikan, dan semakin berat amanat yang terpikul di pundak kalian. Kalian harus berpikir panjang, banyak beramal, bijak dalam menentukan sikap, maju untuk menjadi penyelamat, dan hendaklah kalian mampu menunaikan hak-hak umat ini dengan sempurna.”

Dakwah Kampus

Dalam tulisan ini, hanya akan disinggung tentang dakwah didunia kampus. Karena penulis merupakan seorang mahasiswa. Dan tentu saja mahasiswa adalah juga seorang pemuda yang biasanya memiliki alur pemikiran dan idealisme yang lebih ketimbang pemuda-pemuda lainnya. Ia cepat tanggap terhadap isu-isu disekitarnya, lebih memiliki jiwa perubahan dan pembaharu didalam dirinya ketimbang pemuda-pemuda lainnya!

Dalam buku RMDK (Risalah Managemen Dakwah Kampus) pada bab pendahuluan dituliskan bahwa:

Dakwah kampus merupakan sebuah tahapan dakwah terpenting dalam dakwah pelajar. Dakwah kampus memiliki kekhas-an tersendiri dalam pergerakannya dan memiliki kesempatan untuk berkontribusi lebih terhadap masa depan suatu bangsa,karena mahasiswa merupakan cadangan masa depan. Ketika dakwah kampus bisa memasok alumni yang berafiliasi terhadap Islam, maka perbaikan umat di masa datang menjadi sebuah niscaya.

Adalah sebuah kemestian dalam beramal harus memiliki ilmu dan pemahaman yang komprehensif terhadap yang tsawabit dan mampu berijtihad (mempebarui) berlandaskan al Qur’an dan as Sunnah. Sungguh kekosongan yang terjadi pabila seorang berfikir tanpa ilmu, berkata tanpa ilmu, beramal tanpa ilmu. Oleh karena itu, dahulukan ilmu atas amal. Itulah pesan yang sering kita dengar dari ulama-ulama dan para ustadz-ustadz dalam kajian-kajiannya. Yakinlah, semangat dan kemauan akan kuat terasa jika pemahaman telah kuat dalam diri, teguh dalam menjalankannya, dan berani untuk memberikannya kepada yang belum mengetahui. Oleh karena itu bagi seorang Aktivis Dakwah Kampus atau sering disingkat ADK memahami karakteristik dakwah itu sendiri pada umumnya dan karakteristik dakwah kampus itu sendiri secara khususnya. Dan harus berpegangan pada pedoman dan aholah yang ada.

Makna Dakwah (Singkat saja)

“Jadilah di antara kamu sebaik-sebaik umat yang mengajak kepada kebaikan,menyeru kepada yang ma’ruf dan mencegah dari yang mungkar. Mereka itulah orang-orang yang beruntung.” (QS. Ali-Imran : 104)

Dakwah secara etimologis (bahasa) berarti jeritan, seruan, atau permohonan. Ketika seseorang mengatakan da’autu fulaanan, itu berarti berteriak atau memanggilnya. Adapun menurut syara’ (istilah), dakwah memiliki

beberapa definisi. Di sini akan disebutkan sebagian dari definisi tersebut.

Menurut Syaikhul Islam Ibnu Taimiyah, dakwah adalah mengajak seseorang agar beriman kepada Allah dan kepada apa yang dibawa Rasul-Nya dengan membenarkan apa yang mereka beritakan dan mengikuti apa yang mereka perintahkan.

Sementara itu, Fathi Yakan mengatakan, “Dakwah adalah penghancuran jahiliyah dengan segala bentuknya, baik jahiliyah pola pikir, moral, maupun jahiliyah perundang-undangan dan hukum. Setelah itu pembinaan masyaraka Islam dengan landasan pijak keislaman, baik dalam wujud kandungannya, dalam bentuk dan isinya, dalam perundang-undangan dan cara hidup, maupun dalam segi persepsi keyakinan terhadap alam, manusia dan kehidupan.

Sungguh banyak referensi yang dapat kamu baca untuk mengenal karakteristik dakwah dan dakwah kampus. Seperti RMDK salah satunya yang konsen terhadap pembahasan dakwah kampus.

Begitulah.. pabila seorang pemuda telah berafiliasi terhadap dakwah islamiyah maka tunggulah beberapa saat lagi  izzatul islam akan bersemi kembali dan menduduki singgasananya yang telah lama vakum (Demisioner – Masa-masa kekosongan kekuasaan)

Allahu Akbar

Wallahu’alam

Bandung, 06 January 2010

Aldo Al Fakhr

Blogger Pencari Spirit yang Hilang


Qiyadah (Pemimpin) yang Lemah Lembut

Qiyadah (Pemimpin) yang Lemah Lembut

Seorang laki-laki dengan langkah tergesa-gesa menghadap Rasulullah saw. Nafasnya masih tersengal, turun-naik, sementara jantungnya berdetak cepat. Rasulullah menyambutnya dengan penuh santun.

Celaka bagi kami, wahai Rasulullah,” begitu ia mengawali pembicaraannya. “Aku telah melakukan hubungan suami-istri di siang Ramadhan.” Nampaknya lelaki ini sadar bahwa perbuatannya telah melanggar syari’ah, yang karenanya ia harus menerima sanksi Rasulullah kemudian memberi petunjuk agar lelaki itu memerdekakan seorang budak. Lelaki tersebut menggelengkan kepala tanda tidak sanggup melaksanakannya.

Maka Rasulullah memberikan alternatif kedua, yaitu puasa selama dua bulan berturut-turut. Lagi-lagi lelaki tersebut menggeleng. Ia merasa tidak mampu untuk melakukannya. Dalam hatinya ia berkata, ‘Jangankan dua bulan, sedang yang satu bulan saja sudah dilanggar.’

Rasulullah menawarkan solusi ketiga, yaitu memberi makan 60 orang fakir miskin. Untuk yang ketiga kalinya ia mengatakan tidak sanggup. Ia katakan bahwa untuk kebutuhan makan sehari-hari saja sudah sering mendapati kesulitan. Apalagi harus meberi makan kepada orang lain.

Dengan penuh kasih sayang Rasulullah kemudian memanggil istrinya agar mengambil simpanan gandum yang masih tersisa hingga cukup untuk menebus kewajiban lelaki tersebut. Sambil memberikannya, Rasulullah berpesan agar gandum itu dibagikannya kepada fakir miskin di kampungnya. Dengan sedikit menahan malu, lelaki tersebut berkata polos, “Di kampung kami, orang yang paling miskin adalah saya sendiri.”

Kepolosan lelaki itu ternyata membawa berkah tersendiri. Rasulullah menyampaikan agar bahan makanan itu diterima dan dimanfaatkan sepenuhnya untuk memenuhi kebutuhan anak istrinya.Ia pulang dengan perasaan suka cita. Selain mendapatkan bahan makanan, puasanya juga sudah tertebus. Dua keuntungan sekaligus diperoleh, keuntungan materi sekaligus keuntungan ukhrawi.”

