Konspirasi kepada Pemuda Muslim
sebelum saya memulai, izinkan diri ini mengucapkan rasa syukur dalam takzim diri “Alhamdulillah” karena dah bisa ngeblog lagi….
Konspirasi kepada Pemuda Muslim
Ibnu Abbas menceritakan kepada kita pada saat perang Badar, Nabi Muhammad SAW bersabda:
“Barangsiapa yang melakukan ini dan ini, dan berada di tempat ini dan ini maka ia akan mendapatkan ini dan ini, maka bersegeralah para pemuda menuju apa yang disebutkan, sementara para senior (orang tua) tetap berada menjaga bendera“…(Nasa’I dan Baihaqi)
Ibnu Abbas berkata: Tidaklah Allah memberikan kepada seorang hamba ilmu pengetahuan kecuali kepada para pemuda, karena banyak kelebihan dan kebaikan yang terdapat di dalamnya”, kemudian beliau membaca firman Allah:
“Mereka berkata: Kami dengar ada seorang pemuda yang mencela berhala-berhala ini yang bernama Ibrahim”. (Al-Anbiya:60)
dan firman Allah:
“Sesungguhnya mereka adalah pemuda-pemuda yang beriman kepada Tuhan mereka, dan Kami tambah pula untuk mereka petunjuk”. (Al-Kahfi:13)
dan firman Allah:
“Dan Kami berikan kepadanya hikmah pada usia masih kecil”. (Maryam:12)
sahabatku, betapa beruntungnya diri kita, yang sekarang berposisi sebagai seorang pemuda muslim.
Namun sayang seribu sayang sekarang disaat umat ini membutuhkan peran pemuda sebagai qudwah hasanah dalam berbagai aspek kehidupan dunia. yang terjadi sekarang, justru para pemuda terjebak dalam konspirasi besar dengan beragam jenis dan bidangnya, sarana dan bentuknya yang dilakukan oleh para penguasa didunia ini melalui pengendalian potensi umat, mimbar-mimbar tsaqafiyah, media, tarbiyah (pendidikan), dakwah-dakwah yang sesat, ajaran-ajaran tak sesuai binaan Rasul, tontonan yang berbau porngrafi dan pornoaksi, narkoba yang merusak masa depan, pergaulan bebas, perundangan-undangan yang dzalim, dan banyak lagi bentuk-bentuk konspirasi kepada pemuda muslim.
Konpirasi itu membuat sebagian pemuda islam terbuai dan terlena karenanya, tampilan yang menggugah dan tampak begitu indah membuat mata pemuda terbelalak nafsu melihatnya. sehingga ia meninggalkan karakteristik dan potensi yang besar didalam dirinya. sungguh sayang seribu sayang.
terkadang konspirasi itu membuat ia menjadi ragu akan agamanya dan manhaj-manhajnya, menghancurkan akalnya, menjauhkannya dari nilai-nilai islam yang suci nan agung, dan akibat yang sangat ironis adalah hubud dunya (cinta dunia) atau lebih terkenal dengan penyakit “al-wahn”.
Setelah itu, ia akan berobsesi menjadi seseorang diantara mereka, seperti mempunyai mobil mewah, harta berlimpah, rekening di bank Swiss, rumah megah, baju bermerek, handphone keluaran terbaru, makan direstoran elite, dan berbagai hal berbau dunia.
Insya Allah, kamu yg sedang membaca, tak terjebak dalam konspirasi melenakan itu.
menjadi pemuda yang siap mati demi islam, menjadi pemuda yang siap terjaga di 1/3 malem terakhir, menjadi pemuda yang siap bercapai ria untuk berdakwah, menjadi pemuda yang siap ikhlas tatkala yang berharga hilang darinya, dan menjadi pemuda yang siap berjumpa dengan Allah.
Wahai para pemuda Muslim di segala penjuru
Kalian harus menjadi contoh yang memberikan pengaruh dalam kehidupan umat dan negeri kalian, kalian harus memiliki peran positif dalam melakukan perubahan terhadap kondisi yang memilukan ini; menuju realita yang lebih diridhai karena Allah, rasul-Nya dan orang-orang beriman, dan benarlah ungkapan di bawah ini:
يا معشر الشباب، اعملوا.. فإنما العمل في الشباب
“Wahai para pemuda, bekerjalah… karena sesungguhnya kerja itu ada dalam diri pemuda”.
