Coretan-Coretan yang Tergores Ditubuh Sejarah

Archive for April, 2010

Orang Manja tak Berhak Memikul Dakwah

tulisanku satu ini sebenarnya dah lama bersarang di hardisk-ku.. baru ada kesempatan tuk postingnya… semoga tercerahkan.. insya Allah.. saya juga masih belajar tuk tidak menjadi orang-orang manja…

Orang Manja Tak Berhak Memikul Dakwah


Wahai Saudaraku yang kucintai dan yang Allah cintai

Jalan dakwah yang ana dan antum lalui ini bukanlah jalan yang dipenuhi dengan kesilauan permata yang membuat mata mengagumi dan mendekatinya, bukanlah jalan yang dipenuhi keindahan pemandangan yang ketika melihatnya membuat takjud dan seketika berujar “Subhanallah”, bukanlah jalan yang ditaburi dengan kesturi yang wanginya sungguh membuat fikiran melayang kepayang, bukanlah jalan yang langitnya dipenuhi pemandangan indah dimalam hari yang mana firework bertumpah ruah dilangit-Nya dan ketika itu kita bisa berlama-lama melihatnya karena warna-warninya kembang api tersebut, dan bukanlah pula jalan yang disuguhi kesenangan yang pasti digerumuni manusia yang berebut akannya.

(lagi…)


[Sharing] Cerita Lucu + Hikmah – Cekidot Gan…

[Sharing] Cerita Lucu + Hikmah – Cekidot Gan…

Gan…Hari ini, ane mendapatkan sebuah cerita lucu mengandung hikmah yang mungkin baru agan dengar (Mungkin ya…)… ane dapat dari bukunya Ust Solikhin Abu ‘Izzuddin nyang New Quantum Tarbiyah. Yang pernah baca buku ini pasti pernah ketawa – minimal senyam-senyum – membacanya..

Tingkat tawa /senyum tiap orang itu beda-beda. Maaf kalo nggak lucu agan-agan semua.. maklum NUBITOL gan…kali –kali aja HT (Hot Tread)..

Duh.. kok kayak ngaskus yah… biasa lah bro.. ngikutin trend ane…

Ceritanya gini gan… cekidot

“Ini kisah seorang Badui yang punya profesi sebagai pencuri. Tiap hari kalau nggak nyuri pusing kali kepalanya.. Namun sejahat-jahatnya pencuri  ia masih memiliki kesadaran untuk ibadah, meski parsial. Mencuri diselingi ibadah… ade-ade aje nih bocah.. habis shalat ia mencuri lagi, yah.. begitulah”

“Namun suatu hari sebuah peristiwa besar terjadi mengagetkannya. Hari itu Arab badui yang bernama Musa ini mencuri sebuah bungkusan yang berisi sejumlah uang dirham. Usai mencuri ia masuk kedalam masjid untuk menunaikan shalat berjama’ah. Nah… ketika itu sang Imam kebetulan sedang membaca ayat ke-17 dari surat Thaha (Surat Thaha ada dijuz berapa gan??? Ntar nggak tau lagi.. ^.*v) yakni,

Wamma tilka bi yamiinika yaa Muusaa…” yang artinya Apakah itu yang ada ditangan kananmu, hai Musa?

“Seketika itu juga, si Arab badui yang bernama Musa tersebut pun tersentak kagek dan seraya berkata, “ Demi Allah, sungguh engkau adalah tukang sihir.” Kemudian ia pun cepat-cepat membuang bungkusan yang ditangannya tersebut dan langsung berlari meninggalkan masjid dengan ketakutan, karena ia merasa sudah ketahuan dan ia takut dihajar massa karena ia telah mencuri kantong tersebut”.

Satu hal yang pasti… bener-bener imam yang hebat yang bisa membuat si Badui tersebut melempar barang curiannya…

Ha..ha..ha..