Kisah seperti sangat jarang dan sulit ditemukan di tengah-tengah masyarakat sekarang, bagaimana seorang pemimpin yang begitu santun terhadap bawahannya atau umatnya, luwes dan bijaksana mengambil suatu tindakan yang tidak menyakiti. Sungguh sangat luar biasa.. subhanallah.. mungkin, jika kita bertemu dengan laki-laki diatas, sudah barang tentu sebagian dari kita termasuk saya (mungkin), akan langsung menghardiknya dengan ucapan yang kasar, “sudah tau ga’ boleh, dan tidak mampu membayar dendanya, masih aja dilakukan.. dasar….!!” Mungkin itulah ekspresi kita.. jangankan untuk membantunya, menghiburnya saja kita udah ogah-ogahan…

Mungkin inilah rahasia sukses kepemimpinan dari Rasulullah yang begitu abadi hingga kini. Ia bisa bersikap keras dan tegas, namun ia lebih mengedepankan sikap lemah-lembutnya kepada umatnya.Beliau bisa marah, tapi Sikap pemaafnya begitu luas terasa.. apalagi jika sesama umat islam.. bahkan Allah menggambarkannya dalam Al-Qur’an:

“Muhamad itu adalah utusan Allah, dan orang-oang yang bersama dengan dia adalah keras terhadap orang-orang kafir, tetapi berkasih-sayang sesama mereka.” (QS al-Fath: 29)

Itulah juga mungkin mengapa umatnya sangat mencintainya.. dan rela mati untuk melindunginya, seperti Ali ra yang bersedia menggantikan Rasulullah tidur di kasur Rasulullah yang ketika itu akan hijrah ke madinah, yang ketika itu kaum Quraisy akan membunuh Rasulullah. Dan ketika Abu Bakar yang menutup lubang ular dengan lututnya ketika  berada di gua hira.. dan para sahabat-sahabatnya yang melindungi Rasulullah dalam peperangan-peperangan. Subhanallah….

Pertanyaannya..”apa bentuk cinta kita kepada Rasulullah?”

Kasih sayangnya Rasulullah Nampak juga, ketika ia tidak mewajibkan bersiwak sebelum shalat, tidak mewajibkan shalat malam, dan lain-lain, yang ia takut akan memberatkan umatnya untuk menjalaninya…

Ketika Rasulullah mengutus dua orang sahabat, yaitu Abu Musa dan Mu’adz ke Yaman untuk berdakwah, beliau berpesan, “Gembirakanlah dan jangan kau takut-takuti. Mudahkanlah dan janganlah engkau mempersulit.”

Hendaklah kamu bersikap lemah-lembut dan jangan bersikap kasar. Sesungguhnya, tidaklah sikap lemah lembut itu ada pada sesuatu kecuali menghiasinya, dan tidak pula ia lepas dari sesuatu kecuali mengotorinya.” (HR Muslim)

Oleh karena itu, kita seabgai muballigh, da’i/ah, juru dakwah, dan guru agama, seharusnya memberikan kemudahan dalam menuju islam sesungguhnya, jangan mempersulit umat. Berikan beberapa pilihan, jangan terpatok dengan satu pilihan yang menurut kita benar saja.

Bahkan dalam hal ini, jika ada dua perkara yang sama-sama diperbolehkan oleh syari’at, hendaknya kita memilih yang termudah. Kita tidak boleh bersikap terlalu keras, karena yang demikian itu justru menyimpang dari sunnah.

Sikap tasyaddud, ekstrim, dan berlebih-lebihan sama sekali tidak disukai oleh Rasulullah. Selama tidak mengandung dosa, Rasulullah lebih memilih yang termudah dari dua perkara yang sama-sama boleh, ibahah. Sikap itulah yang hendaknya kita pilih, bukan sebaliknya.

Semoga kita bisa mencontoh Rasulullah dalam berdakwah, dakwah dengan lembut dan penih kesopanan..

Be a creative da’i and murabbi……

Bandung, 19 Oktober 2009

Aldo Al Fakhr

Blogger Pencari Spirit yang Hilang


Tarbiyah adalah Cinta

Tarbiyah adalah Cinta

Tarbiyah

Afwan, saya tidak akan menjelaskan mengenai  tentang mengapa tarbiyah adalah cinta, tapi yang ingin saya tuliskan disini adalah mengapa saya menuliskan judul Tarbiyah Adalah Cinta. Jangan pada kecewa ya….

Kejadiannya itu sebenarnya dah beberapa bulan yang lalu. Ketika itu, saya akan’ mengisi’  dengan topic ahamiyatu tarbiyah (pentingnya tarbiyah), saya ingin membuat menarik minat adek-adek saya dalam antusias yang sangat ketika materi ini disampaikan. Sehingga saya berikan judul “Tarbiyah Adalah Cinta”.

Saya:  Insya Allah materi kali ini adalah Tarbiyah Adalah Cinta.

Benar saja, mereka sontak kaget, dari wajah terlihat antusias yang luar biasa.. saya pun sebagai pemateri menjadi lebih semangat…

Adek: wah wah.. nih kak aldo dah mulai ngomong cinta….hi… hi…

Saya hanya tersenyum saja….

Saya mulai dengan cerita, lalu menjelaskan apa itu tarbiyah..

Saya:  Tarbiyah (pendidikan) mancakup 3 spek yaitu jasad, ruh, dan akal. Bagi manusia tarbiyah ibaratkan air, yang merupakan kebutuhan untuk tetap hidup… dan seterusnya….

Saya jelaskan urgensinya dari segi eksternal dan internah, dan langkah konkret dari urgensi eksternal dan internal. Kemudian menjelaskan tujuan, hakikat/karakteristik, output dari tarbiyah yaitu menjadi seseorang yang ber muwashofat tarbawi, tak lepas lagi dengan cerita di akhir…

Alhandulillah, mereka paham letak cinta dalam tarbiyah dimana, adanya cinta dalam usrah, adanya cinta dalam tiap pertemuan, adanya cinta ketika berjumpa, dan lain-lain…

Saya: Alhamdulillah, hari ini kita sudah menyaksikan gambaran jelas mengenai mengapa tarbiyah adalah cinta. So… jangan ragu terhadap tarbiyah.. syaikh musthafa Mahsyur mengatakan, tarbiyah bukan segala-galanya, tapi segala-galanya bisa terwujud dengan tarbiyah… dan setersnya, setelah itu seperti biasa, evaluasi perpekan dan menanyakan qodoyah..kemudian ditutup oleh adek saya yang tertunjuk sebagai pembawa acara…

Setelah pertemuan selesai..ada salah satu adek saya yang menanyakan…

Adek: kak, sepertinya minggu depan materinya Tarbiyah adalah Cinta jilid 2… dan temen2nya juga pada menyetujui pendapatnya..

Saya: o.. gitu ya dek… insy Allah ya…

So… semoga yang membaca mendapatkan ibroh dari tulisan saya, semoga kita menjadi mentor/murabbi yang kreatif, sehingga adek2 kita enjoy dan tidak ngantuk, bawa perasaan senang dan semangat serta mujahadah… be a creative murabbi!!!

Bandung, 16 Oktober 2009

Aldo Al Fakhr

Blogger Pencari Spirit yang Hilang

Souce gambar:

http://tintataghyir.files.wordpress.com/2009/07/tarbiyahh1.jpg


Kala Demokrasi Salah diAplikasikan

Kala Demokrasi Salah Diaplikasikan

” Tulisan ini hanyalah sebuah pendapat seorang blogger pencari spirit yang hilang”

Dinegeri ini pemerintahan yang diktatoris belum lama pergi meninggalkan kita, terhitung 9 tahun sudah. Namun, sisa-sisa darinya masih tetap saja ditemukan disekitar kita. Ada ungkapan yang menyatakan diktator pergi diktator baru datang, koruptor lama pergi, koruptor baru datang. ini sebuah ungkapan realiti yang terjadi dinegara ini. Walaupun sudah berganti namun masih saja melekat. Hal inilah yang sering terjadi juga bagi negara-negara demokrasi — masa-masa transisi –. Sebetulnya, sungguh kita belum berada didemokrasi sesungguhnya, namun masih berada dimasa transisi, karena demokrasinya masih tercampur dengan sistem diktatoris yg lama.
Dalam sejarahnya, demokrasi selalu menyisakan atau menyebabkan akibat, yaitu kebebasan dan upaya penertiban.