Cerpen- Amar
Sebuah Cerpen yang kurajut dalam tulisan, untuk Bundaku tercinta……
sebuah cerpen yang kubuat sendiri….
Aldo Al Fakhr (blogger pencari spirit yang hilang)
AMAR
Semua terjadi diluar dugaaan ibu. Terjadi begitu cepatnya. Amar pergi sekelip mata. Padahal rasanya baru kemarin ibu menyusui amar sambil menggendongnya dengan penuh kehangatan yang sangat dan kasih sayang. Membawa amar pergi ke pasar untuk membelikan robot-robotan yang disukai oleh amar, padahal pada waktu itu uang belanja bulanan telah habis, tapi ibu merelakan uang tabungannya digunakan untuk membelikan robot-robotan itu. Membawa amar untuk mendaftarkannya di sekolah yang diinginkan oleh amar. Melihat senyuman yang penuh optimis ketika amar menjadi seorang prajurit penjaga perbatasan Malaysia-Indonesia. Tapi kini amar telah pergi untuk selama-lamanya. Amar meninggal bukanlah di medan perang, tapi amar anak ibu meninggal karena menderita sakit setelah pulang dari operasi di hutan. Itu cerita dari menantu ibu. Ibu sangat sedih sekali. Amar yang begitu dicintainya meninggal dengan usia yang masih muda. Ibu mana yang tak sedih, jikalau anak kesayangannya meninggal, dan pada saat amar menghembuskan nafas terakhirnya, ibu tidak ada disampingnya. Ibu hanya bisa menyentuh dan memandangi lekat jenazah anaknya yang terakhir hanya pada saat jenazah telah dikafankan. Itupun hanya tak lebih dari lima menit. Jenazah amar akan dibawa untuk dikebumikan. Hati ibu pada saat itu sangat pilu bagaikan disayat pisau yang tajam. Sakit sekali. Tapi, wajah ibu memancarkan ketabahan dan kesabaran menghadapi ujian yang diberikan oleh Allah ini. Ibu sangat yakin ia akan berjumpa kembali dengan anaknya di surga-Nya kelak.
Sudah sangat lama ibu tak menatap wajah amar yang manis, hal ini karena amar telah lima tahun tidak pulang-pulang, karena tugas yang diembannya mengharuskan amar untuk selalu bersiap siaga. Amarpun sampai mempunyai istri disana dua tahun yang lalu. Ibu sangat ingin membawa jenazah amar ke kampung halaman dan disemayamkan disana. Tapi, istri amar menolak. Apalah kuasa ibu. Ibu tahu mungkin istrinya lebih berhak. Tapi, dimana pula hak seorang ibu yang mengandung dan membesarkan amar. Padahal usia perkawinan mereka saja belum seumur jagung. Ibu baru pertama kali ini menyentuh cucu ibu yang berusia lima bulan itu pada hari pemakaman amar. Fikri namanya.
Isteri amar masih sangat muda, fikri pun pasti membutuhkan kasih sayang seorang ayah. Ibu tidak menghalangi jikalau isteri amar mencari suami lagi walaupun sangat awal hal tersebut untuk difikirkan. Mungkin awal-awal ini, istri amar tidak mempunyai keinginan untuk menikah lagi. Istri mana yang tak sayang suami. Tapi, lambat laun nantinya akan berumah tangga juga, karena tuntutan hidupnya. Dan ibu amat khawatir, jikalau istrinya sudah menikah lagi, ibu takut kuburan amar jarang diurus dan dilayat.
Amar meninggalkan seorang anak yang sama sekali belum sempat melihat dan mengenali amar. Apalah yang diketahui oleh seorang anak yang baru berusia lima bulan itu. Dunia saja belum begitu dikenalnya. Taaan dan senyuman masih terukir dibibir fikri dikala semua keluarga dan tetangga menangisi dan meratapi kepergian ayahnya yang terkenal sholeh lagi baik akhlaknya. Sungguh mereka amat kehilangan amar. Mereka amat kasihan kepada ibu yang begitu mencintai anaknya tatkala jenazah akan dibawa ke liang lahat. Kerinduan yang membuncah tak terlepas dihati ibu. Tiada lagi panggilan ibu dari amar. Tiada lagi suara amar yang akan mengobati rasa rindu yang terpendam. Tiada lagi canda gurau amar. Tiada lagi dinanti kepulangan amar ke kampong. Tiada lagi segala-galanya.