Yah.. begitulah gan, setiap perbuatan buruk pastilah akan membawa kepada kecemasan, kegalauan hati, merasa was-was, takut ketahuan orang, dan yang parahnya bikin phobia…

Masih beruntung si Badui tersebut, karena ia ditegur langsung oleh Allah melalui sang imam, gimana coba kalau seandainya Allah membiarkan kita berbuat dosa… wah wah bisa keceplosan ga keluar-keluar tuh dari lubang maksiat… na’udzubillah…

Minta Rate ya gan… bintang 5 plus cendol angetnya nyang ada dikulkas agan-agan sekalian..

Jakarta, 20 April 2010

Insankeadilan (Soalnya nih akun kaskus ane)

Newbie

Total post: 60

Blogger Pencari Spirit yang Hilang


Cek Motivasi Dulu Yuks…

Cek Motivasi Dulu Yuks…


Sebenarnya tema materi seperti ini sudah sering aku tuliskan, tapi ga pa pa lah, semoga semakin banyak semakin banyak juga yang diambil faedahnya. Dan juga mampu mengingatkan kembali dan meluruskan kembali motivasi berbuat yang terkadang nyeleneh dari kewarasannya….

Let’s start…

Cerita dibawah ini mungkin sering kita dengar dan mungkin juga sering kita baca dan bahkan dituliskan untuk dibagi kepada ikhwah/saudara yang lain…

Ceritenye begene….:::

Seseorang datang kepada Nabi. Seorang badui dari dusun. Ia menghadap Rasulullah, lalu beriman kepada beliau, berhijrah, berjihad dan mengikuti berbagai aktivitas bersama Rasulullah. Setelah perang Khaibar, terjadi pembagian ghanimah atau harta rampasan perang, dia pun mendapat bagian. “Apa-apaan ini?”tanyanya. “Ini bagianmu dari Nabi, “ jawab para sahabat. “Bukan untuk ini aku mengikutimu,” ia menyatakan komitmennya kepada Nabi. “ Aku mengikutimu agar dipanah disini (sambil menunjukkan  bagian tenggorokannya) sehingga aku mati dan masuk syurga.” Rasulullah bersabda, “ Kalau engkau benar-benar jujur kepada Allah, Dia akan benar-benar mewujudkan maksudmu.

Tak selah berapa lama ia kembali berjihad. Tiba-tiba orang dusun tadi telah diusung dan dibawa menghadap Rasulullah. Dia terkena panah pada leher yang telah ditunjukkanya tadi kepada Nabi. “Inikah orang tadi?” “Benar,” Jawab para sahabat. “Dia sungguh telah berjihad dijalan Allah, maka Allah pun sungguh-sungguh mewujudkan  apa yang diinginkannya,” kata Nabi. Nabi pun mengafaninya dengan jubah beliau, mendekati dan menshalatkan jenazahnya. Rasulullah berdo’a untuknya, “ Ya Allah, inilah hamba-Mu yang keluar untuk berjihad, telah mati syahid. Aku menjadi saksi baginya.”

Sungguh luar biasa niat itu, apalagi kalau niat itu didasari atas keikhlasan dan kesucian karena Allah, serta ‘iradah yang kuat dalam mengimplementasikannya menjadi sebuah keniscayaan dalam artian kesunguh-sungguhan. Maka apa yang diniatkan akan menjadi realita dan bukan sebuah utopia belaka, yang terkadang hanya menggayut dibenak sahaja, dan Alhamdulillah menjadi kenyataan. , “ Kalau engkau benar-benar jujur kepada Allah, Dia akan benar-benar mewujudkan maksudmu.” Sabda Rasulullah.

Begitu halus iblis mewarnai hati kita dengan pekatnya dosa dihati kita, sungguh halus, dan terkadang tanpa disadari oleh kita, iblis memfatamorganakan ujub menjadi eksistensi diri. Dan kita sering terjebak dalam hal ini. Begitu pula dengan hal ijtihad (pembaharuan) terkadang kita terlena dengan kemudahan. Atas dasar ijtihad katanya, padahal ilmu kearah disana pun tak ada. Sungguh terjebak dan halus kita dimainkan oleh iblis. Astaghfirullah…

Begitu pula dalam berdakwah, menjadi da’I, dan menjadi Murabbi… iblis akan semalam suntuk mencari cara bagemane caranya nih aktivis dakwah tersungkur daya juangnya, kebersihan niatnya.. mulailah si iblis masuk ke lingkup koordinasi antara ikhwan dan akhwat… menyelusupkan didalam hati kedua ikhwah ini rasa simpati dan empati..

