Ketika Benci itu Datang
Ketika Kebencian itu Datang…

Siapa yang tak kenal dengan kata benci. Aku yakin semua kenal bahkan sering mewarnai kata-kata didalam hati. Kata yang mengindikasi ketidaksukaan, kata yang mengisyaratkan perpisahan (tautan hati), kata yang mampu membuat stress, dan kata yang juga bisa mengarahkan kearah yang berbau maksiat. Begitu banyak korban konyol dari kata ini, kamu pasti bisa lihat disekelilingmu. Contohnya, sepasang sahabat karib yang sedari kecil selalu bersama dalam suka dan duka, ketika ada suatu konflik (biasanya masalah keduniaan seperti harta, jabatan, dan kedudukan), mereka saling membenci satu sama lain, and then mereka memutuskan tali silaturahim, bahkan keluarga pun ikut-ikutan memboikot…. Wah-wah.. ada-ada aja, memutuskan tali silaturahim sama saja mengurangi rezeki.. bagiku ini adalah korban dari kekonyolan kata benci…
Yah.. ketika kebencian itu datang dan mungkin sering datang tatkala melihat perbuatan seseorang yang tak sesuai dengan keinginan kita, tatkala melihat wajahnya, tatkala apa yang dipikirkannya, dan segudang bahkan lebih hal yang bisa membuat kita membenci sesuatu baik itu orangnya, perbuatannya, pemikirannya, tulisannya, dan lain sebagainya…
Kebencian dalam konteks tulisan ini adalah, ketika seseorang membenci saudaranya baik itu perkataannya yang kasar, pemikirannya yang tak sependapat, perbuatannya yang merugikan kita, yang intinya adalah permasalahan interaksi sahaja…
Sebenarnya tidak susah untuk melenyapkan benci yang bermukim dihati kita, seperti nasihat muasis dakwah ini, Ust. Rahmat Abdullah kepada adiknya
“Wi (adeknya ust Rahmat), ingat nih yah.. kata-kata abang, ada dua hal yang harus lu ingat, kejelekan lu pada orang lain dan kebaikan orang lain pada lu. Dan ada dua hal juga yang harus lu lupakan, kebaikan lu pada orang dan keburukan orang lain pada lu. Ketika lu mukul tuh orang, beberapa hari dan minggu depan udah hilang sakitnye, tapi sakit hatinye kagak bisa ilang Wi…!”
Kira-kira seperti itulah, kata-kata yang saya bold-kan itu, menjadi bahan renungan kita agar ketika kebencian itu datang, kita bisa menepisnya membalik menjadi kasih sayang penuh kecintaan karena Allah.. dan katakanlah pada sahabat antum (tentunya sesame ikhwan or sesame akhwat).. ana uhibbukum fillah – saya cinta kamu karena Allah…insya Allah cerita persahabatan kita bisa membawa kita ke Jannah-Nya…
Diakhir tulisan ini, saya akan mencantumkan lirik nasyid dari In-Team yang judulnya “Akrab Persahabatan” nasyidnya bagus.. recommended lah untuk didengarkan, cari aja sama syekh google kalau kata teman saya…
Sesegar hijau daunan
Begitulah kita diibaratkan
Tiada siapa yang bisa memisahkan kita
Antara kita semua…
Seera simpulan yang tidak terluka
Seteguh langit tinggi menunggang dunia
Kita mengharung badai atas nama
Kasih insan bersaudara
Buah yang keruh ambil yang jernih
Dendam hasat dengki mestilah dijauhi
Marilah kita tuntuni Rasulullah
Dan para sahabat didalam bersahabat
Ukhuwah dan sahabat kita jalinkan hingga keharmonian….
Jakarta, 19 April 2010
Aldo Al Fakhr
MM SKI IT Telkom 2010
Blogger Pencari Spirit yang Hilang
source gambar: http://thesituationist.files.wordpress.com/2007/11/hate-image2.jpg





Kebencian adalah sumber dari permusuhan
April 19, 2010 pada 12:58 am
memaafkan adalah memberi ruang untuk sedikit rasa benci,,,,
November 21, 2011 pada 1:06 am
yaps
November 21, 2011 pada 4:17 am