Oh..amar, bergenang air mata ibu jikalau teringat dirimu nak. Lebih-lebih lagi ketika semalam kami sekeluarga menikmati makanan kesukaanmu. Betapa sedih hati ibu disaat mengunyah makanan yang amar gemari. Ayam goreng bumbu rending. Kakak amar tersebut-sebut nama amar di hadapan rezeki itu. Tiada pernah sekalipun kami sekeluarga disini membiarkan walau sehari pun berlalu tanpa mengingat-ingat dirimu amar. Tak terasa muncul juga perasaan menyesal karena membiarkan amar pergi meninggalkan kampong halaman untuk pergi bertugas menjaga di perbatasan Indonesia-malaysia. Jikalau amar ada disisi ibu, pastilah tak sesesal ini yang ibu rasakan sepeninggalmu nak. Setidaknya ibu dapat menjaga dan mengasihi amar sewaktu sisa-sisa hayat amar yang masih ada. Mungkin juga persaan ibu akan lebih tenang dan ridho dengan kepergian amar. Amarku sayang, sampai hari ini pun hati ibu masih bertaut rasa sesal yang sangat walupun sudah ibu coba untuk mengusirnya, tetapi tetap saja rasa itu selalu bertamu dihati ini, seolah-olah tamu yang tak kunjung pergi dari rumah seseorang.
Engkau yang ibu sayang, dan paling ibu cintai. ibu rindu engkau Amar……….
Senja dikala itu

Senja dikala itu
Kurasakan sejuknya semilir angin yang menari beriringan dengan siulku yang syahdu menawan hati. kurasai damai menyelimuti diri yang kian terpasung akan padatnya aktivitasku.
Senja ini, tak seperti senja-senja sebelumnya. hawa sejuk yang dirasa, angin yg mengalir banyak. aku menikmatinya. kubiarkan tubuh ini telentang di atap rumah. menikmati suasana senja yang aduhai indahnya.
kupandangi langit yang memulai kuning kememerahan, awan-awan yang menari riang, dan burung-burung bertebangan pulang kerumah menemui anaknya tuk diberikan suapan.
sejenakku sadar, betapa kecilnya diri ini, langit yang begitu luas dibandingkan dengan seonggok manusia terkapar di genteng rumahnya. ah…. betapa kurangnya diri ini bersyukur dari apa yang telah diberikan oleh-Nya. betapa banyak pembengkangan yang kulakukan dengan berbuat dosa tiap harinya. secara perlahan butiran-butiran air mata menetes ke pelupuk kasih-Nya.
perlahan hati ini merasakan sesal yang mendalam akan apa yg telahku kerjakan selama hidup ini. sejurus dengan itu, kusigapkan diri tuk langsung beristighfar memohon ampunan dari-Nya.
Azan maghrib berkumandang diseantero kota ini, panggilan Allah telah bersahut-sahutan. kusadarkan diri tuk langsung kemasjid. tak mau menyia-nyiakan waktu.
Terima kasih ya Allah.
SENJA DIKALA ITU, Engkau telah mengingatkan hambaMu ini.
Kala Sedih
Sebuah Puisi dari Hati yang sedikit tergores
Kala Sedih
kala ku mengingat tentang hal tadi
hati ini menjadi sendu kelabu
kubiarkan tinta mata bercucuran
menuaikan hasrat dihati
Aku tak sampai fikir
mengapa ia bisa begitu
perlahan menyusup sakit dihatiku
yang memang sepi akan bahagia
tak ada manusia yang sempurna
jangan kau menuntut lebih dari diri yang lesu
yg selalu menyibak dosa dipelupuk kasih-Nya
Tapi kini
aku telah memaafkanmu
kulupakan semua kesalahanmu
yang jujur saja menyakiti salah satu ruang di relung hatiku
kini kubuang semua itu
hingga tak lagi menyatu
kuharap ukhuwah ini tak layaknya batu
yang keras dan menyakitkan
semoga ikhlas menjalani
menggapai cinta Illahi.
Aldo Al Fakhr
Hanya Sepi
sebuah puisi dari hati menanggapi jiwa yg lesu tak bermaya ini.
Hanya Sepi
Waktu terus kulalui
tak terasa telah jauh ku daki
raga tak lagi berseri
lelah kurasai
kuterus coba menyemangati
diri yang selalu iri
tapi
Mata terkeluhi
Sembab tak mati
Mencari jiwa berarti
Namun tak jua ditemui
Apa yg yerjadi
kucuba bertanya ke hati
Tapi ia menepi
Jauh tak bertepi
Kiniku sendiri
Tiada yang menemani
Hampa tak berbunyi
Sunyi yang mengiringi
Hanya sepi
Hanya sepi
Hanya sepi
Gimana…????
