Puisi: Sisi
wah…dah lama tak bertypo-typo ria diblog ini..dikarenakan LCD Laptop pecah.
untuk sekedar penyegaran kembali, ijinkan saya berpuisi ria.he..he..
puisinya singkat saja,
SISI
Redup sinar rembulan
Bintang jatuh dipandangan
Kemaren malam hujan rintik-tintik menyapa
Hangat ia terasa
Kumerasakan rinainya dengan sederhana
Malam kemaren dan sekarang adalah milikmu
Biarlah esok, sama-sama kan kita nanti
Sejuk, panas, hujan, bahkan badai
Tenanglah, aku ada disisi tuk menemani
Jakarta, 24 April 2012
Aldo Wilman
source gambar: http://www.flickr.com/photos/al-insyirahlensa/6276166571/
Tirai Malam

tirai malam menyelimuti sunyi
gemerlap bintang menyemangati malam
berkilau bertahta berseri
nafas rindu berhembus halus
merana resah gelisah dibuatnya
memacu api gelora dalam jiwa
dingin malam kian hilang ditelan kehangatan
terlena akan menghangatnya jiwa
bagaikan mentari menghangatkan pagi yang kabut
jari jemari tergelitik menggoreskan pena
terbiarkan kata-kata yang mengalir
beriring-iringan dengan nafas cinta, rindu, dan kasih
Keluargaku
tak terbatas ingatanku kepada kalian
*Puisi ini untuk papa, mama, bang aldi, dek tia, dan dek’si cina’ jeni
Aldo Al Fakhr
Blogger Pencari Spirit yang Hilang
Sampan Kecil
lagi senengnya buat puisi.. silahkan bagi yang mau berbalas puisi.. tinggal komeng aj.. ntar saya bales puisinya..
Sampan Kecil

redup senja dikaki malam
yang telah menghilangkan bayang ilalang
menghirup aroma senja yang perlahan menghilang
malam mulai menginjak senja dari pandangan
kesunyian berbayang-bayang
syahdunya malam berlalu sunyi
mengiringi tuk mewarnai taman hati yang sepi
terantai terkalungi rindu dalam bilik hati
terasa bagai tertusuk sembilu bisa
menyesak keluar tak tertahankan
menjelma menjadi butiran-butiran jernih dikelopak mata
butiran-butiran itu jatuh semakin deras
datanglah.. kuajak tuk mengayuh sampan kehidupan
mengarungi samudera walau sampan itu kecil
menggapai salju dikhatulistiwa
melihat pelangi diujung samudera
Aldo Al Fakhr
Blogger Pencari Spirit yang Hilang
Tersendiri

wajahmu sayu menghujamkan qalbu
peluh diwajahmu mengerenyutkan dahi
ghirahmu menggetarkan kobaran nyala
suaramu menggempakan jiwa
satu kesan abadi tercipta denganmu
kesan yang bagai mahligai seribu mimpi
tak mampu hilang senyap dimakan sejarah
selalu terhayati hingga kemimpi
dan tak ingin menjadi mimpi yang hilang
pergimu menyisakan satu tanda
untukku tetap berjalan tegak
kembali berjuang walau terbang dengan satu sayap
tertatih terbang kelangit bahagia
jalan terang luas membentang menantiku
jelas terang menerangi pandangan
terpancar satu cahaya menjelasi segalanya
dalam sudut ini kutersenyum sepuasnya…
itulah rahasia hangat tersendiri
itulah iringan irama merdu tersendiri…
Aldo Al Fakhr
Blogger Pencari Spirit yang Hilang
Perisai Kesedihan Bernada Pilu

Perisai Kesedihan Bernada Pilu
angin tiupkan bahagia
burung membawa kabar duka
hati penuh dengan luka
jiwa terus meronta
kesedihan bernada pilu
datang tanpa diundang
menjemput diri yang buntu
kesepian pun ikut meradang
permata berkilauan
menyinari dari kejauhan
menggelapkan suatu hal dibelakangnya
bersungut-sungut malu
tertunduk tak mau keluar
bahagia ada dibelakang perisai
iltizam sang pahlawan membara
ingin menguak perisai itu
tuk menjemput bahagia dibelakangnya
“Ya Rabb, dekapkanlah bahagia itu dipelukanku” ujar pahlawan itu
Aldo Al Fakhr
Blogger Pencari Spirit yang Hilang
Kulukiskan Rindu Dikanvas Langit
Kulukiskan Rindu Dikanvas Langit
Dimalam ini kutolehkan pandangan
Pada malam yang tak berbintang
Dikanvas langit kulukiskan rindu
Rindu tuk menggapai syahid
Aku iri pada mereka
Berjuang meninggalkan tanah air untuk sebuah cita-cita
Membebaskan al aqsa dari tangan yahudi la’natullah
Kuhanya bisa mendengar dan membaca berita
Perjuangan yang luar biasa
Ketika mereka ditembaki capung bermesin kudengar 2/3 orang syahid, dan 50 luka-luka
Tak puas sampai disitu, tentara zionis itu meranjak masuk ke kapal dan memaksa saudara-saudaraku aktivis freedom frotilla untuk kembali..
Wahai yahudi la’natullah, we will not go down, we’ll strive till syahid, u know!
Seorang akh mengatakan ketika ia disandera dan ia mengabarkan ke @sahabatalaqsa
“jangan menangisiku jikalau terjadi apa-apa padaku”
Akhi.. betapa tak bisa diri ini menangis
Aku disini tidaklah terlalu menangisi kepergian antum
Yang ku tangisi adalah tak bisanya diriku tuk berdamping dengan mu mengejar syahid di jalan-Nya
Aku tak tahu apakah akan terjadi padamu selanjutnya
Yang bisa kulakukan hanyalah berdo’a agar engkau diberikan ketabahan dan ketsabatan dalam berjihad
Akhi.. ku menangis lagi karena hanya do’a yang bisa kulantunkan untuk antum
Sekali lagi ingin kulukiskan rindu dikanvas langit
Bahwa kurindu seperti dirimu