Kebebasan merupakan penawaran baik yang diberikan oleh demokrasi kepada para “penganutnya”. kebebasan dalam berpendapat, beragama, berpolitik, berkehidupan yang layak, dan ber-ber yang lainnya. Dan upaya penertiban yang dilakukan pemerintah untuk mengunci gerak yang berlebihan dari aksi kebebasan tersebut.
Fakta inilah yang mengungkapkan alasan pemerintah untuk dicurigai, saat mereka menjalankan agenda “pemberantasan terorisme di Indonesia”. Hal ini dilakukan sebagai upaya penertiban dari kebebasan yang terlalu terbuka dan menganga dari demokrasi. Lagi-lagi yang disalahkan adalah demokrasi. Tentu, hal ini akan mengakibatkan ruang hidup masyarakat menjadi sempit dan sesak dipenuhi dengan ketakutan dan kewaspadaan yang tinggi . tentu saja, karena masyarakat merasa dihantui, kemana-mana selalu dikontrol dan diperiksa oleh pihak keamanan dengan pendekatan keamanan yang rigid oleh perangkat-perangkat intelijen yang bertujuan meningkatkan kontrol, namun yang terjadi justru adalah meneror masyarakat itu sendiri….

Dalam hal ini, para penguasa juga mengalami paranoid. Segala upaya penertiban dan penegakan hukum dilakukan sebagai kendaraan politik yang tentu saja menggerakkan kredibilitas potitiknya, bahkan -mungkin- ia juga akan mendiskreditkan golongan tertentu untuk kepentingan politik semata. Hal ini saya tidak tahu apakah terjadi atau tidak dinegara ini –mudah-mudahan tidak– saya tidak mau berspekulasi. saya hanya ingin memaparkan dari kesalahan dalam menjalankan demokrasi…

Berhati-hati
Oleh karenanya, umat islam yang sering dikambinghitamkan sebagai agama teroris. Haruslah bijak dan arif dalam memilah -milah kebijakan yang akan diagendakan oleh para penguasa. . sesungguhnya akar kerusakan yang menimpa umat islam adalah kezhaliman, yang lahir dari kursi para penguasa diktator. Ditakutkan adanya cap “islam=teroris” menyebabkan ruang gerak dakwah islam semakin sempit. itulah yang sedang terjadi dinegeri ini. Aparat keamanan dan intelijen sibuk menanyakan materi apa yang akan disampaikan pada kajian islam, tastqif, majelis ilmu, dan lain-lain. Apakah itu yang dinamakan demokrasi dalam beragama? ditakutkan adanya sekulerisasi kembali negeri ini — mudah-mudahn sih ngga’lah –

Aku hanya berdo’a, semoga umat islam selalu terlindungi dari fitnah terorisme..

Seharusnya kita menikmati demokrasi ini dengan penuh tanggung jawab dan sesungguhnya.

Aldo Al Fakhr

Blogger Pencari Sprit yang Hilang


Berkonstribusi atau Mati Sajalah…

Saya pribadi sangat suka dengan puisinya Ust. Anis Matta yang berjudul “Keluarlah Saudaraku”

Keluarlah Saudaraku

Saudaraku, kau tahu bencana datang lagi
Porak lagi negeri ini
Hilang sudah selera orang-orang untuk mengharap
Sementara jiwa-jiwa nelangsa itu
Sudah berbaris-baris memanggil-manggil

Keluarlah keluarlah saudaraku
Dari kenyamanan mihrabmu
Dari kekhusu’an i’tikafmu
Dari keakraban sahabat-sahabatmu
Keluarlah, keluarlah saudaraku
Dari keheningan masjidmu
Bawalah roh sajadahmu ke jalan-jalan
Ke pasar-pasar ke majelis dewan yang terhormat
Ke kantor-kantor pemerintah dan pusat-pusat pengambilan keputusan

Keluarlah-keluarlah saudaraku
Dari nikmat kesendirianmu
Satukan kembali hati-hati yang berserakan ini
Kumpulkanlah kembali tenaga-tenaga yang tersisa
Pimpinlah dengan cahayamu kafilah nurani yang terlatih
Di tengah badai gurun kehidupan

Keluarlah keluarlah saudaraku
Berdirilah tegap di ujung jalan itu
Sebentar lagi sejarah kan lewat
Mencari aktor baru untuk drama kebenarannya
Sambut saja dia
Engkaulah yang ia cari

Puisi diatas sangat mengandung sarat makna yang dalam. Bagi sebagian orang, puisi ini adalah sindiran bagi dia yang selalu sibuk akan dirinya sendiri dan tidak peduli akan orang lain atau yang lebih dikenal dengan sifat pragmatis. dan puisi ini juga dapat menyinggung dia yang sedikit berkontribusi untuk islam dan negaranya. ia terlalu zuhud sehingga melupakan dunia.

Kontribusi

Sebagai manusia kita dituntut dan diwajibkan untuk berdakwah atau  menyeru kepada jalan Allah, menyampaikan kebenaran walau satu ayat atau sedikit. sekali lagi walaupun itu sedikit. banyak sekali orang/ manusia yang saya ketemui malu dan belum siap untuk berkontribusi -alasannya-  “ilmu dan kapasitas saya masih dangkal”. ia menganggap dirinya adalah orang biasa. bisa ditebak ia tidak mau menjadi orang yang luar biasa. sedang-sedang aja lah…..itulah masalahnya….

sebenarnya hal ini akan dapat tereduksi jika saja terpenuhi dua syarat. syarat yang pertama adalah pada dirinya sendiri harus siap diribah dan pula harus siap mengubah, karena orang yang mau berubah tapi tidak mau mengubah , ia dicap sebagai orang yang sombong, oleh karena itu fren… bangun sikap mau diubah dan mengubah. tentunya sekali lagi dengan keikhlasan hati buka untuk materi dunia belaka, karena jika suatu perbuatan tidak didasari dengan niat yang ikhlas semata-mata untuk Allah SWT, maka dapat dipastikan hanyalah akan menjadi “sampah”di hadapan Allah SWT. Sia-sia.

syarat yang kedua adalah adanya dukungan yang penuh dari lingkungannya. dampak ini sangat berarti bagi seseorang yang ingin berkontribusi. caranya bagaimana? caranya adalah dengan melibatkannya kesuatu aktivitas dakwah atau sosial. tapi, tidak/jangan langsung memberinya porsi yang berlebihan karena secara tidak langsung akan menganggu psikologisnya dikemudian . “belum apa-apa sudah jadi ketua/ koordinator.” Dan jika dalam suatu diskusi , tanyakan kepadanya berupa pendapat, saran, tanggapan, dan lain-lain. agar ia terpacu untuk bersikap PD / percaya diri/ self confidence. dan insya Allah, jika PD sudah menjadi alter dalam kehidupannya dilingkungan sosial, maka tunggulah saat ia akan berkontribusi. sebentar lagi……….

