Menyalakan Bukan Mencela Kegelapan
Menyalakan Bukan Mencela Kegelapan
Saudaraku, tugas kita sesungguhnya adalah menyalakan lentera bukan justru mencela kegelapan yang sedang terjadi saat-saat ini. Menyalahkan system bukan suatu tindakan yang benar melainkan hanya sebagai pemuasan terhadap ego diri sendiri. Ada baiknya berkonsolidasi untuk berdinamisasi agar terciptanya integrasi antar kita. Sering kali terlihat seorang yang hanya menuntut tapi tak mau dituntut, sedangkan kewajiban itu ialah memulai langkah bukan menuntut kesempurnaan.
Terlihat bahwa kita sebagai agent of change, “saya nggak merasa sebagai agent of change tuh!” ini adalah sebuah pernyataan yang keliru, yah.. kita harus menobatkan diri kita sebagai agent of change, karena kalau bukan kita siapa lagi. Itu yang menjadi masalah, jangan sampai kita digantikan. Jargon yang sering kita dengar, “Bergerak atau Tergantikan”. Saya sepakat dengan jargon itu..
Sebagai agent of change memulai adalah sebuah keniscayaan bagi kita, memulai merubah diri, melejitkan diri, membuat perencanaan yang matang, membuat prestasi, sehingga insya Allah izzah islam akan kembali lagi berkat adanya secuil kerja ikhlas kita. Insya Allah.
Tarbiyah ruhiyah yang berkelanjutan/berperiode sangat diperlukan sebagai modal berharga seseorang untuk memulai langkah, karena perjalanan ini sangat jauh membentang, dan langkah kadang tak mampu bertahan. Makanya diperlukan ruhiyah yang prima untuk menopang segala kelemahan dalam jasadiyah.. bertaqarrub ilallah adalah kunci, dengan menghidupkan shalat malam / qiyamul lail dalam keseharian kita, atau bahasanya Ust Solikhin. “Sekolah Malam”. Sekolah malam ini adalah sekolah yang mentarbiyahi diri agar full energi untuk melejitkan potensi.
Sekolah malam ini juga dilakukan oleh Salahudin al Alayubi, siapa yang tak kenal beliau. Ini menghidupkan Sekolah Malamnya untuk dirinya dan untuk para jundinya. Salahudin al Alayubi menyeleksi pasukan berdasarkan kualitas dan ruhiyah. Dari tenda-tenda yang menghidupkan qiyamul lail itulah yang hanya diberangkatkan untuk perang ke medan jihad fi sabilillah. Bagi tenda yang tidak menghidupkan qiyamul lailnya, Ia langsung menegurnya dengan mengatakan, “ Aku khawatir kita akan diserbu dari bagian ini, malam ini.” Luar biasa bukan saudaraku, ada nggak yah pemimpin Negara yang mengaplikasikan hal itu dipemerintahannya, insya Allah kita berdo’a ada, kalau ada wah.. luar biasa, Allah yang memberi jalan keluar dari permasalahan-permasalahan Negara kita yang lagi kacau balau.. bukan otak-otak para pembusuk yang menggelumbungkan harta diperutnya. Na’udzubillah.
Semoga Allah mengaruniakan kita permulaan yang baik, perjalanan yang lancar, dan akhir yang baik (khusnul khatimah). Amin ya Rabb
Syaikhul Islam Ibnu Taimiyah pernah mengatakan, “ Seseorang mukmin adalah pemilik mata hati yang tajam pada saat terjadinya syubhat, dan pemilik akal sempurna ketika bergejolaknya syahwat” Coba direnungkan saudaraku!