Si ikhwan: “Ukh, jangan lupa besok kita syuro’, jangan lupa qiyamul lail ya… biar syuro’ kita dimudahkan..”

Eh.. si akhwat dibisiki si iblis utk membalas sms si ikhwan, si akhwat terpengaruh, mungkin karena jarang tilawah kali si akhwat ini…

Si akhwat: “Ya akh.. syukran dah dingetkan, akhi juga ya… shalat subuhnya berjama’ah di masjid ya…!”

Karena merasa diperhatiin oleh si akhwat, si ikhwan berbunga-bunga nih hatinya, mulai deh.. menduga-duga. Jangan-jangan si akhwat s*ka lagi dengan ana…. Dan akhirnya saudara-saudara si ikhwan mengirimkan sms “nakal” ke si akhwat

Si ikhwan: O.. ya ukh, Nantikan ana dibatas waktu.. eits.. salah nantikan ana dibelakang hijab besok…he..he… ^_^v”

Dan dibelahan bumi lainnya, si akhwat hanya tersungging-sungging tersenyum, hatinya ikut berbunga-bunga, fikiran jauh melayang membayangkan hal yang nggak-nggak dengan si ikhwan. Padahal seharusnya jam segitu dah jadwalnya halaqah… alhasil si akhwat terlambat 1 jam datang halaqah karena sibuk membayangkan dan tertidur lalu kebawa kemimpi. Segitunya ..

Wah..wah.. kedubrak ,,, sok pengertian banget nih si ikhwan dan si akhwat.. dah kayak apa aja.. dah itu pake acara nantikan ku dibatas waktu lagi… duh—duh–duh

Lagi-lagi atas nama koordinasi, interaksi kurang dijaga… sungguh banyak cerita-cerita yang kek beginian, chatingan, sms-smsan ngasih tausiyah, telepon-teleponan, dan banyak lagi cara si iblis menusuk secara halus dihati para juru dakwah.. dan tahukah kita, si iblis tertawa melihat si korbannya…

Si iblis: “Ha..ha..ha… senengnye aku… bisa menggelincirkan juru dakwah. wah kayaknya bulan ini aku bakal dapat bonus nih dari bos…”

Semoga kita terlindungi.. a ‘uzubillahi minasyaithanirrajim- Aku berlindung pada-Mu ya Allah dari syetan yang terkutuk…

Rasulullah Saw bersabda:

“ Sesungguhnya diterimanya amal itu tergantung niatnya. Dan sesungguhnya setiap orang akan mendapatkan apa yang diniatkannya.” (H.R. Bukhari-Muslim)

Selayaknya bagi kita yang motivasi/niatnya dalam berdakwah khususnya harus senantiasa mengeceknya, jangan-jangan ada yang salah, ada yang bengkok, ada yang mewarnai hitam diputihnya niat itu, coba cek-cek lagi, perbaiki niat ditiap periode waktu hidup. Agar niat tak terhiasi motivasi yang penuh ujub diri…

“Ya Allah kumohon pada-Mu agar diberikan kelurusan niat dalam beramal, keteguhan dalam mengenggam kelurusan niat itu hingga syahid menjemput kami…”

Seperti biasa ingin memberikan nasyid diakhir tulisan, kali ini mencuplik akhir lirik nasyidnya Ar-Royan dengan judul ayo menikah.. (nih lagi saya putar di laptop saya…he..3x ketika tulisan ini dibuat )

