Kala Demokrasi Salah diAplikasikan
Kala Demokrasi Salah Diaplikasikan
” Tulisan ini hanyalah sebuah pendapat seorang blogger pencari spirit yang hilang”
Dinegeri ini pemerintahan yang diktatoris belum lama pergi meninggalkan kita, terhitung 9 tahun sudah. Namun, sisa-sisa darinya masih tetap saja ditemukan disekitar kita. Ada ungkapan yang menyatakan diktator pergi diktator baru datang, koruptor lama pergi, koruptor baru datang. ini sebuah ungkapan realiti yang terjadi dinegara ini. Walaupun sudah berganti namun masih saja melekat. Hal inilah yang sering terjadi juga bagi negara-negara demokrasi — masa-masa transisi –. Sebetulnya, sungguh kita belum berada didemokrasi sesungguhnya, namun masih berada dimasa transisi, karena demokrasinya masih tercampur dengan sistem diktatoris yg lama.
Dalam sejarahnya, demokrasi selalu menyisakan atau menyebabkan akibat, yaitu kebebasan dan upaya penertiban.
Kebebasan merupakan penawaran baik yang diberikan oleh demokrasi kepada para “penganutnya”. kebebasan dalam berpendapat, beragama, berpolitik, berkehidupan yang layak, dan ber-ber yang lainnya. Dan upaya penertiban yang dilakukan pemerintah untuk mengunci gerak yang berlebihan dari aksi kebebasan tersebut.
Fakta inilah yang mengungkapkan alasan pemerintah untuk dicurigai, saat mereka menjalankan agenda “pemberantasan terorisme di Indonesia”. Hal ini dilakukan sebagai upaya penertiban dari kebebasan yang terlalu terbuka dan menganga dari demokrasi. Lagi-lagi yang disalahkan adalah demokrasi. Tentu, hal ini akan mengakibatkan ruang hidup masyarakat menjadi sempit dan sesak dipenuhi dengan ketakutan dan kewaspadaan yang tinggi . tentu saja, karena masyarakat merasa dihantui, kemana-mana selalu dikontrol dan diperiksa oleh pihak keamanan dengan pendekatan keamanan yang rigid oleh perangkat-perangkat intelijen yang bertujuan meningkatkan kontrol, namun yang terjadi justru adalah meneror masyarakat itu sendiri….
Dalam hal ini, para penguasa juga mengalami paranoid. Segala upaya penertiban dan penegakan hukum dilakukan sebagai kendaraan politik yang tentu saja menggerakkan kredibilitas potitiknya, bahkan -mungkin- ia juga akan mendiskreditkan golongan tertentu untuk kepentingan politik semata. Hal ini saya tidak tahu apakah terjadi atau tidak dinegara ini –mudah-mudahan tidak– saya tidak mau berspekulasi. saya hanya ingin memaparkan dari kesalahan dalam menjalankan demokrasi…
Berhati-hati
Oleh karenanya, umat islam yang sering dikambinghitamkan sebagai agama teroris. Haruslah bijak dan arif dalam memilah -milah kebijakan yang akan diagendakan oleh para penguasa. . sesungguhnya akar kerusakan yang menimpa umat islam adalah kezhaliman, yang lahir dari kursi para penguasa diktator. Ditakutkan adanya cap “islam=teroris” menyebabkan ruang gerak dakwah islam semakin sempit. itulah yang sedang terjadi dinegeri ini. Aparat keamanan dan intelijen sibuk menanyakan materi apa yang akan disampaikan pada kajian islam, tastqif, majelis ilmu, dan lain-lain. Apakah itu yang dinamakan demokrasi dalam beragama? ditakutkan adanya sekulerisasi kembali negeri ini — mudah-mudahn sih ngga’lah –
Aku hanya berdo’a, semoga umat islam selalu terlindungi dari fitnah terorisme..
Seharusnya kita menikmati demokrasi ini dengan penuh tanggung jawab dan sesungguhnya.
Aldo Al Fakhr
Blogger Pencari Sprit yang Hilang
Isu Primordial tak lagi Berpengaruh

Isu Primordial tak lagi berpengaruh dalam kancah politik dewasa ini. isu primordial yang dimaksud seperti agama(jilbab), ras (jawa or non jawa), dan lain sebagainya.
baru-baru ini Lembaga Survei Indonesia (LSI) kembali meluncurkan survei terbaru tentang elektabilitas tiga pasang calon presiden-wakil presiden yang bertarung pada pemilu 8 Juli 2009. Survei yang dilakukan tanggal 25-30 Mei 2009 dengan 3000 responden itu, menempatkan pasangan Susilo Bambang Yudhoyono-Boediono pada urutan pertama dengan meraih suara sebesar 70 persen responden. Diikuti pasangan Megawati-Prabowo dengan 17 persen responden, dan Jusuf Kalla-Wiranto mendapatkan 7 persen suara.