Jakarta, 19 Mei 2010
Aldo Al Fakhr
Blogger Pencari Spirit yang Hilang
Militansi Itu Harus Dibangun
Militansi Itu Harus Dibangun
‘Aidh al Qarni menuliskan dalam bukunya yang berjudul Nikmatnya Hidangan al Qur’an. “Satu rakaat yang dikerjakan dengan khusyu’, tulus, dan ikhlas lebih mulia daripada seribu rakaat daru seorang hamba yang lupa, lalai, dan main-main. Membaca satu ayat al Qur’an sambil dihayati dan dipahami adalah lebih baik dari pada mengkhatamkan seluruh al Qur’an tanpa kehadiran fikiran dan tafakur. Menelaah satu halaman dengan teliti, lebih besar manfaatnya daripada membaca berjilid-jilid buku tetapi fikiran kemana-mana. Kualitas harus diutamakan daripada kuantitas.”
Ada yang mengatakan bahwa Satu itu bukanlah perkara yang sedikit asalkan bersama dengan kebenaran dan insya Allah kekuatan akan selalu bersama dengan kebenaran. Luar biasa. Terkadang kita tergopoh-gopoh dalam melangkah untuk memperbaiki diri kita, diri kita selalu terfasilitasi bahkan fasilitasnya mewah. Akhi Salim A Fillah pernah mengatakan bahwa, “ Bukan fasilitas yang menjadi soal, tapi jiwalah yang bermain” lebih kurang bahasanya begitu. Yah.. jiwa ini lah yang harus di install dan selalu diupgrade secara berkala agar tak mudah dimasuki virus-virus jahat yang akan merasuki diri.
Kunci dari jiwa yang selalu diupgrade adalah militansi. Karena militansi adalah inti dari pembentukan karakter jiwa, pembentuk karakter sikap tingkah laku kita dalam berbuat, karakter yang senantiasa membawa kepada kebaikan dan kemaslahatan umat dan bukan untuk memuaskan dirinya saja, karakter yang dengan rela mencurahkan rasa peluh, rasa kantuk, rasa capai, keringan yang mencucur deras, darah yang mengalir membasahi bumi, dan karakter yang selalu merindui syurga-Nya. Allahu Akbar
Militansi dalam hal ini harus dibangun, dengan proses tarbiyah (pendidikan) secara berkala/pekanan (tarbiyah Jama’i) dan juga tarbiyah setiap periode waktu yang dilakukan sendiri (tarbiyah dzatiyah) insya Allah akan terfasilitasi keinginan militansi. Sehingga militansi bukan hanya menjadi sebuah pemanis ucapan ketika orasi “ Mana Militansi Antum!”, bukan hanya sekedar omongan “ Aku harus militant!”, dan lain sebagainya.. tapi insya Allah Militansi Itu Akan Menjadi Keniscayaan.
Allah lah yang memberi militansi dan karakter militan kepada diri kita, selayaknya pula kita selalu berdo’a kepada-Nya.
Jakarta, 19 Mei 2010
Aldo Al Fakhr
Blogger Pencari Spirit yang Hilang
Keadilan Butuh Power Antum Semua
Keadilan Butuh Power Antum Semua
Justice without Power is Empty, but Power without Justice is only Violence.
Begitulah kata yang kudapat dari sebuah film korea ‘Fighter in the Wind’. Aku mengamini kata-kata tersebut.. keadilan tanpa kekuatan adalah hampa, akan tetapi kekuatan tanpa keadilan hanya menimbulkan kerusakan dan kekerasan..
Sebenarnya umat islam memiliki potensi yang luar biasa, salah satunya adalah pemeluknya, terkhusus bagi para juru dakwahnya, yang berani merelakan kehidupan dunianya hanya untuk islam, sejarah membuktikan kesetiaan mereka pada islam., sehingga islam berkembang pesat..