SEPI MEMBUATKU SADAR
SEPI MEMBUATKU SADAR
Perlahan sepi menggelayuti malam
mengendap-mengendap dibawah kolong langit
tak mau menampakkan diri
takut diusir dari pikiran bahagia
sepi berhasil menggoncang pikiran itu
mengingatkan kenangan-kenangan yang telah terlupa
membangkitkan kisah-kisah lama penuh duka dan sendu
sepi membuat kisah itu tampak bak layar tancap
jelas dan tak terlewatkan sedikitpun perkara-perkara yang menyapa
sepi membawaku menyelusuri satu persatu kisah-kisah itu
kisah yang tak pernah terukir dalam relung
sepi berhasil membuat butiran-butiran sesal jatuh dari kelopaknya
membanjiri kata-kata penuh tanya
kusadari diri ini
kuingin hidup dengan nafas yang baru
nafas yang membawa kepada kesejukan
keadilan dalam tiap periode hidup
akan kuraih yang terbaik karena hidup didunia hanya sekali
kupijakkan kaki ini dijalan Illahi
dan tak pernah kusesali
apa yang akan terjadi pada diri ini
karena Allah ada dihati
Terima kasih sepi karena kau telah membuatku sadar
Dan kuyakin ini adalah cara Allah untuk menegurku…
Insya Allah
Jakarta, 29 Maret 2010
Aldo Al Fakhr
Membuka Jalan Indah
Jalan Indah
ketika cinta itu menjelma menjadi sebuah bentuk
mengusik fikiran yang selalu bertanya
ia datang tak lama
cepat pergi dan cepat pulang
namun hati terlanjur terpaut
ingin menemaninya pulang
ikut bersama cinta ke mahligainya
mungkin saja… mungkin saja
ada kisah suka dan mengharu disana
yang bisa ku ukir dipapan sejarahku
menjadi saksi tautan hati dua insan
cobaan hidup pastilah ada
menerpa disetiap sisi yang lemah akan ruhiyah
kutakut..tak bisa menggapai asa
titik lemah ini begitu banyak
ia menusuk-nusuk hati
melambatkan perahu yang sedang mengarungi bahtera
takut ku pula tak bisa menapakinya dengan indah
kaki ini begitu lemah dan rapuh dalam melangkah
gampang sakit terinjak duri
Ya Allah
tolonglah hamba dalam membuka jalan indah itu..
Bandung, 28 Januari 2010
Aldo Al Fakhr
Blogger Pencari Spirit yang Hilang
Heningan Malam
Heningan Malam
Dalam heningan malam ku sampaikan derita
Derita hampa tanpa arah
Menyusup tak ketahuan disisi tidurku
Mengindahkan pandangan seorang pujangga
Apalah artinya sebuah pena
Jikalau tak dituliskan kata-kata
Yang mempunyai pengaruh kuat pada objek
Berhembus dikesunyian jiwa
Menggelayuti asa yang kosong akan ‘iradah
Bertumpuk membusuk tak berarti
Jauh jauh mengharapkannya
Memanjakan ruh yang foya
Tak tumbuh bersemi seperti bunga matahari
Siap siaga kearah matahari
Tak pernah lelah mengikuti
Iltizam ini berleha-leha melaksanakan duty
Seakan telah lupa pada ikrar
Mengembannya penuh payah
Tak pula ber mujahadah
Tiadakah jiwa ini memiliki muwashafat ‘ailiyah
Sungguh tak kenal siaran tunda waktu itu
Mengapa diri malu mengakui
Adukan saja…
Tidaklah mengapa wahai derita
Bandung, 23 desember 2009
Aldo Al Fakhr
Blogger Pencari Spirit yang Hilang
Cobalah Mengerti…
Cobalah Mengerti…
Wahai kawan…
Cobalah mengerti
Keadaanku yang sedang gamang
Agar bisa menghibur diselipan perioda kehidupanku
Wahai saudaraku…
Cobalah mengerti
Jalanku yang buntu
Agar bisa membantu meniti jalan itu
Wahai akhi…
Cobalah mengerti
Hatiku yang terkadang membatu
Agar bisa ternasehati qolbu ini
Wahai sobatku…
Cobalah mengerti
Ragaku yang melemah
Agar bisa kuat mendaki jalan ukhuwah
Pabila kau telah mengerti