Seberapa besar sih pengaruh isu primordial agama semisal jilbab.
dari survei itu dapat dilihat bahwasanya politisasi agama tak lagi berpengaruh pada pemilih yang akan memilih, dan semakin menguatkan semakin tak laku lagi isu seperti itu, dan bahkan ironisnya, banyak warga yang menilai isu seperti hanyalah isu sampah.
menurut pendapat saya, yang terjadi pada kubu JK-Win yang menjual politik jilbab, tidak sesuai dengan aspirasi yang berkembang di tengah-tengah masyarakat pemilih, bahkan pemilih muslim sekalipun.intinya, masyarakat kita sekarang semakin rasional dalam menentukan pilihannya, dan itu bukanlah isu utama. yang menjadi sorotan publik sekarang adalah isu ekonomi, sehingga isu jilbab menjadi kurang seksi untuk elektabilitas bagi kubu JK-Win.
Justru menjadi Bumerang
Isu jilbab tersebut menurut beberapa pengamat politik menjadi bumerang bagi kubu JK-Win. Betapa tidak, disini dapat terlihat adanya politisasi agama dalam kancah politik yang mungkin tujuannya hanyalah tuk jangka pendek.
saya sangat sepakat dengan yang dikatakan Tiffatul Sembiring- presiden PKS- bahwa “jilbab hanyalah selembar kain yang apakah kalau istrinya berjilbab masalah ekonomi selesai? apa pendidikan, kesehatan jadi lebih baik?”
sebenarnya jilbab dengan tidak jilbab adalah pilihan pribadi yang seharusnya tidak diletakkan dalam rangka mengkapitalisasi dukungan elektoral.
jika JK-Win menggunakan jilbab sebagai isu primordial, maka jawabannya tak berpengaruh. karena tlah jelas di LSI, SBY-Boediono mendapat 71 % dari pemilih muslim dan sedangkan Jk-Win hanya 7 %.
sekarang kita lihat yang pemilih non muslim
Dari hasil survei LSI itu menunjukkan bahwa titik lemah SBY-Boedino ada di pemilih nonmuslim. SBY-Boediono didukung oleh mayoritas muslim secara proporsional, tapi under representative dari pemilih nonmuslim, di bawah 70 persen, bahkan di bawah 50 persen. Jadi, separoh dari elektabilitas SBY sebesar 70 persen. Sebaliknya, nonmuslim over representative untuk Megawati-Prabowo yang mencapai sekitar 40 persen.
Pemilih muslim tidak lagi melihat agama sbg faktor determinan. ini harapan bagi munculnya demokrasi yang lebih mendalam berkualitas.
Makanya, lewat tulisan yang amburadul di blog ini. saya berharap di kampanyenya, didebatnya ketiga calon tidak mengangakat isu primordial. dan seharusnya mengangkat isu yang lebih rasional yang mementingkan keadilan lagi kesejahteraan rakyat banyak…. itulah yang sering absen di kampanye dan didebat mereka. mereka lebih konsentrasi kepada jargon mereka… Pro Rakyat, Lanjutkan, dan Lebih Cepat Lebih Baik.
tapi teteup… nomor 2 pilihanku…………….
Bandung, 02 Juli 2009
Aldo Al Fakhr
Blogger Pencari Spirit yang Hilang
Permasalahan Umat Islam Saat Ini
Permasalahan Umat Islam Saat Ini
- Latar Belakang.
Kondisi umat islam saat ini jauh berbeda dengan kondisi umat islam terdahulu. Kondisi umat islam saat ini diperparah dengan adanya fenomena jauhnya umat islam dengan Al-Qur’an dan As-Sunnah yang seharusnya menjadi pedoman hidup mereka. Banyak para ulama mengatakan bahwa salah satu faktor jauhnya umat islam terhadap Al-qur’an adalah mewabahnya penyakit “Al-Wahn”, yaitu suatu penyakit yang cinta dunia dan takut mati.
Hal ini dapat kita lihat dari berbagai permasalahan-permasalahan yang melanda baik di Indonesia sendiri maupun diluar Indonesia. Factor jauhnya umat islam dengan Al-Qur’an adalah besarnya pengaruh dari media dan teknologiyang secara tak langsung telah memecah umat islam dalam berbagai aspek kehidupan. Seperti contoh, film dokumenter “FITNA” yang telah menjadi kontrofersi.