Akan tetapi, kini banyak dijumpai para da’I yang setengah-setengah dalam memikul air perjuangan, sehingga tentu saja membuat air yang dipikul lama-kelamaan habis terkikis oleh sejauh ia berjalan dan jalan ini tak pernah berhenti hingga gelar syuhada sudah disandang, ya.. itulah akhir dari perjalanan kita. Sungguh ironis, tatkala dunia sekarang membutuhkan power para da’I, malah da’inya yang seakan-akan buta. Capai dalam berdakwah…
Kita bisa lihat drama ketidakadilan akhir-akhir ini, pengusung keadilan telah ditidak adilkan terang-terangan, mereka berkoordinasi menghancurkan sang pengusung keadilan, mereka mefitnah padahal belum pasti melakukan, dan media terlihat terlalu membesar-besarkan. Ada apa ini?
Sang pengusung keadilan telah tergerus, oleh karena itu tak ada jalan lain untuk kita para kadernya saling berintegrasi, saling memahami, saling membantu, saling menanggung beban. Tak ada kata lain agar kita bersinergi membulatkan tekad dan semangat dalam menggapai cita-cita besar..
Pesan
Jangan pernah termakan hasutan yang dengki, jangan pernah termakan media, jangan pernah mendahulukan emosi, Tanyakan kepada “qiyadah” antum, jangan bertindak sembarangan yang nanti akan merugikan. Perbanyak do’a dan qiyamul lail, minta ke Allah agar menunjukkan siapa yang benar dan salah.. la tahzan, innallaha ma’ana.. ya.. Allah besama kita, apa yang harus dirisaukan…
Akhi, ukhti, siapapun antum yang tergerak hatinya dalam jalan ini, yang telah menjadi jalan ini sebagai jalan hidupnya, maka kuhimbaukan termasuk untuk diriku juga.. Keadilan butuh Power antum semua!!
Note: tulisan ini sebagai bahan perenungan ku juga..
Jakarta, 16 Mei 2010
Aldo Al Fakhr
Blogger Pencari Spirit yang Hilang
Ketika Aktivis Dakwah Ngeblog
Ketika Aktivis Dakwah Ngeblog…
Ikatlah ilmu dengan menuliskannya – imam ‘Ali Ibn Abi Thalib
Memasuki zaman global seperti saat sekarang ini, pola dakwah bit at-Tadwin (dakwah melalui tulisan) baik dengan menerbitkan kitab-kitab, buku, majalah, internet, koran, dan tulisan-tulisan di blog yang mengandung pesan dakwah sangat penting dan efektif. Karena tidak terbatas akan jarak dan waktu.
Keuntungan lain dari dakwah model ini tidak menjadi musnah meskipun sang dai, atau penulisnya sudah wafat. Menyangkut dakwah bit-Tadwim ini Rasulullah saw bersabda,
“Sesungguhnya tinta para ulama adalah lebih baik dari darahnya para syuhada”.
Apalagi dengan perkembangan teknologi yang berkembang dengan pesatnya, membuat para penggila teknologi memanfaatkan dan bahkan sekedar membelinya untuk gaya-gaya-an. Begitu pula dengan perkembangan dunia internet yang kian hari kian digemari oleh khalayak orang banyak perkembangan ini ditandai dengan semakin menjamurnya warnet (warung internet) dimana-mana dan instruktur yang sudah merambah ke seluruh Indonesia.
Beragam layanan dan bacaan pun disuguhkan di dunia internet. Layanan dan bacaan itu ada yang baik untuk “dikonsumsi” dan ada juga yang seharusnya tak layak “dikonsumsi”. Yang tidak layak dikonsumsi seperti, situs porno, situs yang menguak fitnah, dan situs yang tidak di isi oleh pemiliknya.
Untuk itulah, kita sebagai aktivis dakwah atau calon aktivis dakwah, seharusnya bisa melihat peluang kebaikan yang tiada habisnya disana. Kita harus jeli dalam berdakwah, wasilah (sarana) apa yang harus digunakan didalam berdakwah secara modern ini. Menurut saya, sarana efektif untuk berdakwah didunia maya adalah dengan menjadi seorang aktivis dakwah blog dan tentunya harus sudah memiliki blog dakwah. Karena aktivis dakwah blog adalah orang yang memiliki blog dakwah!