Bermimpilah
Bermimpilah
Bermimpilah dan ubahlah angan itu menjadi kenyataan.
Semua orang didunia ini tak terkecuali diriku pasti punya yang namanya cita-cita atau impian, namun sayang seribu sayang tak semua dari kita dapat mewujudkannya menjadi kenyataan yang berarti. Hal tsb terjadi mungkin karena mimpinya yang terlalu setinggi langit yang sejatinya susah tuk diraih, atau mungkin karena sifat males yang menggerogoti semangatnya sehingga secara perlahan mengikis mimpi menjadi kenyataan, dan atau mungkin juga tidak berani tuk merealisasikannya, menurutnya cobaan dah terpaan masalah akan banyak dan sering akan dihadapinya ketika akan mewujudkan mimpi tersebut, sehingga menjadikin diri sebagai pecundang.
Perlu digaris bawahi mimpi yang aku sampaikan disini bukanlah mimpi dikala kita tertidur. Akan tetapi mimpi disini adalah cita-cita atau angan-angan yang berarti.
Setiap individu pastilah memiliki mimpi ditiap periode hidupnya, dan setiap manusia memiliki mimpi yang berbeda-beda, maka bisa dibayangkan bermilyar-milyar mimpi yang tersebar. Dan sayangnya lagi hanya berapa persen saja yang terwujud.
“lakukanlah perubahan itu walaupun kecil pengaruhnya”
Sebagai seorang muslim, kita harus mempunyai semangat perubahan. Perubahan tuk menjadi dien ini cemerlang kembali, dan kita buktikan bahwa islam itu adalah rahmat untuk mereka dan alam semesta. Semangat perubahan disini harus kita awali dengan mimpi yang berarti, nah untuk memulai perubahan maka hal yang harus dipersiapkan adalah
- Memiliki iman yang mendalam. Tak mungkin seorang muslim bisa merubah keadaan jika ia tidak memiliki iman yang mendalam. Ia harus percaya dan mengimani bahwa islam akan kem bali jaya dan ia bertekad untuk mengembalikan izzah islam kembali.
- Memiliki kemauan yang kuat. Kemauan yang kuat ini didasari dengan jiwa yang menggelora yang selalu up-date dimotivasi.
- Orientasi hanya Allah. Ini berkaitan dengan keikhlasan. Mintalah kepada Allah agar dijauhi dari syirik kecil yaitu riya’
Seperti Sayyidina Ali, yang pada suatu kesempatan berkumpul dengan sahabat-sahabat yang lain. Ketika itu Ali mengatkan “Bermimpilah…” dan ia mengatkan kepada sahabatnya, “wahai sahabatku, bermimpilah, apa mimpi mu..?” dan sahabat itu menjawab “aku ingin mempunyai harta yang banyak, dan akan ku sedekahkan semua harta itu.” sahabat yang lain juga tak mau ketinggalan “ aku ingin orang sepeti engkau (baca: sayyidina Ali), abu bakar, usman, dan umar banyak didunia ini.” Dan impian2 lain yang diutarakan oleh para sahabat pada saat itu.
Tak mudah memang, tapi tak menutup kemungkinan bisa dilakukan, asalkan punya iman insya Allah akan diberikan jalan.
Butuh pengorbanan dan kerelaan diri dari dirisendiri. Nothing is free, yah tidak ada yang gratis, pasti ada harga yang dibayar untuk hal ini. Oleh karena itu, jangan pernah berharap bahwa mimpi itu akan terealisasi jika hanya terpaku diam tak melakukan apa-apa atau hanya mengharap durian runtuh.
Terwujudnya mimpi tergantung dari sebesar apa kita memimpikan mimpi kita, sejauh mana kita mengkehendaki mimpi itu akan terwujud, dan sejauh mana langkah kita tuk meraih mimpi tersebut.
Nah, pertanyaannya sanggupkah tuk melepaskan diri dari rutinan shari-hari yang mungkin nyaman dan tanpa tantangan! Keluar menjadi pemberani dan siap mengambil resiko.