Mati Sajalah…

Ungkapan yang sangat kasardan menyakitkan bila ditumpahkan kedalam lubuk hati seseorang, ” mati sajalah kau…!!!” sungguh akan membekas pekat dihatinya tertancap amat dalam dan sulit untuk dicabut kembali. memang seperti itulah fakta dilapangan yang berbicara.

orang yang tidak mau berkontribusi atau tidak pernah berkontribusi maka ia akan dianggap “tidak ada”. Karena ia ada namun tak bergerak, ia bergerak manum tak berpengaruh. untuk apa lagi ia hidup, orang lain disekitarnya tidak menganggap dirinya. ia menderita kesunyian dan kesempitan dalam kehidupan. ironisnya lagi, ia merasa senang dan tenang dalam kesengsaraannya itu. Ia terpasung lesu di mihrabnya, dikenikmatan mihrabnya tanpa memperdulikan keadaan sekitar. menjadi zuhud itu boleh, namun jangan lupa akan dunia…
Rasulullah SAW bersabda, “Bekerjalah untuk duniamu seolah-olah kamu akan hidup selama-lamanya, dan bekerjalah untuk akhiratmu seolah-olah kamu akan mati esok hari.”
Rasulullah pun orang yang sangat zuhud, tapi ia masih mengurusi negara, politik, ekonomi, bersosialisasi dengan para sahabat dan masyarakatnya, berperang, dan lain-lain….

Kalau kau tak mau berkontribusi, mati sajalah….!


Duri, 29 agustus 2009

Aldo Al Fakhr


7 Buku yang dibeli

alhamdulillah, selama seminggu ini, saya telah membeli 7 buku pada hari Rabu, 28 Juli 2009.

setelah berkeliling dengan temen satu kos (Anggi Satriadi), kami berkeliling Bandung. Toko buku pertama yang di singgahi adalah toko buku Ad-Dahlan. kesan pertama yang hadir dalam benak,”wuih… ramenye nih toko!” aku yakin pasti ada buku yang kubutuhkan di toko buku ini. ternyata saudara-saudara… tidak ada satupun.. aku berkhusnizhon aj ke tuh toko buku, mungkin aj dia lupa letaknya dimana. memang kondisinya lagi rame banget, dan buku yang aku pinta sebanyak 10 buku. yah.. seperti itulah…

setelah berbincang dengqan temanku… akhirnya kami putuskan untuk belinya di toko buku disekitar masjid Salman ITB, yang memang kutahu, buku-buku pergerakan banyak dijual disana….

akhirnya kami meluncur dari tegal lega ke dago (jln. Ganesha) karena perantauan.. bermodal nekat dan sabar kami menyusuri jalan-jalan protokol bandung… akhirnya sampe juga di ITB…ternyata ITB lagi sepi… pada waktu itu menunjukkan pukul 10.30 WIB… alhamdulillah nyampe dengan selamat..

bertanyalah diriku kepada si penjual..

“ak… buku-buku ini ada?” sambil menunjukkan secarik kertas yang berisi list-list buku yang kucari.

oh… sip… dengan sigap.. aak itu mencarikan bukunya… tak kusangka-sangka ternyata ada…

“alhamdulillah” dalam hati

di list tuh aku buat 10 buku karena, 7 buku tuk aku, 3 buku tuk abangku – dia nitip -

buku-bukunya adalah:

7 buku (punya aku)

  1. Fiqih Dakwah – Jum’ah Amin Abdul Aziz
  2. Ats-Tsawabit Wal Mutaghayyirat -Jum’ah Amin
  3. Mencari Pahlawan Indonesia – Anis Matta
  4. Dari Gerakan ke Negara – Anis Matta
  5. Menghilangkan Trauma Persepsi – Ust. Hilmi Aminuddin
  6. Tarbiyah Rukhiyah – Naswih Ulwan
  7. Warisan Sang Murabbi – KH. Rahmat Abdullah (Alm)

3 buku (buku titipan abangku)

  1. Fiqh Dakwah – Syaikh Mustafa Masyhur
  2. Beginilah jalan dakwah mengajarkan kami – M Lili Nur Aulia
  3. Isti’ab – Fathi Yakan

Insy Allah ilmu yang ada dibuku itu membuatku menjadi lebih siap lagi menghadapi tantangan-tantangan dakwah yang kian hari kian kompleks.


Budaya Nasihat-Menasihati Sesama Kader Dakwah

Tulisan ini aku buat, karena melihat sangat jarangnya terlihat budaya Nasihat-Menasihati diantara para kader,,,]

let’s begin….

Sendi Stabilitas dunia ada empat, yaitu:

  • keberdayaan ulama (dengan ilmunya)
  • keadilan para penguasa
  • kedermawanan orang-orang kaya, dan
  • doa para Fuqara

pabila salah satu sendi hilang maka, segala aspek kehidupan akan mengalami instabilitas.

pengertian Ulama

Ulama secara etimologis adalah jama’ dari kata ‘alim yang artinya orang yang memiliki ilmu yang membawanya takut hanya kepada Allah (al-Fathir:28)

nah…. dari sini dapat diketahui bahwa pengertian ulama tidak hanya terbatas pada orang-orang yang memiliki kaf’ah syar’iah saja, namun juga mencakup semua hal dalam bidang keilmuan yang tentunya bermanfaat, dengan syarat yang telah diuarakan diatas bahwa harus membawanya kepada seseorang yang memiliki khassyah (rasa takut) kepada Allah.

Sehingga… dalam pengertian tadi, dapat diartikan bahwa para kader dakwah adalah juga para ulama yang berperan sebagai waratsatul anbiya(pewaris para nabi) yang selalu melakukan tawashau bil haqqi dan tawashau bis shabri (saling menasihat menasihati dalam kebenaran dan kesabaran).

Saling nasihat menasihati sesama kader dakwah adalah Keharusan

memang sebuah keharusan, dan mungkin tak bisa dibantah, karena aktifitas dakwah senantiasa berhadap-hadapan pandang dan berbentur dengan berbagai hambata-hambatan yang menerpa. Pemberian nasehat merupakan suatu dorongan, tazkiroh(peringatan), dan kasih sayang (dalam artian peduli).

Didalam bergaul dengan dakwah, tak dipungkiri kita akan bersama-sama dengan para kader yang lain atau dengan kata lain berjama’ah. jangn sendiri-sendiri…. dan bersama-sama mengusung dan menanggung amanat dakwah. disana akan terjadi interaksi antar individu yang memiliki sifat-sifat yang berbeda dan terkadang “aneh” yang intinya saling memahami lah…. lihat sisi positifnya… tanpa disadari perbedaan itulah yang acap kali menjadi kekuatan.