Blog dakwah pada intinya sama dengan blog yang pada umumnya, namun yang berbeda hanyalah pada tema yang diusung pada blog tersebut dan isinya. Dan ingat juga, blog dakwah tidak hanya berisikan tafsir yang njelimet dan sukar dipahami, blog yang isinya bahasa arab semua. Bukan! Tapi bisa berupa share kisah-kisah hikmah yang membawa kebaikan jika telah membacanya, puisi yang menyeru kepada shalat, puasa, zakat, tolong menolong, berdakwah, dan bahkan jihad, cerpen islami, tips dan trik bermuamalah, dan lain-lain sesuai dengan kapabilitas ilmumu.
“Baliighu annii walau ayyah..!” yang artinya “sampaikanlah walau satu ayat”.
Berdakwah di dunia maya adalah salah satu media efektif. Karena sifat dari internet adalah tidak terbatas akan waktu dan jarak. Walaupun kita berada di Bandung, kita tetap bisa berdakwah lewat blog kita. Walaupun kita telah meninggal dunia, tulisan kita masih bisa menjadi amal jariyah bagi kita. Karena salah satu amal jariyah adalah ilmu yang bermanfaat. Oleh karena itu jangan ragu…
Namun, hambatan-hambatan selalu saja menghantui para blogger, yaitu takut tulisannya tidak dibaca orang lain, jadi blognya atau tulisan-tulisannya menjadi sia-sia. Sebenarnya ada cara untuk mengantisipasi agar bisa dibaca orang dan kalau boleh bermimpi bisa menjadi “seleb blog” yaitu blog yang terkenal dan selalu dibaca oleh para penggemarnya. Caranya adalah:
Untuk yang sudah terkenal, maka akan sangat mudah menjadi seorang blogger terkenal, hanya yang diperlukan adalah promosi kepada para penggemar yang digencarkan. Untuk yang tidak terkenal, Anda harus menjadi seorang blogger terlebih dahulu, setelah itu baru deh menjadi blogger terkenal, caranya gimana? Caranya dalah:
- Selalu Posting (menulis di blog)
“Posting adalah segalanya”…dengan posting yang bermanfaat dan menarik, pengunjung akan selalu ingin datang lagi ke blog kita untuk mendapatkan informasi yang lebih. Bahkan ia akan mempromosikan blog kita kepada teman-temannya. dengan begitu blog kita akan lebih dikenal oleh pengunjung.
- Jangan vacum terlalu lama.
Percuma jika posting blog kita menarik namun tidak terupdate bukan? Pengunjung yang datang lagi pun bisa-bisa akan kecewa jika setiap ia membuka blog kita, ia tidak menemukan sesuatu yang baru di blog kita. dan yang lebih parah lagi..bisa-bisa ia menghapus alamat kita dari blog favoritnya. Jika suatu saat kita sibuk dan tidak sempat berposting…minimal kita menjawab setiap komentar yang ada, sehingga blog kita tidak menjadi blog yang mati.
- Berikan sesuatu yang langka dan baru
Emas begitu mahal karena kelangkaannya. Apapun tema dan topik blog anda, jika materinya unik dan menarik, apalagi jika tidak hasil copaz dari blog lain..blog anda akan menjadi salah satu blog yang paling diminati oleh pengunjung. Keuikan…itu penting sekali.
Dan dapat terlihat bahwa, blog dakwah adalah blog yang langka di kancah maya, oleh karena itu, ini merupakan peluang besar bagi kita semua untuk mengambil peluang disana, apalagi ini adalah peluang kebaikan. So.. jangan ditunda-tunda. Ntar nyesel lo..
- Jadilah diri sendiri.