Jalan hidup tergantung niatmu

Bila kau yakin kau akan mampu

Ingat lah Allah selalu menyertaimu

Jakarta, 19 April 2010

Aldo Al Fakhr

MM SKI IT Telkom 2010

Blogger Pencari Spirit yang Hilang


Ketika Benci itu Datang

Ketika Kebencian itu Datang…


hate

Siapa yang tak kenal dengan kata benci. Aku yakin semua kenal bahkan sering mewarnai kata-kata didalam hati. Kata yang mengindikasi ketidaksukaan, kata yang mengisyaratkan perpisahan (tautan hati), kata yang mampu membuat stress, dan kata yang juga bisa mengarahkan kearah yang berbau maksiat. Begitu banyak korban konyol dari kata ini, kamu pasti bisa lihat disekelilingmu. Contohnya, sepasang sahabat karib yang sedari kecil selalu bersama dalam suka dan duka, ketika ada suatu konflik (biasanya masalah keduniaan seperti harta, jabatan, dan kedudukan), mereka saling membenci satu sama lain, and then mereka memutuskan tali silaturahim, bahkan keluarga pun ikut-ikutan memboikot…. Wah-wah.. ada-ada aja, memutuskan tali silaturahim sama saja mengurangi rezeki.. bagiku ini adalah korban dari kekonyolan kata benci…

Yah.. ketika kebencian itu datang dan mungkin sering datang tatkala melihat perbuatan seseorang yang tak sesuai dengan keinginan kita, tatkala melihat wajahnya, tatkala apa yang dipikirkannya, dan segudang bahkan lebih hal yang bisa membuat kita membenci sesuatu baik itu orangnya, perbuatannya, pemikirannya, tulisannya, dan lain sebagainya…

Kebencian dalam konteks tulisan ini adalah, ketika seseorang membenci saudaranya baik itu perkataannya yang kasar, pemikirannya yang tak sependapat, perbuatannya yang merugikan kita, yang intinya adalah permasalahan interaksi sahaja…

Sebenarnya tidak susah untuk melenyapkan benci yang bermukim dihati kita, seperti nasihat muasis dakwah ini, Ust. Rahmat Abdullah kepada adiknya

“Wi (adeknya ust Rahmat), ingat nih yah.. kata-kata abang, ada dua hal yang harus lu ingat, kejelekan lu pada orang lain dan kebaikan orang lain pada lu. Dan ada dua hal juga yang harus lu lupakan, kebaikan lu pada orang dan keburukan orang lain pada lu. Ketika lu mukul tuh orang, beberapa hari dan minggu depan udah hilang sakitnye, tapi sakit hatinye kagak bisa ilang Wi…!”

Kira-kira seperti itulah, kata-kata yang saya bold-kan itu, menjadi bahan renungan kita agar ketika kebencian itu datang, kita bisa menepisnya membalik menjadi kasih sayang penuh kecintaan karena Allah.. dan katakanlah pada sahabat antum (tentunya sesame ikhwan or sesame akhwat).. ana uhibbukum fillah – saya cinta kamu karena Allah…insya Allah cerita persahabatan kita bisa membawa kita ke Jannah-Nya…

Diakhir tulisan ini, saya akan mencantumkan lirik nasyid dari In-Team yang judulnya “Akrab Persahabatan” nasyidnya bagus.. recommended lah untuk didengarkan, cari aja sama syekh google kalau kata teman saya…

Sesegar hijau daunan

Begitulah kita diibaratkan

Tiada siapa yang bisa memisahkan kita

Antara kita semua…

Seera simpulan yang tidak terluka

Seteguh langit tinggi menunggang dunia

Kita mengharung badai atas nama

Kasih insan bersaudara

Buah yang keruh ambil yang jernih

Dendam hasat dengki mestilah dijauhi

Marilah kita tuntuni Rasulullah

Dan para sahabat didalam bersahabat

Ukhuwah dan sahabat kita jalinkan hingga keharmonian….

Jakarta, 19 April 2010

Aldo Al Fakhr

MM SKI IT Telkom 2010

Blogger Pencari Spirit yang Hilang

source gambar: http://thesituationist.files.wordpress.com/2007/11/hate-image2.jpg


Biarkan Allah Saja yang Memilihkan

Biarkan Allah Saja yang Memilihkan

“Wah…wah… ngomongin apa nih akh aldo..!”

“Ane tau arah bahasan antum akh!”

“Ane tunggu undangannya ya akh!”