Jadi, anda harus berani berakit-rakit ke hulu, berenang-renang ke tepian atau bersakit-sakit dahulu, bersenang-senang kemudian
Setelah kita melakukan action yang diperlukan tuk mewujudkan mimpi tersebut dengan cucuran keringat dan bahkan darah sekalipun, maka sejatinya kembalikanlah semua itu kepada Allah, mintalah kepadanya tuk dipermudah. Ikhtiar tanpa do’a menyebabkan diri sombong, do’a tanpa ikhtiar hanyalah omong kosong. Kembalikan kepada Allah, karena baik menurut kamu belum tentu baik bagi Allah.
Oke… bermimpilah…….
Aldo Al Fakhr
Blogger pencari spirit yang hilang
Permasalahan Umat Islam Saat Ini
Permasalahan Umat Islam Saat Ini
- Latar Belakang.
Kondisi umat islam saat ini jauh berbeda dengan kondisi umat islam terdahulu. Kondisi umat islam saat ini diperparah dengan adanya fenomena jauhnya umat islam dengan Al-Qur’an dan As-Sunnah yang seharusnya menjadi pedoman hidup mereka. Banyak para ulama mengatakan bahwa salah satu faktor jauhnya umat islam terhadap Al-qur’an adalah mewabahnya penyakit “Al-Wahn”, yaitu suatu penyakit yang cinta dunia dan takut mati.
Hal ini dapat kita lihat dari berbagai permasalahan-permasalahan yang melanda baik di Indonesia sendiri maupun diluar Indonesia. Factor jauhnya umat islam dengan Al-Qur’an adalah besarnya pengaruh dari media dan teknologiyang secara tak langsung telah memecah umat islam dalam berbagai aspek kehidupan. Seperti contoh, film dokumenter “FITNA” yang telah menjadi kontrofersi.
Selain permasalahan jauhnya dari Al-qur’an, ada juga permasalahan-permasalahn lainnya. Yaitu, masalah dalam berda’wah, masalah dalam menghadapi permurtadan saat ini, dan masalah dalam kepedulian terhadap sesama muslim yang sangat kurang atau dengan kata lainnya ukhuwah islamiyah yang belum terikat satu sama lainnya.
Sebenarnya masalah yang mendasar dalam permasalah umat islam saat ini adalah jauhnya umat islam terhadap Al-qur’an, maka di artikel ini kami hanya membahas permasalahan tersebut.
- Identifikasi permasalahan.
- Siapa yang menyebabkan permasalahan ini?
- Kapan terjadinya permasalahan ini?
- Mengapa terjadi permasalah ini?
- Bagaimana kaitannya permasalah ini dengan media dan teknologi?
- Bagaimana solusi dari permasalahan ini?
- Pembahasan Permasalan
- Siapa yang menyebabkan permasalahan ini?
Menurut kelompok kami, yang menyebabkan itu semua adalah diri kita sendiri dan adanya peran dari islamophobia. Karena secara tak lansung diri kitalah yang menyebabkan kita jauh akan Al-qur’an. Kita terlalu senang dengan kehidupan dunia sehingga membuat kita lupa akan kehidupan akhirat yang kekal nan abadi. Islamhopobia Islamophobia adalah sikap takut berlebihan dalam melihat Islam dan umat Islam sehingga cenderung mengunakan kacamata negatif. Islam dipandang sebagai kelompok monolitik yang statis dan antiperubahan. Islam dilihat sebagai kelompok lain di dunia ini yang tidak mempunyai nilai bersama yang bisa di-share dengan kelompok lain. Islam dilihat sebagai agama yang mengajarkan barbarisme, irasional, primitif, agresif, prokekerasan dan terorisme. Ajaran Islam juga dianggap telah menjelma menjadi ideologi politik yang bertujuan untuk membangun kekuatan politik dan militer anti-Barat. Islamophobia tersebut telah melahirkan sikap memusuhi Islam di kalangan masyarakat non-Muslim.
- Kapan terjadinya permasalah ini?
Permasalah ini terjadi berawal dari perang salib. Karena perang salib sendiri berlangsung selama 200 tahun, bayangkan betapa lamanya dan bayangkan betapa semangatnya kebencian umat nasrani.