Posting kita mencerminkan karakter kita. Beberapa blogger mungkin menyajikan postingannya secara humoris, ada pula yang berbahasa resmi, bahasa gaul, penuh candaan dsb. Kita boleh saja meniru gaya penulisan mereka, namun jika hal itu tidak sesuai dengan diri kita..maka postingan kita akan nampak seperti dibuat2. Dan yang jelas..pembaca menjadi tidak mengenal karakter anda yang sesungguhnya.
- Beri nama anda disetiap hasil tulisan atau komentar anda.
Anda akan lebih mudah dikenal jika menuliskan “diposting oleh Aldo Al Fakhr, Blogger Pencari Spirit yang Hilang” daripada “diposting oleh admin”. Dengan begitu, setiap pembaca akan tahu, siapa nama anda.
- Promosikan blog anda dengan giat
Kenalkan blog anda secara giat mealui iklan-iklan gratis ataupun search engine yang ada. Bahkan promosi lewat facebookpun dapat membuat blog dan anda menjadi lebih mudah dikenal oleh banyak orang.
Atau juga bisa membuat selebaran-selebaran dan difotocopy sebanyak-banyaknya dan dibagikan ke masyarakat dan teman-teman. Solusi ini merupakan solusi efektif namun membutuhkan dana dalam mengaplikasikannya. Tapi juga diingat, bahwa blognya harus sering diupdate, karena percuma saja, banyak yang mengunjungi namun yang dibaca itu itu aja, tidak ada yang baru.
Cara yang lain, yang juga efektif dan efisien adalah dengan membuat tempelan alamat blog kamu, dan ditempel dibelakang mobil ataupun motor. Coba deh dibuktiin. Oke!!
Bagaimana saudaraku, sudah siapkah engkau menjadi aktivis dakwah blog? Simple aja tidak usah banyak mikir, justru kalau banyak mikir keburu maut menjemput sedangkan kita belum membagi ilmu yang kita punya walau sedikit kepada orang lain. Oke.
Jakarta, 17 Mei 2010
Aldo Al Fakhr
Blogger Pencari Spirit yang Hilang
Macam-macam Blog
Macam-macam Blog…
Lagi-lagi ngomongin blog, sekedar mau share walau sederhana, macam-macam blog yang kuketahui…
Adapun macam-macam blog secara umum adalah:
- Blog pribadi, blog ini adalah blog yang paling populer yang digunakan agar seseorang bisa tampil dan menjalin berhubungan di internet.
- Blog budaya, berdiskusi tentang musik, seni, teater, dan berbagai budaya populer lainnya.
- Blog topikal, fokus pada topik-topik tertentu. Bisa yang sedang hangat atau biang tertentu.
- Blog bisnis, biasanya membicarakan tentang pasar saham dan berbagi topik bisnis lainnya.
- Blog ilmu pengetahuan, biasanya digunakan untuk medistribusikan data dan informasi.
- Mobile Blog, blog yang biasa digunakan untuk membicarakan tentang perangkat bergerak (mobile).
- Blog kolaboratif, blog jenis ini adalah untuk melakukan kerja bareng dengan orang lain. Setiap ide, perkembangan, masalah dan berbagai hal yang berhubungan dengan kerja bareng di tulis di blog kolaboratif
- Blog penjualan, Anda bisa menjual berbagai produk melalui blog. Silahkan tawarkan produk Anda pada blog Anda sendiri asal jangan blog orang lain.
- Forum Blog, bisa digunakan menjadi forum di internet. Ini bisa menggantikan peran forum yang selama ini kita gunakan. Meskipun demikian, forum yang biasa memiliki fitur yang lebih baik dari pada blog
- Direktori Blog, ini adalah blog yang digunakan sebagai direktori blog-blog yang ada.
- Blog Dakwah, blog yang membicarakan tentang islam, baik itu tausiyah, tafsir ayat atau hadist, cerita hikmah, peringatan, anjuran, dan lain sebagainya. Yang pada intinya mengajak manusia kepada jalan yang lurus (islam).