Masyarakat islam tidak akan tegak kecuali dijaga oleh sekelompok kader yang tolong menolong, saling nasihat-menasihati, dan memiliki solidaritas yang tinggi.

dan ingat juga bahwa diantara hak seorang muslim  dengan muslim yang lainnya adalah bila dimintai nasihat maka ia harus memberinya nasihat. bukankah Rasulullah telah bersabda

“bila salah seorang dari kamu meminta nasihat kepada saudaranya maka hendaklah (yang diminta) memberi nasihat.” (HR. Bukhari)

Aku juga lagi belajar untuk hal ini…. memang sulit, tapi tak menutup kemungkinan bisa direalisasikan menjadi kenyataan yang berarti bukan omong kosong belaka. ayo… do.. semangat…

yang penting, bersama-sama lah kita dalam tautan ukhuwah ini. saling
mendukung dan saling nasehat-menasehati. .. hindarilah hal-hal yg sia-sia

Oke…. Allahu Akbar

Referensi:
Taujihat Ri'ayah Ma'nawiyah Kader PK-Sejahtera- 
Ust. Dr. Ahmad Satori et.al.

bandung, 23 Juli 2009

Aldo Al Fakhr

Blogger pencari spirit yang hilang


Inkonsistensi dlm dakwah

Inkonsistensi dlm dakwah acap kali ditemui diberbagai wajihah-wajihah dimanapun lahirnya wajihah itu.

semisal inkonsistensi adalah tidak jalannya proker utama, staf jarang datang syuro’, tidak sesuai deadline yang sudah ditentukan, terlalu  sibuk dgn maslh internal, dan lain-lain

pelaku dari inkonsisten ini adalah wajihahnya dan juga kader-kadernya. memang tak bisa dipungkiri, sejatinya selalu ada pada suatu saat inkonsistensi itu terjadi, sehingga mengakibatkan roda pergerakan wajihah terhenti dalam periode waktu tertentu.

pemahaman yang tidak komprehensif akan tujuan dan sasaran yang diutarakan wajihah dipahami oleh mereka. sudah barang tentu melahirkan inkonsistensi.

pemahaman yang partisi juga menyebabkan hal yang sama. bagaimanalah ia hidup disuatu tempat yg ditujunya, namun ia tak tau akan berbuat apa ditempat tersebut

ambiguitas dalam menelan informasi tujuan dan sasaran wajihah pun menjadi penyebab inkonsistensi. mungkin ia terlalu pintar menelaahnya,, sehingga membuat dirinya sombong tak berarti.

Menurut Fathi Yakan, setidaknya ada 10 hal yang menyebabkan gagalnya dakwah, yaitu:

  1. kurangnya aspek pendidikan
  2. tidak tepat dalam memposisikan kader dalam suatu lahan dakwah
  3. tidak memperhatikan kondisi objekif para pelaku dakwah
  4. lamban dalam merumuskan dan memutuskan suatu perkara dakwah
  5. inkonsistensi
  6. khawatir akan diri dan jaminan rizki
  7. sikap ekstrem dan intoleran
  8. acuh tak acuh
  9. suka berbangga diri dan mengejar popularitas
  10. kecemburuan

dari kesepuluh itu, salah satunya adalah  inkonsistensi. jadi dah sangat jelas inkonsistensi dapat menggagalkan dakwah.

dalam perjalanannya, ada aja orang yang mensibgahkan diri didakwah ini, namun, tujuan yang dicapainya tak sesuai dengan arahan qur’an dan hadist. biasanya orang yang seperti inilah yang secara perlahan gugur didakwah, ia bukan gugur dimedan jihad, tapi ia gugur di konsistennya. naudzubillah…..

Oleh karena itu, sejatinya pelaku dakwah haruslah menjauhkan diri dari hal ini. memang benar, jalan dakwah ini begitu panjang membentang dan aral rintangan selalu menghadang. makanya dibutuhkan kesabaran, keikhlasan, kepatuhan akan aturan, tsiqoh kepada qiyadah, disiplin dalam agenda tarbiyah dan agenda dakwah, dan konsisten yang mendalam dari para pelaku dakwah.

percayalah…. syurga menanti para mujahid yang konsisten dalam dakwah

dan

percayalah….neraka menanti para mujahid yang inkonsisten dalam dakwah

so… it’s about you…


Bermimpilah

Bermimpilah

Bermimpilah dan ubahlah angan itu menjadi kenyataan.

Semua orang didunia ini tak terkecuali diriku pasti punya yang namanya cita-cita atau impian, namun sayang seribu sayang tak semua dari kita dapat mewujudkannya menjadi kenyataan yang berarti. Hal tsb terjadi mungkin karena mimpinya yang terlalu setinggi langit yang sejatinya susah tuk diraih, atau mungkin karena sifat males yang menggerogoti semangatnya sehingga secara perlahan mengikis mimpi menjadi kenyataan, dan atau mungkin juga tidak berani tuk merealisasikannya, menurutnya cobaan dah terpaan masalah akan banyak dan sering akan dihadapinya ketika akan mewujudkan mimpi tersebut, sehingga menjadikin diri sebagai pecundang.

Perlu digaris bawahi mimpi yang aku sampaikan disini bukanlah mimpi dikala kita tertidur. Akan tetapi mimpi disini adalah cita-cita atau angan-angan yang berarti.

Setiap individu pastilah memiliki mimpi ditiap periode hidupnya, dan setiap manusia memiliki mimpi yang berbeda-beda, maka bisa dibayangkan bermilyar-milyar mimpi yang tersebar. Dan sayangnya lagi hanya berapa persen saja yang terwujud.

“lakukanlah perubahan itu walaupun kecil pengaruhnya”

Sebagai seorang muslim, kita harus mempunyai semangat perubahan. Perubahan tuk menjadi dien ini cemerlang kembali, dan kita buktikan bahwa islam itu adalah rahmat untuk mereka dan alam semesta. Semangat perubahan disini harus kita awali dengan mimpi yang berarti, nah untuk memulai perubahan maka hal yang harus dipersiapkan adalah

  • Memiliki iman yang mendalam. Tak mungkin seorang muslim bisa merubah keadaan jika ia tidak memiliki iman yang mendalam.  Ia harus percaya dan mengimani bahwa islam akan kem bali jaya dan ia bertekad untuk mengembalikan izzah islam kembali.
  • Memiliki kemauan yang kuat. Kemauan yang kuat ini didasari dengan jiwa yang menggelora yang selalu up-date dimotivasi.
  • Orientasi hanya Allah. Ini berkaitan dengan keikhlasan. Mintalah kepada Allah agar dijauhi dari syirik kecil yaitu riya’

Seperti Sayyidina Ali, yang pada suatu kesempatan berkumpul dengan sahabat-sahabat yang lain. Ketika itu Ali mengatkan “Bermimpilah…” dan ia mengatkan kepada sahabatnya, “wahai sahabatku, bermimpilah, apa mimpi mu..?” dan sahabat itu menjawab “aku ingin mempunyai harta yang banyak, dan akan ku sedekahkan semua harta itu.” sahabat yang lain juga tak mau ketinggalan “ aku ingin orang sepeti engkau (baca: sayyidina Ali), abu bakar, usman, dan umar banyak didunia ini.” Dan impian2 lain yang diutarakan oleh para sahabat pada saat itu.

Tak mudah memang, tapi tak menutup kemungkinan bisa dilakukan, asalkan punya iman insya Allah akan diberikan jalan.

Butuh pengorbanan dan kerelaan diri dari dirisendiri. Nothing is free, yah tidak ada yang gratis, pasti ada harga yang dibayar untuk hal ini. Oleh karena itu, jangan pernah berharap bahwa mimpi itu akan terealisasi jika hanya terpaku diam tak melakukan apa-apa atau hanya mengharap durian runtuh.

Terwujudnya mimpi tergantung dari sebesar apa kita memimpikan mimpi kita, sejauh mana kita mengkehendaki mimpi itu akan terwujud, dan sejauh mana langkah kita tuk meraih mimpi tersebut.

Nah, pertanyaannya sanggupkah tuk melepaskan diri dari rutinan shari-hari yang mungkin nyaman dan tanpa tantangan! Keluar menjadi pemberani dan siap mengambil resiko.

