Tarbiyah adalah Cinta
Tarbiyah adalah Cinta

Afwan, saya tidak akan menjelaskan mengenai tentang mengapa tarbiyah adalah cinta, tapi yang ingin saya tuliskan disini adalah mengapa saya menuliskan judul Tarbiyah Adalah Cinta. Jangan pada kecewa ya….
Kejadiannya itu sebenarnya dah beberapa bulan yang lalu. Ketika itu, saya akan’ mengisi’ dengan topic ahamiyatu tarbiyah (pentingnya tarbiyah), saya ingin membuat menarik minat adek-adek saya dalam antusias yang sangat ketika materi ini disampaikan. Sehingga saya berikan judul “Tarbiyah Adalah Cinta”.
Saya: Insya Allah materi kali ini adalah Tarbiyah Adalah Cinta.
Benar saja, mereka sontak kaget, dari wajah terlihat antusias yang luar biasa.. saya pun sebagai pemateri menjadi lebih semangat…
Adek: wah wah.. nih kak aldo dah mulai ngomong cinta….hi… hi…
Saya hanya tersenyum saja….
Saya mulai dengan cerita, lalu menjelaskan apa itu tarbiyah..
Saya: Tarbiyah (pendidikan) mancakup 3 spek yaitu jasad, ruh, dan akal. Bagi manusia tarbiyah ibaratkan air, yang merupakan kebutuhan untuk tetap hidup… dan seterusnya….
Saya jelaskan urgensinya dari segi eksternal dan internah, dan langkah konkret dari urgensi eksternal dan internal. Kemudian menjelaskan tujuan, hakikat/karakteristik, output dari tarbiyah yaitu menjadi seseorang yang ber muwashofat tarbawi, tak lepas lagi dengan cerita di akhir…
Alhandulillah, mereka paham letak cinta dalam tarbiyah dimana, adanya cinta dalam usrah, adanya cinta dalam tiap pertemuan, adanya cinta ketika berjumpa, dan lain-lain…
Saya: Alhamdulillah, hari ini kita sudah menyaksikan gambaran jelas mengenai mengapa tarbiyah adalah cinta. So… jangan ragu terhadap tarbiyah.. syaikh musthafa Mahsyur mengatakan, tarbiyah bukan segala-galanya, tapi segala-galanya bisa terwujud dengan tarbiyah… dan setersnya, setelah itu seperti biasa, evaluasi perpekan dan menanyakan qodoyah..kemudian ditutup oleh adek saya yang tertunjuk sebagai pembawa acara…
Setelah pertemuan selesai..ada salah satu adek saya yang menanyakan…
Adek: kak, sepertinya minggu depan materinya Tarbiyah adalah Cinta jilid 2… dan temen2nya juga pada menyetujui pendapatnya..
Saya: o.. gitu ya dek… insy Allah ya…
So… semoga yang membaca mendapatkan ibroh dari tulisan saya, semoga kita menjadi mentor/murabbi yang kreatif, sehingga adek2 kita enjoy dan tidak ngantuk, bawa perasaan senang dan semangat serta mujahadah… be a creative murabbi!!!
Bandung, 16 Oktober 2009
Aldo Al Fakhr
Blogger Pencari Spirit yang Hilang
Souce gambar:
http://tintataghyir.files.wordpress.com/2009/07/tarbiyahh1.jpg





Subhanallah.. artikel yg ckp menarik..
.. Keep it up..
Lg searching di google ttg muwashofat tarbawi blog ini dihalaman utama. Trnyata eh trnyata punya aldo
Mei 2, 2010 pada 5:34 am
he..he..
ini ixan mana nih?
akh khairul ikhsan
akh ekhsan
or
akh iksan ilyas..
ITT banyak yg namanya iksan.. wek22
Mei 4, 2010 pada 5:52 am
assalamu’alaikum… salam ukhuwah!
subhanallah, blog yang keren!
semoga barokah ilmunya…
Juli 1, 2010 pada 5:31 am
wa’alaykumussalam
salam ukhuwah juga..
insya Allah.. mohon do’anya agar senantiasa barokah
Juli 6, 2010 pada 9:58 am
karena peraturannya harus mmberi komen,
komen an = suka judulnya….
Februari 17, 2011 pada 2:16 am
oke…:)
Februari 17, 2011 pada 3:30 am
Assalamu’alaikum.
Sebenarnya sedang mencari tajuk yang sesuai untuk pengisian “ahamiyatu tarbiyyah” dan jumpa blog ni, satu perkongsian yang menarik. Timbul idea yang realistik utk penyampaian. Mohon kebenaran penulis untuk menggunakan term “Tarbiyyah adalah cinta” dalam penyampaian kepentingan tarbiyyah. Semoga thabat di atas jalan ini.
-IKRAM, Malaysia-
Februari 24, 2011 pada 3:39 am
wa’alaykumussalam
silahkan saja untuk mengambilnya sebagai term dalam penyampaian..
salam ukhuwah dari Indonesia..
semoga kita tetap diberikan ats-tsabat dalam jalan ini…
Allahu Akbar..
Februari 24, 2011 pada 4:51 am
Assalamualaikum
Alhamdulillah tambahan, sedang cari materi ahamiatuttarbiyyah.
BarakAlloh…
Pertama dapat blog ini.
Salam ukhuah
April 13, 2011 pada 3:47 am
senang bisa berbagi..
salam balik
April 13, 2011 pada 4:06 am
subhanallah ya akh,,,,,ni bisa jd bhan evaluasi bgi para murobi kedepannya,,gmna dalam halaqoh gak suntuk atau pertemuan yg membosankan,,terkadang memang benar juga muribbi gak mesti menyajikan materi tarbiyah dalam kontek yg formal,,krena d setting kayak gni materinya akan lebih diminati dan bikin penasaran binaan.,,,syukron dpat ilmu baru
November 17, 2011 pada 1:15 am
yups.. sama-sama
senang bisa berbagi inspirasi
November 17, 2011 pada 4:07 am