Jakarta, 17 Mei 2010
Aldo Al Fakhr
Blog Itu Apa Sih..
Blog Itu Apa?
Tulisan ini bertujuan untuk mengenalkan apa sih blog itu, yah.. walaupun sederhana, yang penting blogging terus…!!
Apakah yang dimaksud dengan blog itu ? Berikut beberapa definisi mengenai blog:
- Weblog atau blog merupakan teks dokumen, gambar, objek media dan data yang tersusun secara hierarkis dan menurut kronologi tertentu yang dapat dilihat melalui bowser internet (misalnya internet explorer)
- Blog merupakan publikasi secara periodik dan tetap mengenai pemikiran personal seseorang dan juga link web
- Blog adalah jurnal yang disediakan pada sebuah web. Aktivitas meng-update sebuah blog dinamakan “blogging”. Seseorang yang mengelola blog disebut “blogger”
- Blog adalah suatu perjalanan yang berkesinambungan, dengan panduan logika yang berkelanjutan dan konsisten. Topik dan pembahasan di dalam sebuah blog biasanya konsisten pada topik utama, misalnya politik, sastra, musik dan sebagainya
- Blog adalah jurnal yang disediakan pada web. Blog dapat di-update setiap hari dengan suatu aplikasi yang disediakan oleh penyedia. Tidak dibutuhkan suatu keahlian khusus untuk melakukan update atau mengelola blog. Posting dalam blog tersusun secara teratur sesuai kriteria tertentu, biasanya dengan pengaturan urutan tanggal
Yang ditulis diblog apa?
- Catatan harian atau apa saja yang ingin Anda tulis.
- Ide-ide, opini, dan pandangan Anda.
- Berita terkini dan ulasannya menurut pendapat Anda.
- Tips dan trik musalnya seputar olahraga, keluarga, computer, otomotif, elektronika/rangkaian listrik, dan lain-lain.
- Artikel agama, hokum, seni, musik, lirik lagu, dan lain-lain.
- Pelajaran sekolah, kuliah, dan kursus.
- Pengalaman pribadi yang berguna bila dibaca orang lain.
- Hobi Anda, tuliskan dan ajarkan kepada sesama.
- Komik, humor, karikatur, gambar-gambar lucu, video, dan lain-lain.
- Artikel, cerita, puisi, dan lain sebagainya yang mengandung unsur hikmah dan dakwah.
Hindari menulis blog dengan copy paste… karena ini sama saja menghambat proses kreratif dalam berfikir kamu. Fikiran kamu tidak akan berkembang menjadi pribadi yang kritis akan suatu hal. Tidak apa-apa menulis blog dengan copy paste, asalkan dicantumkan sumbernya dan jangan sering-sering. Oke!
Jakarta, 17 Mei 2010
Aldo Al Fakhr
Blogger Pencari Spirit yang Hilang
Syukur Tiada Tara
Syukur Tiada Tara
Alhamdulillah, segala puji hanya untuk Allah Swt. yang masih memberikan nikmat yang sepatutnya kita syukuri, tidak hanya sebagai penghantar awalan-awalan pidato, tulisan, dan lain-lain tapi harus take action untuk bersyukur. Termasuk kesyukuranku saat ini atas kembalinya semangat menulis yang diberikan Allah kepadaku. Ku tak ingin berkomentar, tak ingin memberikan alas an, karena alas an hanya akan membuat sebuah pembenaran terhadap kemalasan bukan sebuah fakta yang memang terjadi.
Semoga Allah selalu memberikan ku ghirah yang luar biasa dalam berjuang dalam jalan dakwah ini… termasuk melalui tulisan..
Do’akan aku saudara/riku agar bisa tetap istiqomah.. insya Allah do’a antum ke ana, balik ke diri antum juga..
Jakarta, 16 Mei 2010
Aldo Al Fakhr
Yang Masih Belajar Istiqomah





Komentator Coretan Bijaksana