Jadi, anda harus berani berakit-rakit ke hulu, berenang-renang ke tepian atau bersakit-sakit dahulu, bersenang-senang kemudian

Setelah kita melakukan action yang diperlukan tuk mewujudkan mimpi tersebut dengan cucuran keringat dan bahkan darah sekalipun, maka sejatinya kembalikanlah semua itu kepada Allah, mintalah kepadanya tuk dipermudah. Ikhtiar tanpa do’a menyebabkan diri sombong, do’a tanpa ikhtiar hanyalah omong kosong. Kembalikan kepada Allah, karena baik menurut kamu belum tentu baik bagi Allah.

Oke… bermimpilah…….

Aldo Al Fakhr

Blogger pencari spirit yang hilang


Permasalahan Umat Islam Saat Ini

Permasalahan Umat Islam Saat Ini

  1. Latar Belakang.

Kondisi  umat islam saat ini jauh berbeda dengan kondisi  umat islam terdahulu. Kondisi umat islam saat ini diperparah dengan adanya fenomena jauhnya umat islam dengan Al-Qur’an dan As-Sunnah yang seharusnya menjadi pedoman hidup mereka. Banyak para ulama mengatakan bahwa salah satu faktor jauhnya umat islam terhadap Al-qur’an adalah mewabahnya penyakit “Al-Wahn”, yaitu suatu penyakit yang cinta dunia dan takut mati.

Hal ini dapat kita lihat dari berbagai permasalahan-permasalahan yang melanda baik di Indonesia sendiri maupun diluar Indonesia. Factor jauhnya umat islam dengan Al-Qur’an adalah besarnya pengaruh dari media dan teknologiyang secara tak langsung telah memecah umat islam dalam berbagai aspek kehidupan. Seperti contoh, film dokumenter “FITNA” yang telah menjadi kontrofersi.

Selain permasalahan jauhnya dari Al-qur’an, ada juga permasalahan-permasalahn lainnya. Yaitu, masalah dalam berda’wah, masalah dalam menghadapi permurtadan saat ini, dan masalah dalam kepedulian terhadap sesama muslim yang sangat kurang atau dengan kata lainnya ukhuwah islamiyah yang belum terikat satu sama lainnya.

Sebenarnya masalah yang mendasar dalam permasalah umat islam saat ini adalah jauhnya umat islam terhadap Al-qur’an, maka di artikel ini kami hanya membahas permasalahan tersebut.

  1. Identifikasi permasalahan.
    1. Siapa yang menyebabkan permasalahan ini?
    2. Kapan terjadinya permasalahan ini?
    3. Mengapa terjadi permasalah ini?
    4. Bagaimana kaitannya permasalah ini dengan media dan teknologi?
    5. Bagaimana solusi dari permasalahan ini?
  1. Pembahasan Permasalan
    1. Siapa yang menyebabkan permasalahan ini?

Menurut kelompok kami, yang menyebabkan itu semua adalah diri kita sendiri dan adanya peran dari islamophobia. Karena secara tak lansung diri kitalah yang menyebabkan kita jauh akan Al-qur’an. Kita terlalu senang dengan kehidupan dunia sehingga membuat kita lupa akan kehidupan akhirat yang kekal nan abadi. Islamhopobia Islamophobia adalah sikap takut berlebihan dalam melihat Islam dan umat Islam sehingga cenderung mengunakan kacamata negatif. Islam dipandang sebagai kelompok monolitik yang statis dan antiperubahan. Islam dilihat sebagai kelompok lain di dunia ini yang tidak mempunyai nilai bersama yang bisa di-share dengan kelompok lain. Islam dilihat sebagai agama yang mengajarkan barbarisme, irasional, primitif, agresif, prokekerasan dan terorisme. Ajaran Islam juga dianggap telah menjelma menjadi ideologi politik yang bertujuan untuk membangun kekuatan politik dan militer anti-Barat. Islamophobia tersebut telah melahirkan sikap memusuhi Islam di kalangan masyarakat non-Muslim.

  1. Kapan terjadinya permasalah ini?

Permasalah ini terjadi berawal dari perang salib. Karena perang salib sendiri berlangsung selama 200 tahun, bayangkan betapa lamanya dan bayangkan betapa semangatnya kebencian umat nasrani.

Sekilas tentang perang salib

Nggak salah emang kalo Perang Salib memegang rekor peperangan terlama di dunia. Bayangin aja, dari tahun 1096 M sampai 1254 M api peperangan ini nggak pernah padam. Se-abadi permusuhan Coyote dan Road Runner. Disebut Perang Salib karena peperangan ini melibatkan bangsa-bangsa Salib (gabungan berbagai negeri di Eropa; Perancis, Jerman, Inggris, dan negara Byzantium). Para prajurit Kristen yang terlibat dalam peperangan itu mengenakan kalung bergantung salib dan pakaian mereka berterakan salib. Ada dua pendorong terjadinya perang salib. Pertama, ajakan dan seruan Kaisar Alexius Comenent dari Konstantinopel kepada Paus (Paus Urbanus II) dan para raja di Eropa agar segera menyerang negeri-negeri Islam secara serentak terhadap kekuasaan Turki Saljuk (orang-orang Turki yang sudah memeluk Islam), yang mengancam kerajaan Byzantium di Konstantinopel. Kedua, permintaan Peter Amiens, seorang pendeta bangsa Perancis, kepada Paus di Roma agar mau membantu orang-orang Kristen yang mau berziarah ke Baitul Maqdis (Palestina) yang saati itu dikuasai Negara Islam. Dua dorongan tersebut di atas, menyebabkan Paus Urbanus II memerintahkan Peter Amiens untuk menghasut dan mengobarkan perang kepada rakyat Eropa untuk memerangi kaum muslim guna merebut Baitul Maqdis. Hasilnya, rakyat jelata, biarawan-biarawati, hingga para perampok berbondong-bondong mendaftarkan diri untuk bergabung sebagai pasukan salib. Dan genderang Perang Salib ditabuh pada 15 Agustus 1096 M, Paus Urbanus memberangkatkan pasukan Salib Pionir yang berjumlah 300 ribu prajurit dengan semboyan أ¢â‚¬إ“Begitulah kehendak Tuhanأ¢â‚¬آ‌. Dalam catatan sejarah, terdapat tujuh gelombangan serangan dalam perjalanan Perang Salib. Serangan I (1096),أ‚آ  Serangan II (1147-1149), serangan III (1189-1192), serangan IV (1202-1204), serangan V (1218-1221), serang-an VI (1228-1229), dan seranganأ‚آ  ke VII (1248-1254). Wuih semangat banget ya? Dari rangkaian seranganأ‚آ  itu, kaum Kris-ten lebih banyak menelan kekalahan. Salah satu kekalahan telak yang dialami pasukan Salib adalah ketika Shalahuddin al-Ayubi berhasil membebaskan kembali Baitul Maqdis di Palestina pada hari Jumأ¢â‚¬â„¢at 27 Rajab 583 H/1187 M dari kekuasaan kaum Kristen.( http://www.gaulislam.com/semangat-kebencian-perang-salib/)

Mulai saat itulah gencarnya aksi untuk menjauhkan umat islam dari Al-qur’an yang telah mereka ketahui bahwa kitab Al-qur’an adalah pedoman hidup dari umat islam.

