[Cerbung] Dua Kuas Episode 4 Part 3
maaf kelamaan nyambung ceritanya…
sambungan dari Episode 4 Part 2
happy reading
Episode 4: Rumah Sekolah Part 3
Teng…Teng..Teng…
Alhamdulillah, lonceng yang sedari dua jam-an dinanti datang juga. Kulihat sedikit wajah kak Hasan, tampaknya ia baik-baik saja, ia pun melihatku dan memberikan senyum. Dari senyumnya tampak ia begitu senang mendengar lonceng pertanda istirahat barusan.
Akhirnya, hukuman ini berakhir juga, pegal di paha dan betis yang terasa sedari tadi perlahan-lahan sirna.
Bu Norma mengakhiri pelajaran Bahasa Indonesia dengan tak lupa memberikan PR lagi kepada para muridnya. Setelah mengucap salam, Bu Norma menghampiri kami.
“Jangan diulangi lagi ya, San, Sen!” Nasehat Bu Norma kepada kami.
“Insya Allah, Bu! Cukup ini yang terakhir.” Jawabku dengan wajah tegak. Kak Hasan menganggukkan kepalanya pertanda setuju dengan jawabanku. Ibu Norma pun tersenyum simpul kepada kami sejurus meninggalkan kelas.
Sebenarnya, ini bukan pertama kalinya aku berdiri didepan kelas, seingatku ada dua kali aku berdiri didepan kelas.
Hari pertama saat aku menginjakkan kaki disekolah ini pun aku sudah langsung berdiri didepan kelas dengan kak Hasan. Waktu itu aku masih kelas empat caturwulan tiga, kami sekeluarga baru seminggu pindah dari Riau. Dan seperti halnya murid-murid baru pada umumnya, aku dan kak Hasan memperkenalkan diri kami didepan kelas.
Kejadian yang kedua, pada saat pelajaran kesenian dan muatan lokal, masih kelas empat juga. Para murid disuruh untuk bernyanyi didepan kelas. Ada yang senang, ada yang malu-malu, ada juga yang malas bernyanyi didepan kelas. Aku dan kak Hasan termasuk yang senang bernyanyi. Saat itu lagu yang menjadi pilihanku adalah lagunya Bondan yang judulnya Si Lumba-lumba. Sedangkan kak Hasan memilih lagu ‘itirah-nya Hadad Alwi.
Menyanyikan “si lumba-lumba” memang lebih asyik sambil joget, alhasil diriku pun tak bisa menahan tubuh untuk ikut bergoyang mengikuti lagunya. Teman-teman pada terpingkal-pingkal ketawa melihat aksiku yang kocak. Kalau aku sih PD saja. ^_^ (cari aja di Youtube lagunya Bondan si Lumba-lumba, kurang lebih jogetnya kayak gitu tuh…he..he..asli cupis – cupu abis)
Lumba-Lumba ikan yang pintar
Bisa meniru kayak manusia
Selalu patuh kalau disuruh
Tetapi harus makan dulu
Bermain bola makan dulu
Bermain api makan dulu
Menghitung angka makan dulu
Mau apa saja minta makan dulu
Lumba-Lumba si hitam manis
Paling pintar sesama ikan
Suka menolong pada manusia
Di laut yang luas asalnya
Hei si lumba-lumba!
Si hitam dari Laut Jawa
Si hitam dari Selat Sunda
Si hitam dari Laut China
Si hitam dimana mana ada
Si lumba-lumba bermain bola
Si lumba-lumba bermain api
Si lumba-lumba menghitung angka
Itulah dia si lumba-lumba
Sama halnya denganku, kak Hasan pun sangat menghayati menyanyikan lagu ‘itiraf-nya Hadad Alwi. Didukung suaranya yang aku akui memang bagus dan gaya tersimpuhnya dilantai kelas menambah haru. Bahkan sangking menghayati lagunya, banyak teman-teman yang menitikkan air mata dan tak tertinggal Bu Guru kelas empat pun ikut menyeka air matanya menggunakan sapu tangan. Tepuk tangan menggema selepas kak Hasan menyanyikan lagu tersebut. (sssttt.. aku pun waktu itu ikut nangis…#cengengdehgue).
***
Bersambung…
-Insan Konayuki-





Ping-balik: [Cerbung] Dua Kuas Episode 5 Part 1 « InsanKeadilan | Insan Konayuki