Kuyakin…kuyakin…kuyakin…
Itu bisa melengkapi jalan hidupku
Dan cukuplah itu…
Bagiku telah terlalu indah perasaan itu
Tuk diukir direlung hati yang rapuh
Dalam Detik
Puisi Ukhuwah
Dalam Detik
Sejenak kisah itu hadir tercipta
Hadir dalam bayangan
Hadir tanpa diundang dibenak
Merengkuh jiwa yang sepi
Meramai benak yang kosong
Mengusik kerutinan pagi
Memberikan aliran deras di alam fikir
Dalam detik penuh bahagia
Telah kucoba tuk merenungkan
satu, dua, tiga, dan seterusnya
yg terbaik tuk dirimu kini
dalam detik penuh kesedihan
Telah kucoba tuk merenungkan
satu, dua, tiga, dan seterusnya
yg terbaik tuk dirimu kini
Sebuah kisah cerita telah kita rajut
Terpahat dan terukir tuk kita jaga
Didalam suci jiwa
Yang telah kita cipta bersama
Semoga tercerita hingga ke syurga
Pesan: jaga saudara antum, ingat-ingat pemberiannya dan kelebihannya, lupakan kesalahan dan kekhilafannya. Jaga perasaannya dan berikan yang terbaik untuknya. Insya Allah ukhuwah kekal hingga ke syurga.
Bandung, 19 nov 2009
Aldo Al Fakhr
Blogger Pencari Spirit yang Hilang
Kala Sedih
Sebuah Puisi dari Hati yang sedikit tergores
Kala Sedih
kala ku mengingat tentang hal tadi
hati ini menjadi sendu kelabu
kubiarkan tinta mata bercucuran
menuaikan hasrat dihati
Aku tak sampai fikir
mengapa ia bisa begitu
perlahan menyusup sakit dihatiku
yang memang sepi akan bahagia
tak ada manusia yang sempurna
jangan kau menuntut lebih dari diri yang lesu
yg selalu menyibak dosa dipelupuk kasih-Nya
Tapi kini
aku telah memaafkanmu
kulupakan semua kesalahanmu
yang jujur saja menyakiti salah satu ruang di relung hatiku
kini kubuang semua itu
hingga tak lagi menyatu
kuharap ukhuwah ini tak layaknya batu
yang keras dan menyakitkan
semoga ikhlas menjalani
menggapai cinta Illahi.
Aldo Al Fakhr
Hanya Sepi
sebuah puisi dari hati menanggapi jiwa yg lesu tak bermaya ini.
Hanya Sepi
Waktu terus kulalui
tak terasa telah jauh ku daki
raga tak lagi berseri
lelah kurasai
kuterus coba menyemangati
diri yang selalu iri
tapi
Mata terkeluhi
Sembab tak mati
Mencari jiwa berarti
Namun tak jua ditemui
Apa yg yerjadi
kucuba bertanya ke hati
Tapi ia menepi
Jauh tak bertepi
Kiniku sendiri
Tiada yang menemani
Hampa tak berbunyi
Sunyi yang mengiringi
Hanya sepi
Hanya sepi
Hanya sepi
Gimana…????
Kekasih
Aku tertunduk lesu ta bermaya
melihat mata hati
yg perlahan-lahan basah
basah karena air tobat yg mengalir
dalam relung hati ku berkata
kepada seorang Kekasih
Terima kasih telah menyadarkanku dr kealpaan mengigat-Mu
Duhai Kekasihku
binalah diri yg lesu tak bermaya ini
berikanlah kekuatan jua harapan
semaikanlah setulus kasih di jiwa
Duhai Kekasihku
cukuplah engkau saja yg menjadi pemeliharaku
diri yg lemah akan tekanan dan cobaan yg acap kali menerpa
terkadang diri ini terbang akibat terpaan itu
Duhai Kekasihku
dengarkanlah rintihanku ini
jangan biarkan ku sendiri
perih dan resah
kubiarkan kalam ini berbica
mengurai maksud di jiwa
agar dpt kau dengar
jeritan hati seorang kekasih
kubiarkan pena berayun
menari dlm tulisan indah
agar dpt memberi makna
kpd setiap pembaca
sengaja ku begini
agar terubat segala
keperihan di kalbu dan
keresahan di jiwa
ku yakin
pastikan lah ad rahmat yg tersembunyi
siap memberi kejutan
kepada hati yg sabar dan ikhlas






Komentator Coretan Bijaksana