“Sedang proses atau mau akan akh..?”

aku yakin, ndak semua ngerti ketika saya menuliskan atau mengatakan kalimat sederhana namun padat makna seperti “Biarkan Allah Saja yang Memilihkan”. Hanya orang-orang yang berjiwa peka saja yang ngerti…semoga saya salah memberikan pernyataan..

ya..aku yakin bahwa Allah telah menggariskan atau memasangkannya dengan diriku, jadi apalah yang mau dirisaukan. Tak ade nye! Dan rasanya tidak berhak rasanya diri yang hina ini untuk merisaukan dan menerka-nerka… ketika diri ini merisaukan dan menerka-nerka maka si syetan masuk kecelah itu, membuat diri ini menjadi was-was, ngelantur pikirannya, dan lain sebagainya yang dibuat oleh si syetan itu. Dan si syetan merasa bangga karena telah memasuki celah yang seharusnya tak diberikan sedikitpun…

Aku ingin ia indah saat tepat pada waktunya

Pabila rasa itu mengepung jiwa yang sendiri

Biarlah rasa itu bersemi menjadi kebaikan

Pabila pernikahan itu belum ditangan

Please, don’t surrender!

Tetaplahkan ia bersemi dihati jiwa yang sendiri

Agar dapat melahirkan keshalihan pada diri

Mempersiapkan esok hari-hari penuh kejutan bersama dirinya

Dua hari yang lalu, aku memberikan intermezzo dalam halaqah yang kupegang…

Aku mengatakan:

“Akhi yang ana cintai karena Allah.. sesungguhnya pabila seorang aktivis dakwah orientasinya dalam berdakwah ini karena “akhwat”, maka itu bukanlah suatu kewajaran tapi kekurang ajaran (mungkin karena kurang diajari oleh murabbinya)”

Salah satu binaan ana bertanya: “maksdunya apa akh? Ana belum paham maksud antum!”

“Begini akhi.. pabila antum tertarik dengan seorang akhwat karena dalam bingkai dakwah, berjuang bersama, dan siap menggenapkan setengah dien padanya dengan syar’I maka itu adalah sebuah kewajaran.”

Dan aku lanjutkan dengan cerita si Bilal dan si Bolal…

“Akhi.. antum pernah dengar cerita si Bilal dan si Bolal lum?”

Binaan ku menjawab “ Wah.. belum akh..!”

“Kalau sahabat  Rasulullah si Bilal Ra antum tahu kan?”

“Yupz”

“Nah.. cerita si Bolal ga jauh beda sama dengan si Bilal.. . Suatu hari Bolal ketahuan majikannya telah mengikuti agama Muhammad. Oleh majikannya, leher bolal diikat kuat-kuat dengan tali dan tangannya dipasung, lalu dikeluarkan dari rumah dan dibawa kepadang pasir yang luas dan diterik matahari yang begitu panas. Sungguh, seandainya sepotong daging diletakkan ditempat itu, niscaya dalam beberapa saat keringlah daging itu.

Dipadang pasir itu, tubuh Bolal ditelentangkan menghadap matahari, diatas dadanya diletakkan sebuah batu besar. Lalu tuannya berkata, “Kamu tidak akan kulepaskan dari siksaan ini, kecuali jika kamu mau mendustakan Muhammad dan mengikuti agamamu yang dahulu, menyembah berhala Lata dan ‘Uzza! Mendengar perkataan sang majikan Bolal menjawab dengan tegas, tanpa ada rasa gentar sedikitpun:

“Akhwat! Akhwat! Akhwat!”

“Nah ikhwah fillah, apa ibrah dari cerita si Bilal dan si Bolal ini?”

“Ibrah dari cerita ini adalah bahwasanya si Bilal dan si Bolal memang sama-sama berada dalam satu jalan dakwah yaitu jalan yang terang-benderang, akan tetapi yang membedakan mereka adalah orientasinya, kalau Bilal orientasinya adalah Allah, sedangkan si Bolal orientasi bukan Allah.. nah sekarang, antum mau jadi si Bilal atau si Bolal?”