  1. Mengapa terjadi permasalahan ini?

Coba kita lihat dalam QS: Al-Baqoroh ayat 120, yaitu:

“Orang-orang Yahudi dan Nasrani tidak akan senang kepada kamu hingga kamu mengikuti agama mereka. Katakanlah: “Sesungguhnya petunjuk Allah itulah petunjuk (yang benar)”. Dan sesungguhnya jika kamu mengikuti kemauan mereka setelah pengetahuan datang kepadamu, maka Allah tidak lagi menjadi pelindung dan penolong bagimu”

Dari ayat diatas kita dapat mengambil kesimpulan, bahwa mereka(yahudi dan nasrani)

tidak akan senang kepada kita(umat islam) sampai kita mengikuti agama mereka. Dengan cara apapun akan ditempuh mereka untuk mengikuti agama mereka minimal mengikuti gaya hidup mereka.

  1. Bagaimana kaitannya permasalah ini dengan media dan teknologi?

Media dan teknologi sangatlah erat hubungannya dengan permasalahan jauhnya umat islam terhadap Al-qur’an. Karena dengan adanya media, maka umat islam akan disibukkan dengan misalnya tayangan-tayangan yang menghibur seperti sinetron, olahraga, infotainment, dan lain-lain.

  1. Bagaimana solusi dari permasalahan ini?

Solusi dari permasalahan ini adalah merutinkan membaca Al-Qur’an sehingga bias lebih dekat dengan Al-Qur’an, sering-sering mendengarkan lantunan ayat-ayat qur’an, mentadaburi Al-qur’an, dan mengimplementasikannya dalam kehidupan.


saya sedih dengan insan bernama wanita

saya sedih dengan insan bernama wanita

betul banget nih adanya. saya sangat sedih dengan insan bernama wanita. sekarang mereka dizhalami, sekarang mereka diperlakukan tidak adil oleh laki-laki, sekarang mereka terhina dihadapan laki-laki.

betapa tidak, cobalah kau tengok iklan-iklan sekarang bahkan dari dulu, hampir 80 persen tokoh utamanya adalah wanita, dan hanya 20 persen laki-laki.

aku sedih karena aku peduli, peduli dengan saudariku.

aku sedih karena aku kasihan, kasihan dengan saudariku

aku sedih karena aku tak mau mereka terhina

aku sedih karena aku sayang pada mereka

wanita sekarang menjadi perhiasan biadapnya laki-laki, tubuhnya ditampakkan, diumbar-umbarkan sehingga syahwat laki-laki membuncah karenanya.

aku kemarin membaca sebuah buku, bahwa laki laki senang dengan wanita -maaf- telanjang, akan tetapi wanita jijik dengan laki2- maaf sekali lagi- telanjang.

untuk para wanita yang belum berhijab, berhijablah, karena dengan berhijab engkau akan merasa aman, nyaman, dan terbebas dari pandangan penuh syahwat laki-laki.

aku tahu engkau mau memamerkan wajah cantikmu, putih kulitmu, langsingnya tubuhmu kepada semua orang, agar engkau merasa eksis didunia yang tidak berkeadilan ini. tapi itu hanya berhak kau pamerkan ke suamimu. sungguh di ujung dunia sana, insan bernama laki2 sedang menantimu, ia berharap engkau adalah wanita sholihah yang diberikan Allah untuknya. ia senantiasa mendo’akanmu dipertiga malamnya. malukah engkau saudariku… ketika ia begitu peduli denganmu, tapi engkau tak peduli dengannya.

tiap laki-laki dan wanita itu ada pembagiannya masing2. cobalah engkau lihat di QS. An-Nisa:32. disana engkau akan mendapatkan bahwa Allah telah berbuat adil kepadamu

sungguh Allah menyanjungmu. cobalah engkau lihat, didalam Al-Qur’an ada surat yang bernama An-Nisa yang artinya wanita, betapa istimewanya engkau saudariku, apakah engkau tak menyadarinya, betapa Allah mengistimewakan dirimu.

kalau engkau mau berhijab, betapa senangnya Allah kepadamu, betapa senangnya calon suamimu (ups!) kepada dirimu, betapa senangnya keluargamu kepada dirimu.

memang butuh proses dalam taqarrub kepada Allah, walaupun amal2 sholih masih sedikit engkau kerjakan, tak apa. jika engkau mati didalam jalan itu,, sesungguhnya itulah jihadmu, dan balasan jihad adalah jannah Allah.

aku yakin engkau bisa saudariku, bangkit dari masa jahilyah menuju jalan terang yang penuh kenikmatan.

aku yakin engkau bisa saudariku, menjauhi maksiatmu dulu

aku yakin engkau bisa saudariku, membuat cemburu para bidadari, sungguh wanita sholihah itu lebih baik dibandingkan para bidadari syurga.

tahukah engkau saudariku, Rasulullah bersabda bahwa, ” dunia adalah perhiasan, dan perhiasan dunia yang terbaik adalah wanita sholihah,”

betapa istimewanya dirimu saudariku.

dan jika kamu mau berubah menjadi lebih baik lagi

maka

diakhir tulisan ini aku mau mengatakan

“saya bangga dengan insan bernama wanita.”


kamu yang butuh dakwah kawanku!!!

kamu yang butuh dakwah kawanku!!!

apa!!!

kami yang butuh dakwah, apa ga salah!! bukannya kebalik tuh. kan katanya orang yang ada didalamnya sedikit, jadi sebenarnya dakwahlah yang butuh kami, bukan sebaliknya.

Aku berkata dalam hati,” ih… nih anak ga tau hakikat dakwah kali ya!!!” . KESEL.

Coba deh kamu bayangin ada tidaknya kamu dalam dakwah ini, islam akan Berjaya kembali. Permasalhannya, kamu mau ikut ga’ dalam menyusun batu bata kejayaan agar izzahnya islam kembali muncul didalam tatanan kehidupan dunia.

Memang jalan ini amatlah berat untuk ditapaki, tapi apakah berat itu yang menjadi hambatanmu kawan! Jika itu yang menjadi hambatanmu, mk sesungguhnya engkau tlah merugi.

Memang!! ketidakikutsertaan kamu di jalan ini, tidak menjamin engkau akan futur. Maksudnya, tidak ada jaminan ikutnya kamu membuat imanmu terus meningkat. Tapi, mana jiwa sosialmu, mana habluminannas mu. Masa’ kamu tega melihat temanmu masuk neraka, sedangkan engkau bersantai-santai menikmati teduhnya dirindang kasih Allah, tegakah kamu kawanku?

Temen saya di Palembang pernah mengatakan, “jadilah kamu seorang muslih?”

“Apa itu muslih” masih bodoh dulunya.

“muslih adalah seorang muslim yang memperhatikan dan mengajak saudaranya agar sama-sama berada dalam kebaikan dan bareng-bareng masuk syurga”

Oke my friends! Prepare ur self to be a mujahid and mujahidah!!!

ingat teman!! balasan bagi seorang mujahid dan mujahidah ialah syurga. tak inginkah engkau masuk ke sana. dimana disana  kita bersama akan bercerita ttg sejarah-sejarah indah yg pernah kita ukir bersama sambil tertawa dan makan makanan2 yg enak2 yg disediakan oleh Allah.

SEMANGKA!!! Semangat Kawan


Madza Ya’ni Intimaa’I Lid-Dakwatuna

Madza Ya’ni Intimaa’I Lid-Dakwatuna, ada yg tau artinya??? Hi..hi…, artinya tuh Memperbarui Komitmen dakwah kita. Yah ini kata-kata yang sangat indah tapi sangat sulit tuk di realisasikan didlam kehidupan kita, apalagi dikala kita sedang futur, kata-kata komitmen tak tau mengapa ilang begitu aja di benak kita. Atau mungkin tau tapi tidak mau tau. Betapa kurang ajarnya kita kepada diri kita sendriri, karena kita tlah mendustai ikrar yg tlah kita ucapkan disaat menapaki kaki pertama kali dijalan dakwah ini.