Selain permasalahan jauhnya dari Al-qur’an, ada juga permasalahan-permasalahn lainnya. Yaitu, masalah dalam berda’wah, masalah dalam menghadapi permurtadan saat ini, dan masalah dalam kepedulian terhadap sesama muslim yang sangat kurang atau dengan kata lainnya ukhuwah islamiyah yang belum terikat satu sama lainnya.
Sebenarnya masalah yang mendasar dalam permasalah umat islam saat ini adalah jauhnya umat islam terhadap Al-qur’an, maka di artikel ini kami hanya membahas permasalahan tersebut.
- Identifikasi permasalahan.
- Siapa yang menyebabkan permasalahan ini?
- Kapan terjadinya permasalahan ini?
- Mengapa terjadi permasalah ini?
- Bagaimana kaitannya permasalah ini dengan media dan teknologi?
- Bagaimana solusi dari permasalahan ini?
- Pembahasan Permasalan
- Siapa yang menyebabkan permasalahan ini?
Menurut kelompok kami, yang menyebabkan itu semua adalah diri kita sendiri dan adanya peran dari islamophobia. Karena secara tak lansung diri kitalah yang menyebabkan kita jauh akan Al-qur’an. Kita terlalu senang dengan kehidupan dunia sehingga membuat kita lupa akan kehidupan akhirat yang kekal nan abadi. Islamhopobia Islamophobia adalah sikap takut berlebihan dalam melihat Islam dan umat Islam sehingga cenderung mengunakan kacamata negatif. Islam dipandang sebagai kelompok monolitik yang statis dan antiperubahan. Islam dilihat sebagai kelompok lain di dunia ini yang tidak mempunyai nilai bersama yang bisa di-share dengan kelompok lain. Islam dilihat sebagai agama yang mengajarkan barbarisme, irasional, primitif, agresif, prokekerasan dan terorisme. Ajaran Islam juga dianggap telah menjelma menjadi ideologi politik yang bertujuan untuk membangun kekuatan politik dan militer anti-Barat. Islamophobia tersebut telah melahirkan sikap memusuhi Islam di kalangan masyarakat non-Muslim.
- Kapan terjadinya permasalah ini?
Permasalah ini terjadi berawal dari perang salib. Karena perang salib sendiri berlangsung selama 200 tahun, bayangkan betapa lamanya dan bayangkan betapa semangatnya kebencian umat nasrani.
Sekilas tentang perang salib
Nggak salah emang kalo Perang Salib memegang rekor peperangan terlama di dunia. Bayangin aja, dari tahun 1096 M sampai 1254 M api peperangan ini nggak pernah padam. Se-abadi permusuhan Coyote dan Road Runner. Disebut Perang Salib karena peperangan ini melibatkan bangsa-bangsa Salib (gabungan berbagai negeri di Eropa; Perancis, Jerman, Inggris, dan negara Byzantium). Para prajurit Kristen yang terlibat dalam peperangan itu mengenakan kalung bergantung salib dan pakaian mereka berterakan salib. Ada dua pendorong terjadinya perang salib. Pertama, ajakan dan seruan Kaisar Alexius Comenent dari Konstantinopel kepada Paus (Paus Urbanus II) dan para raja di Eropa agar segera menyerang negeri-negeri Islam secara serentak terhadap kekuasaan Turki Saljuk (orang-orang Turki yang sudah memeluk Islam), yang mengancam kerajaan Byzantium di Konstantinopel. Kedua, permintaan Peter Amiens, seorang pendeta bangsa Perancis, kepada Paus di Roma agar mau membantu orang-orang Kristen yang mau berziarah ke Baitul Maqdis (Palestina) yang saati itu dikuasai Negara Islam. Dua dorongan tersebut di atas, menyebabkan Paus Urbanus II memerintahkan Peter Amiens untuk menghasut dan mengobarkan perang kepada rakyat Eropa untuk memerangi kaum muslim guna merebut Baitul Maqdis. Hasilnya, rakyat jelata, biarawan-biarawati, hingga para perampok berbondong-bondong mendaftarkan diri untuk bergabung sebagai pasukan salib. Dan genderang Perang Salib ditabuh pada 15 Agustus 1096 M, Paus Urbanus memberangkatkan pasukan Salib Pionir yang berjumlah 300 ribu prajurit dengan semboyan أ¢â‚¬إ“Begitulah kehendak Tuhanأ¢â‚¬آ. Dalam catatan sejarah, terdapat tujuh gelombangan serangan dalam perjalanan Perang Salib. Serangan I (1096),أ‚آ Serangan II (1147-1149), serangan III (1189-1192), serangan IV (1202-1204), serangan V (1218-1221), serang-an VI (1228-1229), dan seranganأ‚آ ke VII (1248-1254). Wuih semangat banget ya? Dari rangkaian seranganأ‚آ itu, kaum Kris-ten lebih banyak menelan kekalahan. Salah satu kekalahan telak yang dialami pasukan Salib adalah ketika Shalahuddin al-Ayubi berhasil membebaskan kembali Baitul Maqdis di Palestina pada hari Jumأ¢â‚¬â„¢at 27 Rajab 583 H/1187 M dari kekuasaan kaum Kristen.( http://www.gaulislam.com/semangat-kebencian-perang-salib/)
Mulai saat itulah gencarnya aksi untuk menjauhkan umat islam dari Al-qur’an yang telah mereka ketahui bahwa kitab Al-qur’an adalah pedoman hidup dari umat islam.