Dan aku melanjutkan: “ Pabila orientasi seorang itu salah maka dapat diibaratkan seperti sebuah mangkuk yang terlungkup dan ingin diisi air maka yang terjadi mangkuk itu tidak akan pernah terisi oleh air, dan bila diibaratkan pahala itu seperti air sehingga kita tidak akan pernah dapat pahala dari kerja dakwah kita.”

Pastinya semua ingin menjadi Bilal kan? Hanya antum dan Allah saja yang tahu isi yang terselubung dalam hati…

Semoga ini menjadi tadzkirah bagi aku sendiri dan antum semua……

Yah… seperti itulah. Sewajarnya saja ketika dalam wajihah dan kepanitian akan adanya koordinasi antara ikhwan dan akhwat, dan aku pribadi pun sering berkoordinasi ketika berada dalam wajihah… namun disinilah butuh manajemen koordinasi, dan ini seharusnya menjadi agenda bersama para ikhwah utk melaksanakannya… bagaimana pun caranya, apakah daurah, lailatul khatibab (MABIT), tastqif, dalam liqo’at masing-masing, dan lain-lain. Sehingga VMJ pun insya Allah akan berkurang.

Semoga Allah menguatkan tancapan kaki kita dijalan ini, memilihkan yang “terbaik” menurut-Nya, dan yakinlah itulah yang akan membawa mahligai R***H T***GA kita menuju mahligai syurga.. Amin..

Sekali lagi kuingin berujar: Biarkan Allah saja yang Memilihkan!

Jakarta, 11 April 2010

Aldo Al Fakhr

MM SKI IT Telkom

Blogger Pencari Spirit yang Hilang


Ujub Dikala Ada Prestasi

Ujub dikala ada Prestasi


ujub
Khalifah Abu Bakar Ash-Shiddiq menasihati panglima Khalid bin Walid justru telah menang perang gilang gemilang di Irak, “ Semoga Allah mengaruniakan kepadamu kelurusan niat dan kedudukan yang tinggi. Sempurnakanlah amalmu, maka Allah akan menyempurnakanmu. Janganlah kamu terkena penyakit ujub, karena hal itu akan membuatmu merugi dan terhina. Jauhilah olehmu sifat unjuk dan pamer atas suatu perbuatan, karena sesungguhnya hanya Allah-lah sang Pemberi anugerah dan kemuliaan, Dialah yang maha Pembalas…(Tarikh al-Tabri, dari buku Hambatan-hambatan dakwah, dikutip dari buku new Quantum Tarbiyah)

Subhanallah, Allah masih memberikan pelajaran-pelajaran yang luar biasa dari orang-orang yang luar biasa seperti Khalifah Abu Bakar dan Khalid bin Walid dalam riwayat diatas. Sungguh ini tidak berlaku pada Khalid bin Walid saja yang baru saja menang dalam pertempuran di Iraq tapi, untuk kita semua para generasi selanjutnya dalam estafet perjuangan dakwah islam ini. Sebenarnya ada beberapa pelajaran yang dapat kita ambil dari riwayat ini. Dan ini menurut saya ya…, kalau mau ditambahin silahkan saja.. saya ndak marah kok..

Pelajaran pertama: Abu Bakar sebagai Khalifah memerankan perannya sebagai the real khalifah.. menasehati bawahannya untuk berlaku zuhud dan tidak berlebihan dalam euphoria kemenangan yang sesungguhnya ini adalah kemenangan yang diberikan Allah.  Dan ini adalah tindakan yang luar biasa..

Pelajaran kedua: Abu Bakar ‘mendo’akan’ Khalid bin Walid agar senantiasa Allah mengaruniakan kelurusan niat dan kedudukan tinggi kepada Khalid bin Walid. Kelurusan niat dalam beramal dan berdakwah adalah syarat mutlak untuk diperbuat terlebih dahulu. Karena amal tanpa niat yang ikhlas hanyalah seperti mangkuk telungkup yang diisi air. Mangkuk itu tak akan pernah terisi air. dalam kata lain perbuatan yang sia-sia, ga ada pahalanya…ketika kita sudah memiliki niat yang ikhlas dalam “Menolong” agama Allah, maka yang kemudian terjadi adalah kedudukan tinggi pun akan diberikan oleh Allah. Seperti yang Allah firmankan dalam QS. Muhammad: 7

“ Hai orang-orang yang beriman, jika kamu menolong (agama) Allah, niscaya Allah akan menolongmu, dan meneguhkan kedudukanmu.”