Dengan kehidupan yang sangat dinamis ini, membutuhkan energi yang tidak sedikit untuk sukses. Pernyataan diatas memang benar adanya. Seseorang tidak akan sukses jika tidak berikhtiar atau berusaha terlebih dahulu. Inilah tantangannya, dimana kita harus bisa memadukan atau menjogresskan kalau bahasanya POKEMON antara aktifitas dakwah dan non-dakwah. Pertanyaannya apakah mungkin? Jawabannya man jadda wa jadda, kalau kita bersungguh-sungguh insya Allah akan dibantu oleh Allah, bukannya Allah berfirman pad surat Muhammad ayat 7

“wahai orang-orang beriman, jika kamu menolong (agama) Allah, niscaya Allah akan menolong kamu, dan menguhkan kedudukanmu”

Dari ayat diatas, dah sangat pasti janji Allah, karena janji Allah adalah pasti. Kalau kita menolong agama Allah yah.. dengan cara berdakwah menegakkan kalimat Illahi, tentunya dengan hati ikhlas ya… !!! maka Allah akan menolong segala permasalahan2 kita di aktifitas2 yang lain.

Sesungguhnya menapakai jalan yang sangat panjang ini, mengakibatkan banyak dari aktifis dakwah yg jatuh bergelimpangan karena kurangnya komitmennya terhadap dakwah ini sendiri. Jalan ini adlah sebuah pilihan dari sekian banyak pilihan yang terbentang di dalam kehidupan ini. Tinggal pilih aja!!

Masa muda usiaku kini

Warna hidup tinggal ku pilih

Namun aku telah putuskan

Hidup diatas kebenaran

Kata-kata diatas, mungkin sebagian dari kita dah pada tau kan.. yupz.. benar itu adalah penggalan lirik dari Edcoustic. Judulnya Masa Muda.

Nah kita masuk ke pembahasan serius nih…^_^

Nah… komitmen terhadap dakwah ini acap sekali berhadap-hadapan pandang dengan realitas yang terbentang sepanjang jalan ini. Realitas interaksi dengan temen2 aktifis, dengan realitas karakteristik dakwah itu sendiri, dengan objek dakwah, dan dengan musuh dakwah. Dah pada tau kan, musuh dakwah itu siapa!!

Emang bener, interaksi-interaksi yang disebutkan diatas sangat menguras energi si aktifis dakwah, baik itu energi berupa fisik maupun ruhiyah. Jika hal itu tidak diantisipasi dengan tarbiyah dzatiyah, kemungkinan besar si aktifis dakwah akan merasa saturasi (kayak belajar ELKA aja…) atau jenuh, nah ini yang bahaya. Akibatnya komitmen dakwahnya perlahan-lahan akan turun. Jika turun, ini akan berimbas ke yang lainnya. Seperti : jarang datang liqo’, enggan membina atau menjadi Murabbi/iah, tidak proaktif lagi didalam wajihahnya, dan enggan tuk terlibat dlm aktifitas-aktifitas dakwah. Ia lebih senang menyendiri, lebih senang main game, lebih senang jalan-jalan, lebih senang ngatain orang, dll ketimbang aktif. Sangat ironis sekali memang. Yah itulah jalan dakwah. Semoga kita tetap istiqomah hingga kita bergelar syuhada.

kami adalah tentara Allah

Siap melangkah menuju ke medan juang

Walau tertatih kaki ini berjalan

Jiwa perindu syahid tak akan tergoyahkan

Wahai tentara Allah bertahanlah

Jangan menangis walau jasadmu terluka

Sebelum engkau bergelar syuhada

Tetaplah bertahan dan bersiap siagalah

Dah pada tau kan nih lirik, ni liriknya IZZIS , judulnya KORSAD, korsad tuh apa ya? (pura-pura ga tau, hi..hi…)

Apa sih I’dad atau persiapan yg harus dilakukan oleh kita semua, ana kasih 3 aja ya, sebenernya sih banyak, setidaknya 3 ini kita jalanin dulu dah!

1. Iman yang mendalam

Allahu ghoyatuna, artinya Allah tujuan kami. Ini amat sering kita dengar di nasyid2 kan, di nasyidnya SouHar, Bingkai Kehidupan. Dengan kata lain Robbaniyah(berorientasi kepada Allah). Robbaniyah merupakan sumber motivasi utama seorang aktifis dakwah, jika tidak ada orientasi ini di dalam tubuh dakwah, maka tidak akan ada nilainya dan tidak ada kebaikan didalamnya. Wuih… sangat mengerikan. Coba bayangin deh, kita dah capek-capek ngurusin ini itu tuk dakwah, tapi orientasi kita misalnya pingin dilihat akhwat atau ikhwan. Wah… ga akan diterima tuh amal kita. So… kudu diperhatikan nih niatnya kita. Marilah bersama-sama kita melafadzkan Istghfar akhi wa ukhti. Dilafdzkan ya… awas kalau ga!!! ^_^

Menurut sumber yang ana baca, bahwa keimanan berbanding lurus dengan produktifitas dan kemenangan dakwah. So… kalau mau menang atau berhasil dakwah kita, maka dari kitanya sendiri harus slalu mengupgrade keimanan dan ketaqwaan kita kepada Allah. Setuju!!!

2. Al-I’radhah (Kemauan) yang kuat

Kita jangan pernah berkhayal atau bermimpi, jika pada saat kita memegang panji jihad dan berperang di jalan Allah, Allah akan menyertai kita, para malaikat akan turun ke bumi untuk masuk ke pasukan kita dan ikut berperang bersama kita. Hal itu mungkin akan menjadi kenyataan, jika kita memiliki niat yg semata-mata untuk Allah dan kemauan yang kuat pada diri ini.

Kemenangan itu tidaklah murah, tapi tidak menutup kemungkinan kita bisa meraihnya. Dan bisa menjadi kenyataan.

3. Kesungguhan dan semangat yang tinggi

Kesungguhan itu lawan kata dari main-main. Apa jadinya jika dakwah dilakukan dengan main-main, apa yang terjadi jika kita membina adik-adik kita jika kita main-main dlm membina mereka, apa yang terjadi jika kita main-main di wajihah kita. Jawabannya pastilah sudah kita ketahui. Betul tidak? (mode aa’ gym on)

Selalulah bersemangat dalam menjalankan aktifitas dakwah ini. Memang bener, jalan ini sangat panjang dan melelahkan, tapi yakinlah akhi wa ukhti akan ada balasan dari Allah di akhirat kelak. Tak pa pa lah kita bercapek-capek di dunia ini yang penting kita santai bersama bidadari-bidadari di syurga. Ga pa pa lah kita kurang tidur didunia karena seringnya kita bermunajat kepada Allah di malam hari dan siang harinya kita jihad dlm dakwah, yang terpenting kita akan senang-senang di syurga Allah.

Oke… semoga setelah membaca tulisan diatas, membuat kita bermujahadah dan bersemangat dalam memperbarui Komitmen dakwah kita.

Takbir!!!!

Allahu Akbar… Allahu Akbar… Allahu Akbar

Wallahu alam.

Aldo Wilman

111061009

http://menulisaja.wordpress.com


Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.

Bergabunglah dengan 38 pengikut lainnya.