- Mengapa terjadi permasalahan ini?
Coba kita lihat dalam QS: Al-Baqoroh ayat 120, yaitu:
“Orang-orang Yahudi dan Nasrani tidak akan senang kepada kamu hingga kamu mengikuti agama mereka. Katakanlah: “Sesungguhnya petunjuk Allah itulah petunjuk (yang benar)”. Dan sesungguhnya jika kamu mengikuti kemauan mereka setelah pengetahuan datang kepadamu, maka Allah tidak lagi menjadi pelindung dan penolong bagimu”
Dari ayat diatas kita dapat mengambil kesimpulan, bahwa mereka(yahudi dan nasrani)
tidak akan senang kepada kita(umat islam) sampai kita mengikuti agama mereka. Dengan cara apapun akan ditempuh mereka untuk mengikuti agama mereka minimal mengikuti gaya hidup mereka.
- Bagaimana kaitannya permasalah ini dengan media dan teknologi?
Media dan teknologi sangatlah erat hubungannya dengan permasalahan jauhnya umat islam terhadap Al-qur’an. Karena dengan adanya media, maka umat islam akan disibukkan dengan misalnya tayangan-tayangan yang menghibur seperti sinetron, olahraga, infotainment, dan lain-lain.
- Bagaimana solusi dari permasalahan ini?
Solusi dari permasalahan ini adalah merutinkan membaca Al-Qur’an sehingga bias lebih dekat dengan Al-Qur’an, sering-sering mendengarkan lantunan ayat-ayat qur’an, mentadaburi Al-qur’an, dan mengimplementasikannya dalam kehidupan.
jadi saksi…
alhamdulillah 2 hari yang lalu, aku menjadi saksi pemilu dari salah satu partai yang bersih, peduli, dan profesional. pastinya … hi…hi… senengnye aku bisa membantu sedikit untuk kemenangan partai tersebut.
jam 04.00 aku sudah bangun dan segera ke kamar mandi tuk ngambil wudhu, dan sholat malam. salah satu isi dalam do’aku adalah agar pemilu kali ini berjalan lancar dan bersih dari kecurangan.
adzan berkumandang… kusiapkan diri ke masjid.
jam 05.30 aku bersiap-siap pergi ke TPS masing2 bareng2 temen2 juga. aku kebagian di TPS 18 lengkong, di daerah ciganitri. alhamdulillah ga terlalu jauh dari kosan ku.
rencananya sih, aku ditugaskan sebagai pendamping saksi partai tersebut, bukan menjadi saksi. hanya sekedar memantau. sok.. banget ya….
sesampainya disana, ku dekatkan diri dengan warga disana. menanyai hal-hak yang penting dan yg ga penting sama sekali… banyaklah yang diobrolin tentang cuaca, politik, ekonomi, budaya, kerajinan bandung, dll yang banyak menggugah untuk diobrolin… pokoknya enak deh ngobrol dengan mereka,,,
jam 07.00 acara pemilu yang dinanti akhirnya tiba. karena saksi dari partai bersih peduli dan profesional ada agenda lain, aku ditunjuk sebagai menjadi penggantinya. bagiku ga masalah, karena aku dah cukup ngerti seluk-beluk menjadi saksi….
pengucapan sumpah panitia kpps dan seterusnya….
jadi saksi ternyata banyak banget yang dicatet dan diteliti kebenarannya. yah ga pa pa lah…
jam 12.00 akhirnya pemungutan suara dihentikan dan istirahat sampai jam12.30
perhitungan suara dimulai dengan deg-deg-an didlam hati ini… sok puitis banget… tapi tulah keadaan sebenarnya.