Pelajaran ketiga: kata-kata “Sempurnakanlah amalmu, maka Allah akan menyempurnakanmu. Janganlah kamu terkena penyakit ujub, karena hal itu akan membuatmu merugi dan terhina” yah.. dengan menyempurnakan amal maka Allah akan menyempurnakannya. Menyempurnakan amal dalam segala amal adalah sebuah keharusan. Karena sempurna itu indah dan Allah menyukai keindahan. Semisal ketika shalat, rukun-rukunnya dilakukan dengan sempurna, dari awal sampai akhir dan juga khusyu’ dalam shalat adalah penyempurna amal shalat. Begitu juga dengan amal-amal lain. Ketika semua amal itu dikerjakan dengan sungguh-sungguh termasuk hal-hal yang mendukung kesempurnaan amal tersebut maka Allah akan menyempurnakannya.

Pelajaran keempat: “sesungguhnya hanya Allah-lah sang Pemberi anugerah dan kemuliaan” hanya Allah lah saja pemberi kemenangan. Jadi kalau mau menang dan mulia, maka mintanya kepada Allah bukan kepada yang lain. Semisal pada saat pilkada, sebuah partai ingin menang tentunya dengan ikhtiar harus diiringi dengan kedekatan dan minta ampun dan kemenangan kepada Allah agar diberikan keadilan dalam prosesnya dan Kesejahteraan sesudahnya, tentunya kemenangan telah diraih . Allah pemilik segala kemenangan dan pemilik takdir, maka mintalah takdir yang baik kepada Allah menurut Allah tentunya. Karena baik menurut kita belum tentu baik menurut Allah, and otherwise… ketika kalah jangan berkecil hati dan marah, coba cek, apakah ada kekurangan dalam ikhtiar atau bahkan kita belum dekat kepada Allah, kurang do’a kepada Allah, amalan yaumi kita kurang dan belum sempurna. Cek diri dulu itu inspirasinya. Dan mungkin belum waktunya. Bukan menang atau kalah yang jadi persoalan, yang menjadi persoalan adalah sejauh mana kesandaran kita kepada Allah ketika menang ataupun kalah.

Pelajaran kelima: seorang diri Khalid bin Walid yang tidak marah ketika diberi nasihat seperti itu, dan menerima nasehat itu dengan lapang dada, dan dijadikannya sebagai tadzkirah (peringatan). Disini terlihat bahwa Khalid bin Walid yang patuh kepada qawamnya. Dan nasihat ini menjadikan daya dorong lagi dari seorang Khalid dalam beramal setelahnya. Akan selalu meluruskan niat, menyempurnakan amal, dan tidak bersikap ujub, serta menyerahkan semuanya kepada Allah karena Allah lah yang tahu kapan kemenangan itu akan diberikan..

yah..semoga kelima pelajaran ini dapat kita pelajari. Sehingga kita menjadi muslim yang penuh keoptimisan dalam beramal. Tak ragu sedikitpun. Berani berjuang. Karena Allah maha Melihat apa-apa yang kita kerjakan. Dan Allah juga Sang Maha Pembalas terhadap amal-amal yang perbuat didunia ini.

Dan semoga Allah mengaruniakan kita kelurusan niat dan kedudukan tinggi.. seperti do’anya Khalifah Abu Bakar kepada Khalid bin Walid. Insya Allah..

Wallahu’alam

Jakarta, 06 April 2010

Aldo Al Fakhr

MM SKI IT Telkom

Blogger Pencari Spirit yang Hilang


Katakan Saja dengan Prestasi

Katakan Saja dengan Prestasi

Katakan saja dengan prestasi. Yah.. lakukanlah amal. Jangan terlalu banyak teori. Karena terkadang teori membuat diri khawatir dan cemas, dan terlalu banyak perhitungan untuk melakukan breakthrough. Memang dibutuhkan perencanaan yang matang. Karena kata orang bijak, “ rencana kerja adalah setengah dari keberhasilan”. Yang terpenting justru lakukan, do it!