Sekilas tentang perang salib
Nggak salah emang kalo Perang Salib memegang rekor peperangan terlama di dunia. Bayangin aja, dari tahun 1096 M sampai 1254 M api peperangan ini nggak pernah padam. Se-abadi permusuhan Coyote dan Road Runner. Disebut Perang Salib karena peperangan ini melibatkan bangsa-bangsa Salib (gabungan berbagai negeri di Eropa; Perancis, Jerman, Inggris, dan negara Byzantium). Para prajurit Kristen yang terlibat dalam peperangan itu mengenakan kalung bergantung salib dan pakaian mereka berterakan salib. Ada dua pendorong terjadinya perang salib. Pertama, ajakan dan seruan Kaisar Alexius Comenent dari Konstantinopel kepada Paus (Paus Urbanus II) dan para raja di Eropa agar segera menyerang negeri-negeri Islam secara serentak terhadap kekuasaan Turki Saljuk (orang-orang Turki yang sudah memeluk Islam), yang mengancam kerajaan Byzantium di Konstantinopel. Kedua, permintaan Peter Amiens, seorang pendeta bangsa Perancis, kepada Paus di Roma agar mau membantu orang-orang Kristen yang mau berziarah ke Baitul Maqdis (Palestina) yang saati itu dikuasai Negara Islam. Dua dorongan tersebut di atas, menyebabkan Paus Urbanus II memerintahkan Peter Amiens untuk menghasut dan mengobarkan perang kepada rakyat Eropa untuk memerangi kaum muslim guna merebut Baitul Maqdis. Hasilnya, rakyat jelata, biarawan-biarawati, hingga para perampok berbondong-bondong mendaftarkan diri untuk bergabung sebagai pasukan salib. Dan genderang Perang Salib ditabuh pada 15 Agustus 1096 M, Paus Urbanus memberangkatkan pasukan Salib Pionir yang berjumlah 300 ribu prajurit dengan semboyan أ¢â‚¬إ“Begitulah kehendak Tuhanأ¢â‚¬آ. Dalam catatan sejarah, terdapat tujuh gelombangan serangan dalam perjalanan Perang Salib. Serangan I (1096),أ‚آ Serangan II (1147-1149), serangan III (1189-1192), serangan IV (1202-1204), serangan V (1218-1221), serang-an VI (1228-1229), dan seranganأ‚آ ke VII (1248-1254). Wuih semangat banget ya? Dari rangkaian seranganأ‚آ itu, kaum Kris-ten lebih banyak menelan kekalahan. Salah satu kekalahan telak yang dialami pasukan Salib adalah ketika Shalahuddin al-Ayubi berhasil membebaskan kembali Baitul Maqdis di Palestina pada hari Jumأ¢â‚¬â„¢at 27 Rajab 583 H/1187 M dari kekuasaan kaum Kristen.( http://www.gaulislam.com/semangat-kebencian-perang-salib/)
Mulai saat itulah gencarnya aksi untuk menjauhkan umat islam dari Al-qur’an yang telah mereka ketahui bahwa kitab Al-qur’an adalah pedoman hidup dari umat islam.
- Mengapa terjadi permasalahan ini?
Coba kita lihat dalam QS: Al-Baqoroh ayat 120, yaitu:
“Orang-orang Yahudi dan Nasrani tidak akan senang kepada kamu hingga kamu mengikuti agama mereka. Katakanlah: “Sesungguhnya petunjuk Allah itulah petunjuk (yang benar)”. Dan sesungguhnya jika kamu mengikuti kemauan mereka setelah pengetahuan datang kepadamu, maka Allah tidak lagi menjadi pelindung dan penolong bagimu”
Dari ayat diatas kita dapat mengambil kesimpulan, bahwa mereka(yahudi dan nasrani)
tidak akan senang kepada kita(umat islam) sampai kita mengikuti agama mereka. Dengan cara apapun akan ditempuh mereka untuk mengikuti agama mereka minimal mengikuti gaya hidup mereka.
- Bagaimana kaitannya permasalah ini dengan media dan teknologi?
Media dan teknologi sangatlah erat hubungannya dengan permasalahan jauhnya umat islam terhadap Al-qur’an. Karena dengan adanya media, maka umat islam akan disibukkan dengan misalnya tayangan-tayangan yang menghibur seperti sinetron, olahraga, infotainment, dan lain-lain.
- Bagaimana solusi dari permasalahan ini?
Solusi dari permasalahan ini adalah merutinkan membaca Al-Qur’an sehingga bias lebih dekat dengan Al-Qur’an, sering-sering mendengarkan lantunan ayat-ayat qur’an, mentadaburi Al-qur’an, dan mengimplementasikannya dalam kehidupan.





Komentator Coretan Bijaksana