satu persatu surat suara dihitung… hingga selesai perhitungan suara jam 22.00 WIB.
masih ada lagi kerja saksi, yaitu mengisi C-1 yaitu form-form yang berguna bagi partai masing-masing. nah… nulisnya itu yang lama banget… harus inilah…harus minta tada tangan para saksi dr partai lain, dan harus minta tanda tangan para panitia kpps. jrt..jrt… waktu menunjukkan jam 00.15. alhamdulillah akhirnya selesai juga… pulang…pulang… nunggu saudara dulu… di madrasah deket TPS 11.
sampai dikosan jam 01.00 pm.
tidur….
golput, kok gitu sih?
golput, kok gitu sih?
yah, kata-kata saya diatas itu mungkin bagi sebagian orang menjawab dengan berbagai alasan, misalnya seperti
“terserah gw donk”
“ngapain milih, mending gw tidur aj dirumah”
“kualifikasinya ga ada yang sempurna menurut gw”
dan lain-lain
saya ingin menyentil jawaban yang ketiga
“mas, kalau mau sempurna orangnya dah meninggal,”
dijawab tuh sama no. 3
“kok gitu!”
“ya iyalah, orang yang paling mulia dan sempurna adalah Rasulullah SAW, ga ada yang sesempurna beliau.”
sentum-senyum aneh aja tuh no. 3
belakangan ini banyak para golputers(sebutan untuk pe golput), karena akan adanya fatwa larangan golput dari MUI, kalau begini, misalnya kita golput sama halnya kita minum khamar dan berzina, apa ga berat tuh dosanya!
saya sangat menyambut dengan positif fatwa ini, karena apa jadinya sebuah negara yang mana semua penduduknya golput, coba bayangin deh? roda pemerintahan pun takkan berjalan dengan semestinya.apa lagi sebentar lagi akan pemilu, untuk menyukseskan pemilu tersebut alangkah baiknya kita gunakan tuh hak pilih kita dengan sebak-baiknya. katanya cinta tanah air, kok mau-maunya golput, berarti kamu ga cinta tanah air donk. saya sih khusnuzhon aj kepada golputers, mungkin sedemikian cintanya ia dengan negaranya, ia ga mau negara ini disakiti oleh pemimpin yang ga adil. dramatis banget ya. untuk itulah pilihlah pemimpin yang baik menurut kamu, saya tidak akan menjelaskan pemimpin baik itu seperti apa. tapi standarnya pemimpin baik itu adalah adalah pemimpin yang sederhana, adil, tanggung jawab, mementingkan rakyat dibandingkan dirinya, dll.
kalau bagi kamu ga ada yang demikian, paling tidak mendekati hal itu.
no golput!!!!
Ust. Hidayat Nur Wahid mengatakan “kalau partisipasi masyarakat dalam pemilu tinggi, hal itu juga menjadi indikator kedewasaan berdemokrasi bangsa yang semakin meningkat.”
oke yah
Aldo Al Fakhr
Alhamdulillah Obama menang
“Alhamdulillah Obama menang”
Mengapa saya bersyukur obama yang menang, padahal dua-dua tidak ada yang saya suka
alasan saya lebih condong ke Obama adalah karena kebijakan luar negeri yang akan dibuatnya, Mau tau nggak penyyebab krisis belakangan ini? jawabnnya karena kebijakan luar negeri yang dibuat oleh “adiknya Setan” yaitu BUSH, Bush banyak menghabiskan uang negaranya hanya untuk membunuh dan menghancurkan saudara-saudara kita di palestina, afghanistan, irak, dll. makanya kualat tu adiknya setan, dampaknya fatal kan!
I hate U, BUSH and friends!!!!!!!!!!!
teganya dikau, membunuh saudara2 ku di palestina, afghanistan, dll
samudera darah telah tercipta di tanah jihad
harum semerbaknya darahmu
kobarkan api semangatmu wahai mujahid mujahidah
Perjuangan engkau tidaklah sia-sia
Allahlah tempat kembalimu
surga menanti kedatanganmu
Alloh dan malaikat-malaikat akan menyambut kedatanganmu wahai engkau yang bergelar syuhada
Semoga Obama dapat menyelesaikan masalah masalah tersebut dengan adil dan bijaksana. Amin.
“Seorang belum dikatakan muslim jika ia belum mencintai saudaranya melebihi dirinya”





Komentator Coretan Bijaksana