Talk less do more. Kata-kata yang sungguh menggelitik kita yang terkadang banyak sekali berujar dan sedikit dalam beraksi. Tak mau menggerakkan langkah untuk perubahan, tak mau berfikir untuk suatu peradaban, tak mau ikhtiar untuk sebuah prestasi yang nyata. Bukan sebuah angan-angan yang terbawa-bawa ke mimpi.

“Buka hatimu.. bukalah sedikit” kata armada band. Yah.. buka hatimu walau untuk sedikit untuk merenungkan dan mengkoreksi kelemahan-kelemahan dalam diri yang menyebabkan diri ini hanya ngomong doank. Bukalah sedikit saja, agar semua jelas dan tak ada yang ditutup-tutupi. Gali dirimu, temukan apa kelemahan itu. Setelah ketemu, perbaiki, ubah menjadi prestasi, jangan basa-basi, langsung unjuk gigi, agar dapat ridho illahi. Insya Allah…

Apalagi bagi seseorang pimpinan/qawan/qiyadah/mas’ul/ketua/presiden/ atau apapun namanya yang intinya ia menghimpun beberapa orang dalam kekuasaannya. Berikan contoh alias lakukan aksi. Jangan teori-teori aja yang diberikan. Semisal, si pimpinan mengatakan “ayo kita tingkatkan managemen waktu kita agar hidup lebih produktif, jangan banyak tidur, jangan malas-malasan!” jikalau pimpinan tersebut hanya omong doank, aku yakin bahwasanya para jundi atau bawahannya akan juga melanggar apa yang sudah disepakati… seperti itulah..

semangat perubahan itu akan muncul jika dan hanya jika si pemberi perubahan memiliki kadar semangat yang sama atau lebih dengan semangat perubahan tersebut.

Oke my friends, sudah saatnya take action jangan buang waktu dengan teori-teori yang panjang. Yang terpenting adalah proses praktek dalam teori yang dipelajari. Seperti tulisan yang dulu-dulu, bahwa agar tidak terjadinya disorientasi antara teori dan praktek..

Semoga kita menjadi insan yang  produktif, bisa memanfaatkan celah untuk membawa perubahan kearah yang lebih baik tentunya. Sehingga peradaban madani menjadi suatu keniscayaan terjadi.. insya Allah Amin..

Jakarta, 17 Maret 2010

Aldo Al Fakhr

Blogger Pencari Spirit yang Hilang


SEPI MEMBUATKU SADAR

SEPI MEMBUATKU SADAR

Perlahan sepi menggelayuti malam

mengendap-mengendap dibawah kolong langit

tak mau menampakkan diri

takut diusir dari pikiran bahagia

sepi berhasil menggoncang pikiran itu

mengingatkan kenangan-kenangan yang telah terlupa

membangkitkan kisah-kisah lama penuh duka dan sendu

sepi membuat kisah itu tampak bak layar tancap

jelas dan tak terlewatkan sedikitpun perkara-perkara yang menyapa

sepi membawaku menyelusuri satu persatu kisah-kisah itu

kisah yang tak pernah terukir dalam relung

sepi berhasil membuat butiran-butiran sesal jatuh dari kelopaknya

membanjiri kata-kata penuh tanya

kusadari diri ini

kuingin hidup dengan nafas yang baru

nafas yang membawa kepada kesejukan

keadilan dalam tiap periode hidup

akan kuraih yang terbaik karena hidup didunia hanya sekali

kupijakkan kaki ini dijalan Illahi

dan tak pernah kusesali

apa yang akan terjadi pada diri ini

karena Allah ada dihati

Terima kasih sepi karena kau telah membuatku sadar

Dan kuyakin ini adalah cara Allah untuk menegurku…

Insya Allah

Jakarta, 29 Maret 2010

Aldo Al Fakhr


Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.

Bergabunglah dengan 38 pengikut lainnya.